Respons Cepat Kemenkum Jabar, Dialog Interaktif dengan Menteri Hukum Bahas Aduan Masyarakat

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Jawa Barat menunjukkan respons cepat dan tanggap terhadap aduan masyarakat terkait kepastian hukum, khususnya dalam kasus protokol notaris yang meninggal dunia. Melalui program dialog interaktif nasional “PASTI ADA SOLUSI” Bersama Menteri Hukum, jajaran pimpinan tinggi pratama Kemenkum Jabar hadir untuk membahas dan memberikan penjelasan langsung kepada masyarakat.

Momen Penentu di Menit Akhir

Dalam program dialog interaktif yang disiarkan secara langsung, Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jabar, Asep Sutandar, didampingi oleh Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, serta Kepala Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum (P3H), Ferry Gunawan Christy. Mereka hadir untuk menanggapi aduan masyarakat, salah satunya dari warga Jawa Barat yang mengalami kendala terkait kepastian hukum atas dokumen tanah. Pengadu menanyakan kelanjutan pengurusan akta induk tanah miliknya, mengingat notaris yang sebelumnya menangani dokumen tersebut diketahui telah meninggal dunia.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta penting terkait kasus ini: pertama, notaris yang menangani dokumen tanah pengadu telah meninggal dunia. Kedua, proses peralihan protokol notaris dari notaris yang telah meninggal dunia kepada notaris pemegang protokol yang baru telah selesai dilaksanakan sesuai dengan regulasi dan prosedur hukum yang berlaku. Ketiga, arsip dan dokumen masyarakat dipastikan tetap aman.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Merespons aduan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kemenkum Jabar, Hemawati BR Pandia, memberikan penjelasan bahwa urusan teknis terkait penerbitan akta induk tanah bukan merupakan kewenangan Kanwil Kemenkum, melainkan masuk ke dalam ranah kewenangan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN). Namun, Menteri Hukum memberikan instruksi tegas kepada jajaran Kemenkum Jabar untuk tetap memberikan penjelasan, arahan, dan panduan birokrasi dengan sejelas-jelasnya kepada pengadu. Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa masyarakat tidak merasa ditinggalkan saat menghadapi kendala hukum.

Dengan demikian, kejadian ini menunjukkan komitmen Kemenkum Jabar dalam memberikan pelayanan dan kepastian hukum kepada masyarakat. Melalui edukasi lintas instansi yang tepat, diharapkan masyarakat dapat memahami alur pelayanan dengan benar dan segera mendapatkan kepastian atas permasalahan yang dihadapi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, masyarakat diharapkan dapat lebih memahami prosedur dan ketentuan yang berlaku dalam pengurusan dokumen hukum. Selain itu, Kemenkum Jabar juga diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pelayanan dan memberikan penjelasan yang jelas dan transparan kepada masyarakat. Dengan demikian, kepercayaan masyarakat terhadap lembaga hukum dapat terus ditingkatkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177566/respons-cepat-kemenkum-jabar-tanggapi-aduan-masyarakat-pada-dialog-interaktif-bersama-menteri-hukum, without altering the facts of the original article.

3 Kuliner Sore Wajib Coba di Pangandaran: Robatayaki hingga Sunset yang Mempesona

Pantai Pangandaran dengan Keindahan Sunset yang Mempesona

Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata populer di Jawa Barat, tidak hanya karena keindahan alamnya yang mempesona, tetapi juga karena berbagai aktivitas yang bisa dilakukan, termasuk menikmati kuliner khas pantai. Salah satu pengalaman kuliner yang wajib dicoba saat berkunjung ke Pangandaran adalah mencoba Robatayaki di Palma Robatayaki, sebuah konsep hidangan laut bakar bergaya Jepang yang disajikan langsung di bibir pantai.

Konsep Robatayaki yang Unik

Robatayaki merupakan metode memanggang tradisional khas Jepang yang menggunakan arang khusus. Di Palma Robatayaki, pengunjung dapat menikmati aneka seafood segar sambil ditemani semilir angin laut, alunan musik, dan panorama matahari terbenam (sunset) yang menjadi daya tarik utama Pantai Pangandaran. Menu yang disajikan pun beragam, mulai dari cumi-cumi, udang segar, kakap merah, bawal putih, bawal bintang hingga gurita yang dipilih langsung dalam kondisi segar sebelum dibakar.

MENGAPA & DAMPAK

Menurut Executive Chef Grand Palma Pangandaran by Horison, Mulky Hasby, konsep ini terinspirasi dari teknik memasak tradisional Jepang yang kemudian dipadukan dengan kekayaan hasil laut Pangandaran. “Awalnya kami terinspirasi dari makanan tradisional Jepang, khususnya metode pembakaran robatayaki yang masih menggunakan cara tradisional. Karena Pangandaran merupakan salah satu daerah penghasil ikan laut, kami mencoba menerapkan konsep tersebut di sini,” ujar Mulky. Kehadiran Palma Robatayaki juga menjadi alternatif bagi wisatawan yang ingin menikmati hidangan setelah berenang atau beraktivitas di pantai. “Habis berenang, wisatawan bisa langsung menikmati seafood bakar yang masih segar sambil menikmati sunset. Ini menjadi pengalaman yang berbeda,” katanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Ke depan, pihak Palma Robatayaki berencana menghadirkan layanan Robatayaki setiap hari mulai pukul 17.00 WIB hingga selesai. Layanan ini tidak hanya diperuntukkan bagi tamu hotel, tapi juga terbuka untuk masyarakat umum atau wisatawan. Dengan harga yang terjangkau, mulai dari Rp25 ribu, pengunjung dapat menikmati seafood bakar yang lezat sambil menikmati keindahan sunset di Pantai Pangandaran.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bagi wisatawan yang ingin mencoba pengalaman kuliner yang unik dan lezat, Palma Robatayaki merupakan destinasi yang wajib dikunjungi. Dengan keindahan alam yang mempesona, kuliner khas pantai yang lezat, dan suasana yang romantis, Pantai Pangandaran merupakan salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi di Jawa Barat. Pengunjung asal Kalimantan, Tika, mengaku terkesan dengan pengalaman menikmati Robatayaki di tepi Pantai Pangandaran. “Rasanya sangat enak, terutama udangnya masih segar. Menikmati makanan sambil melihat sunset seperti ini menjadi pengalaman yang menyenangkan,” ucap Tika.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177567/jelajah-kuliner-sore-di-pangandaran-robatayaki-di-tepi-pantai-disantap-sambil-menikmati-sunset, without altering the facts of the original article.

Kakanwil Kemenkum Jabar Dukung Sidang Majelis Kehormatan Notaris, Pastikan Profesionalisme Terjaga

Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, mendukung penuh penyelenggaraan sidang Majelis Kehormatan Notaris Wilayah (MKNW) yang bertujuan untuk menjaga profesionalisme dan martabat profesi notaris di wilayah Jawa Barat. Sidang yang berlangsung secara hibrida pada Jumat, 3 Juli 2026, ini merupakan tindak lanjut atas amanat Peraturan Menteri Hukum Nomor 17 Tahun 2021. Dalam kegiatan ini, MKNW memeriksa notaris-notaris yang diduga melakukan pelanggaran dalam menjalankan profesi mereka.

Momen Penentu di Sidang MKNW

Kegiatan sidang MKNW yang diselenggarakan di Ruang Rapat Romli Atmasasmita, Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kemenkum) Jawa Barat, serta melalui ruang virtual Zoom, ini merupakan upaya konkret untuk menegakkan aturan yang berlaku secara transparan. Kepala Divisi Pelayanan Hukum, Hemawati BR Pandia, turut hadir dan memimpin jalannya persidangan, didampingi oleh anggota majelis lainnya, yakni Dr. Bambang Daru Nugroho, Kompol Sulaiman Salim, dan Vini Suhastini. Agenda utama dalam persidangan berfokus pada penelaahan permohonan pemeriksaan yang diajukan oleh penyidik, penuntut umum, maupun hakim sebelum proses hukum dilanjutkan.

MKNW menggunakan kewenangannya untuk memutuskan persetujuan atau penolakan terkait permintaan pengambilan fotokopi minuta akta dan pemanggilan notaris ke ranah peradilan. Pada persidangan tersebut, MKNW melayangkan panggilan resmi kepada 16 orang notaris terperiksa, yang terdiri dari 12 pemanggilan pertama dan 4 pemanggilan kedua. Dari total keseluruhan panggilan, tercatat sebanyak 9 orang notaris terperiksa bersikap kooperatif dengan hadir secara langsung untuk menjalani rangkaian proses pemeriksaan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penyelenggaraan sidang MKNW ini merupakan komitmen nyata dari Kakanwil Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, untuk memastikan setiap notaris senantiasa menjalankan profesi jabatannya secara profesional dan mematuhi kewajiban dalam menjaga kerahasiaan isi akta. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap profesi notaris dan menjaga integritas mereka dalam menjalankan tugas.

Ke depannya, MKNW akan terus melakukan pengawasan dan pemeriksaan terhadap notaris-notaris yang menjalankan profesi di wilayah Jawa Barat. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran yang dapat merusak reputasi profesi notaris dan memberikan dampak negatif kepada masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah dilakukan upaya konkret untuk menjaga profesionalisme notaris, masih banyak tantangan yang harus dihadapi ke depannya. Oleh karena itu, Kakanwil Kemenkum Jawa Barat dan jajarannya harus terus meningkatkan kinerja dan pengawasan terhadap profesi notaris, sehingga dapat meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat dan menjaga kepercayaan terhadap profesi ini.

Dengan komitmen yang kuat dan kerja sama yang baik, diharapkan profesi notaris di wilayah Jawa Barat dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, serta menjaga integritas dan profesionalisme mereka dalam menjalankan tugas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177568/wujudkan-profesionalisme-kakanwil-kemenkum-jabar-dukung-penuh-sidang-majelis-kehormatan-notaris, without altering the facts of the original article.

5 Strategi Kemenkum Jabar Perkuat Kompetensi Perancang Regulasi Lewat Metode Omnibus

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum) Jawa Barat terus berupaya memperkuat kompetensi perancang regulasi di lingkungan kerjanya. Melalui metode omnibus, Kemenkum Jabar berencana meningkatkan kualitas produk hukum daerah maupun nasional. Kepala Kantor Wilayah Kemenkum Jawa Barat, Asep Sutandar, menekankan pentingnya penguasaan metode omnibus bagi para perancang untuk menghasilkan regulasi yang lebih sederhana, harmonis, dan adaptif.

Strategi Kemenkum Jabar Perkuat Kompetensi Perancang Regulasi

Pada Jumat (3/7/2026), jajaran Jabatan Fungsional (JF) Perancang Peraturan Perundang-undangan di lingkungan Kanwil Kemenkum Jabar mengikuti kegiatan Pendalaman Materi bertajuk “Penggunaan Metode Omnibus dalam Pembentukan Peraturan Perundang-undangan” secara virtual. Kegiatan ini diinisiasi oleh Divisi Peraturan Perundang-undangan dan Pembinaan Hukum yang dipimpin oleh Kepala Divisi Ferry Gunawan Christy, dengan menghadirkan narasumber utama Cahyani Suryandari, S.H., M.H., selaku Staf Ahli Menteri Koordinator Bidang Kerja Sama dan Hubungan Antar Lembaga pada Kementerian Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan sekaligus Ketua Ikatan Perancang Peraturan Perundang-undangan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Kegiatan pendalaman materi ini merupakan salah satu upaya Kemenkum Jabar untuk meningkatkan kompetensi perancang regulasi di lingkungan kerjanya. Dalam pemaparannya, Cahyani Suryandari mengupas tuntas metode omnibus sebagai strategi penyusunan yang menggabungkan berbagai materi muatan multisektor ke dalam satu regulasi guna menghindari ego sektoral antar instansi. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022, metode ini menjadi solusi efektif yang diakui secara hukum untuk mengubah atau mencabut berbagai aturan yang setingkat secara serentak.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keberhasilan penerapan metode omnibus ini pada akhirnya akan sangat bergantung pada proses pembentukan yang partisipatif, transparan, serta akuntabel dari seluruh pihak yang terlibat. Dengan demikian, produk hukum yang dihasilkan dapat lebih sederhana, harmonis, dan adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, Kemenkum Jabar terus berupaya meningkatkan kompetensi perancang regulasi untuk menghasilkan regulasi yang berkualitas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Mengingat pentingnya metode omnibus dalam pembentukan peraturan perundang-undangan, Kemenkum Jabar masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kompetensi perancang regulasi. Dengan terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan perancang regulasi, Kemenkum Jabar berharap dapat menghasilkan produk hukum yang lebih baik dan lebih efektif dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks ini, metode omnibus menjadi salah satu strategi yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/kemenkumham/1177569/kemenkum-jabar-perkuat-kompetensi-perancang-regulasi-lewat-bedah-metode-omnibus, without altering the facts of the original article.

