Pertagas Siap Dukung Transisi Energi dengan CNG 3 kg, Apa Dampaknya?

Pertagas, anak perusahaan Pertamina, menyatakan siap mendukung rencana Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk menerapkan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kg sebagai pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG). CNG 3 kg diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Pertagas siap memberikan dukungan infrastruktur untuk mendukung implementasi CNG 3 kg. Kementerian ESDM berencana untuk mengembangkan penggunaan CNG sebagai bagian dari transisi energi.

Rencana Implementasi CNG 3 kg

Corporate Secretary Pertagas, Sulthani Adil Mangatur, menyatakan bahwa perusahaan siap mendukung rencana Kementerian ESDM untuk menerapkan CNG 3 kg. “Jadi, prinsipnya nanti bilamana kami diminta untuk andil, turut serta, kami akan siap mendukung,” ujar Sulthani ketika ditemui di Stasiun Kompresor Gas Distrik Tegalgede, Cikarang Selatan, Jawa Barat. Pertagas memiliki infrastruktur pendukung yang dapat digunakan untuk penyaluran CNG, termasuk stasiun kompresi gas dan pipa backbone yang menghubungkan Sumatera bagian tengah ke Jawa bagian timur.

Apa yang Terjadi?

Kementerian ESDM berencana untuk mengembangkan penggunaan CNG sebagai bagian dari transisi energi. CNG 3 kg diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih ramah lingkungan dan efisien dalam penggunaan energi. Pertagas siap memberikan dukungan infrastruktur untuk mendukung implementasi CNG 3 kg. Perusahaan memiliki pengalaman dalam penggunaan CNG, terutama di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), dan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Mengapa dan Dampaknya

Penggunaan CNG 3 kg diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada LPG dan mengurangi emisi gas rumah kaca. CNG merupakan bahan bakar yang lebih bersih dan dapat membantu mengurangi polusi udara. Dengan dukungan infrastruktur yang dimiliki Pertagas, implementasi CNG 3 kg diharapkan dapat berjalan lancar dan efektif. Dampaknya, penggunaan energi di Indonesia diharapkan menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertagas masih menunggu ketetapan dari Kementerian ESDM, khususnya Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Ditjen Migas), ihwal mekanisme bisnis dan konsep penyaluran CNG. “Nanti kami lihat dari pemerintah seperti apa,” ujar Sulthani. Dengan demikian, Pertagas siap mendukung rencana Kementerian ESDM untuk menerapkan CNG 3 kg dan berharap dapat berkontribusi pada transisi energi di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5641137/pertagas-nyatakan-siap-dukung-penerapan-cng-3-kg-gantikan-lpg, without altering the facts of the original article.

Stok Beras 5,2 Juta Ton, Bapanas Klaim IPH Beras Masih Terkendali

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras tetap terkendali seiring penguatan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 5,2 juta ton guna menjaga stabilitas pangan nasional. Stok beras yang cukup besar ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga harga beras tetap stabil. Bapanas juga melaporkan bahwa hanya terdapat 55 kabupaten/kota di seluruh Indonesia yang mengalami kenaikan IPH beras sampai awal Juli 2026 dengan kondisi melebihi harga eceran tertinggi (HET) beras medium.

Faktor yang Mempengaruhi Stabilitas Harga Beras

Menurut Sekretaris Utama (Sestama) Bapanas Sarwo Edhy, pemerintah terus menjaga stabilitas harga beras melalui implementasi program intervensi dengan stok CBP per 7 Juli 2026 mencapai 5,2 juta ton. Program ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga beras dan memastikan ketersediaan beras bagi masyarakat. Sarwo Edhy juga menyebutkan bahwa produksi beras terus meningkat, distribusi semakin kuat, dan kolaborasi antara pemerintah dan stakeholders terkait semakin baik.

