Surabaya dan Bandung Masuk Daftar 20 Kota Dunia Berisiko Dilanda Panas Ekstrem

Faktor yang Mempengaruhi Risiko Panas Ekstrem

Penelitian tersebut tidak hanya mengukur suhu udara, tetapi juga menilai tiga faktor utama yang menentukan tingkat risiko panas ekstrem, yaitu tingkat paparan panas (hazard exposure), tingkat kerentanan penduduk (vulnerability), dan kemampuan suatu kota dalam menghadapi dampaknya (coping capacity). Artinya, kota dengan suhu sangat tinggi belum tentu memiliki risiko terbesar jika memiliki infrastruktur yang baik, ruang hijau memadai, serta akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik yang kuat. Sebaliknya, kota dengan kemampuan adaptasi yang rendah dapat menghadapi risiko lebih besar meski suhu udaranya tidak setinggi kota lain.

Apa yang Terjadi?

Berdasarkan hasil penelitian, kota Al Basrah di Irak menempati posisi pertama sebagai kota paling berisiko terhadap panas ekstrem di dunia. Kota tersebut memiliki kombinasi paparan panas yang tinggi, tingkat kerentanan masyarakat yang besar, serta kapasitas adaptasi yang terbatas. Penelitian juga menemukan lebih dari 95% kota dengan risiko panas tertinggi berada di kawasan Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Afrika Sub-Sahara. India, Pakistan, Nigeria, dan Ghana menjadi negara dengan jumlah kota berisiko tinggi terbanyak.

Mengapa dan Dampak

Risiko panas tidak hanya ditentukan oleh suhu yang tinggi. “Bukan hanya paparan terhadap suhu tinggi yang menentukan tingkat risiko,” ujar peneliti utama dari Oxford Smith School of Enterprise and the Environment, Nethmi Jayaratne Kariyawasam. Senada, Associate Professor University of Oxford, Jesus Lizana, menyebut penelitian ini menjadi alat penting untuk mengidentifikasi wilayah yang paling membutuhkan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim. Para peneliti merekomendasikan sejumlah langkah untuk mengurangi risiko panas ekstrem di perkotaan, seperti memperluas ruang hijau dan area teduh, meningkatkan akses terhadap sistem pendingin yang terjangkau, memperkuat ketahanan energi, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang rentan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Surabaya dan Bandung harus meningkatkan kemampuan adaptasi mereka untuk menghadapi risiko panas ekstrem. Pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengembangkan infrastruktur yang baik, meningkatkan akses terhadap pendingin ruangan dan layanan publik, serta memberikan perlindungan lebih baik bagi kelompok masyarakat yang rentan. Dengan demikian, kota-kota ini dapat mengurangi risiko panas ekstrem dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260713095954-33-750285/20-kota-dunia-berisiko-dilanda-panas-ekstrem-surabaya-bandung-masuk, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *