Timah Pimpin Kenaikan Laba 804%, Danantara Bikin Cuan BUMN Makin Tebal

**Timah Pimpin Kenaikan Laba 804%, Danantara Bikin Cuan BUMN Makin Tebal** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatatkan kenaikan laba yang luar biasa, mencapai 804,7% dalam semester pertama tahun 2026. Laba bersih perusahaan tambang pelat merah ini meningkat dari Rp 300 miliar menjadi Rp 2,71 triliun. Kenaikan ini membuat PT Timah menjadi perusahaan BUMN yang paling berprestasi dalam semester pertama tahun 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Laporan keuangan semester pertama tahun 2026 juga menunjukkan kenaikan laba pada beberapa perusahaan BUMN lainnya. PT Pupuk Indonesia mencatatkan laba bersih Rp 8,51 triliun, meningkat 253% dari Rp 2,41 triliun pada semester pertama tahun 2025. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) juga meningkatkan laba bersihnya, mencapai Rp 193,46 miliar, meningkat 196,5% dari Rp 65,24 miliar pada semester pertama tahun 2025. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, kinerja keuangan BUMN masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. “Perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara,” kata Toto. Ia juga menilai bahwa langkah streamlining BUMN akan mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara akan semakin efektif dan efisien. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN telah mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. Namun, masih ada beberapa perusahaan BUMN yang belum mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Dalam laporan keuangan semester pertama tahun 2026, juga terdapat beberapa perusahaan BUMN yang berhasil membalikkan keadaan dari kerugian menjadi laba. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) berhasil keluar dari kerugian sekitar Rp 1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 185 miliar. PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) juga berbalik dari rugi Rp 135,61 miliar menjadi laba Rp 54,07 miliar. Dengan kenaikan laba yang signifikan, BUMN dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Pertumbuhan laba BUMN juga terlihat dalam sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian (Persero) membukukan kenaikan laba 84,6% menjadi Rp 6,59 triliun, disusul PT Pelindo (Persero) yang tumbuh 60,4% menjadi Rp 2,57 triliun. Begitu juga PTPN IV PalmCo mencatatkan kenaikan 54% menjadi Rp 3,23 triliun. Dari sektor perbankan, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tumbuh 40,8% menjadi Rp 2,40 triliun. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan pertumbuhan laba 24,3% menjadi Rp 30,41 triliun. Pertumbuhan laba BUMN juga terlihat dalam sektor geothermal. PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan pertumbuhan laba 15,5% menjadi US$ 79,61 juta dolar. Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, BUMN dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN telah mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. Namun, masih ada beberapa perusahaan BUMN yang belum mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812085115-17-758458/danantara-bikin-cuan-bumn-makin-tebal-timah-pimpin-kenaikan-laba-804, without altering the facts of the original article.

Pembatasan Pembelian BBM Pertalite: Golongan Ini Harus Siap-Siap Menghadapi Harga yang Meningkat

