Sapi Kurban Prabowo-Gibran Disembelih di IKN, Basuki: Ini Bagian dari Ibadah

Otorita Ibu Kota Nusantara (IKN) untuk pertama kalinya menyelenggarakan Salat Iduladha 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Negara IKN pada Rabu (27/5/2026). Kegiatan ini diikuti dengan penyaluran ribuan paket daging kurban kepada masyarakat sekitar IKN dan para pekerja di kawasan pembangunan IKN. Salah satu sapi kurban yang disembelih berasal dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, menyatakan bahwa penyembelihan hewan kurban ini merupakan bagian dari ibadah.

Momen Penentu di Idul Adha Perdana IKN

Salat Iduladha dilaksanakan di Masjid Negara IKN dengan khotbah yang disampaikan oleh Ust. KH. Athian Ali M. Da’i, Lc., M.A., Ketua Forum Ulama Umat Indonesia. Dalam khotbahnya, ia menyampaikan bahwa setiap orang beriman akan menghadapi ujian dari Allah SWT dan bahwa ukuran keimanan seorang muslim tercermin dari kecintaannya kepada Allah SWT yang melebihi kecintaannya terhadap dunia dan seluruh isinya.

Usai pelaksanaan salat, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan hewan kurban. Tahun ini, terkumpul 29 ekor sapi dan 9 ekor kambing dari para shohibul kurban. Dari jumlah tersebut, dua ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Presiden Republik Indonesia dan satu ekor sapi merupakan bantuan kemasyarakatan Wakil Presiden Republik Indonesia. Sebanyak 13 ekor sapi didistribusikan ke sejumlah kecamatan dalam wilayah delineasi IKN.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang terkait dengan pelaksanaan Idul Adha di IKN:

Sapi kurban dari Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran disembelih di IKN. Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, turut berpartisipasi sebagai shohibul kurban dengan menyerahkan satu ekor sapi. Pelaksanaan kurban di IKN juga melibatkan peternak lokal, salah satunya Rosibul Aklil dari Samboja.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Melalui pelaksanaan kurban tahun ini, diperkirakan akan disalurkan sebanyak 4895 paket daging kurban dialokasikan bagi masyarakat di sembilan desa dan kelurahan sekitar IKN. Selain itu, 1.090 paket disalurkan kepada para pekerja di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP), yang meliputi petugas kebersihan, keamanan, resepsionis, pekerja konstruksi, dan pekerja non-konstruksi. Pelaksanaan kurban di IKN diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar dan para pekerja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan pelaksanaan Idul Adha perdana di IKN, diharapkan dapat menjadi momentum bagi masyarakat untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT. Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar dan para pekerja di kawasan pembangunan IKN. Ke depannya, IKN diharapkan dapat menjadi contoh bagi kota-kota lain dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan dan sosial.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260529130218-30-738732/penampakan-sapi-prabowo-gibran-disembelih-di-ikn-basuki-ucapkan-ini, without altering the facts of the original article.

PBNU Umumkan 1 Muharram 1448 H Jatuh pada Rabu, 17 Juni 2026

Momen Penentu di Menit Akhir

Lembaga Falakiyah PBNU menyatakan telah menyelenggarakan rukyatul hilal pada Senin, 15 Juni 2026, yang bertepatan dengan 29 Zulhijah 1447 H. Seluruh titik pemantauan melaporkan tidak melihat hilal. Berdasarkan hasil tersebut, awal bulan Muharram 1448 H ditetapkan jatuh pada Rabu Kliwon, 17 Juni 2026 Masehi. Keputusan ini diambil berdasarkan metode istikmal.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Perbedaan penetapan 1 Muharram 1448 H antara PBNU, pemerintah, dan Muhammadiyah menunjukkan bahwa masih ada perbedaan dalam metode penghitungan kalender hijriah di Indonesia. Pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) telah menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026, yang juga menjadi libur nasional. Sementara itu, Muhammadiyah juga menetapkan 1 Muharram 1448 H jatuh pada hari yang sama. PBNU mengajak para pengurus NU di seluruh wilayah untuk aktif menyebarkan informasi tersebut. Selain itu, PBNU juga mengajak umat muslim untuk berdoa agar diberi kebaikan pada tahun yang baru.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, diharapkan ada kesepakatan bersama dalam menentukan kalender hijriah di Indonesia. Perbedaan penetapan 1 Muharram 1448 H menunjukkan bahwa masih ada pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam mencapai kesepakatan bersama. Namun, dengan adanya pengumuman dari PBNU, umat muslim dapat mempersiapkan diri untuk menyambut tahun baru hijriah dengan penuh semangat dan harapan. Dengan penetapan 1 Muharram 1448 H oleh PBNU, umat muslim diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kecintaan terhadap kalender hijriah. Tahun baru hijriah menjadi momentum untuk merefleksikan diri dan meningkatkan iman serta takwa kepada Allah SWT.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260616130536-29-743139/pbnu-tetapkan-1-muharram-1448-h-jatuh-rabu-17-juni-2026, without altering the facts of the original article.

Kiswah Ka’bah Diganti, Simak Detik-Detik Penggantian Sambut 1448 Hijriah

Kiswah Ka’bah, kain sutra hitam yang menyelimuti Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah, diganti untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Prosesi penggantian Kiswah dilakukan pada Senin (15/6/2026) malam waktu setempat, menandai momen sakral bagi umat Islam di seluruh dunia. Kiswah baru dibuat dari 825 kg sutra dan dihiasi benang emas, melanjutkan tradisi yang telah berlangsung selama berabad-abad. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tradisi ini mencerminkan komitmen kerajaan dalam merawat situs-situs suci Islam.

Momen Penentu di Menit Akhir

Penggantian Kiswah Ka’bah dilakukan setelah proses persiapan yang panjang. Otoritas Umum Arab Saudi untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyebut proses tersebut sebagai puncak dari pekerjaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci. Sebelum pemasangan dilakukan, tim khusus terlebih dahulu melepas ornamen bordir, hiasan berlapis emas, serta tirai pintu Ka’bah. Setelah itu, Kiswah lama diturunkan dan diganti dengan yang baru oleh para teknisi dan spesialis Saudi yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani proses pemasangan secara presisi.

Proses pembuatan Kiswah baru melibatkan tahapan produksi yang kompleks, mulai dari persiapan bahan baku, pewarnaan, penenunan, pencetakan, penyulaman, hingga proses perakitan akhir. Seluruh tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan kualitas kain penutup Ka’bah tetap terjaga sesuai standar yang ditetapkan. Kiswah tahun ini dibuat menggunakan sekitar 825 kilogram sutra alami dan 400 kilogram kapas mentah. Selain itu, digunakan pula 60 kilogram perak serta 120 kilogram benang perak berlapis emas untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai motif dekoratif yang menghiasi kain tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tradisi penggantian Kiswah setiap tahun mencerminkan komitmen kerajaan dalam merawat situs-situs suci Islam sekaligus menjaga warisan keterampilan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi. Proses tersebut juga memadukan keahlian kerajinan klasik dengan teknologi manufaktur dan rekayasa modern. Selain itu, penggantian Kiswah tahun ini berlangsung beberapa hari setelah berakhirnya musim haji 1447 Hijriah yang diikuti lebih dari 1,7 juta jamaah dari 165 negara.

