Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar **Momen Penentu di Menit Akhir**: Saham-saham perbankan menjadi incaran investor asing pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,10% ke level 6.175,53. Investor asing membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda**: Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. Aliran dana asing tersebut terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat net buy sebesar Rp375,4 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp267,7 miliar. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masih mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp691,9 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?**: Aliran dana asing ke sektor perbankan mampu mengimbangi tekanan jual di sektor lain sehingga IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan 363 saham, sementara 274 saham melemah dan 328 saham ditutup stagnan. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,32 triliun dengan volume perdagangan 24,04 miliar saham. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh**: Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham berbasis komoditas dan sektor siklikal, aliran dana asing ke sektor perbankan tetap menjadi faktor penentu dalam penguatan IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada potensi pertumbuhan sektor perbankan di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa situasi pasar dapat berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga investor perlu tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717180241-17-751761/asing-kalap-borong-saham-bank-catat-net-buy-rp-6386-miliar, without altering the facts of the original article.

DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

**DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kumpul bersama investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas peluang dan tantangan implementasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Acara Investment Forum 2026 ini dihadiri oleh pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas implementasi P2SK. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa pasar modal Tanah Air saat ini telah memiliki modal kuat dengan porsi investor domestik yang semakin membesar. Pada saat ini, jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada investor asing. Friderica menyatakan bahwa keberadaan investor domestik yang semakin banyak dapat meningkatkan keseimbangan pasar modal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengutip Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI, Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) merupakan instrumen yang dilahirkan oleh lembaga eksekutif dan legislatif untuk hilirisasi sektor keuangan Indonesia. Dengan demikian, P2SK dapat membuka jalan untuk mengintegrasikan kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) kita dengan kecanggihan sektor keuangan ini, sehingga dapat meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, menilai bahwa pelemahan pasar saham Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen dan persepsi investor daripada memburuknya fundamental emiten maupun kondisi ekonomi domestik. Misbakhun menyatakan bahwa walaupun saham mereka turun karena persepsi, hal ini dapat berdampak pada kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia. **Mengapa & Dampak** Mengapa P2SK sangat penting bagi Indonesia? P2SK dapat membantu meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia dengan cara mengintegrasikan kekuatan SDA kita dengan kecanggihan sektor keuangan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. **Penutup** Pada akhirnya, Investment Forum 2026 ini menunjukkan bahwa P2SK merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian. Dengan dukungan dari DPR, BI, dan OJK, diharapkan P2SK dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717173243-18-751750/dpr-bi-ojk-kumpul-sama-investor-di-bei-saham-hijau-sepanjang-hari, without altering the facts of the original article.

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

**Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari Jumat, 17 Juli 2026, dengan pergerakan positif, meningkat 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Perdagangan saham-saham perbankan menjadi pusat perhatian investor, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,32 triliun dan volume perdagangan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada hari yang sama, bursa lain di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan meliput dengan pelemahan signifikan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup anjlok 4%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, sementara indeks CSI 300 China merosot 3,6%. Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan bahwa pelemahan pasar di Jepang dan Korea Selatan lebih banyak dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai bahwa perpindahan dana ke Indonesia tetap memungkinkan terjadi. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Korea Selatan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham negara tersebut, yang telah mencatatkan kinerja kuat sepanjang tahun ini. Dengan demikian, pergerakan IHSG hari Jumat 17 Juli 2026 dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan perpindahan dana asing ke Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kapasitasi pasar meningkat menjadi Rp10.749 triliun, dan aliran dana asing turut menopang penguatan pasar domestik. Di seluruh pasar asing, net buy mencapai Rp 638,6 miliar, dengan saham perbankan menjadi incaran utama investor. Namun, perlu diingat bahwa pelemahan pasar di Asia bukan hanya disebabkan oleh pergerakan IHSG, melainkan juga oleh faktor-faktor lain seperti tekanan pada sektor teknologi global. Oleh karena itu, perlu dipantau pergerakan pasar di masa depan untuk mengetahui apakah perpindahan dana asing ke Indonesia akan terus berlanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717174757-17-751749/bursa-asia-kebakaran-ihsg-dapat-untung, without altering the facts of the original article.

