Antam Siap Menguasai Hilirisasi Baterai, Mobil Listrik Makin Laris

Indonesia tengah gencar membangun ekosistem pabrik baterai kendaraan listrik (EV) terintegrasi sebagai upaya hilirisasi dan meningkatkan nilai tambah. Upaya ini didukung dengan besarnya cadangan bahan baku utama komponen baterai, yakni nikel. Salah satu proyek ekosistem baterai terintegrasi hulu-hilir dikembangkan oleh PT Aneka Tambang (ANTAM), Indonesia Battery Corporation (IBC), dan perusahaan asal China, Ningbo Contemporary Brunp Lygend Co. Ltd. (CBL).

Proyek Strategis Nasional

Proyek tersebut masuk dalam daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) dengan nilai investasi mencapai US$5,9 miliar atau sekitar Rp105,25 triliun. Proyek ini terdiri dari total enam usaha patungan (Joint Venture/JV) mulai dari proyek hulu hingga hilir. Presiden Prabowo melakukan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek tersebut di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Karawang, Jawa Barat. Prabowo menyebut proyek baterai terintegrasi tersebut sebagai salah satu langkah penting dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam Indonesia, khususnya komoditas nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik.

Apa yang Terjadi?

Pemerintah memperkirakan proyek ini akan menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar melalui pembangunan berbagai infrastruktur pendukung, termasuk kawasan industri dan dermaga multifungsi. Direktur Utama ANTAM Untung Budiharto menjelaskan perusahaan berkomitmen untuk menerima penugasan khusus dari pemerintah dalam rangka percepatan program hilirisasi nikel dan pengembangan ekosistem baterai kendaraan listrik nasional.

Penugasan tersebut mencakup pengembangan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir, yang meliputi kegiatan pertambangan, pembangunan pabrik RKEF/RKSBF, fasilitas HPAL, refinery, prekursor, katoda, battery cell, hingga fasilitas battery recycling. Pengembangan ekosistem ini diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional, memperluas sumber pendapatan Perseroan, memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang, serta mendukung pertumbuhan berkelanjutan.

Mengapa dan Dampak

Mengapa proyek ini penting? Proyek ini merupakan salah satu langkah penting dalam mendorong hilirisasi sumber daya alam Indonesia, khususnya komoditas nikel yang menjadi bahan baku utama baterai kendaraan listrik. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional dan memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

Dampaknya, proyek ini diharapkan dapat menyerap sekitar 8.000 tenaga kerja langsung serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar. Selain itu, proyek ini juga dapat meningkatkan pendapatan negara dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok industri global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

ANTAM telah menunjukkan kinerja yang baik dalam produksi bijih nikel. Sepanjang 2025, produksi bijih nikel ANTAM mencapai sebesar 16,11 juta wet metric ton (wmt) atau meningkat 62% dibandingkan capaian produksi pada FY24 sebesar 9,94 juta wmt. Dari sisi pemasaran, penjualan bijih nikel tercatat sebesar 14,58 juta wmt, tumbuh 75% dibandingkan 2024 sebesar 8,35 juta wmt.

Kedepan, ANTAM akan terus berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem baterai terintegrasi berbasis nikel dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, ANTAM dapat meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional dan memperkuat ketahanan bisnis jangka panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260701202211-4-747330/mobil-listrik-makin-laris-hilirisasi-baterai-jadi-masa-depan-antam, without altering the facts of the original article.

Pajak Online: Siapa Pedagang yang Bebas dari Pungutan Marketplace?

Pajak online menjadi topik yang hangat dibicarakan akhir-akhir ini, terutama setelah pemerintah mengumumkan bahwa marketplace akan memungut pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 dari pedagang online. Namun, ada beberapa kriteria pedagang online yang tidak akan dikenakan pungutan ini. Menurut Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, pedagang online yang memiliki omzet sampai dengan Rp500 juta per tahun dan menyampaikan surat pernyataan ke marketplace tidak akan dipungut PPh Pasal 22.