Pemasangan Kiswah memerlukan perencanaan matang dan keahlian teknis tinggi. Tim khusus menggunakan berbagai peralatan pengangkat serta sistem pengamanan modern guna memastikan setiap panel kain dan ornamen dapat terpasang dengan tepat di sekeliling Ka’bah. Ka’bah telah sepenuhnya diselimuti Kiswah baru yang akan tetap terpasang selama satu tahun ke depan, menjadi simbol penghormatan dan perawatan terhadap situs paling suci bagi umat Islam.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penggantian Kiswah Ka’bah tidak hanya merupakan tradisi tahunan, tetapi juga menjadi simbol kontinuitas dan komitmen dalam merawat situs-situs suci Islam. Dengan menggunakan teknologi modern dan keahlian tradisional, Arab Saudi menunjukkan kemampuannya dalam menjaga warisan budaya sekaligus memenuhi kebutuhan spiritual umat Islam di seluruh dunia. Momen ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan apresiasi terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya yang terkandung dalam tradisi penggantian Kiswah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah Arab Saudi terus berupaya meningkatkan kualitas dan keamanan situs-situs suci Islam, termasuk Masjidil Haram dan Ka’bah. Dengan demikian, umat Islam di seluruh dunia dapat menjalankan ibadah dengan nyaman dan khidmat. Penggantian Kiswah Ka’bah untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah menjadi momen penting dalam sejarah Islam, mengingatkan kita akan pentingnya merawat warisan budaya dan spiritual umat Islam.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260617075757-30-743215/detik-detik-penggantian-kiswah-kabah-sambut-1448-hijriah, without altering the facts of the original article.

Surabaya dan Bandung Masuk Daftar 20 Kota Dunia Berisiko Dilanda Panas Ekstrem

Faktor yang Mempengaruhi Risiko Panas Ekstrem

Penelitian tersebut tidak hanya mengukur suhu udara, tetapi juga menilai tiga faktor utama yang menentukan tingkat risiko panas ekstrem, yaitu tingkat paparan panas (hazard exposure), tingkat kerentanan penduduk (vulnerability), dan kemampuan suatu kota dalam menghadapi dampaknya (coping capacity). Artinya, kota dengan suhu sangat tinggi belum tentu memiliki risiko terbesar jika memiliki infrastruktur yang baik, ruang hijau memadai, serta akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik yang kuat. Sebaliknya, kota dengan kemampuan adaptasi yang rendah dapat menghadapi risiko lebih besar meski suhu udaranya tidak setinggi kota lain.

Apa yang Terjadi?

Berdasarkan hasil penelitian, kota Al Basrah di Irak menempati posisi pertama sebagai kota paling berisiko terhadap panas ekstrem di dunia. Kota tersebut memiliki kombinasi paparan panas yang tinggi, tingkat kerentanan masyarakat yang besar, serta kapasitas adaptasi yang terbatas. Penelitian juga menemukan lebih dari 95% kota dengan risiko panas tertinggi berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Sub-Sahara. India, Pakistan, Nigeria, dan Ghana menjadi negara dengan jumlah kota berisiko tinggi terbanyak.

Mengapa dan Dampak

Risiko panas tidak hanya ditentukan oleh suhu yang tinggi. “Bukan hanya paparan terhadap suhu tinggi yang menentukan tingkat risiko,” ujar peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam. Senada, Associate Professor University of Oxford, Jesus Lizana, menyebut penelitian ini menjadi alat penting untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Para peneliti merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko panas ekstrem di perkotaan, seperti memperluas ruang hijau dan area teduh, meningkatkan akses terhadap sistem pendingin yang terjangkau, memperkuat ketahanan energi, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Surabaya dan Bandung harus meningkatkan kemampuan adaptasi mereka untuk menghadapi risiko panas ekstrem. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur yang baik, meningkatkan akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang rentan. Dengan demikian, kota-kota ini dapat mengurangi risiko panas ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260713095954-33-750285/20-kota-dunia-berisiko-dilanda-panas-ekstrem-surabaya-bandung-masuk, without altering the facts of the original article.

WFH untuk ASN: Pemerintah Keluarkan Kebijakan Baru untuk Hari Pertama Sekolah

Pemerintah Indonesia baru saja mengeluarkan kebijakan untuk memberikan fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak mereka di hari pertama sekolah. Kebijakan ini tertuang dalam surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10/7) kemarin. Dalam surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi pemerintah diminta memberi kesempatan kepada ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar (SD), dan pendidikan menengah (SMP) untuk mengantar anak di hari pertama masuk sekolah.