Intervensi Pemerintah untuk Menjaga Stabilitas Harga

Pemerintah telah melakukan beberapa intervensi untuk menjaga stabilitas harga beras, termasuk penjualan beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dan program bantuan pangan. Sejak Januari, total intervensi CBP secara nasional telah mencapai 1,36 juta ton, terdiri dari realisasi penjualan beras program SPHP pada Januari dan Februari dengan 221,05 ribu ton. Kemudian SPHP beras pada Maret sampai Juli yang telah 431,6 ribu ton. Untuk program bantuan pangan alokasi Februari dan Maret telah difinalkan sampai akhir Juni lalu.

Mengapa Stabilitas Harga Beras Penting?

Stabilitas harga beras sangat penting karena beras merupakan komoditas pangan pokok bagi masyarakat Indonesia. Kenaikan harga beras dapat mempengaruhi inflasi dan daya beli masyarakat. Oleh karena itu, pemerintah perlu menjaga stabilitas harga beras untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan beras bagi masyarakat. Selain itu, stabilitas harga beras juga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga stabilitas sosial.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan stok beras yang cukup besar dan intervensi pemerintah yang efektif, diharapkan stabilitas harga beras dapat terjaga dan inflasi dapat terkendali. Pemerintah juga perlu terus memantau situasi pasar dan melakukan penyesuaian kebijakan jika diperlukan untuk menjaga stabilitas harga beras. Selain itu, pemerintah juga perlu meningkatkan produksi beras dan meningkatkan kesejahteraan petani untuk memastikan ketersediaan beras yang berkelanjutan.

Dalam jangka panjang, pemerintah perlu mengembangkan strategi untuk meningkatkan produksi beras dan meningkatkan kesejahteraan petani. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan akses petani ke teknologi dan sumber daya, serta meningkatkan harga jual beras yang adil bagi petani. Dengan demikian, diharapkan stabilitas harga beras dapat terjaga dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5641648/bapanas-pastikan-iph-beras-masih-terkendali-seiring-stok-52-juta-ton, without altering the facts of the original article.

Polemik DMO Batubara: Tarif Listrik, Pasokan PLN, dan Masa Depan Industri

Polemik Domestic Market Obligation (DMO) batubara masih menjadi topik hangat di Indonesia. Pasalnya, penyesuaian harga DMO batubara dapat berdampak pada tarif listrik dan pasokan listrik nasional. Ketua Umum Asosiasi Pemasok Energi, Mineral, dan Batubara Indonesia (Aspebindo), Anggawira, menilai bahwa penyesuaian harga DMO batubara bukan perkara mudah.

Momen Penentu di Tengah Ketidakpastian

Saat ini, harga batubara DMO untuk sektor kelistrikan nasional dipatok sebesar USD70 per ton, sedangkan DMO untuk sektor industri smelter, semen, dan pupuk berada di angka USD90 per ton. Menurut Anggawira, kenaikan harga batubara untuk pembangkit listrik berpotensi mendorong naiknya biaya pokok penyediaan listrik, sementara pemerintah telah menyampaikan tidak akan menaikkan tarif listrik kepada masyarakat. “Kalau harga DMO dinaikkan, tentu harga jual listrik juga akan terdampak. Apalagi pemerintah sudah menyampaikan tidak akan melakukan penyesuaian tarif listrik,” kata Anggawira.

Anggawira menambahkan bahwa kebijakan harga DMO perlu ditempatkan secara hati-hati agar tidak menimbulkan beban baru terhadap sistem kelistrikan nasional. Pasalnya, penyesuaian harga DMO batubara dapat berdampak pada ketersediaan pasokan listrik nasional.

Strategi Tata Kelola Energi Nasional

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Widya Yudha, menjelaskan bahwa pemerintah terus menyusun strategi tata kelola energi nasional agar sejalan dengan kebutuhan industri dan arah kebijakan transisi energi. Ia menyinggung pentingnya penerapan PP Nomor 40 Tahun 2025 agar pelaksanaannya dapat inline dengan harapan pelaku industri tanpa mengabaikan kepentingan ketahanan energi nasional.