Kisah Sukses Suhita Lebah Indonesia: Dari Pemberdayaan BRI Hingga Madu Berkualitas

Suhita Lebah Indonesia, sebuah usaha madu yang berbasis di Kota Bandar Lampung, telah sukses mengembangkan bisnisnya dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan fokus pada kualitas produk dan keterlibatan masyarakat sekitar hutan, Suhita Lebah Indonesia telah menjadi contoh sukses bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Madu Suhita Lebah Indonesia telah menjadi pilihan konsumen yang mencari produk berkualitas dan berkelanjutan.

Berawal dari Pemberdayaan Masyarakat

Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey.

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga.”

Meningkatkan Kualitas Produk

Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal.

“Kami memiliki farm (peternakan) milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus menjadikan proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” jelas Isnina.

Momen Penentu di Menit Akhir

Isnina bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021 setelah memperoleh informasi dari sesama pelaku UMKM di Lampung. Sejak itu, ia mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.”

Kehadiran Suhita Lebah Indonesia sebagai pemain industri madu yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat menjadi contoh sukses bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan, Suhita Lebah Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Dengan terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar, Suhita Lebah Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemain industri madu terkemuka di Indonesia. Dengan komitmen untuk melestarikan budaya Nusantara dan menjaga lingkungan, Suhita Lebah Indonesia siap menghadapi tantangan ke depan dan terus berkembang sebagai usaha yang berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

Krisis Keuangan Pos Indonesia: Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar, Apa Penyebabnya?

PT Pos Indonesia (Persero) mengungkapkan keterlambatan dalam memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C periode ke-6 senilai Rp24,12 miliar. Keterlambatan ini disebabkan oleh keterbatasan kondisi kas perusahaan. Pembayaran yang seharusnya dilakukan pada 7 Juli 2026 tidak dapat dilaksanakan sesuai jadwal.

Kronologi Keterlambatan Pembayaran

Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 10 Juli 2026, PT Pos Indonesia memiliki kewajiban untuk membayar imbal jasa sukuk sebesar Rp24.118.750.000. Pembayaran ini seharusnya efektif masuk ke rekening Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, perusahaan belum dapat melaksanakan kewajiban pembayaran tersebut.

Pada 7 Juli 2026, PT Pos Indonesia mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk periode ke-6 kepada KSEI. KSEI kemudian menyampaikan surat penundaan pembayaran kepada Pos Indonesia, sehingga pembayaran bagi hasil ke-6 Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C yang semula dijadwalkan pada 8 Juli 2026 resmi ditunda.

Mengapa Keterlambatan Ini Terjadi?

PT Pos Indonesia menyatakan bahwa kondisi kas perusahaan saat ini tidak memungkinkan untuk melakukan pembayaran imbal jasa sukuk tersebut. Keterbatasan kas ini menjadi penyebab utama keterlambatan pembayaran. Perusahaan telah menyampaikan informasi ini kepada OJK dan KSEI sebagai bagian dari keterbukaan informasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keterlambatan pembayaran imbal jasa sukuk ini dapat berdampak pada kepercayaan investor dan kreditor terhadap PT Pos Indonesia. Perusahaan perlu segera mengatasi masalah kas ini untuk memenuhi kewajiban keuangan lainnya dan menjaga reputasi di pasar keuangan. Langkah-langkah konkret perlu diambil untuk meningkatkan kondisi kas dan mencegah keterlambatan pembayaran di masa depan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

PT Pos Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk memulihkan kondisi keuangan dan meningkatkan kepercayaan stakeholders. Dengan keterbukaan informasi dan komitmen untuk memenuhi kewajiban keuangan, perusahaan diharapkan dapat segera mengatasi masalah kas dan melanjutkan operasionalnya dengan lancar. Keterlambatan ini menjadi pelajaran berharga bagi perusahaan untuk lebih proaktif dalam mengelola keuangan dan memastikan keberlangsungan bisnis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714114604-25-750660/kas-tak-cukup-pos-indonesia-tunda-bayar-imbal-sukuk-rp2412-miliar, without altering the facts of the original article.