Kriteria Pedagang Online yang Tidak Dikenakan Pungutan

Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa ada beberapa kriteria pedagang online yang tidak akan dikenakan pungutan PPh Pasal 22 oleh marketplace. Kriteria tersebut antara lain:

Wajib Pajak (WP) orang pribadi dengan omzet sampai dengan Rp500 juta per tahun yang menyampaikan surat pernyataan ke marketplace. Penjualan jasa pengiriman atau ekspedisi oleh WP orang pribadi dalam negeri sebagai mitra perusahaan aplikasi berbasis teknologi. Penjualan barang dan/atau jasa oleh pedagang yang memiliki Surat Keterangan Bebas pemotongan/pemungutan PPh. Transaksi emas perhiasan, emas batangan, batu permata, dan sejenisnya dalam ketentuan tertentu. Pengalihan hak atas tanah dan/atau bangunan atau PPJB atas tanah dan/atau bangunan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pemerintah telah menunjuk empat marketplace sebagai pemungut Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 pedagang online per 1 Juli 2026, dan implementasi pemungutannya mulai 1 Agustus 2026. Empat marketplace tersebut adalah Tokopedia, Shopee, Lazada, dan Blibli. Dalam pelaksanaannya, empat marketplace itu nantinya akan memungut PPh Pasal 22 pedagang online dengan tarif 0,5% dari peredaran bruto yang diterima pedagang dalam negeri, tidak termasuk PPN dan PPnBM.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan ditetapkannya pemungut PPh Pasal 22 di empat marketplace, Ditjen Pajak memperkirakan potensi penerimaan pajak bisa makin meningkat, yakni hingga mencapai Rp24 triliun per tahun. Adapun proyeksi penerimaan perpajakan tersebut mempertimbangkan pengujian kepatuhan wajib pajak, perbaikan sistem di Coretax, dan aspirasi dari pelaku usaha, baik UMKM maupun marketplace. Bimo Wijayanto menegaskan bahwa pajak ini bukan pajak baru, melainkan penghasilan dari kegiatan usaha yang dilakukan melalui marketplace.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bimo Wijayanto berharap bahwa ketentuan pengecualian yang juga telah diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 37 tahun 2025 itu bisa memberikan keadilan yang setara bagi pelaku usaha pedagang online dengan yang offline. Sebab ketentuan ini juga berlaku untuk pelaku UMKM konvensional selama ini. Dengan demikian, pemerintah berharap dapat memastikan bahwa pertumbuhan ekonomi digital berjalan di dalam tata kelola kenegaraan yang sehat, adil, dan setara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260702072444-4-747363/ini-kriteria-pedagang-online-yang-pajaknya-tidak-dipungut-marketplace, without altering the facts of the original article.

Harga BBM Nonsubsidi Pertamina Turun per 2 Juli 2024, Ini Daftar Terbaru

Pertamina melakukan penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi per 1 Juli 2024. Harga BBM nonsubsidi seperti Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, dan Avtur mengalami penurunan harga. Penurunan harga terbesar terjadi pada Pertamina Dex yang turun hingga 15 persen.

Fakta Penurunan Harga BBM Nonsubsidi

Penurunan harga BBM nonsubsidi Pertamina mulai berlaku per 1 Juli 2024. Berdasarkan penyesuaian tersebut, harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750 per liter menjadi Rp19.300 per liter atau lebih rendah Rp1.450 per liter. Sementara itu, harga Pertamina Dex mengalami penurunan paling besar, yakni dari Rp24.800 per liter menjadi Rp21.150 per liter atau turun Rp3.650 per liter, setara 15 persen. Adapun harga Dexlite juga turun signifikan, dari Rp23.000 per liter menjadi Rp19.700 per liter atau lebih rendah Rp3.300 per liter. Di sisi lain, harga Avtur untuk penerbangan domestik di Bandara Soekarno-Hatta, sebelum pajak, turun dari Rp22.190 per liter pada Juni menjadi Rp19.190 per liter pada Juli, atau berkurang Rp3.000 per liter.

Mengapa Penurunan Harga BBM Nonsubsidi Terjadi?

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini dilakukan sebagai respons terhadap perubahan harga minyak mentah dunia dan kondisi ekonomi global. Dengan penurunan harga ini, Pertamina berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat dan meningkatkan daya saing produk-produknya. Selain itu, penyesuaian harga ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan penjualan BBM nonsubsidi dan meningkatkan pendapatan Pertamina.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan harga BBM nonsubsidi ini diharapkan dapat memiliki dampak positif pada masyarakat dan perekonomian. Dengan harga BBM yang lebih rendah, masyarakat dapat menghemat biaya transportasi dan meningkatkan pengeluaran untuk kebutuhan lain. Selain itu, penurunan harga BBM nonsubsidi ini juga diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk-produk Indonesia di pasar internasional. Ke depan, masyarakat dan pelaku ekonomi berharap harga BBM dapat stabil dan tidak mengalami kenaikan yang signifikan.

Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Pertamina untuk meningkatkan penjualan dan pendapatan. Namun, dengan penyesuaian harga BBM nonsubsidi ini, diharapkan dapat menjadi langkah awal yang positif bagi perusahaan dan masyarakat Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://economy.okezone.com/read/2026/07/01/320/3227684/daftar-terbaru-harga-bbm-nonsubsidi-pertamina-turun-per-2-juli-2026, without altering the facts of the original article.

Matcha Lokal Indonesia Melawan Merek Jepang, Mampukah Bersaing?

Matcha, minuman yang terbuat dari bubuk daun teh hijau, telah menjadi tren di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Minuman ini tidak hanya disukai karena rasanya yang unik, tetapi juga karena manfaat kesehatannya yang banyak. Namun, sebagian besar matcha yang dikonsumsi masyarakat Indonesia masih berasal dari luar negeri, terutama Jepang. Sebagai salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, Indonesia memiliki potensi untuk memproduksi matcha sendiri dan bersaing dengan merek Jepang.

Matcha Lokal Mulai Muncul

Rizal Firdaus, seorang produsen teh lokal di Ciwidey, Jawa Barat, telah mencoba memproduksi matcha sendiri sejak 2016. Setelah melakukan riset dan pengembangan selama delapan tahun, Rizal percaya diri memasarkan matcha buatannya lebih luas lagi. Ia mencari kebun teh yang daunnya cocok untuk dijadikan matcha dan membimbing petani dan pemetik untuk menghasilkan bahan baku yang berkualitas.

Proses pembuatan matcha tidaklah mudah. Daun teh yang digunakan harus ditanam dan diolah dengan cara yang berbeda dari teh hijau pada umumnya. Daun teh yang digunakan untuk matcha harus dipanen dengan hati-hati, kemudian dihaluskan hingga berbentuk bubuk. Rizal menggunakan teknologi canggih untuk menghaluskan daun teh menjadi bubuk yang halus dan berkualitas.

Pasar Matcha yang Berkembang

Pasar matcha di Indonesia diperkirakan memiliki laju pertumbuhan tahunan rata-rata hingga 14,8% hingga tahun 2031, menurut perusahaan riset pasar asal India, Mobility Foresight. Hal ini didorong oleh kesadaran kesehatan, budaya kafe yang Instagrammable, dan inovasi produk. Secara global, pertumbuhan pasar matcha diperkirakan berada di angka 7%—9% hingga tahun 2033.

Merisha Ayu, CEO kafe Uji Matcha, mengungkapkan bahwa perkembangan pasar matcha sangat signifikan. Ia melihat bahwa matcha masih akan tetap booming di masa depan, terutama dengan gaya hidup masyarakat yang lebih peduli dengan kesehatan dan sadar dengan apa yang dikonsumsi. Ruang pertumbuhan pasar matcha di Tanah Air masih luas, terutama dengan adanya inovasi produk dan penggunaan matcha dalam industri kecantikan.

Mengapa Indonesia Bisa Bersaing?

Indonesia memiliki potensi besar untuk memproduksi matcha sendiri dan bersaing dengan merek Jepang. Sebagai salah satu negara penghasil terbesar teh di dunia, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah dan dapat dimanfaatkan untuk memproduksi matcha. Selain itu, Indonesia juga memiliki tenaga kerja yang murah dan terampil, sehingga dapat membantu mengurangi biaya produksi.

Namun, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi oleh produsen matcha lokal. Salah satu tantangan utama adalah kualitas matcha yang harus sesuai dengan standar internasional. Selain itu, produsen matcha lokal juga harus dapat memasarkan produknya dengan efektif untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang matcha.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa tahun terakhir, matcha telah menjadi tren di Indonesia. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi oleh produsen matcha lokal untuk dapat bersaing dengan merek Jepang. Dengan adanya inovasi produk dan penggunaan matcha dalam industri kecantikan, pasar matcha di Indonesia diperkirakan akan terus berkembang. Oleh karena itu, produsen matcha lokal harus dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan produksi dan memasarkan produknya dengan efektif.

