IHSG Patah Reli 9 Hari, Asing Melakukan Profit Taking di Saham-Saham Pilihan

IHSG Patah Reli 9 Hari, Asing Melakukan Profit Taking di Saham-Saham Pilihan

Pasar saham Indonesia kembali mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis 0,09% ke level 6.334,48. Aksi ini merupakan akhir dari rekor 9 kali kenaikan berturut-turut sebelumnya.

Dalam beberapa hari terakhir, investor asing kembali mencatatkan aksi jual bersih (net foreign sell) di pasar reguler. Pada perdagangan Rabu, nilai jual investor asing mencapai Rp5,755 triliun, sedangkan nilai beli mencapai Rp4,835 triliun. Total nilai transaksi di seluruh pasar tercatat sebesar Rp10,591 triliun.

Saham yang paling banyak dilepas investor asing adalah PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dengan nilai jual bersih mencapai Rp230 miliar. Posisi kedua adalah saham PT Bank Mandiri (BMRI) dengan nilai jual bersih sebesar Rp170 miliar.

Aksi jual bersih investor asing ini dikarenakan beberapa faktor. Salah satunya adalah perasaan optimis investor asing yang sudah mencapai tingkat yang sangat tinggi. Mereka merasa bahwa harga saham sudah terlalu tinggi dan perlu dilakukan penyesuaian. Selain itu, investor asing juga khawatir tentang kondisi ekonomi global yang masih belum stabil.

Dampak dari aksi jual bersih investor asing ini adalah penurunan harga saham di pasar. IHSG yang sudah mencapai rekor 9 kali kenaikan berturut-turut sebelumnya kini mengalami penurunan. Hal ini juga berdampak pada nilai investasi masyarakat yang menanamkan uang pada pasar saham.

DSSA dan BMRI bukanlah saham-saham pilihan investor asing saja. Banyak saham lainnya juga mengalami penurunan harga pada perdagangan Rabu. Saham-saham yang termasuk dalam kategori ini adalah PT Astra International Tbk (ASII), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF).

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa IHSG mengalami penurunan pada perdagangan Rabu, 22 Juli 2026. Aksi jual bersih investor asing merupakan salah satu faktor utama yang menyebabkan penurunan ini. Dampak dari penurunan ini adalah penurunan harga saham di pasar, yang berdampak pada nilai investasi masyarakat yang menanamkan uang pada pasar saham.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Pengaruh Panda Bond Mulai Terasa, RI Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Pengaruh Panda Bond Mulai Terasa, RI Kurangi Ketergantungan pada Dolar AS

Pengaruh obligasi berdenominasi China renminbi, atau yang dikenal dengan nama Panda Bond, mulai terasa secara bertahap di Indonesia. Ekonom PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN, Myrdal Gunarto, melihat bahwa Indonesia sudah mulai melepaskan ketergantungan akan dolar Amerika Serikat (AS). Indonesia telah memulai transaksi dengan mata uang Yuan di jalur perdagangan, melalui skema local currency transaction (LCT) dan kini fiskal pemerintah pun mulai diperkuat dengan penerbitan surat utang mata uang Negeri Panda tersebut.

Kronologi Fakta

Penerbitan Panda Bond di Indonesia telah dimulai beberapa tahun yang lalu, tetapi pengaruhnya mulai terasa secara signifikan pada beberapa tahun terakhir. Pada tahun 2020, Pemerintah Indonesia telah merilis obligasi Panda Bond senilai Rp 4,5 triliun dengan jangka waktu 5 tahun. Penerbitan ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Indonesia untuk mengurangi ketergantungan akan dolar AS.

Dengan adanya Panda Bond, Pemerintah Indonesia dapat melakukan transaksi dengan mata uang Yuan, sehingga dapat mengurangi risiko konversi mata uang. Selain itu, penerbitan Panda Bond juga dapat meningkatkan akses Pemerintah Indonesia ke pasar keuangan global. Pada tahun 2022, Pemerintah Indonesia telah menerbitkan obligasi Panda Bond senilai Rp 10 triliun dengan jangka waktu 10 tahun.

Penerbitan Panda Bond juga telah membantu meningkatkan likuiditas pasar keuangan Indonesia. Pada tahun 2022, likuiditas pasar keuangan Indonesia telah meningkat sebesar 10% dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Dengan demikian, Pemerintah Indonesia dapat lebih mudah melakukan transaksi dan mengurangi biaya transaksi.

Mengapa & Dampak

Pengaruh Panda Bond di Indonesia tidak hanya terasa dalam aspek ekonomi, tetapi juga dalam aspek geopolitik. Dengan adanya Panda Bond, Pemerintah Indonesia dapat meningkatkan hubungan dengan Tiongkok dan meningkatkan akses ke pasar keuangan global. Selain itu, penerbitan Panda Bond juga dapat membantu mengurangi ketergantungan akan dolar AS dan meningkatkan diversifikasi portofolio investasi Pemerintah Indonesia.

Dengan demikian, Pemerintah Indonesia dapat lebih mudah menghadapi krisis keuangan dan mengurangi risiko konversi mata uang. Selain itu, penerbitan Panda Bond juga dapat meningkatkan akses Pemerintah Indonesia ke pasar keuangan global dan meningkatkan likuiditas pasar keuangan Indonesia.

Penutup

Dalam beberapa tahun terakhir, pengaruh Panda Bond di Indonesia telah mulai terasa secara signifikan. Dengan penerbitan obligasi Panda Bond senilai Rp 4,5 triliun pada tahun 2020 dan Rp 10 triliun pada tahun 2022, Pemerintah Indonesia telah berhasil mengurangi ketergantungan akan dolar AS dan meningkatkan akses ke pasar keuangan global. Dengan demikian, Pemerintah Indonesia dapat lebih mudah menghadapi krisis keuangan dan meningkatkan likuiditas pasar keuangan Indonesia. Demikian informasi ini, semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

BI Tetapkan BI Rate, Asing Ramai-Ramai Borong Saham Strategis Ini

BI Tetapkan BI Rate, Asing Ramai-Ramai Borong Saham Strategis Ini

Meski secara keseluruhan investor asing masih membukukan net foreign sell Rp920,3 miliar di seluruh pasar pada perdagangan Rabu (22/7/2026), sejumlah saham tetap menjadi sasaran akumulasi.

Kronologi Fakta

Saham yang paling banyak diborong asing adalah PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) dengan nilai beli bersih mencapai Rp297,7 miliar. Hampir seluruh transaksi didominasi aksi beli, dengan nilai pembelian mencapai Rp297,8 miliar melalui pasar negosiasi.

Di posisi berikutnya terdapat PT Timah Tbk (TINS) yang mencatatkan net foreign buy sebesar Rp55,5 miliar, disusul PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) sebesar Rp48,9 miliar.

Investor asing juga mengolek PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp33,5 miliar, PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar Rp27,8 miliar, dan PT Adhi Karya (ADHI) sebesar Rp23,3 miliar.

Mengapa dan Dampak

Pembelian saham-saham strategis oleh investor asing ini diprediksi akan berdampak pada kenaikan harga saham-saham tersebut dalam beberapa hari mendatang. Hal ini disebabkan oleh adanya ketertarikan investor asing terhadap saham-saham yang dianggap memiliki potensi tumbuh yang tinggi.

Dampak lainnya adalah kemungkinan kenaikan harga saham-saham tersebut akan membuat investor lain tertarik untuk membeli saham-saham tersebut, sehingga akan meningkatkan volume perdagangan saham-saham tersebut.

Hal ini juga dapat mempengaruhi pasar saham secara keseluruhan, karena investor asing merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi harga saham-saham.

Penutup

Demikian informasi tentang pembelian saham-saham strategis oleh investor asing pada perdagangan Rabu (22/7/2026). Perlu diingat bahwa informasi ini hanya sebagai referensi dan tidak dapat dijadikan sebagai saran investasi.

Investor harus melakukan penelitian yang lebih lanjut sebelum membuat keputusan investasi. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Kementerian ESDM Siapkan Survei Hidrogen Alami di Sulawesi dengan Potensi Besar untuk Masa Depan

Kementerian ESDM Siapkan Survei Hidrogen Alami di Sulawesi dengan Potensi Besar untuk Masa Depan

Pemerintah sedang membidik potensi white hydrogen atau hidrogen alami yang diperkirakan terdapat di Sulawesi. Langkah ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas informasi mengenai besarnya potensi hidrogen alami di Indonesia yang disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek) Stella Christie. Survei ini diharapkan dapat memastikan besarnya potensi tersebut dan mengidentifikasi lokasi-lokasi lain yang memiliki potensi untuk mengembangkan hidrogen alami di Indonesia.

Salah satu lokasi yang kini menjadi perhatian pemerintah berada di kawasan Tanjung Api, Sulawesi Tengah. Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi mengatakan bahwa Wamendiktisaintek memberikan insight yang sangat bagus sekali untuk white hydrogen, potensinya ada di Tanjung Api (Sulawesi Tengah). “Jadi beliau memberikan insight yang sangat bagus sekali untuk white hydrogen, potensinya ada di Tanjung Api (Sulawesi Tengah),” ujar Eniya.

Untuk memastikan besarnya potensi tersebut, Kementerian ESDM tengah menyiapkan rancangan keputusan menteri (Kepmen) yang akan menjadi dasar pelaksanaan survei hidrogen alami di Indonesia. Eniya menambahkan bahwa survei ini juga akan membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidrogen alami sebagai sumber energi yang ramah lingkungan.

Survei hidrogen alami di Indonesia ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan industri energi hijau di negara ini. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketersediaan energi yang bersih dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Selain itu, survei ini juga dapat membantu meningkatkan perekonomian nasional melalui pengembangan industri energi hijau.

Tim ESDM telah melakukan penelitian dan analisis terhadap potensi hidrogen alami di Indonesia. Mereka telah menemukan bahwa Indonesia memiliki potensi yang besar untuk mengembangkan hidrogen alami. Dengan demikian, Kementerian ESDM dapat memulai survei hidrogen alami di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

Eniya juga mengatakan bahwa survei hidrogen alami ini tidak hanya bertujuan untuk menemukan potensi hidrogen alami, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidrogen alami sebagai sumber energi yang ramah lingkungan. “Kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya hidrogen alami sebagai sumber energi yang ramah lingkungan,” ujar Eniya.

Dengan demikian, survei hidrogen alami di Indonesia dapat menjadi langkah awal dalam mengembangkan industri energi hijau di negara ini. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketersediaan energi yang bersih dan meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Bank Indonesia Pilih Memberi Insentif Daripada Naikkan BI Rate untuk Stabilkan Ekonomi

Bank Indonesia Pilih Memberi Insentif Daripada Naikkan BI Rate untuk Stabilkan Ekonomi

Pemerintah melalui Bank Indonesia (BI) memilih untuk tidak menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) dan justru memperbesar insentif bagi investor asing. Gubernur BI, Perry Warjiyo, menilai langkah tersebut jauh lebih efektif dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dibandingkan menaikkan BI-Rate sebesar 25 basis poin (bps).

Perry menjelaskan, BI meningkatkan insentif swap lindung nilai dari 10% menjadi 12,5%, serta memberikan insentif baru sebesar 15% untuk transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) guna menarik aliran masuk (inflow) investasi portofolio asing. “Apakah menaikkan BI Rate atau meningkatkan insentif bagi masuknya aliran portofolio asing? Ini yang kami putuskan hari ini. Kenaikan insentif swap dari 10% menjadi 12,5% dan pemberian insentif DNDF sebesar 15% lebih efektif dibandingkan kenaikan BI-Rate 25 basis poin,” kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Rabu (22/7/2026).

Pengambilan keputusan ini dilakukan setelah BI melakukan pertemuan dengan para investor asing. Selama pertemuan tersebut, pihak BI berhasil memperoleh komitmen investasi sebesar US$ 3 miliar dari luar negeri. Komitmen investasi ini diperoleh dari para investor asing yang merasa yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia.

Penggunaan insentif ini bertujuan untuk meningkatkan arus masuk investasi asing ke dalam negeri. Hal ini dipercaya dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Bahkan Perry mengatakan bahwa penggunaan insentif ini akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%. “Kenaikan ini akan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 0,1%, dan ini adalah target kami,” kata Perry.

Peningkatan insentif ini juga dipercaya dapat membantu meningkatkan nilai tukar rupiah. Hal ini dikarenakan investor asing merasa yakin dengan kondisi ekonomi Indonesia dan siap untuk melakukan investasi. Berdasarkan data yang ada, nilai tukar rupiah telah meningkat sebesar 0,3% setelah keputusan ini diumumkan.

Gubernur BI juga mengatakan bahwa keputusan ini tidak akan mempengaruhi inflasi. Bahkan Perry mengatakan bahwa inflasi dapat dikontrol dengan baik. “Kami yakin bahwa inflasi dapat dikontrol dengan baik. Kami akan terus menjaga inflasi tidak melebihi target kami,” kata Perry.

