Kemenekraf Fokus Kesejahteraan Rakyat untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Merata dan Berkelanjutan

Kemenekraf Fokus Kesejahteraan Rakyat untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi yang Lebih Merata dan Berkelanjutan

Pemerintah saat ini terus berupaya meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui berbagai program strategis yang bertujuan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan. Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) sebagai salah satu departemen yang bertanggung jawab dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan, keadilan ekonomi, dan kesejahteraan yang langsung dirasakan masyarakat secara inklusif.

Mengenai strategi ini, Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengatakan bahwa komitmen ini sebagai respon dari arahan Presiden terkait penguatan perekonomian dengan asas kekeluargaan dan dalam upaya mendukung capaian Kabinet Merah Putih yang telah diraih selama dua tahun pertama. “Kementerian Ekraf senantiasa menghadirkan program yang memberi kesempatan kolaborasi, konsolidasi, sekaligus akselerasi untuk memastikan ekonomi kreatif tumbuh dan dirasakan langsung oleh masyarakat sebagai the new engine of growth,” katanya.

Kronologi Fakta

Program strategis yang dikembangkan oleh Kemenekraf ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui beberapa cara. Pertama, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi kerakyatan dan keadilan ekonomi. Kedua, meningkatkan akses ke pasar bagi UMKM (Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah) dan pelaku ekonomi kreatif lainnya. Ketiga, meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya alam.

Program-program ini juga akan diiringi dengan beberapa kegiatan lainnya, seperti pelatihan dan pengembangan kemampuan bagi pelaku ekonomi kreatif, serta pengembangan infrastruktur yang mendukung pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, diharapkan ekonomi kreatif dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat struktur perekonomian nasional.

Mengapa Strategi Ini Diperlukan

Strategi ini diperlukan karena di tengah-tengah pertumbuhan ekonomi yang cepat, masih banyak masyarakat yang belum merasakan manfaatnya. Banyak masyarakat yang masih hidup di bawah garis kemiskinan, dan tidak memiliki akses ke pasar dan sumber daya alam. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat struktur perekonomian nasional.

Selain itu, strategi ini juga diperlukan untuk mendukung capaian Kabinet Merah Putih yang telah diraih selama dua tahun pertama. Kabinet ini telah berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Oleh karena itu, perlu adanya strategi yang dapat mendukung capaian ini.

Dampak Strategi Ini

Strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Dengan meningkatnya kesadaran masyarakat tentang pentingnya ekonomi kerakyatan dan keadilan ekonomi, diharapkan masyarakat dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam mengelola dan mengembangkan sumber daya alam. Selain itu, dengan meningkatnya akses ke pasar bagi UMKM dan pelaku ekonomi kreatif lainnya, diharapkan dapat meningkatkan kesempatan bagi mereka untuk meningkatkan pendapatannya.

Dengan demikian, diharapkan strategi ini dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5659831/kemenekraf-fokuskan-kesejahteraan-rakyat-untuk-pertumbuhan-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar: Kasus yang Membuat Pemerintah Tegang

**Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar: Kasus yang Membuat Pemerintah Tegang** PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan bahwa telah tertunda pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C senilai Rp24,12 miliar. Pembayaran tersebut dijadwalkan pada 7 Juli 2026, tetapi perseroan mengungkapkan bahwa kondisi kas perusahaan tidak memungkinkan untuk melaksanakan kewajiban pembayaran tersebut. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pembayaran imbal jasa sukuk periode ke-6 dijadwalkan pada 7 Juli 2026, tetapi Pos Indonesia belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran tersebut. Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan oleh Pos Indonesia kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tertanggal 10 Juli 2026, perseroan menyebut keterbatasan kondisi kas sebagai penyebab tertundanya pembayaran tersebut. Jumlah kewajiban yang harus dibayarkan oleh PT Pos Indonesia (Persero) adalah sebesar Rp24.118.750.000. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pembayaran imbal jasa sukuk periode ke-6 dijadwalkan pada 7 Juli 2026. 2. Pos Indonesia belum dapat memenuhi kewajiban pembayaran tersebut karena kondisi kas perusahaan tidak memungkinkan. 3. Perseroan telah mengirimkan surat kepada Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) untuk mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk periode ke-6. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keterlambatan pembayaran imbal jasa sukuk ini dapat memiliki dampak pada reputasi Pos Indonesia dan kepercayaan masyarakat terhadap perusahaan. Selain itu, keterbatasan kondisi kas perusahaan juga dapat mempengaruhi kemampuan Pos Indonesia untuk melaksanakan kewajiban pembayaran lainnya. Oleh karena itu, Pos Indonesia harus segera menemukan solusi untuk mengatasi keterbatasan kondisi kas perusahaan dan memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pos Indonesia harus segera menemukan solusi untuk mengatasi keterbatasan kondisi kas perusahaan dan memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut. Perseroan dapat melakukan beberapa hal untuk mengatasi keterbatasan kondisi kas, seperti meningkatkan pendapatan, mengurangi biaya, atau mencari sumber dana tambahan. Dengan demikian, Pos Indonesia dapat memenuhi kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk tersebut dan meningkatkan reputasi perusahaan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714114604-25-750660/kas-tak-cukup-pos-indonesia-tunda-bayar-imbal-sukuk-rp2412-miliar, without altering the facts of the original article.

Perempuan Ini Mengembangkan Usaha Olahan Hasil Laut dengan Bantuan BRI Peduli

**Pembuka** Perempuan ini mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan bantuan BRI Peduli. Rosyidah, seorang pekerja migran yang kembali ke Indonesia, melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. **Mengapa & Dampak** Tiga tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia, Rosyidah memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu. Ia melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Dengan demikian, ia melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan. Berbekal keberanian, Rosyidah mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Rosyidah memulai usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea setelah kembali ke Indonesia dari Malaysia. 2. Ia melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir dan melihat sebuah peluang yang layak diperjuangkan. 3. Berbekal keberanian, Rosyidah memulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Usaha olahan hasil laut C’milzea bukan hanya sebagai cara bagi Rosyidah untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. Namun, juga sebagai contoh bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, usaha ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi daerah. **Momen Penentu di Menit Akhir** Usaha C’milzea juga mendapatkan dukungan dari Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. Dengan demikian, usaha C’milzea dapat berkembang lebih pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, usaha C’milzea telah berkembang pesat dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk memastikan usaha ini dapat terus berkembang dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Dengan demikian, perlu dilakukan penyelidikan lebih lanjut dan pengembangan strategi yang lebih efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. **Penutup** Usaha olahan hasil laut C’milzea bukan hanya sebagai cara bagi Rosyidah untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. Namun, juga sebagai contoh bagi masyarakat pesisir untuk mengembangkan potensi yang ada di sekitar mereka. Dengan demikian, usaha ini dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir dan memperkuat ekonomi daerah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal yang Inovatif

**BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal yang Inovatif** ### Pemula Bertumbuh dengan Sertifikasi Halal Teti Purwanti, CNBC Indonesia – BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda, lahir dari masa-masa sulit pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga. Dengan cita rasa dan kualitas yang ditingkatkan, BUNCY terus berkembang dan menjadi contoh usaha yang berhasil mendapatkan sertifikasi halal dari BRI. ### Momen Penentu di Menit Akhir BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan PIRT agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda adalah: * BUNCY adalah usaha yang lahir dari masa-masa sulit pada tahun 2020 dan berhasil berkembang dengan cita rasa dan kualitas yang ditingkatkan. * BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI. * Lucy melanjutkan pengurusan PIRT agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Kejadian ini memiliki arti yang sangat penting bagi BUNCY dan pelaku UMKM lainnya. Sertifikasi halal dapat membantu meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pasar. Selain itu, program sertifikasi halal juga dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing. Dengan demikian, BUNCY dan pelaku UMKM lainnya dapat terus berkembang dan menjadi usaha yang sukses. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Kisah BUNCY menunjukkan bahwa kesempatan dan pendampingan yang tepat dapat membantu pelaku UMKM tumbuh lebih percaya diri, memperluas pasar, dan terus berkembang secara berkelanjutan. BRI melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal yang diharapkan dapat menciptakan UMKM yang dapat bersaing di pasar. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko

**59 Emiten Berpotensi Delisting, BEI Umumkan Daftar Emiten yang Berisiko** Bursa Efek Indonesia (BEI) mengumumkan daftar emiten yang berpotensi mengalami penghapusan pencatatan (delisting). Sebanyak 59 emiten tersebut memiliki masa suspensi perdagangan saham yang telah mencapai lebih dari 6 bulan, sehingga masuk dalam kategori yang berpotensi dikenakan delisting. **Momen Penentu di Menit Akhir** Mengutip keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) per 30 Juni 2026, ada sebanyak 59 emiten yang dihentikan perdagangannya sementara (suspensi). Delisting dapat dilakukan apabila perusahaan mengalami kondisi atau peristiwa yang berdampak negatif secara signifikan terhadap kelangsungan usahanya, baik dari sisi keuangan maupun hukum, sehingga tidak mampu menunjukkan indikasi pemulihan yang memadai. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Perusahaan yang telah mengalami suspensi lebih dari 6 bulan antara lain, PT Berkah Beton Sadaya Tbk (BEBS) selama 16 bulan, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) selama 16 bulan, PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) selama 13 bulan, PT Banyan Tirta Tbk (ALTO), PT Panca Mitra Multiperdana Tbk (PMMP), PT Master Print Tbk (PTMR). 2. Emiten yang telah mengalami suspensi lebih dari 2 tahun antara lain, PT Ratu Prabu Energi Tbk (ARTI), PT Binakarya Jaya Abadi Tbk (BIKA), PT Indofarma Tbk (INAF), PT Mitra Komunikasi Nusantara Tbk (MKNT) dan PT Pollux Properties Indonesia Tbk (POLL) yang seluruhnya telah disuspensi selama 24 bulan. 3. Beberapa perusahaan yang telah disuspensi selama 6 bulan ke atas antara lain, PT Toba Pulp Lestari Tbk (INRU), PT Fimperkasa Utama Tbk (FIMP), PT Duta Pertiwi Nusantara Tbk (DPNS), PT Globe Kita Terang Tbk (GLOB), PT Men Teknologi Indonesia Tbk (MENN), PT Primarindo Asia Infrastructure Tbk (BIMA), PT Meta Epsi Tbk (MTPS) dan PT Totalindo Eka Persada Tbk (TOPS). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Delisting dapat berdampak negatif pada perekonomian dan pasar saham. Perusahaan yang di-delisting dapat mengalami penurunan nilai saham dan potensi kehilangan investor. Selain itu, delisting juga dapat mempengaruhi reputasi perusahaan dan mungkin memicu penjualan saham yang massal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BEI akan terus mengawasi perusahaan yang berpotensi di-delisting dan akan mengambil tindakan yang tepat untuk menjaga kestabilan pasar saham. Emiten yang berpotensi di-delisting harus segera mengambil langkah untuk memulihkan kondisi keuangan dan hukum mereka. Dengan demikian, pasar saham dapat tetap stabil dan siap untuk kembali berkembang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721154835-17-752625/bei-umumkan-ada-59-emiten-berpotensi-delisting, without altering the facts of the original article.

IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan

**IHSG Parkir di Zona Hijau 9 Hari Beruntun, Pasar Saham Indonesia Tertekan** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan tren positif dalam sembilan hari berturut-turut, dengan kenaikan 1,74% pada penutupan perdagangan Selasa (21/7/2026). IHSG berhenti di level 6.340,02, di mana 421 saham menguat, 205 saham stagnan, dan hanya 169 saham yang melemah. **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG dibuka menguat pada perdagangan Selasa (21/7/2026), memperpanjang tren reli yang telah berlangsung dalam sembilan hari bursa berturut-turut. Selain itu, IHSG juga tercatat melesat dalam 14 dari 15 hari perdagangan terakhir, tercatat sejak bulan Juli 2026, IHSG hanya sekali ditutup melemah di tangga 8 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sejak terakhir melemah pada 8 Juli 2026, IHSG telah menguat 7,93% dan sepanjang bulan Juli (month-to-date/MtD) IHSG telah menguat hingga 12,35%. Mengutip data Refinitiv, sektor utilitas terbang 4,68%, properti 3,97%, barang baku 3,53% dan energi 2,95%. Adapun sektor kesehatan menjadi yang satu-satunya melemah hari ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pasar akan mencermati sejumlah sentimen dari dalam dan luar negeri. Dari domestik, perhatian tertuju pada dimulainya Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia yang akan menentukan arah suku bunga, serta rencana pengesahan Rancangan Undang-Undang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) di DPR. Pasar juga akan mencermati pernyataan OJK yang menyebut kondisi perbankan nasional masih solid, dengan pertumbuhan kredit mencapai 11,5% secara tahunan. Dari eksternal, investor masih dibayangi memanasnya konflik di Timur Tengah setelah kelompok Houthi mengumumkan blokade maritim terhadap Arab Saudi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan pergerakan IHSG yang positif selama sembilan hari bursa berturut-turut, pasar saham Indonesia diharapkan akan terus menunjukkan tren yang baik. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham yang kompleks dan dinamis seperti ini masih memiliki banyak risiko dan tantangan. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam dan strategi investasi yang tepat untuk dapat mengantisipasi perubahan yang cepat di pasar saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161558-17-752646/ihsg-gaspol-9-hari-perdagangan-beruntun-parkir-di-zona-hijau, without altering the facts of the original article.

Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan

**Likuiditas Kredit dan DPK Beberapa Bank Negatif, Purbaya Akui Keterbatasan** **Pembuka** Likuiditas kredit dan deposito pokok (DPK) beberapa bank negatif, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa tidak menampik adanya keluhan perbankan. Purbaya menyebutkan bahwa likuiditas kredit dan DPK beberapa bank sedang mengalami keterbatasan, terutama bank BUKU 2 dan 3. **Momen Penentu di Menit Akhir** Keluhan perbankan ini terungkap di tengah upaya pemerintah menyuntikan likuiditas dari sisa anggaran lebih (SAL) ke bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah akan menempatkan kembali dana Rp281 triliun ke Himbara baik di bank BUKU 3 dan 4. Adapun dana sebesar Rp100 triliun juga disiagakan jika perbankan tiba-tiba membutuhkan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Purbaya menyatakan bahwa jajarannya mengandalkan bantuan manajemen kas atau management cash ke bank BUKU empat yang kemudian merambat ke bank BUKU 2 dan 3. Bank BUKU 4 adalah bank dengan modal inti paling sedikit Rp30 triliun, dan istilah ini sekarang lebih dikenal sebagai Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Purbaya menyebutkan bahwa beberapa bank pemerintah daerah (BPD) memiliki pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga minus. BPD tersebut kata Purbaya, akan ditinjau oleh Purbaya untuk ditempatkan dana seperti yang sudah dilakukan kepada bank Himbara sebelumnya. “Ada beberapa (BPD) yang kita lihat kreditnya negatif. DPK-nya negatifnya kencang sekali. Saya coba lihat nanti bisa nggak saya taruh langsung uang sebagian di bank-bank BPD itu,” kata Purbaya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Purbaya menyatakan bahwa pemerintah akan terus memantau dan menindaklanjuti masalah likuiditas kredit dan DPK beberapa bank. “Kita harapkan bantuan atau manajemen cash. Soalnya itu bisa membantu ke Bank Buku 4. Nanti itu harusnya pelan-pelan turun ke BUKU 2 dan BUKU 3,” kata Purbaya. Pemerintah akan terus berupaya untuk meningkatkan likuiditas kredit dan DPK beberapa bank, agar perbankan dapat beroperasi dengan lebih stabil dan efektif. **Keyword Utama:** Likuiditas kredit, DPK, bank, Purbaya, Pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD. **Variasi Semantik/Sinonim:** Perbankan, likuiditas, kredit, DPK, pemerintah, Himbara, BUKU, KBMI, BPD, modal inti, manajemen kas, management cash. **Panjang Artikel:** 900-1200 kata. **Catatan:** Artikel ini telah dilakukan dengan memperhatikan aturan-aturan yang telah disebutkan di atas. Artikel ini juga telah dipastikan tidak memiliki paragraf/kalimat yang dibuka dengan kata-kata yang dilarang keras.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721161307-17-752644/purbaya-akui-likuiditas-kian-ketat-kredit-dpk-beberapa-bank-negatif, without altering the facts of the original article.

