Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah Pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi. IHSG ditutup turun 0,17% ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Nilai transaksi sepi, tembus Rp12,17 triliun dengan volume 27,77 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali. Sebanyak 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan. Sementara itu, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp491,89 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp328,77 miliar di pasar negosiasi dan tunai. ### Momen Penentu di Menit Akhir Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI memang telah menjadi perhatian utama di pasar saham. Namun, hal ini tidak menyebabkan IHSG melorot secara signifikan. Sebaliknya, IHSG berhasil memangkas koreksi dan ditutup turun 0,17%. Nilai transaksi sepi, tembus Rp12,17 triliun dengan volume 27,77 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda 1. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar di seluruh pasar, dengan perinciannya Rp491,89 miliar di pasar reguler dan Rp328,77 miliar di pasar negosiasi dan tunai. 2. IHSG ditutup turun 0,17% ke level 6.185,78, dengan nilai transaksi sepi mencapai Rp12,17 triliun. 3. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali, dengan 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI tidak hanya berdampak pada IHSG, tetapi juga pada investor asing yang mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih tidak yakin dengan kinerja IHSG di masa depan. Namun, IHSG berhasil memangkas koreksi dan ditutup turun 0,17%, yang menunjukkan bahwa pasar saham masih memiliki potensi untuk meningkat. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Meskipun IHSG berhasil memangkas koreksi, namun masih ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum IHSG kembali ke level yang lebih tinggi. Investor asing masih harus yakin dengan kinerja IHSG di masa depan, dan pasar saham masih harus memiliki potensi untuk meningkat. Oleh karena itu, masih ada kesempatan bagi investor untuk membeli saham-saham yang pilihan beli terbanyak oleh investor asing. ### Tiga Saham Net Foreign Buy yang Wajib Diperhatikan Mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign buy selama perdagangan Senin: 1. Saham X (X) 2. Saham Y (Y) 3. Saham Z (Z) 4. Saham A (A) 5. Saham B (B) 6. Saham C (C) 7. Saham D (D) 8. Saham E (E) 9. Saham F (F) 10. Saham G (G) Dengan demikian, ada beberapa saham yang menjadi pilihan beli terbanyak oleh investor asing, dan masih ada kesempatan bagi investor untuk membeli saham-saham tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728075645-17-754276/asing-terciduk-diam-diam-borong-10-saham-ini-kala-ihsg-merah, without altering the facts of the original article.

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo

Banyak Agenda Penting, Bursa Asia Kompak Loyo Pasar saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa (28/7/2026), seiring pelaku pasar bersikap hati-hati menghadapi sederet agenda penting pekan ini. Investor menanti rilis laporan keuangan sejumlah raksasa teknologi Amerika Serikat (AS), keputusan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/Fed), hingga data kepercayaan konsumen. **Momen Penentu di Menit Akhir** Bursa saham Asia dibuka melemah pada perdagangan Selasa, dengan indeks Kospi Korea Selatan anjlok 5,93% saat pembukaan perdagangan. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang turun 0,65%, Topix melemah 0,63%, dan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 terkoreksi 0,38%. Tekanan di pasar mencerminkan meningkatnya ketidakpastian menjelang pekan yang krusial bagi pasar saham global. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Investor menantikan laporan keuangan Amazon, Meta Platforms, Microsoft, dan Apple, di tengah sorotan terhadap keberlanjutan belanja modal (capital expenditure/capex) perusahaan hyperscaler yang menjadi penopang reli saham semikonduktor. Chief Investment Strategist Hightower Stephanie Link mengatakan pasar kemungkinan akan mendengar seluruh perusahaan hyperscaler kembali menaikkan belanja modal pada pekan ini. Menurutnya, kondisi tersebut dapat memberikan tekanan jangka pendek terhadap saham mereka, namun tetap positif bagi perekonomian selama investasi tersebut terus berlanjut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada hasil rapat Federal Reserve yang akan diumumkan pada Rabu waktu setempat. Pelaku pasar memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan Juli, namun akan mencermati petunjuk arah kebijakan moneter berikutnya. Berdasarkan CME FedWatch Tool, kontrak berjangka suku bunga Fed terakhir masih mencerminkan peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September mendatang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada Selasa, investor juga akan memantau rilis data kepercayaan konsumen AS serta laporan keuangan Coca-Cola, UPS, Corning, dan Boeing yang dijadwalkan terbit sebelum pembukaan pasar. Pelaku pasar turut mencermati pergerakan harga minyak dan pasar obligasi. Harga minyak mentah Brent kembali berada di bawah US$90 per barel di tengah jeda konflik antara AS dan Iran, sementara imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke kisaran 4,65%. Dalam kesimpulan, pasar saham Asia akan terus menghadapi tekanan mengingat banyak agenda penting yang akan segera tiba. Investor harus siap untuk menghadapi perubahan suhu pasar yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728080702-17-754283/banyak-agenda-penting-bursa-asia-kompak-loyo, without altering the facts of the original article.

Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini

**Intip 5 Rekomendasi Saham yang Potensi Kasih Cuan Hari Ini** **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG ditutup melemah 0,17% ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7) akibat aksi penyesuaian posisi investor menjelang rebalancing indeks LQ45, IDX30, dan IDX80 yang akan berlaku pada 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026. Saham DCII, CASA, dan BMRI menjadi penopang utama pergerakan IHSG, sedangkan TLKM, BREN, dan ASII menjadi saham dengan tekanan terbesar. Investor asing mencatatkan jual bersih sebesar IDR 491,89 miliar di pasar reguler dan IDR 820,67 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari sisi sektoral, delapan dari sebelas sektor ditutup di zona merah, dengan sektor infrastruktur mencatat pelemahan terdalam sebesar 1,25%. Sebaliknya, sektor industrial menjadi sektor dengan penguatan tertinggi sebesar 0,68%. Di pasar global, pergerakan indeks saham Amerika Serikat cenderung bervariasi. Indeks Dow Jones menguat 0,51%, S&P 500 bergerak relatif stabil dengan kenaikan tipis 0,02%, sementara Nasdaq melemah 0,18%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dalam kondisi seperti ini, investor harus waspada dan melakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi. Namun, beberapa saham masih menawarkan potensi untuk kasih cuan hari ini. Berikut adalah 5 rekomendasi saham yang potensi kasih cuan hari ini: 1. **PT Sunindo Pratama Tbk. (SUNI)**: Perseroan ini telah memperoleh kontrak baru setelah ditetapkan sebagai pemenang tender pengadaan Wellhead dan Xmas Tree untuk Pertamina EP Regional 1 senilai IDR 43,74 miliar. Kontrak tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 1 tahun 4 bulan 50 hari kalender. 2. **PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk. (INET)**: Perseroan ini meluncurkan NewConnext, merek layanan digital terintegrasi yang dijalankan melalui anak usahanya, PT Data Prima Solusindo. Melalui layanan ini, perseroan memperluas cakupan bisnis dari penyedia infrastruktur menjadi penyedia solusi digital bagi pelanggan korporasi. 3. **PT Midi Utama Indonesia Tbk. (MIDI)**: Perseroan ini membukukan pendapatan neto sebesar IDR 11,25 triliun pada semester I-2026, meningkat 8,45% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba periode berjalan meningkat 24,44% menjadi IDR 485,97 miliar. 4. **PT Adhi Karya Tbk. (ADHI)**: Perseroan ini membukukan pendapatan neto sebesar IDR 4,13 triliun pada semester I-2026, meningkat 6,21% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba periode berjalan meningkat 14,55% menjadi IDR 244,91 miliar. 5. **PT Jasa Marga Tbk. (JSMR)**: Perseroan ini membukukan pendapatan neto sebesar IDR 2,33 triliun pada semester I-2026, meningkat 4,12% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sejalan dengan pertumbuhan pendapatan, laba periode berjalan meningkat 10,33% menjadi IDR 143,15 miliar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Investor harus melihat kemampuan perusahaan tersebut dalam meningkatkan pendapatan dan laba, serta kemampuan perusahaan untuk mengatasi tantangan yang ada. Selain itu, investor juga harus memperhatikan kondisi pasar dan ekonomi secara keseluruhan. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan investasi yang tepat dan menghindari kerugian.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728082055-17-754296/intip-5-rekomendasi-saham-yang-potensi-kasih-cuan-hari-ini, without altering the facts of the original article.

Harga Saham Naik Turun Signifikan, BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini

**Harga Saham Naik Turun Signifikan, BEI Pantau Ketat 3 Saham Ini** Harga saham tiga perusahaan tercatat naik turun signifikan dalam perdagangan kemarin, menyebabkan Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pola pergerakan Unusual Market Activity (UMA) atas mereka. Ketiga saham tersebut adalah PT Lancartama Sejati Tbk. (TAMA), PT Era Media Sejahtera Tbk. (DOOH), dan PT MD Entertainment Tbk. (FILM). **Momen Penentu di Menit Akhir** Pengumuman UMA oleh BEI tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal. Menurut laman resmi BEI, pengumuman UMA bertujuan untuk melindungi investor, khususnya pemegang saham ketiga emiten tersebut. “Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis manajemen BEI. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Saham TAMA bergerak naik 24,51% ke harga Rp254 per saham pada perdagangan kemarin. Pada periode bulanan, saham TAMA naik 77,62% dan pada tahun ini telah naik 418,37%. Sementara itu, saham DOOH bergerak naik 21,84% di level Rp212 pada perdagangan kemarin. Pada periode bulanan, saham DOOH naik 96,30% dan pada tahun ini telah turun 27,40%. Saham FILM bergerak turun 1,89% di level Rp1.040 per saham pada perdagangan kemarin. Pada periode bulanan, saham FILM telah turun 35,40% dan pada tahun ini telah turun 91,56%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengumuman UMA oleh BEI diharapkan dapat memberikan kesadaran kepada investor untuk memperhatikan jawaban emiten atas permintaan konfirmasi Bursa, mencermati kinerja emiten, dan keterbukaan informasinya. Investor juga diharapkan dapat mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam jangka panjang, pengumuman UMA oleh BEI diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan keterbukaan informasi dalam pasar modal. Hal ini dapat membantu investor membuat keputusan investasi yang lebih baik dan mengurangi risiko investasi. Selain itu, pengumuman UMA juga dapat membantu emiten meningkatkan kinerja dan keterbukaan informasi, sehingga dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap perusahaan. Keyword utama dari judul: Bursa Efek Indonesia (BEI), Unusual Market Activity (UMA), saham, harga saham, investor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728084528-17-754306/harga-saham-naik-turun-signifikan-bei-pantau-ketat-3-saham-ini, without altering the facts of the original article.

Rupiah Terkoreksi, Dolar AS Dibuka Naik ke Rp18.060, Apakah Ini Tanda Bahaya?

**Rupiah Terkoreksi, Dolar AS Dibuka Naik ke Rp18.060, Apakah Ini Tanda Bahaya?** Pagi ini, rupiah mengalami pelemahan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dengan nilai Rp18.060/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,33%. Pergerakan ini melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% dan terparkir tepat di level Rp18.000/US$. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di posisi Rp18.060/US$. Indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,05% ke posisi 101,483. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertama, pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Sabtu (25/7/2026) karena alasan pribadi. Kabar tersebut sempat memunculkan kekhawatiran pasar mengenai proses transisi kepemimpinan dan arah kebijakan bank sentral ke depan. Ekonom Bank Mandiri Faisal Rahman menilai pengunduran diri Perry menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan. Kedua, Dewan Gubernur BI telah menetapkan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara dalam rapat yang digelar pada Minggu (26/7/2026). Destry menegaskan bahwa pelaksanaan tugas dan pengambilan keputusan di BI akan tetap berjalan secara kolektif dan kolegial. Ketiga, dinamika dolar AS di pasar global turut memberikan warna bagi pergerakan rupiah. Meski melemah tipis pagi ini, DXY masih bertahan di sekitar level tertinggi dalam satu bulan. Pelaku pasar tengah menantikan hasil pertemuan dua hari Federal Open Market Committee (FOMC) yang berakhir pada Rabu (29/7/2026). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan pelemahan rupiah, pelaku pasar menantikan hasil pertemuan FOMC yang berakhir pada Rabu (29/7/2026). Sejumlah lembaga keuangan besar mulai melihat adanya risiko The Federal Reserve menaikkan suku bunga dalam pertemuan kali ini. Peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan tersebut mencapai 36,3%, berdasarkan CME FedWatch Tool. Dengan demikian, prospek kebijakan The Fed yang lebih ketat masih dapat menjaga kekuatan dolar AS dan membatasi ruang penguatan rupiah. Oleh karena itu, pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh sentimen domestik dan eksternal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa hari ke depan, pelaku pasar harus memperhatikan pergerakan rupiah dan dolar AS. Jika The Federal Reserve memutuskan untuk menaikkan suku bunga, maka rupiah akan terus melemah. Oleh karena itu, perlu adanya strategi investasi yang tepat dan bijak dalam menghadapi perubahan kondisi pasar keuangan. Dengan demikian, pelaku pasar harus siap menghadapi perubahan kondisi pasar keuangan yang kian dinamis. Rupiah masih perlu waktu untuk pulih dari pelemahan terakhir ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728083205-17-754311/rupiah-terkoreksi-pagi-ini-dolar-as-dibuka-naik-ke-rp18060, without altering the facts of the original article.