**Pembatasan Pembelian BBM Pertalite: Golongan Ini Harus Siap-Siap Menghadapi Harga yang Meningkat** Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merancang pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi seperti RON 90 atau Pertalite. Rencana pembatasan itu akan berlaku untuk golongan tertentu seperti desil 9 dan desil 10. Purbaya menjelaskan bahwa kemungkinan akan diimplementasikan pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk kelompok atau desil 9 dan 10. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertama, desil 9 dan desil 10 adalah kelompok menengah atas dan kelas atas yang akan dipengaruhi oleh pembatasan penggunaan BBM Pertalite. Kedua, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa rencana pembatasan ini bertujuan untuk menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran, sehingga subsidi yang seharusnya diberikan kepada golongan yang layak tidak lagi digunakan untuk golongan yang tidak perlu. Ketiga, pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli BBM Pertalite seperti biasanya, karena sepeda motor dianggap tidak termasuk kategori kendaraan mewah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembatasan penggunaan BBM Pertalite bagi desil 9 dan desil 10 dapat berdampak signifikan bagi golongan-golongan tersebut. Mereka harus siap-siap menghadapi harga yang meningkat karena tidak lagi mendapatkan subsidi BBM Pertalite. Hal ini dapat mengubah pola konsumsi BBM mereka dan membuat mereka harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka. Selain itu, pembatasan ini juga dapat berdampak pada ekonomi nasional, karena subsidi yang tidak lagi digunakan dapat dialihkan ke golongan-golongan yang lebih membutuhkan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah masih harus menyiapkan sistem pembatasan penggunaan BBM Pertalite bagi desil 9 dan desil 10. Hal ini memerlukan waktu dan upaya yang besar untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa golongan-golongan yang dipengaruhi oleh pembatasan ini dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Dengan demikian, pembatasan penggunaan BBM Pertalite dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan BBM dan mengurangi subsidi yang tidak perlu digunakan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812071251-4-758438/siap-siap-golongan-ini-kena-pembatasan-pembelian-bbm-pertalite, without altering the facts of the original article.

RI Akan Uji Coba Penggunaan CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg Pekan Depan

Momen Penentu di Menit Akhir

Pemerintah Indonesia akan melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) kepada masyarakat pada pekan depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana melakukan uji coba ini sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg yang saat ini pemenuhannya masih didominasi oleh impor.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

– Uji coba tabung pengganti LPG 3 kg sudah masuk dalam tahap uji coba akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum bisa diujicoba ke masyarakat. – Program gas bumi terkompresi tersebut dirancang untuk memiliki skema subsidi yang lebih efisien dibandingkan LPG 3 kg selama ini. – Pemerintah memproyeksikan penggunaan tabung CNG akan mampu memberikan penghematan subsidi bagi kas negara karena memanfaatkan sumber gas domestik.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penggunaan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg diharapkan dapat menghemat subsidi bagi kas negara. Dengan menggunakan sumber gas domestik, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor gas dan meningkatkan keamanan energi nasional. Selain itu, penggunaan CNG 3 kg juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah berharap uji coba CNG 3 kg minggu depan dapat menjadi landasan untuk memperluas jangkauan distribusi CNG secara nasional. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati manfaat penggunaan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg. Namun, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan infrastruktur dan sumber daya yang memadai untuk mendukung penggunaan CNG 3 kg skala besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812074419-4-758442/ri-bakal-uji-coba-penggunaan-cng-pengganti-lpg-3-kg-pekan-depan, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Setoran Pajak Tumbuh 23% di Akhir Juli, Catatkan Rekor Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa setoran pajak di akhir Juli 2026 telah tumbuh sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini cukup positif dan menunjukkan bahwa target penerimaan pajak APBN 2026 masih dalam jangkauan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mengutip pernyataan Purbaya, setoran pajak hingga akhir Juli 2026 masih tumbuh lebih dari 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Purbaya, angka ini masih relatif aman dan menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda: * Penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp 1.217,7 triliun, yang mencakup separuh dari target penerimaan pajak APBN 2026. * Pertumbuhan penerimaan pajak pada akhir Juli ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh hingga 24,6%. * Angka pertumbuhan 23% secara tahunan (year on year/yoy) menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memiliki arti yang signifikan ke depan. Pertumbuhan penerimaan pajak yang positif menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan efektif. Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan penerimaan pajak pada akhir Juli ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga pemerintah masih perlu berhati-hati dalam mengelola keuangan negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun kejadian ini positif, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026. Pemerintah masih perlu berhati-hati dalam mengelola keuangan negara dan memastikan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak terus berlanjut. Dengan demikian, pemerintah dapat mencapai target penerimaan pajak APBN 2026 dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812084901-4-758457/purbaya-ungkap-setoran-pajak-tumbuh-23-di-akhir-juli, without altering the facts of the original article.