RUPSLB BTN September 2026: Pengurus Baru Siap Menggebrak

Pengumuman Resmi dan Jadwal RUPSLB

Pemegang saham yang berhak menghadiri rapat adalah mereka yang tercatat dalam Daftar Pemegang Saham perseroan pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (5/8/2026). Perseroan juga membuka kesempatan bagi pemegang saham untuk mengusulkan mata acara rapat. Usulan tersebut harus telah diterima Direksi paling lambat Kamis (30/7/2026). Sesuai ketentuan, usulan dapat diajukan oleh pemegang Saham Seri A Dwiwarna atau satu maupun lebih pemegang saham yang mewakili sedikitnya 1/20 dari seluruh saham dengan hak suara yang sah.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Perubahan pengurus BTN ini menarik perhatian karena merupakan langkah strategis pasca RUPSLB. Pertama, RUPSLB ini akan menjadi ajang bagi pemegang saham untuk menentukan arah kepengurusan baru. Kedua, perubahan pengurus ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja BTN di tengah persaingan industri perbankan yang semakin ketat. Ketiga, BTN telah menunjukkan kinerja yang solid pada semester I 2026, dengan pertumbuhan kredit yang signifikan dan kualitas aset yang terjaga.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Perubahan pengurus BTN diharapkan dapat membawa dampak positif pada kinerja perseroan ke depan. Dengan kepengurusan baru, diharapkan BTN dapat meningkatkan inovasi dan pelayanan kepada nasabah, sehingga dapat meningkatkan pangsa pasar dan kinerja keuangan. Selain itu, perubahan pengurus ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan perseroan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BTN masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kinerjanya dan meningkatkan kepercayaan pemegang saham. Dengan perubahan pengurus ini, diharapkan BTN dapat meningkatkan kinerja dan mencapai target-target yang telah ditetapkan. RUPSLB pada 4 September 2026 akan menjadi momen penting dalam menentukan arah kepengurusan baru BTN.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260716192246-17-751459/btn-rupslb-september-2026-ada-agenda-perubahan-pengurus, without altering the facts of the original article.

IHSG Tembus Level 6.100, 10 Saham Ini Diborong Asing

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menembus level psikologis 6.100 pada perdagangan Kamis (16/7/2026), dengan lonjakan 66,24 poin atau 1,1% ke level 6.108,21. Kenaikan ini didorong oleh sejumlah saham berkapitalisasi besar, termasuk Amman Mineral (AMMN), Bank Mandiri (BMRI), Astra International (ASII), dan Bank Rakyat Indonesia (BBRI). Investor asing juga terlihat積極 dalam membeli saham, dengan pembelian bersih (net foreign buy) sebesar Rp 1,22 triliun di seluruh pasar. IHSG kembali menembus level 6.100.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada perdagangan Kamis, nilai transaksi mencapai Rp 13,22 triliun, melibatkan 26,23 miliar saham dalam 2,27 juta kali transaksi. Sebanyak 385 saham naik, 254 turun, dan 326 lainnya tidak bergerak. Kapitalisasi pasar tercatat Rp 10.659 triliun. Sejumlah saham berkapitalisasi besar menjadi motor penopang indeks sejak pagi.