Dalam jangka panjang, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi produsen matcha terbesar di dunia. Dengan adanya sumber daya alam yang melimpah dan tenaga kerja yang murah dan terampil, Indonesia dapat memproduksi matcha dengan kualitas yang tinggi dan harga yang kompetitif. Oleh karena itu, produsen matcha lokal harus dapat memanfaatkan peluang ini untuk meningkatkan produksi dan memasarkan produknya dengan efektif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c8x2581z7lro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Harga Cabai di Pasar Induk Metro Anjlok, Pedagang: Pasokan Melimpah

Harga Cabai Anjlok di Pasar Induk Metro

Harga cabai di Pasar Induk Kota Metro mengalami penurunan signifikan. Cabai merah besar kini dijual di kisaran Rp35.000–Rp40.000 per kilogram, turun dari sebelumnya yang berada di level Rp60.000–Rp70.000 per kilogram. Penurunan juga terjadi pada cabai rawit merah atau caplak yang sebelumnya berada di kisaran Rp70.000–Rp80.000 per kilogram, kini berada pada level Rp45.000–Rp50.000 per kilogram.

Apa yang Terjadi?

Penurunan harga cabai terjadi sejak beberapa hari terakhir bersamaan dengan melemahnya aktivitas pembelian dari pasar tradisional maupun pembeli skala besar. Udin, pedagang bumbu dapur di Pasar Induk Kota Metro, mengatakan penjualan memang sepi beberapa hari ini. Harga cabai turun semua. Barang dari petani masuk terus, tapi pembeli besar tidak ada seperti biasanya. Selain cabai, harga bawang merah lokal juga ikut terkoreksi dari sekitar Rp55.000 menjadi Rp45.000 per kilogram. Namun, bawang putih dilaporkan masih bertahan di kisaran Rp40.000 per kilogram tanpa perubahan berarti.

Mengapa dan Dampak

Menurut Udin, pasokan dari petani ke pasar tidak mengalami hambatan, namun pergerakan barang di tingkat pedagang melambat karena rendahnya serapan pasar. Stok dari petani lancar, tidak ada masalah. Yang jadi persoalan itu barang banyak, tapi yang ambil berkurang. Kondisi pasar secara umum sedang melandai, termasuk pada komoditas pangan lain yang ikut tertekan oleh lemahnya permintaan. Perubahan harga di berbagai komoditas membuat pedagang harus menyesuaikan perputaran barang agar tidak menumpuk terlalu lama di lapak.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Hingga saat ini, aktivitas jual beli di Pasar Induk Kota Metro masih terpantau lebih sepi dibandingkan pekan-pekan sebelumnya, terutama pada komoditas hortikultura. Dengan kondisi pasar yang masih lesu, pedagang berharap permintaan pasar dapat meningkat kembali sehingga harga komoditas dapat stabil dan penjualan dapat kembali berjalan lancar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/lampung/1212751/harga-cabai-di-pasar-induk-metro-turun-pedagang-sebut-pasokan-melimpah, without altering the facts of the original article.

Mahasiswa Pariwisata Ciptakan Cookies Premium dari Kulit Pisang, Raup Omzet Tinggi

Mahasiswa Magister Perencanaan dan Pengembangan Pariwisata Politeknik Sahid Jakarta, Alex D. Santoso, menciptakan cookies premium dari kulit pisang, sebuah inovasi yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga berpotensi meraup omzet tinggi. Cookies ini dibuat dari kulit pisang yang dikumpulkan, dipotong-potong, dicuci bersih, dijemur, dan kemudian digiling menjadi tepung halus. Dengan komposisi 75 persen tepung kulit pisang dan 25 persen tepung terigu, cookies ini tidak hanya lezat tetapi juga kaya akan serat yang baik untuk pencernaan.

Proses Pembuatan Cookies

Proses pembuatan cookies kulit pisang dimulai dengan pengumpulan kulit pisang dari sentra olahan pisang di kawasan Solo Raya. Setiap hari, sentra ini menghasilkan berton-ton limbah kulit pisang yang sebagian besar berakhir di tempat sampah atau digunakan sebagai pakan ternak. Namun, Alex melihat potensi besar dalam limbah ini dan memutuskan untuk mengolahnya menjadi produk yang bernilai. Kulit pisang dikumpulkan, dipotong-potong, lalu dicuci bersih. Setelah itu, dijemur selama dua hari hingga benar-benar kering sebelum digiling menjadi tepung halus.