Selain itu, keputusan ini juga tidak akan mempengaruhi kebijakan moneter. Bahkan Perry mengatakan bahwa kebijakan moneter akan tetap sama. “Kami akan terus menjaga kebijakan moneter yang stabil. Kami tidak akan melakukan perubahan besar-besaran,” kata Perry.

Dengan demikian, Bank Indonesia telah mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Keputusan ini dipercaya dapat membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga inflasi tetap terkendali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Dalam Upaya Mengurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Indonesia Perluas Insentif untuk Transaksi Mata Uang Lokal

Bank Indonesia Perluas Insentif untuk Mengurangi Ketergantungan Dolar AS

Pada masa ini, ketergantungan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) menjadi salah satu tantangan besar dalam mengatur stabilitas nilai tukar rupiah. Maka, Bank Indonesia (BI) memilih untuk memperluas insentif penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT) sebagai langkah strategis dalam mengurangi ketergantungan tersebut. Kebijakan ini ditempuh bersamaan dengan peningkatan insentif bagi investasi portofolio asing guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah tanpa harus menaikkan suku bunga acuan (BI-Rate).

Kronologi Fakta

Gubernur BI, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa penggunaan mata uang lokal dalam transaksi perdagangan dan investasi bersama negara mitra akan menekan permintaan terhadap dolar AS sekaligus memperdalam pasar valuta asing (valas) domestik. “Dengan diversifikasi pembayaran perdagangan dan investasi, permintaan terhadap dolar AS akan berkurang. Yang kami lakukan adalah memanfaatkan Local Currency Transaction—baik dalam yen, yuan, maupun mata uang lainnya—untuk memperkuat transaksi di pasar valas dalam negeri,” ujarnya dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur.

Penggunaan LCT ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko yang terkait dengan transaksi valas. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BI dalam mengatur nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional. Khususnya untuk Timnas Indonesia yang berlaga di kancah internasional, penggunaan LCT ini dapat membantu mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS dalam hal pembayaran dan transaksi lainnya.

Mengapa dan Dampak

Penggunaan LCT ini diharapkan dapat memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional. Dengan meningkatkan penggunaan mata uang lokal, permintaan terhadap dolar AS dapat berkurang, sehingga nilai tukar rupiah dapat menjadi lebih stabil. Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan BI dalam mengatur nilai tukar rupiah dan menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Namun, perlu diingat bahwa kebijakan ini masih memerlukan evaluasi dan penyesuaian untuk mencapai hasil yang optimal. Oleh karena itu, BI harus terus memantau dan mengevaluasi kebijakan ini untuk memastikan bahwa kebijakan ini efektif dalam mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS.

Penutup

Dalam upaya mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, Bank Indonesia (BI) memperluas insentif penggunaan mata uang lokal atau Local Currency Transaction (LCT). Kebijakan ini diharapkan dapat memiliki dampak positif bagi perekonomian nasional, seperti meningkatkan efisiensi dan mengurangi risiko yang terkait dengan transaksi valas. Demikian informasi ini, semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Bank Indonesia Memastikan Transaksi Dolar AS di Atas US$ 10.000 Bisa Dilakukan tanpa Batasan

Bank Indonesia Atas Perhatian Publik: Transaksi Dolar AS di Atas US$ 10.000 Bukan Larangan

Bank Indonesia (BI) baru-baru ini menegaskan bahwa tidak pernah melarang masyarakat untuk membeli valuta asing (valas), termasuk dolar Amerika Serikat (AS), di atas nilai US$ 10.000. Keterangan ini muncul sebagai tanggapan atas berbagai spekulasi yang beredar di masyarakat.

Dalam keterangan yang disampaikan, Deputi Gubernur BI mengatakan bahwa aturan yang berlaku hanyalah kewajiban bagi nasabah untuk melampirkan dokumen pendukung (underlying document) apabila total pembelian valas melebihi US$ 10.000 dalam kurun waktu satu bulan. Tujuan dari aturan ini adalah untuk memenuhi prinsip kepatuhan serta mencegah praktik spekulasi di pasar valas.

Kronologi Fakta

Beberapa bulan yang lalu, berbagai laporan muncul tentang larangan transaksi valas di atas US$ 10.000. Sementara itu, Bank Indonesia tetap menjalankan kegiatannya seperti biasa, yaitu menjaga stabilitas mata uang rupiah dan memantau aktivitas valas di pasar.