Satya menjelaskan bahwa dalam Kebijakan Energi Nasional atau KEN, bauran energi pada tahun 2025 berada di kisaran 41,5 persen, kemudian diproyeksikan stabil hingga 2030 dan mulai menurun pada 2040. Penurunan tersebut berkaitan dengan asumsi bahwa hingga sekitar 2035 masih terdapat PLTU berskala besar yang beroperasi, sehingga emisi dari sektor energi masih cukup tinggi sebelum akhirnya mulai turun secara bertahap.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengamat Pertambangan Rizal menyampaikan bahwa pemakaian batubara nasional Indonesia apabila dibandingkan dengan negara-negara lain masih relatif kecil. Ia menyebut konsumsi batubara Indonesia masih berada di kisaran 3 persen, jauh lebih rendah dibandingkan sejumlah negara lain yang juga masih menggunakan batubara sebagai bagian dari sistem energinya. Menurut Rizal, produksi dan pemakaian batubara dalam negeri tidak seharusnya dihentikan secara tiba-tiba.

Rizal menambahkan bahwa penyesuaian harga DMO batubara dapat berdampak pada ketersediaan pasokan batubara nasional. Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi tata kelola energi nasional yang tepat untuk menjaga ketersediaan pasokan batubara dan menghindari krisis energi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Polemik DMO batubara masih menjadi topik yang kompleks dan memerlukan solusi yang tepat. Pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat perlu bekerja sama untuk menemukan solusi yang dapat menjaga ketersediaan pasokan batubara nasional dan menghindari krisis energi. Dengan demikian, Indonesia dapat mencapai target transisi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7851887/dmo-batubara-di-persimpangan-antara-tarif-listrik-pasokan-pln-dan-kepastian-industri, without altering the facts of the original article.

Industri Syariah di Ujung Tanduk: Spin Off dan Strategi Bertahan di Tengah Gejolak

Industri syariah kini berada di ujung tanduk, ketika gejolak pasar modal dan melemahnya rupiah mengancam eksistensi bisnis ini. Spin off, strategi yang diambil beberapa emiten untuk memisahkan bisnis syariah dari induknya, menjadi salah satu cara untuk bertahan di tengah tekanan ekonomi. Namun, nasib spin off dan daya tahan industri syariah masih menjadi tanda tanya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Beberapa emiten telah melakukan spin off untuk memisahkan bisnis syariah dari induknya. Langkah ini diambil untuk meningkatkan fokus pada bisnis syariah dan meningkatkan transparansi. Namun, proses spin off tidaklah mudah dan memerlukan perencanaan yang matang. Emiten harus memastikan bahwa bisnis syariah yang dipisahkan memiliki struktur keuangan yang kuat dan dapat beroperasi secara independen.

Selain itu, industri syariah juga menghadapi tekanan dari gejolak pasar modal dan melemahnya rupiah. Hal ini menyebabkan nilai aset syariah menurun dan membuat investor ragu-ragu untuk berinvestasi. Oleh karena itu, emiten harus memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi tekanan ini dan memastikan keberlangsungan bisnis syariah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

Pertama, industri syariah memiliki potensi besar untuk berkembang di Indonesia. Dengan populasi muslim yang besar, industri syariah memiliki peluang untuk meningkatkan pangsa pasarnya. Kedua, spin off dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan fokus pada bisnis syariah dan meningkatkan transparansi. Ketiga, tekanan ekonomi saat ini dapat menjadi kesempatan bagi emiten untuk meningkatkan efisiensi dan meningkatkan daya saing.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan bagi industri syariah ke depan. Pertama, emiten harus memiliki strategi yang tepat untuk menghadapi tekanan ekonomi dan memastikan keberlangsungan bisnis syariah. Kedua, industri syariah harus meningkatkan fokus pada pengembangan produk dan jasa yang inovatif dan kompetitif. Ketiga, pemerintah dan regulator harus memberikan dukungan yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan industri syariah.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Industri syariah masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk meningkatkan pertumbuhan dan daya saing. Emiten harus terus meningkatkan efisiensi dan meningkatkan daya saing. Pemerintah dan regulator harus memberikan dukungan yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan industri syariah. Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, industri syariah dapat meningkatkan pertumbuhan dan menjadi pemain utama di pasar keuangan Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.

