IHSG Merosot 1% dalam Sehari Terakhir, Saham Ini Terus Menderita
Pembuka
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam dalam perdagangan Senin (10/8/2026), mencapai level 6.292,28 pada pukul 09.14 WIB. Hal ini menyebabkan IHSG melemah 1,15% dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 3,85 triliun dengan volume perdagangan 9,94 miliar saham dalam 502.209 juta kali transaksi.
APA YANG TERJADI
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.14 WIB IHSG tiba-tiba anjlok ke level 6.292,28. Sebanyak 133 saham menguat, 451 saham melemah, dan 139 saham masih belum bergerak. Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh merosotnya harga saham-saham konglo, dipimpin oleh pelemahan cukup dalam yang dicatatkan BBCA dan DSSA. Mengutip data Refinitiv, seluruh sektor perdagangan melemah hari ini. Secara spesifik saham BBCA tercatat menjadi pemberat utama kinerja IHSG hari ini, diikuti oleh DSSA, VKTR, BREN, IMPC dan BRPT.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
* IHSG merosot 1,15% dari penutupan sebelumnya, mencapai level 6.292,28 pada pukul 09.14 WIB. * Nilai transaksi mencapai Rp 3,85 triliun dengan volume perdagangan 9,94 miliar saham dalam 502.209 juta kali transaksi. * Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh merosotnya harga saham-saham konglo, dipimpin oleh pelemahan cukup dalam yang dicatatkan BBCA dan DSSA.
Mengapa & Dampak
Pelemahan IHSG hari ini dipicu oleh berbagai faktor, termasuk kinerja saham-saham konglo yang melemah. Namun, yang paling signifikan adalah pernyataan Presiden AS Donald Trump tentang tuntutan Iran untuk kesepakatan damai dengan tuntutan baru agar Teheran membayar kompensasi atas korban tewas akibat perang, serangan, dan aksi demonstrasi. Pernyataan ini berpotensi semakin mempersulit upaya membuka kembali Selat Hormuz, sehingga harga minyak melonjak sekitar 5% pada Senin (10/8/2026). Dampaknya, IHSG merosot tajam, dan investor asing mulai masuk ke bursa saham Indonesia meskipun terbatas.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dampak pelemahan IHSG hari ini masih belum jelas. Namun, yang jelas adalah bahwa investor asing masih mencatat net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari. Jadi, satu sesi pembelian besar belum menghapus tren distribusi sepanjang tahun. Apabila data ditarik secara year-to-date, bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,46 triliun di all market dan Rp 95,37 triliun di reguler market. Pasar saham Indonesia masih harus berhadapan dengan sentimen yang datang dari domestik maupun global.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pasar saham Indonesia masih harus berhadapan dengan sentimen yang datang dari domestik maupun global. Investor asing masih mencatat net sell dalam 93 hari dan net buy dalam 48 hari. Jadi, satu sesi pembelian besar belum menghapus tren distribusi sepanjang tahun. Apabila data ditarik secara year-to-date, bursa saham mengalami net foreign outflow sebesar Rp 70,46 triliun di all market dan Rp 95,37 triliun di reguler market. Oleh karena itu, jalan panjang masih harus ditempuh untuk mengembalikan kinerja IHSG ke level yang lebih stabil.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260811092043-17-758158/breaking-ihsg-merosot-1-lebih-terseret-kinerja-saham-ini, without altering the facts of the original article.