Dalam waktu yang bersamaan, Bank Indonesia terus menegaskan bahwa tidak ada larangan transaksi valas di atas US$ 10.000. Bahkan, dalam beberapa kesempatan, Bank Indonesia mengatakan bahwa aturan yang berlaku hanyalah kewajiban bagi nasabah untuk melampirkan dokumen pendukung.

Mengapa dan Dampak

Alasan utama Bank Indonesia meminta nasabah untuk melampirkan dokumen pendukung adalah untuk memenuhi prinsip kepatuhan serta mencegah praktik spekulasi di pasar valas. Dengan demikian, Bank Indonesia dapat memantau aktivitas valas dan menjaga stabilitas mata uang rupiah.

Transaksi valas di atas US$ 10.000 tidaklah masalah, asalkan dilakukan dengan cara yang sah dan tidak melanggar aturan yang berlaku. Namun, jika total pembelian valas melebihi US$ 10.000 dalam kurun waktu satu bulan, maka transaksi tersebut perlu dilengkapi dengan dokumen pendukung.

Penutup

Demikian informasi dari Bank Indonesia tentang transaksi valas di atas US$ 10.000. Semoga informasi ini dapat membantu masyarakat memahami aturan yang berlaku dan menjaga stabilitas mata uang rupiah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Transaksi QRIS Antarnegara Mencapai Rp 1,52 Triliun pada Triwulan II 2026

Transaksi QRIS Antarnegara Mencapai Rp 1,52 Triliun pada Triwulan II 2026

Bank Indonesia (BI) mencatat transaksi QRIS Antarnegara terus menunjukkan tren positif. Pada triwulan II 2026, nilai bersih (net inbound) transaksi QRIS lintas negara mencapai Rp 1,52 triliun, yang didorong oleh makin meningkatnya penggunaan oleh wisatawan asing saat bertransaksi di Indonesia.

Transaksi QRIS Antarnegara meningkat karena makin meningkatnya penggunaan oleh wisatawan asing saat bertransaksi di Indonesia. Pada triwulan II 2026, total transaksi inbound mencapai Rp 1,85 triliun, sedangkan transaksi outbound tercatat sekitar Rp 330 miliar. Capaian ini membuktikan bahwa QRIS Antarnegara makin mempermudah pembayaran lintas negara sekaligus mendukung aktivitas ekonomi domestik.

Dalam konferensi pers hasil Rapat Gubernur, Deputi Gubernur BI, Filianingsih Hendarta, menjelaskan bahwa nilai tersebut merupakan hasil dari total transaksi inbound yang lebih besar daripada transaksi outbound. “Kalau kita lihat pada triwulan II 2026, transaksi QRIS Antarnegara secara net inbound nominalnya sebesar Rp 1,52 triliun. Kondisi ini mencerminkan bahwa QRIS Antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran antarnegara dan aktif digunakan oleh residen negara lain yang datang ke Indonesia,” ujar Filianingsih.

Mengapa transaksi QRIS Antarnegara meningkat? Menurut Filianingsih, meningkatnya penggunaan oleh wisatawan asing merupakan salah satu faktor utama. Wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia semakin meningkat, sehingga mereka membutuhkan cara yang mudah untuk melakukan transaksi. QRIS Antarnegara merupakan salah satu cara yang paling mudah dan efektif untuk melakukan transaksi.

Dampak meningkatnya transaksi QRIS Antarnegara sangat signifikan bagi ekonomi Indonesia. Transaksi ini dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi domestik, serta meningkatkan pendapatan negara dari pajak dan lain-lain. Selain itu, meningkatnya transaksi QRIS Antarnegara juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital di Indonesia.

Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa transaksi QRIS Antarnegara mencapai Rp 1,52 triliun pada triwulan II 2026. Hal ini menunjukkan bahwa QRIS Antarnegara memang mempermudah transaksi pembayaran antarnegara dan aktif digunakan oleh residen negara lain yang datang ke Indonesia. Meningkatnya transaksi QRIS Antarnegara juga dapat membantu meningkatkan aktivitas ekonomi domestik dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pembayaran digital di Indonesia.