Menteri UMKM Ungkap Alasan Ojol Lebih Pilih Status Usaha Daripada Karyawan

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa mayoritas pengemudi ojek online (ojol) memilih berstatus sebagai pelaku usaha mikro ketimbang menjadi pekerja atau karyawan. Hal ini disampaikan Maman setelah menggelar audiensi dengan sekitar 19 perwakilan komunitas dan asosiasi pengemudi ojol dari GrabBike, Gojek, hingga Maxim di Kantor Kementerian UMKM di Jakarta. Menurut Maman, para pengemudi memiliki sejumlah alasan memilih status sebagai pelaku usaha, termasuk fleksibilitas dalam bekerja dan peluang untuk mengembangkan usaha lain.

Fleksibilitas dan Peluang Usaha

Maman menjelaskan bahwa para pengemudi ojol memilih status usaha karena adanya fleksibilitas dalam bekerja. Mereka juga menganggap bahwa status usaha ini memberi peluang bagi mereka untuk mengembangkan usaha lain di luar aktivitas sebagai pengemudi ojek online. “Alasannya apa? Pertama ada fleksibilitas. Yang kedua, mereka menganggap dengan status usaha ini mereka bisa punya beberapa usaha lain karena mereka tidak hanya satu-satunya ojol. Dengan didorong statusnya menjadi pengusaha, mereka punya kesempatan untuk usaha-usaha yang lainnya,” ungkapnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan status sebagai pelaku usaha mikro transportasi online, pengemudi ojol nantinya berhak memperoleh berbagai fasilitas yang selama ini diberikan kepada pelaku UMKM, termasuk akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR). Maman menegaskan bahwa status baru tersebut secara otomatis akan mempermudah akses pengemudi terhadap pembiayaan pemerintah. “Secara konsekuensi, pasti. Karena kehadiran pemerintah dengan program KUR memang ingin membuka akses pembiayaan kepada saudara-saudara kita yang punya keterbatasan modal,” kata Maman.

Maman juga menjelaskan bahwa penyaluran KUR kepada pengemudi ojol akan relatif lebih mudah karena seluruh aktivitas mereka sudah tercatat dalam ekosistem digital milik perusahaan aplikasi seperti Grab, Gojek, dan Maxim. “Kalau kita dorong akses pembiayaan ini ke teman-teman ojol, ini menjadi lebih mudah karena ekosistemnya mereka sudah terbentuk. Mereka masuk dalam ekosistem digital, baik itu sistem yang ada di Grab, Goto, dan Maxim. Dari sisi pendapatan dan aktivitas mereka lebih mudah kita integrasikan,” ujar Maman.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski demikian, Maman menegaskan bahwa tidak semua pengemudi otomatis bisa memperoleh KUR. Pengemudi yang memiliki riwayat kredit bermasalah, seperti tercatat dalam Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) OJK dengan kolektibilitas (KOL) 5, tetap tidak memenuhi syarat sesuai ketentuan yang berlaku. “Tapi teman-teman juga memahami. Kalau memang sudah pernah ada masalah kredit macet, ya kita tidak bisa berbuat banyak. Namun masih ada ratusan ribu teman-teman ojol yang berpeluang mendapatkan kesempatan ini,” katanya.

