Samsung AI 2026 telah menjadi topik yang sangat menarik dalam beberapa tahun terakhir. Teknologi Artificial Intelligence (AI) telah berkembang pesat dan mengubah cara kerja manusia selamanya. Salah satu contohnya adalah smartphone kelas mid-range yang menawarkan kombinasi performa dan fitur AI pada perangkat Galaxy A57 dan Galaxy A37.
Momen Penentu di Dunia Teknologi
Samsung Galaxy A57 dan Galaxy A37 hadir dengan One UI 8.5 (Android 16) yang performanya kini makin lebih mendekati ponsel flagship. Perangkat ini masih menawarkan Awesome Intelligence, yaitu kumpulan fitur cerdas terintegrasi untuk mempermudah produktivitas harian Anda. Salah satu fitur unggulannya adalah Voice Transcription. Fitur ini dapat merekam audio, mengubah suara menjadi teks, serta menerjemahkannya ke berbagai bahasa dalam hitungan detik.
Bahasa yang didukung untuk transkripsi dan terjemahan sangat beragam, meliputi: Asia: Bahasa Indonesia, Arab, Mandarin (Sederhana & Tradisional Taiwan/Hong Kong), Hindi, Jepang, Korea, Thai, Vietnam. Eropa: Inggris (AS, Inggris, India, Australia), Prancis (Prancis, Kanada), Jerman, Belanda, Italia, Polandia, Portugis (Portugal, Brasil), Rumania, Rusia, Spanyol (Spanyol, Meksiko, AS), Swedia, Turki.
Kemudahan Akses Informasi dengan AI
Fitur ‘Circle to Search’ yang sudah lumrah di HP kelas menengah juga tersedia di kedua perangkat ini. Pencarian informasi jadi lebih gampang hanya dengan melingkari objek visual di layar smartphone lalu akan muncul informasi dari barang tersebut, seperti merek, tipe, dan harga. Samsung juga menyematkan berbagai opsi asisten AI dalam Galaxy A57 dan Galaxy A37 sesuai kebutuhan Anda: Gemini (Google) untuk eksplorasi konten. Bixby untuk pengaturan perangkat dan ekosistem Samsung. Perplexity untuk pencarian informasi yang lebih mendalam.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keamanan Data Berlapis Berbasis Privacy-First Sebagai sistem perlindungan utamanya, Samsung mengandalkan sistem keamanan berlapis yang melindungi informasi sensitif dari akses yang tidak sah atau disebut dengan Samsung Knox. Pada dasarnya, Samsung menempatkan Responsible AI (AI yang bertanggung jawab) dan pendekatan privacy-first (mengutamakan privasi) sebagai kerangka kerja wajib. Agar perangkat tetap relevan dalam jangka panjang, Samsung juga menghadirkan dukungan hingga 6 generasi OS upgrade dan 6 tahun pembaruan keamanan untuk ponsel midrange hingga entry-level . Bahkan 7 generasi OS upgrade dan 7 tahun pembaruan keamanan untuk jajaran ponsel flagship.
Dengan demikian, perangkat dapat terus memberikan pengalaman yang aman, nyaman, dan optimal selama bertahun-tahun. Biaya Kepemilikan yang Jauh Lebih Kompetitif Head of MX Business Samsung Electronics Indonesia Yadi Prayitno mengungkapkan prioritas Samsung adalah memastikan konsumen dapat mengakses produk dan teknologi yang mereka butuhkan dengan ketersediaan yang terjaga, pengalaman yang dapat dipercaya, serta nilai yang bertahan lama.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Konsumen saat ini semakin bijak dalam mengelola pengeluaran. Karena itu, Samsung ingin memastikan lebih banyak masyarakat dapat menikmati teknologi Samsung dengan lebih mudah melalui berbagai program dan promo yang tersedia. Dengan hadirnya Galaxy A57 dan Galaxy A37, Samsung berharap dapat memenuhi kebutuhan konsumen akan smartphone yang tidak hanya canggih, tetapi juga dapat diandalkan dalam jangka panjang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260715180438-37-751107/bagaimana-ai-dari-samsung-mengubah-cara-bekerja-di-2026, without altering the facts of the original article.