BI Ingatkan Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Konsumen Halal tapi Juga Produsen Utama

BI Ingatkan Indonesia Jangan Hanya Jadi Pasar Konsumen Halal tapi Juga Produsen Utama

Indonesia memiliki potensi sektor halal yang sangat besar, namun masih belum maksimal. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Dadang Muljawan, mengungkapkan bahwa potensi pangsa halal Indonesia di global masih sangat menjanjikan.

Pada kuartal pertama 2026, rantai nilai sektor halal unggulan Indonesia atau yang disebut Halal Value Chain (HVC) tumbuh 6,8%. Ini merupakan peningkatan dari sebelumnya yang tumbuh 6,21% pada kuartal IV-2025. “Pangsa sektor unggulan HVC terhadap perekonomian mencapai sekitar 26,07% di triwulan pertama 2026, menunjukkan bahwa sektor ini memiliki kontribusi yang signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional,” kata Dadang.

Pada seminar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI), Dadang menuturkan bahwa potensi sektor halal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal.

Sektor halal yang unggulan di Indonesia memiliki kontribusi signifikan terhadap aktivitas ekonomi nasional. Namun, jika potensi ini dimanfaatkan secara optimal, maka Indonesia dapat menjadi produsen utama sektor halal global. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Pada kuartal pertama 2026, sektor halal unggulan di Indonesia mencapai kontribusi sekitar 26,07% terhadap perekonomian nasional. Ini menunjukkan bahwa sektor ini memiliki potensi yang sangat besar untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

Dadang menjelaskan bahwa potensi sektor halal Indonesia masih belum dimanfaatkan secara optimal karena masih banyak tantangan yang dihadapi. “Tantangan utama yang dihadapi adalah kurangnya infrastruktur yang memadai untuk mendukung industri halal,” kata Dadang.

Meskipun demikian, Dadang masih optimis bahwa potensi sektor halal Indonesia akan terus meningkat. “Kami berharap bahwa potensi sektor halal Indonesia akan terus meningkat dan menjadi salah satu sektor yang paling berkontribusi pada perekonomian nasional,” kata Dadang.

Dengan potensi sektor halal yang sangat besar, Indonesia harus berusaha untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk halal. Hal ini dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Demikian informasi mengenai potensi sektor halal Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260803133514-29-756076/bi-ri-jangan-cuma-jadi-pasar-harus-jadi-produsen-halal-dunia, without altering the facts of the original article.

Bank Indonesia Siapkan Tiga Strategi Besar untuk Membuat Indonesia Pemimpin Industri Halal Dunia

Bank Indonesia Siapkan Tiga Strategi Besar untuk Membuat Indonesia Pemimpin Industri Halal Dunia

Bank Indonesia (BI) telah menyiapkan tiga strategi besar untuk memajukan industri halal di Indonesia dan menjadi pemimpin di dunia. Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Dadang Muljawan, mengatakan bahwa tiga strategi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan ekonomi Indonesia dan menjadi salah satu negara dengan industri halal yang paling maju di dunia.

Kronologi Fakta

Berdasarkan informasi terbaru, BI telah mengidentifikasi tiga strategi utama untuk mencapai tujuan ini. Strategi pertama adalah mengubah pola ekonomi nasional dari konsumsi menjadi produksi. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi dan menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Strategi kedua adalah transformasi sektor terfragmantasi menjadi terintegrasi. Tujuan dari strategi ini adalah untuk meningkatkan kemampuan integrasi pasar uang dengan pasar barang dan jasa, sehingga dana yang dihimpun oleh lembaga keuangan syariah dapat lebih banyak mengalir ke kegiatan produktif.