Pemerintah akan menyusun sistem yang sederhana agar tidak membebani pengemudi. Pemerintah akan membahas teknis pelaksanaannya bersama perusahaan aplikator. “Saya pikir begini, seperti apa mekanismenya yang terpenting itu tidak merepotkan. Itu dulu ya. Kita akan bicarakan dengan aplikator, kita akan siapkan mekanisme yang sesimpel mungkin, semudah mungkin, dan tidak mengganggu aktivitas mereka,” ujarnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260708184522-37-749261/menteri-umkm-sebut-ojol-tak-mau-jadi-karyawan-100-pilih-status-usaha, without altering the facts of the original article.

Pemerintah Resmi Luncurkan Diskon 50% Biaya Layanan Marketplace Mulai 1 Agustus

Pemerintah Tunggu Kesiapan Platform

Deputi Bidang Usaha Kecil Kementerian UMKM Temmy Satya Permana mengatakan proses implementasi tidak bisa dilakukan secara manual karena melibatkan ratusan ribu hingga jutaan pelaku usaha yang terdaftar di berbagai platform. Pemerintah masih menunggu kesiapan dari masing-masing platform. Berdasarkan Peraturan Menteri (Permen), masa persiapan teknis implementasi diberikan paling lama enam bulan. Namun, Kementerian UMKM mendorong agar kebijakan tersebut dapat berjalan lebih cepat. “Kita lagi menunggu dulu kesiapan dari platform. Kan targetnya kalau di Permen maksimal itu 6 bulan persiapan teknisnya. Tapi kalau dari pak menteri segera mungkin kalau bisa akhir bulan ini sudah keluar sudah bisa jalan. Mungkin per 1 Agustus sudah bisa dijalankan,” ujar Temmy saat ditemui di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, Rabu (8/7/2026).

Besaran Manfaat yang Diterima Penjual

Pemotongan biaya layanan sebesar 50% akan diberikan kepada seller yang menjual produk dalam negeri di platform digital. Besaran manfaat yang diterima penjual akan berbeda-beda karena bergantung pada struktur biaya layanan yang selama ini dikenakan masing-masing marketplace. “Contohnya gini, range dari biaya lainnya itu Antara 10-18%. Yang kita lakukan itu mandatory fee-nya itu, selain dari promosi iklan. Jadi kalau kemarin yang terapkan biaya lainnya tinggi ya diskonnya pasti akan lebih banyak. Mudah-mudahan sih mereka melakukan penyesuaian,” jelasnya.

Mengapa Kebijakan Ini Penting?

Kebijakan ini penting karena dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar digital. Selama ini, banyak pelaku usaha langsung menyetujui syarat dan ketentuan (terms and conditions/T&C) platform tanpa memahami isi perjanjiannya. Pemerintah bersama platform digital akan menyusun klausul minimum yang wajib dimuat dalam perjanjian kemitraan. “Selama ini seller itu T&C itu langsung tidak dibaca, langsung di accept. Sekarang kita duduk bareng dengan para platform kita bahas nih, term condition apa kemitraannya, ada klausul minimal yang harus ada di sana, termasuk pengenaan komisi tadi, berapa dan itu mengikat selama masa waktu tertentu. Dan platform tidak boleh secara pihak menaikkan angka-angka itu tanpa kesepakatan kedua belah pihak,” ujarnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan penjualan produk UMKM di pasar digital. Dengan diskon biaya layanan sebesar 50%, pelaku usaha mikro dan kecil dan menengah (UMKM) dapat meningkatkan profit mereka. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas produk UMKM sehingga dapat bersaing dengan produk impor. Pemerintah berharap kebijakan ini dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat bagi pelaku usaha mikro dan kecil dan menengah (UMKM). Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan daya saingnya di pasar digital dan meningkatkan penjualan produknya. Jalan panjang masih harus ditempuh untuk meningkatkan daya saing produk UMKM di pasar digital. Namun, dengan kebijakan ini, pemerintah telah menunjukkan komitmennya untuk mendukung UMKM.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260708201134-37-749288/pemerintah-target-diskon-50-biaya-layanan-marketplace-mulai-1-agustus, without altering the facts of the original article.