Fleksibilitas Kerja untuk ASN

Kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan bagi ASN sebagai orang tua untuk mendampingi anak di hari pertama sekolah tanpa mengurangi profesionalisme, produktivitas, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Menteri PANRB, Rini, berharap bahwa melalui pengaturan fleksibilitas kerja yang baik, ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan. Kebijakan ini juga sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026.

Momen Penentu di Hari Pertama Sekolah

Pada hari pertama sekolah, banyak satuan pendidikan yang menyambut peserta didik melalui kegiatan yang ramah anak, aman, tertib, dan menyenangkan. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melalui Dinas Pendidikan (Disdik) mengeluarkan Surat Edaran (SE) terkait pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). SE tersebut berisi imbauan agar para ayah mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Selain Kota Depok, Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) juga mengeluarkan SE Bupati Kotim Nomor 400.13/211/DPPPAPPKB.5/2026 yang ditujukan kepada seluruh kepala perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kebijakan ini diharapkan dapat memperkuat peran ayah dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini, membangun kedekatan emosional antara ayah dan anak, serta meningkatkan rasa percaya diri, kenyamanan, dan kesiapan anak dalam proses belajar. Dengan demikian, keluarga menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berkualitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045. Melalui kebijakan ini, Pemerintah berharap bahwa budaya pengasuhan yang melibatkan ayah dan ibu dapat semakin kuat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, Pemerintah akan terus mendorong kebijakan yang mendukung keluarga dan pendidikan anak. MPLS merupakan agenda rutin di setiap awal tahun ajaran baru untuk menyambut para peserta didik. Oleh karena itu, memilih ide kegiatan MPLS yang edukatif dan terbebas dari unsur perpeloncoan sangat penting agar siswa baru merasa nyaman saat beradaptasi. Dengan demikian, siswa baru dapat meningkatkan motivasi belajar di lingkungan yang asing bagi mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://news.detik.com/berita/d-8571045/asn-bisa-wfh-untuk-antar-anak-di-hari-pertama-sekolah, without altering the facts of the original article.

Limbah Sawit dan Styrofoam Bisa Jadi Solusi, RI Temukan Cara Ubah Sampah jadi BBM Kapal

Indonesia telah menemukan cara untuk mengubah limbah sawit dan styrofoam menjadi bahan bakar kapal yang ramah lingkungan. Riset yang dilakukan oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menunjukkan bahwa pelepah kelapa sawit dan limbah polistirena (styrofoam) dapat diolah menjadi minyak pirolisis (pyrolysis oil) yang berpotensi digunakan sebagai campuran bahan bakar kapal. Limbah sawit dan styrofoam, yang selama ini kurang dilirik, dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi yang membantu mengurangi emisi sektor pelayaran.

Proses Pengubahan Limbah Sawit dan Styrofoam

Riset yang dilakukan oleh peneliti Pusat Riset Kimia Molekuler BRIN, Dieni Mansur, dan timnya menunjukkan bahwa limbah pelepah kelapa sawit dan styrofoam dapat diubah menjadi minyak pirolisis melalui proses pirolisis. Proses ini melibatkan pemanasan limbah tanpa oksigen sehingga menghasilkan minyak cair yang kemudian dicampurkan dengan bahan bakar kapal konvensional. Minyak pirolisis berhasil didapatkan dengan rendemen mencapai lebih dari 56 persen.

Mengapa Limbah Sawit dan Styrofoam Bisa Jadi Solusi?

Kapal-kapal pengangkut barang antarnegara masih banyak menggunakan bahan bakar minyak berat atau high sulfur fuel oil (HSFO), yang dikenal berkontribusi terhadap pencemaran lingkungan karena menghasilkan emisi sulfur tinggi. Indonesia menghadapi persoalan limbah biomassa yang melimpah dari perkebunan sawit, ditambah peningkatan jumlah sampah plastik yang sulit terurai. Oleh karena itu, riset yang dilakukan oleh BRIN ini menawarkan solusi yang relatif mudah diterapkan. Bahan bakar campuran hasil penelitian ini berpotensi digunakan pada sistem yang sudah ada dengan penyesuaian yang minimal.