Strategi ketiga adalah memperkuat sinergi antar pihak, yaitu regulator, pelaku usaha, dan akademi keuangan syariah. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal dan menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Kenapa dan Dampak

Menurut Dadang Muljawan, Strategi pertama sangat penting untuk meningkatkan kemampuan ekonomi Indonesia. Dengan mengubah pola ekonomi nasional dari konsumsi menjadi produksi, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan produksi dan menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Strategi kedua juga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan integrasi pasar uang dengan pasar barang dan jasa. Dengan demikian, dana yang dihimpun oleh lembaga keuangan syariah dapat lebih banyak mengalir ke kegiatan produktif.

Strategi ketiga juga sangat penting untuk meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal. Dengan memperkuat sinergi antar pihak, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan industri halal dan menjadi lebih kompetitif di pasar global.

Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemimpin industri halal di dunia. Dengan demikian, implementasi strategi yang tepat dapat membantu Indonesia mencapai tujuan ini.

Penutup

Demikian informasi tentang tiga strategi besar yang disiapkan oleh Bank Indonesia untuk memajukan industri halal di Indonesia dan menjadi pemimpin di dunia. Dengan implementasi strategi yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan ekonomi dan menjadi salah satu negara dengan industri halal yang paling maju di dunia. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260804083542-29-756280/bi-ungkap-3-strategi-besar-bikin-ri-jadi-pemimpin-industri-halal-dunia, without altering the facts of the original article.

Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Melonjak, PIHPS Catat Rp61.350/kg dan Rp29.450/kg

Peliputan Harga Pangan: Harga Cabai Rawit dan Telur Ayam Melonjak

Harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional terus melihat peningkatan. Salah satu contoh adalah harga cabai rawit merah yang mencapai Rp61.350 per kilogram (kg). Selain itu, harga telur ayam ras juga melonjak menjadi Rp29.450 per kg.

Menurut data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia, harga cabai rawit merah adalah salah satu komoditas pangan yang paling mahal di pasar. Harga ini bahkan lebih mahal daripada harga beras kualitas super I yang hanya Rp17.250 per kg. Sementara itu, harga telur ayam ras juga meningkat menjadi Rp29.450 per kg, sehingga menjadi salah satu komoditas pangan yang paling mahal di pasar.

Selain cabai rawit merah dan telur ayam ras, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya juga meningkat. Bawang merah dijual dengan harga Rp39.400 per kg, sedangkan bawang putih dijual dengan harga Rp40.650 per kg. Harga beras kualitas bawah I juga meningkat menjadi Rp14.850 per kg, sementara beras kualitas bawah II dijual dengan harga Rp14.650 per kg.

Beras kualitas medium I dijual dengan harga Rp16.450 per kg, sementara beras kualitas medium II dijual dengan harga Rp16.250 per kg. Sementara itu, beras kualitas super I dijual dengan harga Rp17.250 per kg. Harga-harga ini menunjukkan bahwa harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional terus meningkat.

Mengapa harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional meningkat? Salah satu penyebabnya adalah karena gangguan pasokan pangan akibat cuaca buruk. Cuaca buruk dapat menyebabkan kesulitan dalam menangani panen, sehingga mempengaruhi ketersediaan pangan di pasar. Selain itu, harga pangan juga dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran di pasar.

Dampak dari harga pangan yang meningkat adalah bahwa masyarakat diharapkan dapat mengadopsi pola hidup yang lebih hemat. Masyarakat dapat memilih untuk membeli produk pangan yang lebih murah, seperti beras kualitas bawah I, dan mengurangi konsumsi produk pangan yang lebih mahal, seperti cabai rawit merah dan telur ayam ras.

Demikian informasi tentang harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional. Semoga informasi ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi perubahan harga pangan di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5690229/pihps-harga-cabai-rawit-rp61350-kg-telur-ayam-rp29450-kg, without altering the facts of the original article.

Airlangga Pastikan Pertalite dan Biodiesel RI Aman, Meski Gejolak Global Melanda

Airlangga Pastikan Pertalite dan Biodiesel RI Aman

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memastikan pasokan Pertalite dan biodiesel Indonesia tetap aman hingga akhir tahun meski konflik global masih berlangsung dan mempengaruhi dinamika harga energi di dunia.