Buah Asli Indonesia Ini Dijual Lebih Mahal dari Barang Mewah di Eropa, Apa Sebabnya?

Siapa sangka, buah durian yang kini sering dijual di pinggir jalan dan asli Asia Tenggara, termasuk Indonesia, ini pernah dihargai lebih mahal dibanding salah satu barang mewah di Eropa. Durian, dengan aromanya yang tajam, menjadi sangat mahal pada awal abad ke-19. Bahkan, harga satu durian bisa melampaui harga selusin nanas, buah yang sangat mahal dan identik dengan status sosial serta kemewahan di Eropa pada masa itu.

Momen Penentu di Abad ke-19

Penjelajah asal Skotlandia, John Crawfurd, dalam memoar berjudul History of the Indian Archipelago (1820), mengungkapkan fakta tersebut. Crawfurd sendiri menjadi salah satu orang Eropa yang sangat menyukai durian. Awalnya, dia terganggu oleh ukuran buah yang besar dan aromanya yang menyengat. Namun, semua kesan tersebut berubah setelah dia mulai mencicipi isi buahnya. “Daging buah putih ini bagian yang saya suka! Durian lebih enak dibanding buah lain. Makan ini tidak membosankan atau mengurangi selera makan. Malah, nafsu makan makin bertambah. Biji durian pun bisa dimakan. Saat dipanggang rasanya mirip kastanye,” ungkap John Crawfurd.

Kecintaan orang Eropa terhadap buah yang tercatat di Borobudur sejak tahun 824 Masehi ini sebenarnya sudah muncul jauh sebelum Crawfurd menuliskan pengalamannya. Pada 1599, penjelajah bernama Linschott menyebut durian memiliki rasa yang sangat enak, bahkan menurutnya lebih nikmat dibanding buah lain di dunia. Popularitas durian di kalangan orang Eropa kemudian semakin meningkat setelah peneliti Rumphius menerbitkan Herbarium Amboinense pada 1741. Dalam catatannya, dia menggambarkan durian sebagai buah berukuran besar dengan duri tajam dan aroma menyengat, tetapi memiliki rasa yang sangat lezat ketika dicicipi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Cerita lain diungkap pula oleh Alfred Russel Wallace yang semakin membuka mata orang Eropa terhadap buah eksotis ini. Dalam The Malay Archipelago (1869), naturalis terkemuka dunia itu menyebut durian sebagai salah satu buah terbaik dengan rasa yang tak tertandingi. Atas dasar itulah, Wallace kemudian menjuluki durian sebagai raja buah-buahan, sebutan yang bertahan hingga sekarang.

Durian memang memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh buah lain. Buahnya yang besar dengan duri tajam dan aroma menyengat membuatnya menjadi buah yang sangat spesial. Namun, keunikan ini juga yang membuat durian menjadi sangat mahal pada awal abad ke-19. Harga durian yang melampaui harga selusin nanas menunjukkan bahwa buah ini sangat dihargai oleh orang Eropa pada masa itu.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kini durian mungkin hanya dianggap sebagai buah musiman yang dijual di pinggir jalan. Namun, ratusan tahun lalu, buah asal Indonesia ini pernah menjadi barang mewah yang dihargai lebih mahal dibanding salah satu simbol kemewahan masyarakat Eropa. Durian telah menjadi bagian dari sejarah perdagangan dan kuliner dunia. Bahkan, hingga saat ini, durian masih menjadi salah satu buah yang paling populer di Asia Tenggara.

Dengan demikian, durian tidak hanya sekedar buah, tetapi juga memiliki nilai sejarah dan budaya yang sangat penting. Oleh karena itu, kita harus terus melestarikan dan mempromosikan keunikan durian kepada dunia. Dengan begitu, durian dapat terus menjadi salah satu buah yang paling dicintai oleh masyarakat dunia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa tahun terakhir, durian telah menjadi semakin populer di seluruh dunia. Banyak negara yang telah mulai menanam durian sebagai salah satu komoditas unggulan. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam mengembangkan industri durian. Oleh karena itu, kita harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas durian, serta mempromosikan keunikan durian kepada dunia.

Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, kita dapat menjadikan durian sebagai salah satu buah yang paling unggul di dunia. Durian dapat menjadi salah satu komoditas yang dapat membantu meningkatkan perekonomian Indonesia dan negara-negara lain di Asia Tenggara. Oleh karena itu, kita harus terus melestarikan dan mengembangkan industri durian untuk masa depan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260624112746-25-745306/buah-asli-ri-ini-dijual-lebih-mahal-dari-barang-mewah-di-eropa, without altering the facts of the original article.

BEI Lakukan Review Papan Pemantauan Khusus, Integritas Pasar Diutamakan

Evaluasi dan Penyempurnaan Kebijakan

Evaluasi terhadap implementasi Papan Pemantauan Khusus menunjukkan adanya perubahan pola aktivitas perdagangan pada sejumlah saham, khususnya saham yang masuk berdasarkan kriteria nonfundamental, yaitu kriteria 6, 7, dan 10. Pada saham yang masuk karena belum memenuhi ketentuan free float (kriteria 6) dan pada saham yang dikenakan penghentian sementara perdagangan akibat aktivitas perdagangan (kriteria 10), hasil evaluasi menunjukkan efektivitas yang berbeda. Evaluasi ini menjadi dasar bagi BEI untuk melakukan penyesuaian terhadap beberapa ketentuan agar mekanisme pengawasan perdagangan dapat berjalan semakin efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

Mengapa Penyempurnaan Kebijakan Ini Penting?

Penyempurnaan kebijakan ini penting karena pasar modal yang sehat dibangun melalui tata kelola yang adaptif dan kebijakan yang terus disempurnakan sesuai dinamika pasar. BEI secara konsisten melakukan evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang telah diterapkan agar senantiasa efektif dalam mendukung terciptanya pasar modal Indonesia yang teratur, wajar, efisien, transparan, serta memberikan pelindungan yang optimal bagi investor. Dengan demikian, penyempurnaan kebijakan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan menjaga stabilitas pasar modal.

Apa yang Diubah dan Bagaimana Dampaknya?

Berdasarkan hasil evaluasi, BEI mengusulkan penghapusan kriteria 6, 7, dan 10, penyesuaian terhadap kriteria 11, serta penyempurnaan mekanisme perdagangan pada Papan Pemantauan Khusus. Penyempurnaan tersebut dilakukan untuk menyelaraskan kebijakan dengan perkembangan kondisi pasar, berbagai kebijakan lain yang telah diterapkan, serta masukan dari para pelaku industri dan pemangku kepentingan. Selain itu, BEI juga mengusulkan perubahan mekanisme perdagangan melalui penerapan batas atas dan bawah Auto Rejection yang lebih berjenjang pada Papan Pemantauan Khusus. Penyesuaian tersebut diharapkan membuat mekanisme Auto Rejection lebih selaras dengan karakteristik masing-masing kelompok harga saham sehingga mendukung proses pembentukan harga yang lebih wajar, meningkatkan kualitas likuiditas, serta menciptakan perdagangan yang lebih teratur, wajar, dan efisien.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penyempurnaan kebijakan Papan Pemantauan Khusus merupakan langkah berkelanjutan dalam menjaga integritas dan kualitas pasar modal Indonesia. BEI masih harus terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan kebijakan untuk memastikan bahwa pasar modal Indonesia tetap sehat, stabil, dan memberikan manfaat optimal bagi seluruh pemangku kepentingan. Dengan komitmen yang kuat dan kebijakan yang adaptif, BEI diharapkan dapat menjaga kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar modal Indonesia ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708191238-17-749262/perkuat-integritas-pasar-bei-review-papan-pemantauan-khusus, without altering the facts of the original article.