Rencana Tol Cirebon-Kuningan-Ciamis Menggeliatkan Ekonomi Jabar, DPRD: Kunci Kemajuan Daerah

Kunci Kemajuan Daerah

Toto Suharto menilai Kabupaten Kuningan menjadi salah satu daerah yang paling diuntungkan dengan pembangunan jalan tol ini. Selain mempercepat mobilitas masyarakat, akses tol diyakini akan meningkatkan daya tarik investasi dan memperkuat sektor pariwisata yang selama ini menjadi andalan daerah. Adanya bangunan jalan tol tentu berdampak terhadap kualitas hidup masyarakat. Kemudahan akses dan sebuah peluang lebih besar dalam pendidikan dan layanan kesehatan hingga lapangan kerja.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan akses yang semakin mudah, Toto Suharto optimistis IPM Kabupaten Kuningan juga akan meningkat. Pembangunan jalan tol bukan hanya soal konektivitas, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, pembangunan jalan tol Cirebon-Kuningan-Ciamis didesak masuk daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) selanjutnya. Tercatat 226 PSN dan 24 Program Strategis Nasional yang ditetapkan pemerintah dalam Peraturan Menteri Koordinator (Permenko) Bidang Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Jawa Barat tercatat memiliki 34 PSN yang mencakup 32 PSN dan 2 Program Strategis Nasional. Kuningan baru disebutkan dalam PSN pembangunan bendungan. Namun demikian, pada dokumen Keputusan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat NOMOR:367/ KPTS/ M / 2023 Tentang Rencana Umum Jaringan Jalan Nasional Tahun 2020-2040, nama Kuningan kembali muncul dalam daftar rencana ruas jalan nasional jalan tol. Rute jalan tol ini menghubungkan Cirebon, Kuningan, hingga Tasikmalaya, dengan panjang 28 KM (Cirebon-Kuningan) dan 58 KM (Kuningan-Tasikmalaya). Rencana pembangunan jalan tol Cirebon-Kuningan-Ciamis diharapkan dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di wilayah timur Jawa Barat. Dengan demikian, masyarakat Jawa Barat dapat menikmati peningkatan kualitas hidup dan kemajuan daerah yang lebih merata. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk mewujudkan proyek ini menjadi kenyataan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177570/rencana-tol-cirebonkuninganciamis-menghangat-dprd-jabar-dorong-realisasinya-demi-kemajuan-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Rencana Pemerintah: Bandara Kertajati Bakal Jadi Sentra Industri Pesawat Terbesar

Pemerintah berencana untuk menjadikan Bandara Kertajati sebagai sentra industri pesawat terbesar di Indonesia. Rencana ini merupakan bagian dari upaya untuk mengembangkan ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi di kawasan Kertajati. Bandara Kertajati diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai layanan transportasi udara, tetapi juga menjadi pusat kegiatan industri berteknologi tinggi. Pengembangan sektor dirgantara ini juga diyakini mampu menarik investasi dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Rencana Pengembangan Bandara Kertajati

PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) telah membahas rencana pengembangan Bandara Kertajati dengan Bupati Majalengka Eman Suherman dan Dandim 0617/Majalengka Letkol Inf Rendra Dwi Jayanto. Dalam pertemuan tersebut, pihak BIJB memaparkan sejumlah persiapan pembangunan hanggar yang nantinya menjadi bagian dari pengembangan kawasan industri penerbangan di Kertajati. Manager Corporate Secretary PT BIJB, Imam Rasyidin, mengatakan bahwa pembangunan fasilitas tersebut berjalan beriringan dengan rencana relokasi industri pesawat terbang milik PT Dirgantara Indonesia ke kawasan Bandara Kertajati.

Persiapan pembangunan hanggar dan pemindahan industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia di area Bandara Kertajati terus disiapkan. Langkah tersebut merupakan bagian penting dalam upaya membangun ekosistem industri dirgantara yang terintegrasi di kawasan Kertajati. Kehadiran hanggar beserta aktivitas industri pesawat terbang di wilayah tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi Kertajati sebagai kawasan strategis yang bukan hanya berfungsi sebagai layanan transportasi udara, melainkan juga menjadi pusat kegiatan industri berteknologi tinggi.