Kronologi Fakta

Airlangga mengatakan bahwa Indonesia sekarang pembelian minyaknya masih rata-rata di angka 91 dolar Amerika Serikat per barel, yang relatif stabil hingga akhir tahun. Ini berarti bahwa pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia akan tetap aman.

Pertumbuhan ekonomi global pada semester kedua masih menghadapi tantangan karena perang di Ukraina dan Timur Tengah belum berakhir. Namun, Airlangga yakin bahwa Indonesia dapat mengatasi tantangan ini dengan stabil.

Mengapa dan Dampak

Airlangga mengatakan bahwa keamanan pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia sangat penting untuk menjaga stabilitas ekonomi dan energi di negara ini. Jika pasokan tersebut tidak aman, maka akan mempengaruhi harga energi di Indonesia dan dapat menyebabkan ketergantungan pada impor.

Lebih lanjut, Airlangga juga mengatakan bahwa keamanan pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia juga sangat penting untuk menjaga keseimbangan energi di negara ini. Jika pasokan tersebut tidak aman, maka akan mempengaruhi keseimbangan energi di Indonesia dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem energi.

Penutup

Dengan demikian, Airlangga pastikan bahwa pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia tetap aman hingga akhir tahun. Ini berarti bahwa Indonesia dapat menjaga stabilitas ekonomi dan energi di negara ini.

Airlangga juga mengatakan bahwa Indonesia akan terus berusaha untuk meningkatkan keamanan pasokan Pertalite dan biodiesel di Indonesia. Ini berarti bahwa Indonesia akan terus berusaha untuk menjaga stabilitas ekonomi dan energi di negara ini.

Demikian informasi tentang Airlangga pastikan pasokan Pertalite dan biodiesel RI aman. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5689663/airlangga-pertalite-dan-biodiesel-ri-masih-aman-meski-gejolak-global, without altering the facts of the original article.

OJK Luncurkan Strategi Baru, Pengembangan UMKM dengan Pendekatan Sistemik

OJK Luncurkan Strategi Baru, Pengembangan UMKM dengan Pendekatan Sistemik

Pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM) telah menjadi prioritas penting bagi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dalam upaya meningkatkan kinerja UMKM, OJK telah mengembangkan strategi baru yang lebih sistemik dan sistematik. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan bahwa pengembangan UMKM kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistemik.

“Pengembangan UMKM kini dilakukan dengan pendekatan yang lebih sistematik, lebih sistemik,” kata Dian Ediana Rae dalam doorstop pasca-agenda UMKM Finance Summit 2026, di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Kronologi Strategi Baru OJK

Salah satu bentuk dukungan yang diberikan OJK adalah melalui UMKM Finance Summit 2026. Acara ini berlangsung di Jakarta dan dihadiri oleh para pemangku kepentingan UMKM, termasuk bank, lembaga keuangan, dan pemerintah. Dalam acara tersebut, Dian Ediana Rae menyampaikan strategi baru OJK untuk mengembangkan UMKM.

Strategi baru ini meliputi beberapa aspek, yaitu:

* Meningkatkan akses keuangan bagi UMKM melalui perbankan dan lembaga keuangan lainnya.

* Meningkatkan kemampuan manajemen keuangan bagi UMKM melalui pelatihan dan pendidikan.

* Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan UMKM tentang digitalisasi ekonomi dan teknologi informasi.

Mengapa Strategi Baru Dibutuhkan

Strategi baru OJK dibutuhkan karena UMKM memiliki potensi besar dalam meningkatkan ekonomi nasional. Namun, UMKM juga memiliki beberapa kendala, seperti akses keuangan yang terbatas dan kemampuan manajemen keuangan yang lemah.