Investor asing mencatatkan net buy sebesar Rp 283,41 miliar di pasar reguler dan Rp 940,73 miliar di pasar tunai serta negosiasi. Total nilai transaksi asing di seluruh pasar tercatat foreign buy Rp 4,82 triliun dan foreign sell Rp 3,59 triliun. Porsi transaksi asing terhadap keseluruhan pasar mencapai 31,36%, sedangkan investor domestik mendominasi dengan 68,64%.

Apa yang Diborong Asing?

Berikut 10 saham yang paling banyak diborong asing pada perdagangan Kamis, mengutip Stockbit:

1. AMMN (Amman Mineral) – Rp 243,45 miliar

2. BMRI (Bank Mandiri) – Rp 181,41 miliar

3. ASII (Astra International) – Rp 134,81 miliar

4. BBRI (Bank Rakyat Indonesia) – Rp 123,45 miliar

5. BBNK (Bank BNI) – Rp 93,21 miliar

6. PTBA (Tambang Batubara Bukit Asam) – Rp 83,45 miliar

7. INCO (Vale Indonesia) – Rp 73,81 miliar

8. UNTR (United Tractors) – Rp 63,91 miliar

9. LSIP (Lipat Ganda Sakti) – Rp 58,39 miliar

10. ITMG (Indo Tambangraya Megah) – Rp 54,95 miliar

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kenaikan IHSG dan peningkatan aktivitas beli oleh investor asing menunjukkan adanya kepercayaan yang lebih tinggi terhadap pasar saham Indonesia. Hal ini dapat berdampak positif pada perekonomian Indonesia, karena dapat meningkatkan mobilisasi dana untuk kegiatan ekonomi. Namun, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan pasar saham.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Untuk mempertahankan momentum positif ini, pelaku pasar perlu memantau perkembangan indikator ekonomi, baik domestik maupun internasional. Selain itu, perusahaan yang terdaftar di bursa efek harus terus meningkatkan kinerja dan transparansi untuk menjaga kepercayaan investor. Dengan demikian, IHSG diharapkan dapat terus bergerak stabil dan meningkat, memberikan manfaat bagi semua pihak yang terlibat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717082735-17-751497/asing-borong-10-saham-ini-kala-ihsg-ngegas-balik-ke-level-6100, without altering the facts of the original article.

Usai Akuisisi BTPN, SMBC Incar Kredit Konsumer Bank Lain

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berencana mengakuisisi portofolio kredit konsumer milik bank lain setelah menyelesaikan akuisisi PT Bank SMBC Indonesia Tbk. (BTPN). Langkah ini merupakan bagian dari strategi BTN untuk meningkatkan pertumbuhan dan profitabilitas. Bank Tabungan Negara (BTN) juga akan melanjutkan akuisisi portofolio kredit BTPN tahap kedua dengan nilai sekitar Rp7,3 triliun. Direktur Utama BTN, Nixon L.P. Napitupulu, mengungkapkan bahwa wacana mengakuisisi portofolio kredit konsumer bank lain masih dalam pembicaraan dan belum ada arah transaksi yang jelas.

Rencana Akuisisi Kredit Konsumer

Menurut Nixon, rencana akuisisi portofolio kredit konsumer bank lain masih dalam tahap pembicaraan dan belum ada keputusan final. “Kita ada bicara dengan bank lain, tapi belum ada arah transaksi. Jadi baru ngobrol-ngobrol,” kata Nixon selepas paparan kinerja per 30 Juni 2026 di Menara BTN 2, Kamis (16/7/2026). Ia menambahkan bahwa portofolio kredit yang diincar masih merupakan segmen konsumer. Jika pembicaraannya mulus, Nixon mengatakan rencana akuisisi itu kemungkinan akan direalisasikan tahun depan.