Mengapa Pengembangan Bandara Kertajati Penting?

Pengembangan Bandara Kertajati sebagai sentra industri pesawat terbesar di Indonesia merupakan langkah strategis untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah dan menarik investasi. Dengan adanya industri pesawat terbang di kawasan Kertajati, diharapkan dapat membuka peluang penyerapan tenaga kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat lokal. Selain itu, pengembangan sektor dirgantara juga dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi pesawat terbang dan meningkatkan kemandirian industri dirgantara nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan rencana pengembangan Bandara Kertajati sebagai sentra industri pesawat terbesar di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan posisi Indonesia sebagai negara yang memiliki kemampuan industri dirgantara yang kuat. Pengembangan sektor dirgantara ini juga dapat meningkatkan kemampuan Indonesia dalam memproduksi pesawat terbang dan meningkatkan kemandirian industri dirgantara nasional. Ke depannya, Bandara Kertajati diharapkan menjadi salah satu pusat industri dirgantara di tingkat nasional dan memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski rencana pengembangan Bandara Kertajati sebagai sentra industri pesawat terbesar di Indonesia telah dimulai, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Pelaksanaan rencana ini memerlukan koordinasi yang baik antara pemerintah, PT BIJB, dan PT Dirgantara Indonesia. Selain itu, pengembangan sektor dirgantara juga memerlukan investasi yang besar dan teknologi yang mutakhir. Oleh karena itu, kerja sama dan komitmen yang kuat dari semua pihak terkait sangat diperlukan untuk mewujudkan rencana ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1177571/bandara-kertajati-disiapkan-jadi-sentra-industri-pesawat-hanggar-dan-pemindahan-pt-di-dimatangkan, without altering the facts of the original article.

Ibu di Cirebon Disiksa Oknum Polisi, Dihadapkan pada Pilihan Mengerikan di Depan Anak

Momen Penentu di Menit Akhir

MAN mengaku bahwa perkenalan dengan Aiptu N bermula dari seorang teman pada pertengahan 2023. Namun sejak awal hubungan tersebut, ia mengaku sudah mengalami perlakuan yang tidak semestinya. “Awal mula aku dikenalin oleh teman. Di awal pertama kenal juga udah dicekokin narkotika,” ujar MAN. Menurut pengakuannya, dugaan penyiraman air keras terjadi pada September 2025. Selain itu, ia juga mengaku beberapa kali mengalami kekerasan fisik. “Ya, pernah dipukul,” jelas dia, singkat sebelum terdiam.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

MAN menuturkan bahwa selama menjalani hubungan tersebut, ia hidup dalam ketakutan. Ia mengklaim menerima intimidasi dan ancaman yang membuatnya memilih diam selama bertahun-tahun. “Lebih ke penyiksaan, pemukulan, terus juga akan disebari video asusila,” katanya, saat ditanya mengenai ancaman yang paling membuatnya takut. Kasus ini semakin serius karena anak MAN yang masih kecil disebut ikut menyaksikan sebagian peristiwa yang dialaminya. MAN beberapa kali berhenti berbicara karena tak kuasa menahan emosi saat menceritakan pengalaman tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus ini menimbulkan pertanyaan besar tentang bagaimana seorang oknum polisi yang seharusnya menjadi contoh dan pelindung masyarakat, justru melakukan tindakan yang sangat kejam dan merusak. Dampak dari kasus ini tidak hanya dirasakan oleh MAN, tetapi juga oleh anaknya yang masih kecil. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana sistem pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang melakukan tindakan kejam dan merusak.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

MAN dan anaknya masih harus menjalani proses pemulihan yang panjang. Kasus ini masih terus bergulir dan diharapkan dapat segera diselesaikan. Masyarakat juga diharapkan dapat memberikan dukungan dan perlindungan kepada korban-korban kekerasan. Kasus ini juga diharapkan dapat menjadi pelajaran bagi semua pihak tentang pentingnya menghormati hak asasi manusia dan mencegah tindakan kekerasan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177572/ibu-asal-cirebon-diduga-jadi-korban-oknum-polisi-disiksa-depan-anak-hingga-penyimpangan-seksual, without altering the facts of the original article.