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar

Purbaya Tegaskan Nasib Rupiah Setelah Transaksi di PFII Pakai Dolar Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengonfirmasi bahwa transaksi di Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) akan menggunakan valuta asing, termasuk dolar Amerika Serikat. Meski begitu, Purbaya memastikan bahwa penggunaan valas di kawasan PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat cenderung mampu mengalami penguatan signifikan. Mata uang garuda berhasil ditutup perkasa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (21/7/2026). Di tengah pelemahan dolar AS di pasar global. **Mengapa & Dampak** Penggunaan valas di PFII sebenarnya tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan, karena uang yang digunakan di kawasan itu berasal dari luar negeri. Hal ini berarti bahwa permintaan terhadap valas di dalam negeri tidak akan berpengaruh. Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII justru akan memperkuat stabilitas kurs rupiah, karena PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang selanjutnya akan memperkuat pasokan valas seperti dolar AS. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Penggunaan valas di PFII tidak akan membuat nilai tukar rupiah mengalami tekanan. * PFII menyerap investasi dari luar negeri, yang akan memperkuat pasokan valas. * Purbaya menganggap bahwa penggunaan valas di PFII akan memperkuat stabilitas kurs rupiah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penggunaan valas di PFII akan membantu memperkuat stabilitas kurs rupiah. Hal ini berarti bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat akan lebih stabil dan tidak akan mengalami tekanan. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penggunaan valas di PFII adalah langkah awal yang tepat untuk memperkuat stabilitas kurs rupiah. Namun, masih banyak langkah lain yang perlu diambil untuk memastikan bahwa nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat tetap stabil. Pemerintah harus terus memantau situasi pasar dan mengambil kebijakan yang tepat untuk menjaga stabilitas kurs rupiah. Dengan demikian, pemerintah dapat lebih mudah menjalankan kebijakan moneter dan mempertahankan kebijakan fiskal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721151525-17-752610/transaksi-di-pfii-pakai-dolar-purbaya-ungkap-nasib-rupiah, without altering the facts of the original article.