Mengapa Cookies Kulit Pisang?

Alex memilih kulit pisang sebagai bahan utama karena kandungan seratnya yang tinggi, yang baik untuk pencernaan. Selain itu, penggunaan kulit pisang juga dapat mengurangi limbah yang dihasilkan oleh sentra olahan pisang. “Saya suka sekali cookies dan cokelat. Karena latar belakang saya juga seorang chef, saya berpikir bagaimana mengolah limbah menjadi produk yang bernilai,” kata Alex. Dengan menggunakan gula aren sebagai pemanis alami, cookies ini memiliki rasa manis yang lembut dan aroma khas yang memperkaya karakter cookies.

Dampak dan Potensi

Inovasi ini tidak hanya berpotensi meraup omzet tinggi tetapi juga dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat. Desa Berjo, tempat Alex melakukan penelitiannya, menyambut inovasi ini dengan positif. Warga desa terlibat dalam proses pengolahan kulit pisang menjadi cookies, sehingga dapat meningkatkan penghasilan masyarakat. “Kulit pisang yang biasanya dibuang kami manfaatkan menjadi cookies yang jadi inovasi produk baru. Harapannya bisa mengurangi sampah dan menambah penghasilan masyarakat,” ujar Rifal Alfandi, pemilik keripik pisang Minions Winner Sumber Echo.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah memiliki hasil yang menjanjikan, Alex dan tim masih perlu melakukan riset pasar sebelum memproduksi cookies ini dalam skala besar. Namun, dengan potensi yang dimiliki, cookies kulit pisang ini dapat menjadi salah satu produk unggulan yang tidak hanya mengurangi limbah tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian, inovasi ini dapat menjadi contoh bagi pengembangan produk lainnya yang berkelanjutan dan berpotensi meraup omzet tinggi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://tekno.tempo.co/read/2111347/mahasiswa-pariwisata-olah-kulit-pisang-jadi-cookies-premium, without altering the facts of the original article.

Ekonomi Kreatif Indonesia Tembus Global, Perempuan dan Anak Muda Jadi Tulang Punggung

Ekonomi kreatif Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, dengan kontribusi sebesar 6,86 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional pada 2025. Sektor ini juga berhasil menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar, dengan 27,4 juta orang atau sekitar 18,7 persen dari seluruh tenaga kerja Indonesia. Perempuan dan anak muda menjadi tulang punggung ekonomi kreatif, dengan mayoritas pekerja berasal dari kelompok usia produktif.

Pertumbuhan Ekonomi Kreatif yang Signifikan

Menurut Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) ekonomi kreatif terus meningkat dari tahun ke tahun hingga mencapai Rp1.757,87 triliun pada 2025. Kontribusi terbesar terhadap PDB ekonomi kreatif masih berasal dari subsektor kuliner dengan porsi 41,06 persen, disusul subsektor fashion serta televisi dan radio.

Namun, BPS mencatat subsektor yang mengalami pertumbuhan paling pesat justru berasal dari industri berbasis teknologi dan konten digital. Subsektor aplikasi dan game developer menjadi sektor dengan laju pertumbuhan tertinggi, mencapai 18,22 persen. Pertumbuhan dua digit juga terjadi pada subsektor film, animasi, dan video, disusul fotografi dan kuliner.

Peran Perempuan dan Anak Muda dalam Ekonomi Kreatif

Mayoritas pekerja ekonomi kreatif merupakan perempuan, dengan BPS mencatat bahwa sektor ini didominasi oleh pekerja perempuan. Selain itu, sektor ini juga didominasi oleh kelompok usia produktif, dengan 36,63 persen pekerja berasal dari generasi milenial, sementara Generasi Z mencapai 26,40 persen.

Pada subsektor aplikasi dan game developer, lebih dari 70 persen tenaga kerjanya berasal dari gabungan Generasi Z dan milenial. Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyatakan bahwa pemerintah akan terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur.

Dampak Ekonomi Kreatif bagi Indonesia

Pertumbuhan ekonomi kreatif memiliki dampak signifikan bagi Indonesia, terutama dalam meningkatkan pendapatan nasional dan menyerap tenaga kerja. Ekonomi kreatif juga dapat meningkatkan kreativitas dan inovasi, yang dapat membantu meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

Dengan demikian, pemerintah perlu terus mendukung pengembangan ekonomi kreatif, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur. Selain itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekonomi kreatif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah menunjukkan pertumbuhan yang signifikan, ekonomi kreatif Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Pemerintah dan masyarakat perlu terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan infrastruktur, serta meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya ekonomi kreatif.