Oknum Polisi Aiptu N Diduga Perintahkan Produksi Sabu, Kuasa Hukum Ungkap Penyiksaan

Oknum polisi berinisial Aiptu N diduga memerintahkan seorang wanita, MAN (30), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, untuk memproduksi sabu. Kasus ini terungkap setelah korban mengalami luka bakar parah akibat siraman air keras, yang diduga dilakukan oleh Aiptu N. Menurut kuasa hukum korban, Raden Reza Pramadia, luka bakar yang dialami korban mencapai sekitar 47 persen dari total tubuhnya.

Kronologi Kejadian

Peristiwa ini bermula pada September 2025, ketika korban diduga diperintahkan oleh Aiptu N untuk membuat sabu. Setelah itu, korban mengalami penyiraman air keras yang menyebabkan luka bakar parah. Reza menjelaskan bahwa korban juga mengalami berbagai bentuk kekerasan lainnya, termasuk dipukul dan diancam dengan gagang pistol. Korban juga diduga mengalami luka-luka akibat disetrum.

Tindakan Oknum Polisi

Reza menyebutkan bahwa Aiptu N diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap korban selama beberapa waktu. Korban mengalami luka bakar parah dan berbagai bentuk kekerasan lainnya. Pihak dokter menduga bahwa luka bakar tersebut disebabkan oleh cairan bersifat korosif, yang diduga merupakan air keras.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap aparat penegak hukum. Kasus ini juga menyoroti pentingnya pengawasan dan penindakan terhadap oknum-oknum yang menyalahgunakan kekuasaan. Bagi korban, kejadian ini berdampak besar pada kehidupannya, baik secara fisik maupun mental. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh korban dan keluarganya untuk mendapatkan keadilan.

Kejadian ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana kasus seperti ini dapat dicegah di masa depan. Perlu adanya tindakan tegas dan efektif untuk menangani kasus-kasus serupa. Selain itu, masyarakat juga perlu meningkatkan kesadaran dan partisipasi dalam mencegah dan melaporkan kasus-kasus kekerasan.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan dan penindakan. Masyarakat diharapkan untuk terus memantau perkembangan kasus ini dan mendukung upaya penegakan hukum.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177573/kuasa-hukum-ungkap-dugaan-penyiksaan-man-berawal-perintah-produksi-sabu-oleh-aiptu-n, without altering the facts of the original article.

Detik-Detik Horor Penganiayaan Oknum Polisi, Korban: Mama, Suntik Mati Saya

Detik-Detik Horor Penganiayaan Oknum Polisi

Penganiayaan yang dialami oleh seorang wanita, MAN, yang merupakan korban oknum polisi, masih meninggalkan trauma mendalam bagi keluarganya. Ibu korban, Sri, tak mampu menahan air mata saat menceritakan kondisi psikologis anaknya yang kini masih dalam proses pemulihan. Kasus penganiayaan ini telah dilaporkan ke polisi dan kini sedang dalam proses penyelidikan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Sri pun membawa putrinya ke kantor kuasa hukum perwakilan Hotman 911 di kawasan Pancuran, Kota Cirebon, Jumat (3/7/2026) petang. Di tempat ini, Sri tak mampu menahan air mata saat menceritakan kondisi psikologis anaknya. Menurut Sri, putrinya pernah menyampaikan kalimat yang membuat hatinya hancur. “Dia tuh sampai pernah ngomong gini sama saya. ‘Mama…’ Saya bilang, ‘Apa, Nduk?’ Terus dia bilang, ‘Mama punya suntikan buat MAN aja? Buat suntikan mati’,” ujar Sri sambil menahan tangis.