Dengan strategi baru, OJK berharap dapat meningkatkan kinerja UMKM dan mengembangkan potensi mereka. Dengan demikian, ekonomi nasional dapat meningkat dan masyarakat dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Dampak Strategi Baru

Strategi baru OJK diharapkan dapat memiliki dampak positif pada UMKM dan ekonomi nasional. Beberapa dampak yang diharapkan adalah:

* Meningkatnya akses keuangan bagi UMKM.

* Meningkatnya kemampuan manajemen keuangan bagi UMKM.

* Meningkatnya kesadaran dan pengetahuan UMKM tentang digitalisasi ekonomi dan teknologi informasi.

* Meningkatnya kinerja UMKM.

* Meningkatnya ekonomi nasional.

Demikian informasi tentang strategi baru OJK untuk mengembangkan UMKM dengan pendekatan sistemik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5689908/ojk-sebut-pengembangan-umkm-dilakukan-dengan-pendekatan-lebih-sistemik, without altering the facts of the original article.

IHSG Merosot 1% dalam Sehari Terakhir, Saham Ini Terus Menderita

Pembuka

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam dalam perdagangan Senin (10/8/2026), mencapai level 6.292,28 pada pukul 09.14 WIB. Hal ini menyebabkan IHSG melemah 1,15% dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 3,85 triliun dengan volume perdagangan 9,94 miliar saham dalam 502.209 juta kali transaksi.

APA YANG TERJADI

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.14 WIB IHSG tiba-tiba anjlok ke level 6.292,28. Sebanyak 133 saham menguat, 451 saham melemah, dan 139 saham masih belum bergerak. Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh merosotnya harga saham-saham konglo, dipimpin oleh pelemahan cukup dalam yang dicatatkan BBCA dan DSSA. Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah hari ini. Secara spesifik saham BBCA tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini, diikuti oleh DSSA, VKTR, BREN, IMPC dan BRPT.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

* IHSG merosot 1,15% dari penutupan sebelumnya, mencapai level 6.292,28 pada pukul 09.14 WIB. * Nilai transaksi mencapai Rp 3,85 triliun dengan volume perdagangan 9,94 miliar saham dalam 502.209 juta kali transaksi. * Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh merosotnya harga saham-saham konglo, dipimpin oleh pelemahan cukup dalam yang dicatatkan BBCA dan DSSA.

Mengapa & Dampak

Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kinerja saham-saham konglo yang melemah. Namun, yang paling signifikan adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang tuntutan Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutan baru agar Teheran membayar kompensasi atas korban tewas akibat perang, serangan, dan aksi demonstrasi. Pernyataan ini berpotensi semakin mempersulit upaya membuka kembali Selat Hormuz, sehingga harga minyak melonjak sekitar 5% pada Senin (10/8/2026). Dampaknya, IHSG merosot tajam, dan investor asing mulai masuk ke bursa saham Indonesia meskipun terbatas.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dampak pelemahan IHSG hari ini masih belum jelas. Namun, yang jelas adalah bahwa investor asing masih mencatat net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari. Jadi, satu sesi pembelian besar belum menghapus tren distribusi sepanjang tahun. Apabila data ditarik secara year-to-date, bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,46 triliun di all market dan Rp 95,37 triliun di reguler market. Pasar saham Indonesia masih harus berhadapan dengan sentimen yang datang dari domestik maupun global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pasar saham Indonesia masih harus berhadapan dengan sentimen yang datang dari domestik maupun global. Investor asing masih mencatat net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari. Jadi, satu sesi pembelian besar belum menghapus tren distribusi sepanjang tahun. Apabila data ditarik secara year-to-date, bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,46 triliun di all market dan Rp 95,37 triliun di reguler market. Oleh karena itu, jalan panjang masih harus ditempuh untuk mengembalikan kinerja IHSG ke level yang lebih stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260811092043-17-758158/breaking-ihsg-merosot-1-lebih-terseret-kinerja-saham-ini, without altering the facts of the original article.