Tahap Kedua Akuisisi BTPN

Pada kesempatan itu, Nixon menyampaikan bahwa BTN juga akan melanjutkan akuisisi portofolio kredit BTPN tahap kedua dengan nilai sekitar Rp7,3 triliun. Transaksi itu akan dilakukan bulan Agustus dan diharapkan dapat menambah 344.600 nasabah baru untuk BTN. Imbal hasil dari nasabah baru tersebut juga disebut “lumayan baik.” Selain meningkatkan profitabilitas, Nixon menilai akuisisi ini juga membuka peluang cross selling berbagai produk BTN, termasuk Bale by BTN, payroll funding, dan layanan perbankan lainnya.

Mengapa Akuisisi Penting?

Akuisisi portofolio kredit konsumer bank lain merupakan strategi penting bagi BTN untuk meningkatkan pertumbuhan dan profitabilitas. Dengan mengakuisisi portofolio kredit konsumer, BTN dapat memperluas jaringan nasabah dan meningkatkan pendapatan bunga. Selain itu, akuisisi ini juga dapat membantu BTN meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko. “Kami meyakini bahwa kombinasi pertumbuhan organik dan anorganik ini akan memacu dan juga mendorong pertumbuhan kita jauh lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Rencana akuisisi portofolio kredit konsumer bank lain oleh BTN memiliki dampak signifikan bagi industri perbankan di Indonesia. Jika berhasil, akuisisi ini dapat meningkatkan kompetisi di sektor perbankan dan memaksa bank-bank lain untuk meningkatkan kinerja mereka. Selain itu, akuisisi ini juga dapat membantu BTN meningkatkan pangsa pasar dan memperkuat posisinya sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia. Dengan demikian, BTN dapat meningkatkan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dengan rencana akuisisi portofolio kredit konsumer bank lain, BTN diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan dan profitabilitasnya. Selain itu, akuisisi ini juga dapat membantu BTN meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi risiko. Ke depan, BTN diharapkan dapat terus meningkatkan kinerjanya dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717083036-17-751499/btn-ungkap-incar-akuisisi-kredit-konsumer-bank-lain-usai-smbc–btpn-, without altering the facts of the original article.

Saham Semikonduktor Melemah, Investor Asing Berhenti Borong

Saham semikonduktor melemah pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menyeret bursa Asia-Pasifik turun seiring aksi jual yang melanda saham-saham semikonduktor global setelah laporan keuangan Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) memicu kekhawatiran investor. Saham TSMC turun lebih dari 2% usai merilis laporan kinerja kuartal II, yang meski laba bersih perusahaan melonjak dibandingkan periode yang sama tahun lalu, juga menaikkan proyeksi belanja modal (capital expenditure/capex) sepanjang tahun ini. Ini memicu kehati-hatian investor dan berdampak pada sektor semikonduktor secara luas.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada awal perdagangan, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,6%, sementara Topix melemah 0,3%. Di Australia, indeks acuan S&P/ASX 200 terkoreksi 0,2%. Bursa Korea Selatan sendiri tutup karena libur nasional. Tekanan di pasar dipicu anjloknya ETF VanEck Semiconductor (SMH) yang merosot hampir 4% setelah TSMC mengumumkan laporan keuangannya. Penurunan pada Kamis membuat ETF SMH telah merosot 6,9% sepanjang pekan ini dan berada di jalur untuk mencatat pelemahan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.

Apa yang Terjadi pada Saham Semikonduktor?