Dengan kerja sama dan komitmen yang kuat, Indonesia dapat meningkatkan daya saingnya di tingkat global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/06/30/perempuan-dan-anak-muda-jadi-tulang-punggung-ekonomi-kreatif-indonesia-punya-mesin-pertumbuhan-baru, without altering the facts of the original article.

Dari Kancing hingga Mendunia, Yanti Batok Craft Berhasil Bertahan di Tengah Gempa dan Pandemi

Yanti Batok Craft, sebuah usaha kerajinan yang berdiri sejak 24 tahun lalu, berhasil bertahan dan berkembang di tengah tantangan gempa dan pandemi. Usaha yang didirikan oleh Hariyanti ini awalnya terinspirasi dari kancing baju yang terbuat dari batok kelapa.

Dari Kancing hingga Mendunia

Hariyanti, yang memiliki jiwa wirausaha, melihat potensi di balik kancing baju yang terbuat dari batok kelapa. Bersama sang suami, Yani, mereka mulai bereksperimen untuk membuat produk serupa, yakni kancing baju. Ukurannya beragam, dari 1,3 hingga 5 cm. Hariyanti kemudian berkeliling ke konveksi dan toko alat jahit untuk menawarkan kancing buatan tangannya sendiri.

Seiring waktu, usahanya berkembang dan mereka merambah dengan memproduksi bros, gantungan kunci, aksesori, hingga tas. Yang menarik, suaminya membuat sendiri mesin dan pisau pemotong batok. Mesin-mesin itu dimodifikasi agar bisa menghasilkan motif sesuai kebutuhan. Total ada lebih dari sepuluh jenis alat yang digunakan dalam proses produksi.

Menghadapi Gempa dan Pandemi

Pada 2006, gempa bumi dahsyat mengguncang Yogyakarta. Usaha Hariyanti terpaksa berhenti total selama hampir dua tahun. Kebangkitan datang setelah pemerintah menggelar pameran “Bangkit UKM Bantul” yang mempertemukan produk lokal dengan pembeli dari luar daerah.

Selain itu, pandemi COVID-19 juga memberikan dampak signifikan pada usaha Yanti Batok Craft. Namun, Hariyanti mampu beradaptasi dan terus berinovasi untuk mempertahankan usahanya.

Mengapa dan Dampak

Keberhasilan Yanti Batok Craft tidak terlepas dari kemampuan Hariyanti dalam berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan. Ia mampu melihat potensi di balik kancing baju yang terbuat dari batok kelapa dan mengembangkan usaha yang berkelanjutan.

Dampak dari keberhasilan Yanti Batok Craft adalah meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya melestarikan budaya dan lingkungan. Selain itu, usaha ini juga memberikan kontribusi pada perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan, Yanti Batok Craft masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Hariyanti harus terus berinovasi dan beradaptasi dengan perubahan untuk mempertahankan usahanya.

Dengan komitmen dan kreativitas yang tinggi, Yanti Batok Craft diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi contoh bagi usaha-usaha lain di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.goodnewsfromindonesia.id/2026/06/30/terinspirasi-dari-kancing-bertahan-dari-gempa-dan-pandemi-kini-produk-yanti-batok-craft-mendunia, without altering the facts of the original article.

Inflasi Juni Melonjak! Purbaya Ungkap Harga BBM dan Pangan sebagai Penyebab Utama

Inflasi Indonesia pada Juni 2026 mencapai 3,34 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) dengan harga bahan bakar minyak (BBM) dan sejumlah komoditas pangan sebagai penyebab utama. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai bahwa laju inflasi saat ini belum mencerminkan adanya peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan. Inflasi inti yang masih berada pada level yang relatif terkendali menjadi indikator bahwa kenaikan harga bersifat sementara.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Inflasi

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa inflasi bulanan pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,44 persen. Kelompok transportasi menjadi penyumbang inflasi bulanan terbesar dengan inflasi sebesar 2,29 persen dan memberikan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional. Tiga komoditas utama yang mendorong inflasi kelompok transportasi adalah bensin dengan andil 0,21 persen, tarif angkutan udara sebesar 0,05 persen, serta pelumas atau oli mesin sebesar 0,01 persen.