Dampak dan Arti bagi Pihak Terkait

Penelitian ini secara nyata menunjukkan penekanan kandungan sulfur dalam bahan bakar. Hal ini penting karena sulfur merupakan sumber utama emisi sulfur oksida yang selama ini menjadi perhatian organisasi pelayaran internasional. Semakin rendah kandungan sulfur, semakin kecil pula dampak pencemaran udara yang dihasilkan kapal. Dengan demikian, penelitian ini membantu mengurangi emisi sektor pelayaran sekaligus mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon. Solusi energi masa depan tidak selalu harus berasal dari sumber baru, tetapi bisa juga berasal dari limbah yang selama ini kita abaikan.

Dalam jangka panjang, penelitian ini diharapkan dapat membantu mengurangi biaya operasional kapal dan meningkatkan efisiensi penggunaan bahan bakar. Selain itu, penggunaan limbah sawit dan styrofoam sebagai bahan bakar kapal juga dapat membantu mengurangi jumlah limbah yang dihasilkan oleh industri sawit dan plastik. Oleh karena itu, penelitian ini merupakan langkah penting dalam pengembangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah pengembangan teknologi yang lebih efisien dan efektif untuk mengolah limbah sawit dan styrofoam menjadi bahan bakar kapal. Namun, dengan adanya penelitian ini, diharapkan dapat menjadi titik awal untuk pengembangan energi ramah lingkungan dan berkelanjutan di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260711223558-37-750102/dibuang-buang-ri-limbah-sawit-styrofoam-bisa-jadi-campuran-bbm-kapal, without altering the facts of the original article.

Fenomena Cuaca Ekstrem: Bogor Dilanda Panas dan Kekeringan, Apa Penyebabnya?

Kota Bogor, yang dikenal sebagai Kota Hujan dengan udara relatif sejuk, kini mengalami perubahan cuaca ekstrem. Suhu udara di Bogor meningkat signifikan, mencapai 32-34 derajat Celsius pada siang hari, dan hujan mulai jarang terjadi. Masyarakat mulai mempertanyakan apakah perubahan cuaca ini masih tergolong normal atau menjadi pertanda perubahan iklim yang semakin nyata.

Fenomena Cuaca Ekstrem di Bogor

Menurut Dr. Givo Alsepan, dosen Departemen Geofisika dan Meteorologi IPB University, peningkatan suhu udara di Bogor merupakan hasil kombinasi berbagai faktor, termasuk fenomena iklim global, pemanasan global, dan perubahan tutupan lahan akibat urbanisasi. Suhu udara rata-rata di wilayah Bogor biasanya berkisar antara 25,5 hingga 27 derajat Celsius, namun dapat berubah akibat pengaruh fenomena iklim global, terutama El Nino-Southern Oscillation (ENSO).

Apa yang Terjadi?

Saat ini, El Nino sedang berkembang di Samudra Pasifik tropis dan diprediksi berlangsung hingga akhir tahun 2026. Pergeseran awan dari wilayah Indonesia menuju Pasifik menyebabkan tutupan awan berkurang, sehingga radiasi matahari lebih banyak mencapai permukaan bumi. Kondisi inilah yang menjadi salah satu penyebab masyarakat Bogor merasakan cuaca lebih panas dibanding biasanya. Data klimatologi menunjukkan bahwa suhu rata-rata tahunan di wilayah Bogor mengalami tren peningkatan secara konsisten sejak sekitar tahun 1990 hingga saat ini.