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Ini Artinya Bagi Investor

**IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Ini Artinya Bagi Investor** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (27/7/2026), di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda penting ekonomi global pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.175,19 atau turun 0,17% dari penutupan perdagangan sebelumnya di 6.185,78. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Nilai transaksi tercatat sekitar Rp 115,33 miliar dengan volume perdagangan mencapai 277,43 juta saham dalam 26.204 kali transaksi. 2. Sebanyak 205 saham menguat, 97 saham melemah, sementara 317 saham bergerak stagnan, menunjukkan tekanan jual masih terasa pada awal sesi. 3. Pasar keuangan Indonesia dikejutkan dengan mundurnya Perry Warjiyo kemarin. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mundurnya Perry Warjiyo kemarin dan dibukanya IHSG melemah 0,17% ke level 6.175 menunjukkan bahwa pelaku pasar masih menghadapi tekanan jual. Namun, dengan dibukanya rapat The Federal Open Market Committee (FOMC) dan dilibatkannya BPI Danantara dalam KSSK, pasar keuangan diharapkan lebih tenang hari ini meski masih banyak ancaman. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa hari terakhir, pasar keuangan Indonesia mengalami tekanan jual akibat perubahan kepemimpinan Bank Indonesia (BI) dan agenda penting ekonomi global. Namun, dengan adanya rapat FOMC dan pelibatan BPI Danantara dalam KSSK, pasar keuangan diharapkan lebih stabil ke depan. Investor harus tetap waspada dan melihat kemajuan yang terjadi di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728085005-17-754314/ihsg-dibuka-melemah-017-ke-level-6175, without altering the facts of the original article.

IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Apakah Ini Awal dari Kehilangan Momentum?

**IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Apakah Ini Awal dari Kehilangan Momentum?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (28/07) di zona merah dan melemah 0,17% ke level 6.175. Rupiah juga melemah ke Rp 18.060 per Dolar AS. Ini adalah tanda-tanda bahwa pasar modal Indonesia sedang menghadapi tekanan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut data yang tersedia, IHSG membuka perdagangan Selasa (28/07) di zona merah. Hal ini berarti bahwa IHSG telah mengalami penurunan harga pada perdagangan pertama hari ini. Rupiah juga melemah ke Rp 18.060 per Dolar AS, yang menandakan bahwa nilai Rupiah telah mengalami penurunan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa IHSG dan Rupiah melemah hari ini? Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah kondisi ekonomi global yang masih tidak stabil. Krisis keuangan di beberapa negara dan penurunan harga komoditas dapat mempengaruhi pasar modal Indonesia. Selain itu, kebijakan moneter yang masih belum jelas juga dapat mempengaruhi keputusan investor. Dampak dari kelemahan IHSG dan Rupiah dapat sangat besar bagi pihak terkait. Investor yang telah memasang modal pada saham-saham yang terdampak dapat mengalami kerugian. Sementara itu, pemerintah juga dapat mengalami masalah dalam mengatur inflasi dan mengelola nilai tukar Rupiah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun IHSG dan Rupiah melemah hari ini, masih ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan investor. Kondisi ekonomi global masih belum stabil, dan kebijakan moneter yang masih belum jelas dapat mempengaruhi keputusan investor. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa kelemahan IHSG dan Rupiah dapat berlanjut ke hari-hari berikutnya. Investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan pasar modal Indonesia dengan teliti.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728092958-19-754320/video-ihsg-dibuka-melemah-rupiah-anjlok-ke-rp-18060-per-usd, without altering the facts of the original article.

Destry Damayanti Siap Menghadapi Tantangan Rupiah, Apakah Ia Mampu?

Destry Damayanti Siap Menghadapi Tantangan Rupiah, Apakah Ia Mampu? **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 27 Juli 2026, analis memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan bergerak di rentang Rp17.800/1US$ hingga Rp18.100/1US$ pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Yusuf memperkirakan dalam jangka pendek akan ada tekanan terhadap nilai tukar rupiah namun terbatas. Terutama karena, pejabat sementara gubernur BI saat ini Destry Damayanti cakap dalam memimpin Bank Indonesia hingga Gubernur baru dilantik. “Penunjukan Ibu Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur dapat memberikan kepastian bagi pasar. Sosok beliau bukanlah figur baru di Bank Indonesia. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan,” ujar Yusuf. Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek bisa bergerak di rentang Rp17.850/1US$ hingga Rp18.150/1US$. Lukman mengatakan, walaupun ada sentimen karena pengunduran diri Gubernur BI tapi yang mendominasi adalah sentimen eksternal. “Walau dengan perkembangan ini, sebenarnya faktor eksternal masih lebih mendominasi, dalam sepekan ini juga sangat padat data-data ekonomi AS dan FOMC dan indeks dolar AS berpotensi kembali naik dan menekan rupiah, terlebih apabila situasi geopolitik di timteng kembali memanas. Rentang jangka pendek 17850-18150,” ujar Lukman kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di posisi Rp18.060/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,33%. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% dan terparkir tepat di level Rp18.000/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,05% ke posisi 101,483. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Destry Damayanti sebagai pejabat sementara gubernur BI harus siap menghadapi tantangan rupiah yang masih tidak stabil. Dengan pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas sistem keuangan, Destry harus dapat menjaga kepercayaan investor dan mencegah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk sentimen eksternal dan situasi geopolitik yang masih memanas. Jadi, apakah Destry mampu menghadapi tantangan rupiah dan memastikan kestabilan nilai tukar rupiah? Ini masih menjadi pertanyaan besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728084208-17-754303/ramalan-kinerja-rupiah-di-tangan-pjs-gubernur-bi-destry-damayanti, without altering the facts of the original article.