Selain TSMC, saham-saham semikonduktor lainnya seperti Marvell Technology, STMicroelectronics, dan Micron juga mengalami penurunan. Pelemahan TSMC turut menyeret saham-saham semikonduktor lainnya, menunjukkan bahwa kekhawatiran investor terhadap sektor ini cukup besar. Chief U.S. Strategist Ned Davis Research, Ed Clissold, mengatakan kondisi pasar saat ini belum menunjukkan tanda-tanda puncak siklus bullish yang besar. Menurutnya, pasar justru akan lebih mengkhawatirkan apabila indeks saham berkapitalisasi kecil Russell 2000 mengalami kinerja yang jauh lebih buruk dalam beberapa pekan terakhir.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Koreksi di sektor chip juga membebani indeks utama Wall Street sepanjang pekan berjalan. Indeks S&P 500 turun 0,6%, sementara Dow Jones Industrial Average melemah 0,2% dan Nasdaq terkoreksi 1,5%. Meski perdagangan saham AI, khususnya sektor semikonduktor, tengah mengalami tekanan, S&P 500 masih bertahan sekitar 1% di bawah rekor tertinggi sepanjang masa yang dicapai pada awal Juni. Ini menunjukkan pasar saham AS secara keseluruhan masih relatif tangguh di tengah aksi ambil untung pada saham-saham teknologi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ed Clissold menambahkan bahwa ekonomi Amerika Serikat kemungkinan hanya akan mengalami perlambatan dalam jangka pendek dan belum mengarah pada resesi. Ia juga menilai fase konsolidasi seperti saat ini dapat membantu mengurangi valuasi yang terlalu tinggi di sejumlah sektor sebelum pasar melanjutkan tren berikutnya. Dengan demikian, investor diharapkan tetap waspada dan tidak melakukan aksi jual besar-besaran, karena masih ada potensi pertumbuhan di beberapa sektor tertentu.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717081337-17-751494/investor-lego-saham-semikonduktor-bursa-asia-dibuka-melemah, without altering the facts of the original article.

IHSG Menguat, Investor Asing Diam-Diam Lepas Saham Ini

Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih yang signifikan pada perdagangan Kamis (16/7/2026), namun di balik itu, mereka juga diam-diam melepas sejumlah saham. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 66,24 poin atau 1,1% ke level 6.108,21. Pembelian bersih investor asing mencapai Rp 1,22 triliun di seluruh pasar.

Momen Penguatan IHSG

IHSG menutup perdagangan Kamis dengan penguatan yang cukup signifikan. Nilai transaksi pada hari itu mencapai Rp 13,22 triliun, dengan 26,23 miliar saham yang diperdagangkan dalam 2,27 juta kali transaksi. Sebanyak 385 saham naik, 254 turun, dan 326 stagnan. Investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp 1,22 triliun di seluruh pasar, dengan rincian net buy Rp 283,41 miliar di pasar reguler dan Rp 940,73 miliar di pasar tunai serta negosiasi.

Apa yang Terjadi di Balik Penguatan IHSG?

Meskipun investor asing melakukan pembelian bersih yang besar, namun mereka juga melakukan penjualan pada sejumlah saham. Berdasarkan data dari Stockbit, ada 10 saham yang mengalami net foreign sell terbesar pada perdagangan Kamis. Sayangnya, data spesifik tentang saham-saham tersebut tidak disebutkan secara rinci dalam referensi yang tersedia.

Mengapa dan Dampaknya

Penguatan IHSG dan pembelian bersih oleh investor asing menunjukkan sentimen positif terhadap pasar saham domestik. Namun, di balik itu, aksi penjualan pada sejumlah saham tertentu dapat mengindikasikan adanya rotasi dana atau pengambilan keuntungan oleh investor asing. Hal ini dapat berdampak pada kinerja saham-saham individu dan berpotensi mempengaruhi arus dana asing ke dalam negeri. Oleh karena itu, penting bagi investor untuk memantau secara cermat pergerakan saham-saham yang terpengaruh oleh aksi investor asing.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kedepannya, penguatan IHSG dan dinamika aksi investor asing akan terus menjadi fokus perhatian. Dengan tantangan dan peluang yang ada, investor diharapkan tetap waspada dan bijak dalam membuat keputusan investasi. Analisis mendalam dan pemantauan terus menerus terhadap kondisi pasar akan menjadi kunci dalam menghadapi kompleksitas pergerakan saham di masa yang akan datang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717083432-17-751501/asing-terciduk-diam-diam-lego-10-saham-ini-kala-ihsg-menguat, without altering the facts of the original article.