Mengapa dan Dampak

Perubahan iklim dapat dikatakan menjadi salah satu penyebab utama meningkatnya suhu udara di Bogor. Jika tidak ada upaya mitigasi yang serius, tren pemanasan ini akan terus berlanjut. Selain dipengaruhi faktor global, perubahan bentang alam di Bogor juga memperparah kondisi tersebut. Berkurangnya ruang terbuka hijau dan semakin luasnya kawasan terbangun menyebabkan suhu permukaan meningkat, sehingga memicu fenomena urban heat island atau pulau panas perkotaan. Ekspansi kawasan perkotaan di Bogor berlangsung sangat cepat, terutama pada periode 1997-2007, yang menyebabkan perbedaan suhu antara kawasan urban dan suburban meningkat signifikan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mengatasi perubahan cuaca ekstrem ini, masyarakat dapat berkontribusi melalui penghijauan lingkungan dan penerapan bangunan yang lebih adaptif terhadap panas. Pemerintah perlu memperkuat tata ruang berbasis iklim dan memperluas ruang terbuka hijau. Pohon merupakan solusi alami yang efektif untuk menurunkan suhu udara, mengurangi efek urban heat island, sekaligus meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan. Dengan upaya bersama, diharapkan tren pemanasan ini dapat ditekan dan kualitas lingkungan perkotaan dapat ditingkatkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260712072046-37-750112/udara-di-bogor-makin-panas-dan-jarang-hujan-ini-dia-biang-keroknya, without altering the facts of the original article.

Dari Gunung Kawi ke Puncak Kesuksesan, Pengusaha RI Ini Raup Miliaran

Pengusaha Indonesia, Ong Hok Liong, memiliki kisah sukses yang luar biasa dalam dunia bisnis. Ia merupakan pendiri perusahaan rokok Bentoel, yang tumbuh menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. Gunung Kawi, sebuah tujuan ziarah yang dipercaya dapat membawa keberuntungan, memainkan peran penting dalam perjalanan bisnis Ong.

Kisah Mimpi yang Mengubah Nasib

Ong Hok Liong, seorang pengusaha yang rajin berkunjung ke Gunung Kawi, memiliki kebiasaan untuk memohon keberuntungan kepada Eyang Jugo dan Iman Soedjono. Pada sekitar 1954, Ong mengalami mimpi melihat bongkahan ubi talas saat berziarah ke Gunung Kawi. Setelah terbangun, dia menanyakan arti mimpinya kepada juru kunci makam. Juru kunci tersebut menafsirkan bahwa mimpi tersebut merupakan petunjuk dari Eyang Jugo agar Ong mengganti nama pabrik sekaligus merek rokok yang saat itu belum berkembang.

Saat itu, Ong merupakan pemilik pabrik rokok bernama Strootjes-Fabriek Ong Hok Liong yang tak begitu laku. Atas tafsir mimpi tersebut, dia kemudian mengganti nama perusahaan dan merek rokoknya menjadi Bentoel. Bentoel merupakan sebutan masyarakat Malang untuk ubi talas yang dia lihat dalam mimpi. Siapa sangka, percaya atau tidak, keputusan itu kemudian menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan bisnis Ong.

Perjalanan Bisnis yang Sukses

Setelah menggunakan nama Bentoel, penjualan rokoknya terus meningkat. Perusahaan juga berkembang pesat hingga mempekerjakan sekitar 3.000 karyawan sebelum 1960 dan menjelma menjadi salah satu produsen rokok terbesar di Indonesia. “Di negara yang dari dulu sampai sekarang sebagian besar penduduk laki-lakinya kecanduan rokok, Bentoel mendatangkan kekayaan sangat besar untuk Ong Hok Liong. Ketika meninggal dunia pada 1967, Ong adalah seorang multi-jutawan,” ungkap sejarawan George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021).