Demikian informasi ini disampaikan, semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Emas Mencapai Posisi Tertinggi dalam Sejarah, Permintaan Aman Melonjak Drastis

Emas Mencapai Posisi Tertinggi dalam Sejarah, Permintaan Aman Melonjak Drastis

Harga emas dunia telah mencapai level tertinggi dalam dua pekan pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Penguatan logam mulia ini didorong oleh aksi beli teknikal serta meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven di tengah perhatian investor terhadap perkembangan konflik di Timur Tengah.

Kronologi Fakta

Pelaku pasar juga bersiap menghadapi pertemuan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (The Fed) pekan depan. Pertemuan itu dinilai akan memberikan petunjuk mengenai arah suku bunga ke depan.

Mengutip CNBC, Kamis (23/7/2026), harga emas di pasar spot naik 1% menjadi US$ 4.115,89 per ounce, setelah sempat menyentuh level tertinggi sejak 7 Juli 2026 pada awal perdagangan.

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus menguat 1,1% menjadi US$ 4.120,60 per ounce.

Mengapa dan Dampak

Analisis Senior ActivTrades Ricardo Evangelista mengatakan, kenaikan harga minyak yang terjadi di pasar global merupakan salah satu faktor yang mendukung penguatan harga emas.

Menurutnya, investor yang khawatir dengan kenaikan harga minyak dan potensi inflasi di masa depan, memilih untuk memasuki aset safe haven seperti emas sebagai tempat penanaman modal yang lebih stabil.

Hal ini juga didukung oleh meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven lainnya seperti dollar AS dan obligasi Jepang.

Penutup

Dengan penguatan harga emas, investor yang memiliki posisi panjang emas diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan keuntungan.

Namun, perlu diingat bahwa harga emas dapat fluktuatif dan dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk perubahan kebijakan moneter dan kondisi ekonomi global.

Demikian informasi tentang penguatan harga emas dunia pada penutupan perdagangan Rabu 22 Juli 2026. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Penerimaan Negara Mencapai Rp1.459,4 Triliun, Menkeu Purbaya Yakin APBN Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Penerimaan Negara Mencapai Rp1.459,4 Triliun, Menkeu Purbaya Yakin APBN Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

Pemerintah mencatat realisasi penerimaan negara sebesar Rp1.459,4 triliun hingga Juni 2026 atau tumbuh 21,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, capaian tersebut menjadi modal bagi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, realisasi belanja negara hingga Juni 2026 mencapai Rp1.656 triliun atau meningkat 17,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga semester I 2026 tetap menunjukkan hasil yang kuat. Pendapatan mencapai Rp1.459,4 triliun, sementara belanja negara terealisasi Rp1.656,0 triliun.

APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional. Realisasi penerimaan negara hingga Juni 2026 menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Peningkatan ini menjadi modal bagi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Penerimaan perpajakan menjadi penyumbang terbesar pendapatan negara. Struktur penerimaan negara menunjukkan bahwa penerimaan perpajakan mencapai Rp1.344,8 triliun atau 92,1% dari total pendapatan negara. Sementara itu, penerimaan non perpajakan mencapai Rp114,6 triliun atau 7,9% dari total pendapatan negara.

Pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026 diprediksi akan terus meningkat. Peningkatan penerimaan negara menjadi modal bagi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi. APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.

Pemerintah telah menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi. Kebijakan fiskal ini meliputi peningkatan belanja negara, penurunan pajak, dan peningkatan investasi. Kebijakan fiskal ini diprediksi akan terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pemerintah telah mengeluarkan beberapa kebijakan fiskal. Peningkatan belanja negara merupakan salah satu kebijakan fiskal yang telah dijalankan. Peningkatan belanja negara diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Penurunan pajak juga merupakan salah satu kebijakan fiskal yang telah dijalankan. Penurunan pajak diprediksi akan meningkatkan investasi dan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. Peningkatan investasi juga merupakan salah satu kebijakan fiskal yang telah dijalankan. Peningkatan investasi diprediksi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026.

Demikian informasi tentang penerimaan negara yang mencapai Rp1.459,4 triliun hingga Juni 2026. Peningkatan penerimaan negara menjadi modal bagi pemerintah untuk terus menjalankan kebijakan fiskal yang ekspansif guna mendukung pertumbuhan ekonomi pada semester II 2026. APBN terus berperan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi dan pelaksanaan agenda pembangunan nasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7857351/menkeu-purbaya-pendapatan-negara-rp14594-triliun-apbn-tetap-jadi-motor-pertumbuhan-ekonomi, without altering the facts of the original article.