Laba Bersih PalmCo Meroket 90,3%, Tembus Rp 7,08 T

Laba bersih PalmCo, subholding BUMN perkebunan PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), melonjak 90,3% menjadi Rp 7,08 triliun pada tahun buku 2025. Kinerja ini ditopang oleh kenaikan produksi minyak sawit mentah (CPO), efisiensi operasional, serta penguatan fundamental bisnis. PalmCo berhasil meningkatkan laba bersihnya dari Rp 3,72 triliun pada tahun 2024.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Laba

Menurut Direktur Utama PalmCo, Jatmiko Santosa, peningkatan laba bersih ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk kenaikan produksi CPO, efisiensi operasional, dan dampak penguatan fundamental bisnis. Harga jual rata-rata CPO pada tahun 2025 juga meningkat menjadi Rp 14.223 per kilogram, atau 10,4% lebih tinggi dibandingkan tahun 2024.

PalmCo berhasil memproduksi 2,70 juta ton CPO sepanjang 2025, meningkat 7,87% dibandingkan produksi tahun sebelumnya yang mencapai 2,49 juta ton. Peningkatan produksi dan efisiensi biaya menjadi tulang punggung perusahaan dalam meningkatkan laba bersihnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kenaikan laba bersih ini menunjukkan bahwa PalmCo telah berhasil meningkatkan kinerjanya secara signifikan. Perusahaan ini terus melakukan evaluasi terhadap aspek operasional, penguatan manajemen risiko, serta peningkatan efisiensi guna menjaga keberlanjutan kinerja. PalmCo juga memastikan pertumbuhan perusahaan sejalan dengan produktifitas dan kesejahteraan petani mitra.

Pada tahun 2025, PTPN IV PalmCo tercatat sebagai perusahaan paling aktif secara nasional dengan 6.672 hektare pendampingan Program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Petani plasma binaan juga mampu meraih produktifitas mumpuni di atas standar nasional mencapai rata-rata 20,18 ton TBS per hektar per tahun.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kinerja yang luar biasa, PalmCo menyatakan bahwa hasil tersebut bukan merupakan akhir dari proses transformasi. Perusahaan akan terus melakukan pengembangan hilirisasi industri sawit, termasuk optimalisasi produk turunan sawit sebagai bahan baku renewable biogasoline untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Dengan kinerja yang terus meningkat, PalmCo diharapkan dapat terus berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Perusahaan ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain dalam meningkatkan kinerja dan menjaga keberlanjutan bisnis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708193148-17-749271/naik-903-palmco-bukukan-laba-bersih-rp708-t, without altering the facts of the original article.

BRI Catat CASA Tembus Rp 1.058,6 T, Cost of Fund Malah Terkendali

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses mencatat Current Account Saving Account (CASA) tembus Rp 1.058,6 triliun pada Triwulan I 2026, dengan cost of fund yang terkendali. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi penguatan struktur pendanaan yang efisien dan berkelanjutan. BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555,1 triliun, tumbuh 9,4% secara tahunan. CASA konsolidasian mencapai 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Penguatan Struktur Pendanaan

BRI menunjukkan keberhasilan transformasi bisnis melalui penguatan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA) berhasil mendorong penurunan biaya dana (cost of fund / CoF) sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. Perbaikan struktur pendanaan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mengelola biaya dana secara lebih optimal.

Capaian dan Proyeksi

Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp 1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026 atau turun sebesar 65 basis poin.

Mengapa dan Dampak

Penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan Perseroan. Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan. Adapun tingginya volume transaksi terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko.

Penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp 2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan meningkat 13,7% menjadi Rp 15,5 triliun.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan capaian yang telah diraih, BRI diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. Danantara terus mendorong transformasi menyeluruh pada perusahaan-perusahaan BUMN agar memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat, BUMN akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708200630-17-749287/sukses-tekan-cost-of-fund-casa-bri-tembus-rp10586-t, without altering the facts of the original article.