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mengalami inflasi sebesar 0,20 persen dengan andil 0,06 persen. Komoditas yang paling besar menyumbang inflasi pada kelompok ini, antara lain bawang merah dengan andil 0,04 persen, bawang putih sebesar 0,03 persen, dan beras sebesar 0,02 persen. Inflasi inti pada Juni 2026 tercatat sebesar 0,23 persen (mtm) dan 2,76 persen (yoy).

Mengapa Inflasi Melonjak?

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menjelaskan bahwa inflasi Indonesia pada Juni 2026 terutama dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas yang bersifat fluktuatif, khususnya harga BBM dan sejumlah komoditas pangan. Ia berharap bahwa tekanan inflasi akan mereda setelah harga minyak dunia turun dan harga BBM menyesuaikan.

Purbaya juga menilai bahwa laju inflasi saat ini belum mencerminkan adanya peningkatan permintaan masyarakat yang berlebihan. Hal itu tercermin dari inflasi inti yang masih berada pada level yang relatif terkendali. “Basically gitu, kita liat core inflation-nya 2,76 persen. Core inflation-nya kan masih relatif terkendali,” ujarnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kenaikan inflasi pada Juni 2026 memberikan dampak pada masyarakat, terutama pada kelompok masyarakat yang memiliki pendapatan rendah. Peningkatan harga komoditas pangan dan BBM dapat mengurangi daya beli masyarakat dan meningkatkan biaya hidup.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berharap bahwa tekanan inflasi akan mereda dalam waktu beberapa bulan ke depan. Ia juga mengharapkan bahwa harga BBM akan turun pelan-pelan sesuai dengan harga minyak dunia. “Saya harapkan sih nanti setelah harga minyak ini kan udah turun, harga pertamax saya yakin akan turun pelan-pelan itu sesuai dengan harga minyak dunia,” ujarnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah masih memiliki pekerjaan rumah untuk mengendalikan inflasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Peningkatan harga komoditas pangan dan BBM harus diwaspadai dan diantisipasi dengan kebijakan yang tepat. Dengan demikian, diharapkan bahwa inflasi dapat dikendalikan dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5631185/purbaya-sebut-inflasi-juni-dipicu-harga-bbm-dan-pangan-yang-fluktuatif, without altering the facts of the original article.

Produksi Beras RI Diprediksi 25,28 Juta Ton hingga Agustus 2026, BPS: Cukup untuk 6 Bulan

Produksi beras Indonesia diprediksi mencapai 25,28 juta ton hingga Agustus 2026, menurut Badan Pusat Statistik (BPS). Jumlah ini meningkat 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Peningkatan produksi beras ini sejalan dengan naiknya produksi padi dan bertambahnya luas panen di berbagai daerah.

Faktor yang Mempengaruhi Peningkatan Produksi Beras

BPS mencatat produksi beras untuk konsumsi masyarakat pada Mei 2026 mencapai 2,84 juta ton. Sementara itu, potensi produksi beras pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 8,42 juta ton, meningkat 0,10 juta ton atau 1,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan produksi beras tersebut ditopang oleh produksi padi yang juga mengalami kenaikan.

BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG). Adapun potensi produksi padi pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan sebesar 14,61 juta ton GKG, meningkat 0,17 juta ton GKG atau 1,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Peningkatan produksi beras ini memiliki dampak positif pada ketahanan pangan nasional. Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025.

Kenaikan produksi tersebut berjalan seiring bertambahnya luas panen padi. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare, meningkat 0,04 juta hektare atau 1,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Data BPS tersebut menunjukkan kapasitas produksi pangan nasional masih terjaga hingga pertengahan 2026. Peningkatan produksi beras yang didukung kenaikan produksi padi dan luas panen menjadi modal penting dalam menjaga ketersediaan pasokan pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk menjaga kestabilan produksi pangan di Indonesia.

Ketersediaan beras yang cukup untuk 6 bulan ke depan menjadi bukti bahwa produksi beras nasional masih kuat. Namun, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi beras, serta menjaga kestabilan harga beras di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5631269/bps-proyeksikan-produksi-beras-ri-2528-juta-ton-hingga-agustus-2026, without altering the facts of the original article.