Mengapa dan Dampak

Mengapa kisah Ong Hok Liong begitu penting? Kisah ini menunjukkan bahwa keberuntungan dan kepercayaan dapat memainkan peran penting dalam perjalanan bisnis. Gunung Kawi, sebagai sebuah tujuan ziarah, dipercaya dapat membawa keberuntungan bagi orang yang datang berziarah. Dampaknya, kisah Ong Hok Liong membuat nama Gunung Kawi semakin lekat dengan cerita tentang keberuntungan. Hingga kini, tempat itu masih didatangi banyak peziarah yang berharap memperoleh kelancaran usaha maupun rezeki.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kisah sukses Ong Hok Liong dapat menjadi inspirasi bagi pengusaha lain untuk terus berinovasi dan mencari peluang baru. Bentoel, sebagai sebuah merek rokok, telah menjadi salah satu ikon bisnis di Indonesia. Namun, perjalanan bisnis yang sukses tidak pernah berhenti. Oleh karena itu, penting bagi pengusaha untuk terus beradaptasi dengan perubahan pasar dan mencari peluang baru untuk meningkatkan kinerja bisnis mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706105209-25-748306/pengusaha-ri-ini-rajin-ke-gunung-kawi-dan-berujung-jadi-miliarder, without altering the facts of the original article.

Misteri Fenomena Aneh di Gunung Kawi, Orang Belanda Kaget Lihat

Gunung Kawi, sebuah destinasi wisata spiritual yang terkenal di Indonesia, pernah menjadi saksi bisu sebuah fenomena alam yang sangat aneh dan belum terjelaskan. Pada tengah malam 3-4 Januari 1884, seorang warga Belanda melakukan pengamatan dan mengaku menyaksikan fenomena tak masuk akal di Gunung Kawi. Gunung di hadapannya tampak seolah berdiri dalam “kolom api” dengan puluhan berkas cahaya yang memancar ke langit.

Momen Penentu di Malam Itu

Warga Belanda yang tak disebutkan namanya tersebut melakukan pengamatan dari jauh terhadap Gunung Kawi. Sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 dini hari, dia tiba-tiba mendengar suara gemuruh samar dari arah Gunung Kawi. Suaranya seperti aliran air sungai, tetapi perlahan terasa berbeda. “Segera saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang berbeda, karena saya belum pernah mendengar gemuruh seperti itu sebelumnya,” tulisnya dalam sebuah laporan.

Merasa penasaran, dia terus mengamati Gunung Kawi. Dalam gelap malam, dia melihat lapisan kabut keabu-abuan membentang di atas gunung. Awalnya dia mengira yang terlihat hanyalah kilatan petir. Namun, beberapa saat kemudian muncul pemandangan yang menurutnya jauh lebih mengagetkan. “Saya tiba-tiba melihat gunung di hadapan saya seolah-olah dalam kolom api, sementara suara dan gemuruhnya sangat keras dan gunung itu diterangi dengan sangat terang,” ungkapnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Keanehan tidak berhenti sampai di situ. Dia mengaku melihat sekitar 50 berkas cahaya menyebar dari satu titik ke berbagai arah. Menurutnya, fenomena itu berbeda dengan sambaran petir. “Menurut saya, itu bukanlah sambaran petir, karena sekitar 50 berkas cahaya berputar menyebar secara bersamaan dari titik pusat ke puncak gunung itu, ke segala arah hingga jarak yang luar biasa jauh,” ucapnya.

Yang membuatnya semakin heran, cahaya tersebut bertahan lebih dari 30 detik tanpa memudar. Dari sini dia yakin cahaya itu bukan petir. Sebab kalau cahaya petir akan cepat memudar dan tidak terpusat di satu titik. Selain berkas cahaya, dia juga melihat percikan-percikan api besar yang berkedip di langit sekitar Gunung Kawi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lebih dari seabad kemudian, kesaksian tersebut masih menjadi salah satu dokumentasi langka mengenai fenomena alam yang pernah diamati di Gunung Kawi. Terlepas dari apa pun penyebabnya, catatan itu menunjukkan bagaimana gunung yang kini identik dengan wisata spiritual dan kisah-kisah mistis pernah menghadirkan pemandangan yang membuat seorang pengamat Belanda tak mampu menemukan penjelasan.

