BRI Catat CASA Tembus Rp 1.058,6 T, Cost of Fund Malah Terkendali
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI sukses mencatat Current Account Saving Account (CASA) tembus Rp 1.058,6 triliun pada Triwulan I 2026, dengan cost of fund yang terkendali. Pencapaian ini merupakan hasil dari strategi penguatan struktur pendanaan yang efisien dan berkelanjutan. BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555,1 triliun, tumbuh 9,4% secara tahunan. CASA konsolidasian mencapai 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Penguatan Struktur Pendanaan
BRI menunjukkan keberhasilan transformasi bisnis melalui penguatan struktur pendanaan yang semakin efisien dan berkelanjutan. Strategi yang berfokus pada peningkatan dana murah (CASA) berhasil mendorong penurunan biaya dana (cost of fund / CoF) sekaligus memperkuat kualitas pertumbuhan bisnis Perseroan di tengah dinamika ekonomi global yang masih penuh tantangan. Perbaikan struktur pendanaan ini mencerminkan kemampuan BRI dalam mengelola biaya dana secara lebih optimal.
Capaian dan Proyeksi
Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp 1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Dari jumlah tersebut, CASA (konsolidasian) kian mendominasi hingga mencapai Rp 1.058,6 triliun atau setara dengan 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya. Efisiensi pendanaan juga terlihat dari penurunan cost of fund BRI yang turun dari 2,98% pada Triwulan I 2025 menjadi 2,33% pada Triwulan I 2026 atau turun sebesar 65 basis poin.
Mengapa dan Dampak
Penguatan dana murah atau Current Account Saving Account (CASA) menjadi salah satu strategi utama dalam program transformasi yang tengah dijalankan Perseroan. Peningkatan CASA memberikan dampak langsung terhadap efisiensi biaya dana dan kualitas struktur pendanaan Perseroan. Adapun tingginya volume transaksi terjadi pada berbagai kanal digital seperti BRImo, QLola by BRI, Business Merchant dan QRIS BRI. Dengan fondasi yang semakin kuat, BRI dapat menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, profitabilitas, dan pengelolaan risiko.
Penguatan struktur pendanaan tersebut turut menopang kinerja Perseroan secara keseluruhan. Hingga Triwulan I 2026, total aset BRI Group tumbuh 7,2% YoY mencapai Rp 2.250 triliun, sementara kredit dan pembiayaan tumbuh 13,7% menjadi Rp 1.562 triliun. Pada periode yang sama, laba bersih konsolidasian Perseroan meningkat 13,7% menjadi Rp 15,5 triliun.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan capaian yang telah diraih, BRI diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja dan menjaga pertumbuhan bisnis yang berkualitas dan berkelanjutan. Danantara terus mendorong transformasi menyeluruh pada perusahaan-perusahaan BUMN agar memiliki fundamental bisnis yang kuat dan berkelanjutan. Dengan fondasi yang kuat, BUMN akan memiliki daya saing yang lebih tinggi dan mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260708200630-17-749287/sukses-tekan-cost-of-fund-casa-bri-tembus-rp10586-t, without altering the facts of the original article.