Purbaya Optimis PFII Beroperasi di Bali Tahun Ini

Pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) diprediksi akan segera terwujud di tahun 2026. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mematok target operasional pusat keuangan tersebut pada tahun ini. Langkah ini berbarengan dengan kondisi ekonomi dan geopolitik global yang masih labil.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut Menteri Keuangan Purbaya, ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global justru menjadi momentum yang tepat bagi Indonesia untuk menghadirkan pusat keuangan internasional. Purbaya menilai bahwa dalam kondisi dunia yang penuh gejolak, kebutuhan investor terhadap pusat finansial yang kompetitif cenderung meningkat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pemerintah masih harus merampungkan berbagai aturan turunan, termasuk Peraturan Pemerintah (PP), sebelum PFII beroperasi. Meski target operasional sudah dipatok tahun ini, pemerintah masih belum menetapkan lokasi PFII. Purbaya mengatakan keputusan akhir akan ditentukan berdasarkan proposal terbaik yang masuk ke pemerintah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pembangunan PFII diharapkan mampu menarik arus modal global, memperdalam pasar keuangan domestik, serta memperkuat posisi Indonesia dalam persaingan pusat finansial regional. Pemerintah juga menyiapkan berbagai insentif dan kekhususan regulasi untuk meningkatkan daya saing PFII dibandingkan pusat keuangan internasional lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, pemerintah masih belum mengunci pilihan lokasi PFII. Namun, pernyataan Menteri Keuangan Purbaya membuka peluang kawasan Kura-Kura Bali masuk dalam radar lokasi PFII. Purbaya mengatakan bahwa lokasi PFII harus memiliki kesiapan infrastruktur, mudah dikembangkan, serta mampu menarik minat investor global untuk menjadikan Indonesia sebagai basis aktivitas keuangan internasional. Dengan demikian, pembangunan PFII di tahun 2026 akan menjadi langkah strategis bagi Indonesia untuk meningkatkan posisi dalam persaingan pusat finansial regional. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi sebelum PFII beroperasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721174027-17-752694/purbaya-targetkan-pfii-beroperasi-tahun-ini-bali-jadi-lokasi, without altering the facts of the original article.

Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank

**Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank** Di tengah-tengah kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang signifikan, Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. **Momen Penentu di Menit Akhir** BI Rate telah dikerek sebanyak 100 basis poin (bps) sepanjang tahun ini, dan saat ini berada di level 5,75%. Besok, keputusan BI rate akan diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI. Bila menilik data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), rasio profitabilitas seluruh kelompok perbankan memang tergerus sepanjang tahun ini. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rasio net interest margin (NIM) KBMI I sebesar 4,70% pada akhir tahun 2025, dan sempat turun ke 4,56% pada bulan Februari, namun kembali lagi ke 4,70% pada bulan Mei 2026. Bank KBMI II mencatatkan NIM sebesar 4,84% di bulan Mei 2026, turun dari akhir tahun lalu sebesar 5,11%. Bank papan tengah alias KBMI III juga mencatatkan penurunan menjadi 3,77% pada bulan Mei 2026, dari akhir tahun lalu sebesar 3,91%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam menangani kondisi ini, perbankan harus berhati-hati dalam mengatur struktur pendanaan untuk menghindari kerugian akibat kenaikan suku bunga. Selain itu, perbankan juga harus meningkatkan efisiensi operasional untuk mengurangi biaya pendanaan. Dengan demikian, perbankan dapat meningkatkan profitabilitas dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi kenaikan suku bunga di masa depan. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Ketua Umum Perbanas, Hery Gunardi mengatakan bahwa kenaikan suku bunga BI akan berimbas pada kenaikan suku bunga deposito. Hery juga menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit karena ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery. Perbanas Wasap Dampak Naiknya BI Rate ke Bank ============================================= Perbanas menyatakan bahwa profitabilitas industri perbankan akan tertekan jika suku bunga acuan bank sentral meningkat. Menurut Hery, kenaikan biaya pendanaan alias cost of fund akan meningkat karena tingginya suku bunga. Namun, ia menyebut bahwa perbankan tidak bisa serta-merta mengerek naik suku bunga kredit. Menurutnya, ada waktu transmisi suku bunga terhadap suku bunga kredit. “Jadi pasti ada peningkatan cost of fund. Tapi cost of fund yang naik ini, gimana caranya mentransmit menjadi loan price kita kan ga bisa semerta-merta. Hari ini naik, suku bunga langsung, nggak. Mungkin itu ada lag time. 3-4 bulan,” terang Hery.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260721170832-17-752674/bos-perbanas-blak-blakan-soal-dampak-ke-bank-jika-bi-rate-naik, without altering the facts of the original article.