Dengan demikian, Gunung Kawi masih menyimpan banyak misteri yang belum terjelaskan. Apakah fenomena alam seperti itu akan terjadi lagi di masa depan? Hanya waktu yang akan menjawab.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mengenang kembali kejadian itu, kita dapat memahami bahwa masih banyak hal yang belum kita ketahui tentang alam semesta ini. Oleh karena itu, kita harus terus melakukan penelitian dan pengamatan untuk memahami fenomena alam yang masih belum terjelaskan.

Gunung Kawi masih menjadi salah satu destinasi wisata yang menarik, tidak hanya karena keindahan alamnya, tetapi juga karena misteri yang masih belum terjelaskan. Dengan terus mempelajari dan mengamati fenomena alam, kita dapat memahami lebih banyak tentang dunia ini dan meningkatkan pengetahuan kita tentang alam semesta.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706140809-25-748396/orang-belanda-lihat-fenomena-tak-masuk-akal-di-gunung-kawi, without altering the facts of the original article.

Rachmat Gobel: Membangun Masa Depan Industri Elektronik dengan Warisan Inspiratif

Perjalanan Awal dan Pendidikan

Rachmat Gobel lahir di Gorontalo pada 3 September 1962 sebagai putra pendiri Gobel Group, Thayeb Mohammad Gobel. Sejak muda, dia dipersiapkan menjadi penerus perusahaan. Kedekatan bisnis Gobel dengan Jepang membuat Thayeb mengirim putranya menempuh pendidikan di Negeri Sakura agar memahami langsung budaya kerja dan industri manufaktur. Rachmat meraih gelar Sarjana Ilmu Perdagangan Internasional dari Chuo University, Tokyo, pada 1987, lalu mengikuti program pelatihan di Matsushita Electric Industrial sebelum kembali ke Indonesia.

Momen Penentu di Dunia Industri

Sepulang dari Jepang, Rachmat memulai karier dari berbagai posisi di Gobel Group sejak 1989. Setelah melewati sejumlah jenjang kepemimpinan, dia dipercaya memimpin Panasonic Gobel Group. Di tangannya, perusahaan tidak hanya memperluas bisnis, tetapi juga meningkatkan penggunaan komponen lokal. Berbagai produk elektronik Panasonic berhasil mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) di atas 40%, sejalan dengan upaya memperkuat basis manufaktur nasional.

Kontribusi dan Pengaruh

Pengalamannya di dunia industri kemudian membawanya aktif di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia. Dia mengoordinasikan berbagai bidang, mulai dari industri, teknologi, hingga infrastruktur. Berkat penguasaan terhadap hubungan bisnis Indonesia-Jepang, Presiden Joko Widodo menunjuknya sebagai Utusan Khusus Presiden untuk Jepang pada 2017-2019. Sebelumnya, Rachmat juga sempat menjabat Menteri Perdagangan pada 2014-2015. Seusai dari kabinet, ia melanjutkan kiprah di dunia politik melalui Partai NasDem dan terpilih sebagai Wakil Ketua DPR RI periode 2019-2024.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kematian Rachmat Gobel meninggalkan dampak besar pada industri elektronik nasional. Ia berhasil membangun Gobel Group menjadi salah satu perusahaan elektronik terbesar di Indonesia, sekaligus mempertahankan kemitraan strategis dengan Panasonic Jepang. Dengan pengalaman dan kontribusinya, Rachmat Gobel menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk membangun industri nasional yang kuat dan berdaya saing global. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah mempertahankan kesinambungan industri elektronik nasional dan meningkatkan kemampuan manufaktur dalam negeri. Rachmat Gobel meninggalkan warisan inspiratif bagi kita semua untuk terus membangun dan memajukan industri nasional. Dengan semangat dan komitmen yang sama, kita dapat mewujudkan masa depan industri elektronik yang cerah dan berdaya saing global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710095156-25-749705/kisah-inspiratif-rachmat-gobel-menjalankan-warisan-industri-elektronik, without altering the facts of the original article.