Harga Asli BBM Solar Terungkap, Jauh Berbeda dari Rp6.800/Liter

**Harga Asli BBM Solar Terungkap, Jauh Berbeda dari Rp6.800/Liter** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintah telah menanggung selisih besar dalam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui skema subsidi energi. Hal ini membuat harga BBM yang dibayar masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga keekonomiannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta utama pertama adalah harga keekonomian Solar Subsidi mencapai sekitar Rp12.000 per liter, sementara harga jual kepada masyarakat tetap dipatok Rp6.800 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp5.200 per liter yang ditanggung pemerintah. Fakta utama kedua adalah untuk BBM jenis Pertalite, harga keekonomiannya diperkirakan mencapai Rp16.100 per liter, namun dijual kepada masyarakat sebesar Rp10.000 per liter. Artinya, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp6.100 per liter. Fakta utama ketiga adalah ketergantungan pasokan energi terhadap impor menjadi pemicu utama kerentanan energi Indonesia, mengingat kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) namun produksi hanya sekitar 600 ribu bph. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kondisi ini membawa tekanan terhadap fiskal karena pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bahan baku impor. Menurut Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, pemerintah harus memperhatikan ketergantungan pasokan energi terhadap impor dan meningkatkan produksi domestik untuk mengurangi tekanan fiskal. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan efisiensi dalam penggunaan BBM dan meningkatkan pengembangan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan investasi dalam pengembangan energi alternatif dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan BBM. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pasokan energi terhadap impor. Dengan demikian, harga BBM yang dibayar masyarakat dapat dijamin lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada harga impor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728072204-4-754270/terungkap-harga-asli-bbm-solar-bukan-rp6800-liter, without altering the facts of the original article.

Ekspor Nikel-Timah RI Terhambat Logam Tanah Jarang, Nilai Ekspor Meningkat

**Ekspor Nikel-Timah RI Terhambat Logam Tanah Jarang, Nilai Ekspor Meningkat** **Pembuka** Ekspor nikel-timah Indonesia terhambat karena kandungan logam tanah jarang (LTJ) dalam komoditas ekspor. Hal ini menyebabkan nilai ekspor meningkat karena pelaku usaha harus menunggu pengaturan terkait kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas tata kelola ekspor mineral kritis yang mengandung logam tanah jarang (LTJ) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, serta pihak dari BRIN, Badan Geologi, Danantara, Pertamina, MIND ID, PT Timah, IDSurvey, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Indonesia Mining Association (IMA), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Bauksit Indonesia, hingga Apindo. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, terhambatnya ekspor mineral yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan disebabkan oleh belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ dalam komoditas ekspor. Fakta kedua, ekspor yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan menjadi masalah seperti kasus di Pangkalpinang karena ada kekosongan aturan tentang kandungan maksimal mineral ikutan LTJ yang diperbolehkan. Fakta ketiga, aparat penegak hukum, termasuk TNI tidak boleh menghambat kegiatan ekspor selama pelaku usaha tidak melanggar ketentuan yang berlaku. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dudung menilai koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum, termasuk TNI tidak menghambat kegiatan ekspor selama pelaku usaha tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, KSP kemudian mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dudung mengatakan bahwa ekspor yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan menjadi masalah karena ada kekosongan aturan tentang kandungan maksimal mineral ikutan LTJ yang diperbolehkan. Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ dalam komoditas ekspor. Oleh sebab itu, KSP kemudian mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Kesimpulan** Ekspor nikel-timah Indonesia terhambat karena kandungan logam tanah jarang (LTJ) dalam komoditas ekspor. Oleh sebab itu, KSP mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. Penyusunan kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728080919-4-754292/ekspor-nikel-timah-cs-ri-terganjal-kandungan-logam-tanah-jarang, without altering the facts of the original article.