Apa yang Terjadi

Mendengar ucapan tersebut, Sri mengaku berusaha menguatkan putrinya agar tetap bertahan demi anak semata wayangnya yang masih berusia empat tahun. “Saya bilang, ‘Kamu enggak kasihan sama (anak kamu)? (Dia) tuh masih ingin sesosok seorang ibu. Kalau enggak ada kamu sama siapa? Mama udah tua, kasihan, anak harus sama mamanya’,” ucapnya. Tangis Sri kembali pecah ketika mengingat kondisi putrinya saat pertama kali melihat langsung luka yang dialami MAN. Ia mengaku hampir pingsan karena tidak sanggup melihat kondisi anaknya saat itu.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Sri mengatakan, saat itu dirinya hanya bisa menangis melihat putrinya datang ke rumahnya dalam kondisi memprihatinkan. “Dia bilang, ‘Mama jangan menangis.’ Ya menangis, anak saya kayak gini masa enggak menangis,” katanya. Sebagai seorang ibu, Sri mengaku tidak pernah menyangka putrinya akan mengalami kondisi seperti sekarang. Apalagi, selama ini MAN dikenal sebagai sosok yang sehat dan ceria.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kasus penganiayaan yang dialami oleh MAN menjadi sorotan masyarakat luas. Banyak yang mempertanyakan keamanan dan perlindungan yang diberikan oleh oknum polisi. Kasus ini juga menjadi pelajaran bagi kita semua untuk selalu waspada dan berhati-hati dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Bagi Sri, kasus ini juga menjadi pengingat bahwa sebagai orang tua, kita harus selalu menjaga dan melindungi anak-anak kita.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sri juga mengaku sempat memiliki firasat ada sesuatu yang tidak beres dalam hubungan putrinya dengan pria yang kini dilaporkan ke polisi. Kasus penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan dan Sri berharap agar oknum polisi yang terlibat dapat dihukum seberat-beratnya. Bagi Sri, yang terpenting saat ini adalah memulihkan kondisi anaknya dan memastikan bahwa anaknya dapat hidup dengan normal kembali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177574/mama-suntik-mati-man-saja-jeritan-pilu-korban-penganiayaan-oknum-polisi-di-cirebon, without altering the facts of the original article.

Kasus Penganiayaan Oknum Polisi di Cirebon: Wanita Disiksa hingga Disiram Air Keras

Kejadian yang Menggemparkan Kota Cirebon

Kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum polisi, Aiptu N, terhadap seorang wanita, MAN (30), warga Kecamatan Harjamukti, Kota Cirebon, masih meninggalkan luka mendalam. MAN mengalami luka bakar 47% akibat disiram air keras dan luka fisik lain, serta menjadi korban penyimpangan seksual. Kasus ini menggemparkan Kota Cirebon dan menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan perlindungan bagi masyarakat.

MAN, dengan suara bergetar, menceritakan tindak kekerasan yang dialaminya selama bertahun-tahun. Ia mengaku bahwa perkenalan dengan Aiptu N bermula dari seorang teman pada pertengahan 2023. Namun, sejak awal hubungan tersebut, ia mengaku sudah mengalami perlakuan yang tidak semestinya. “Awal mula aku dikenalin oleh teman. Di awal pertama kenal juga udah dicekokin narkotika,” ujarnya.

Apa yang Terjadi?

Menurut pengakuan MAN, dugaan penyiraman air keras terjadi pada September 2025. Selain itu, ia juga mengaku beberapa kali mengalami kekerasan fisik. “Ya, pernah dipukul,” jelas dia, singkat sebelum terdiam. Selama menjalani hubungan tersebut, MAN mengaku hidup dalam ketakutan.

MAN juga mengungkapkan bahwa anaknya yang kini berusia empat tahun disebut ikut menyaksikan sebagian peristiwa yang dialaminya. “Anak saya masih kecil, tapi dia tahu apa yang terjadi pada saya,” ujarnya dengan suara yang terguncang.

Mengapa dan Dampak

Kasus penganiayaan ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan dan perlindungan bagi masyarakat, terutama bagi wanita. Kasus ini juga menunjukkan bahwa masih ada oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan melakukan tindakan kekerasan terhadap masyarakat.

Dampak dari kasus ini sangat besar, terutama bagi MAN dan anaknya. MAN masih mengalami luka batin yang jauh lebih dalam karena anaknya yang masih kecil harus menyaksikan tindak kekerasan yang dialaminya. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana anaknya akan tumbuh dan berkembang di masa depan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus penganiayaan ini masih dalam proses penyelidikan dan penindakan. MAN masih harus menjalani proses hukum dan mendapatkan perlindungan dari pihak berwajib. Kasus ini juga menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana masyarakat dapat merasa aman dan terlindungi dari tindak kekerasan.

Dalam proses ini, MAN berharap bahwa keadilan dapat ditegakkan dan bahwa ia dapat mendapatkan perlindungan yang layak. Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa masyarakat harus terus berjuang untuk mendapatkan keamanan dan perlindungan yang layak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1177575/oknum-polisi-siksa-wanita-di-cirebon-man-disiram-air-keras-hingga-jadi-korban-penyimpangan-seksual, without altering the facts of the original article.