Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Cemas Konflik AS-Iran Makin Panas

Bursa Asia Dibuka Beragam, Pasar Cemas Konflik AS-Iran Makin Panas

Pelaku pasar Asia masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang kembali memanas, di tengah penantian sejumlah agenda penting bank sentral pekan ini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Konflik di Timur Tengah terus memanas, dengan Amerika Serikat (AS) dan Iran terlibat dalam serangkaian serangan udara yang menyebabkan kematian dan kerusakan yang signifikan. Pada Minggu lalu, pasukan militer AS menyerang Iran 8 malam berturut-turut, sementara Iran meningkatkan serangan udara terhadap pangkalan-pangkalan AS di kawasan tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut data yang dikutip dari CNBC Internasional, pasukan AS telah menemukan jenazah tak dikenal di dekat lokasi serangan Iran di Yordania pada 17 Juli yang menewaskan dua orang. Komando Pusat AS (Centcom) juga menyatakan bahwa seorang anggota militer ketiga tewas dalam pertempuran baru-baru ini. Harga minyak berjangka naik menyusul perkembangan tersebut, dengan harga minyak berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS terakhir naik 3% menjadi di atas US$85 per barel, sementara harga minyak mentah Brent, patokan internasional, naik 3% menjadi di atas US$91 per barel.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Konflik di Timur Tengah memiliki dampak yang signifikan bagi pasar global, terutama pada harga minyak. Pasar saham juga terpengaruh, dengan beberapa indeks pasar saham Asia mengalami penurunan. Sementara itu, investor terus memantau perkembangan konflik untuk mengetahui apakah akan ada eskalasi lebih lanjut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan kematian dan kerusakan yang signifikan, konflik di Timur Tengah masih belum menemukan akhir. Pelaku pasar harus terus memantau perkembangan dan siap untuk menghadapi dampak yang mungkin timbul. Sementara itu, pihak AS dan Iran harus bekerja sama untuk mencari solusi yang aman dan stabil bagi kedua negara.

Sementara itu, pasar saham Asia terus bergerak, dengan beberapa indeks pasar saham mengalami penurunan. Shanghai Composite Index tercatat berada di level 3.763,80 pada pukul 08.52 CTT, melemah tipis 0,354 poin atau 0,01%. Indeks Shenzhen Component Index ditutup berada di level 13.706,884, sementara Hang Seng Index (HSI) Hong Kong berada di level 24.562,24. Di Australia, S&P/ASX 200 menjadi salah satu indeks yang berhasil menguat, dengan indeks berada di level 8.812,20, naik 15,50 poin atau 0,18%. Berbeda dengan Australia, pasar saham Korea Selatan mengalami tekanan, dengan KOSPI Index berada di level 6.746,33 pada pukul 09.47 JST, turun 74,27 poin atau 1,09%. Sementara itu, Indeks Nikkei 225 Jepang libur hari ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720082309-17-752063/bursa-asia-dibuka-beragam-pasar-cemas-konflik-as-iran-makin-panas, without altering the facts of the original article.

Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 17,7% per Juni 2026

Pembiayaan Konsumer Bank Mega Syariah Tumbuh 17,7% per Juni 2026 Pembiayaan konsumer PT Bank Mega Syariah mencapai Rp601 miliar pada Juni 2026, meningkat 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ini menunjukkan semakin besarnya minat masyarakat terhadap produk pembiayaan berbasis syariah yang mudah diakses dan sesuai dengan kebutuhan. Momen Penentu di Menit Akhir PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan pembiayaan konsumer sepanjang semester I-2026. Hingga Juni 2026, portofolio pembiayaan konsumer perseroan mencapai Rp601 miliar atau tumbuh 17,7% dibandingkan periode yang sama tahun lalu (year on year/yoy). Sepanjang tahun berjalan (year to date/ytd), pembiayaan konsumer meningkat 5,72% dibandingkan posisi akhir 2025. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Di antara berbagai produk, pembiayaan emas menjadi penyumbang pertumbuhan paling tinggi. Per Juni 2026, portofolio pembiayaan emas Bank Mega Syariah mencapai Rp42,6 miliar atau melonjak 1.715% dibandingkan posisi akhir 2025. Sepanjang periode Desember 2025 hingga Juni 2026, penyaluran pembiayaan logam mulia melalui produk tersebut telah mencapai 22,3 kilogram. Apa Artinya Ini ke Depan? Pertumbuhan pembiayaan konsumer menunjukkan bahwa Bank Mega Syariah telah berhasil memenuhi kebutuhan masyarakat dengan produk yang sesuai. Benadicto Alvonzo Ferary, Digital Business & Product Management Division Head Bank Mega Syariah, mengatakan bahwa segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus diperkuat. “Segmen konsumer menjadi salah satu area yang terus kami perkuat. Pertumbuhan portofolio hingga Juni 2026 menunjukkan bahwa produk pembiayaan Bank Mega Syariah semakin diterima masyarakat,” ujar Benadicto. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Bank Mega Syariah menargetkan pertumbuhan bisnis konsumer melalui optimalisasi produk unggulan, penguatan kanal digital, serta perluasan akuisisi nasabah berbasis komunitas dan ekosistem. Menurut Benadicto, perseroan akan memfokuskan strategi pada produk-produk dengan permintaan yang terus meningkat, seperti pembiayaan emas, pembiayaan tanpa agunan, dan pembiayaan haji khusus. Bank Mega Syariah juga akan memperkuat sinergi dengan jaringan cabang, meningkatkan kualitas proses akuisisi, serta mengoptimalkan kanal digital agar layanan pembiayaan semakin mudah, cepat, dan sesuai kebutuhan nasabah. Dengan demikian, Bank Mega Syariah akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan mempererat hubungan dengan nasabah. Pembiayaan konsumer akan terus tumbuh dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap produk syariah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720083731-17-752066/pembiayaan-konsumer-bank-mega-syariah-tumbuh-177-per-juni-2026, without altering the facts of the original article.

IHSG Dibuka Menguat 0,36%, Pasar Tunggu Putusan BI Pekan Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (20/7/2026), di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi serta sikap wait and see investor menjelang sederet agenda penting bank sentral pekan ini. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui IDX Mobile, pada pukul 08.59 WIB IHSG berada di level 6.197,48, menguat 21,95 poin atau 0,36% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi:

Pada pukul 08.59 WIB, IHSG berada di level 6.197,48, menguat 21,95 poin atau 0,36% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan IHSG ditopang oleh mayoritas saham yang berada di zona hijau. Tercatat sebanyak 238 saham menguat, 54 saham melemah, sementara 673 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp152,2 miliar dengan volume perdagangan 191,6 juta saham dalam 43.550 kali transaksi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengaruh sikap wait and see pelaku pasar menjelang sederet agenda ekonomi penting pekan ini menjadi faktor yang menentukan pergerakan IHSG. Fokus utama tertuju pada keputusan suku bunga Bank Indonesia (BI), People’s Bank of China (PBoC), dan European Central Bank (ECB), di tengah masih tingginya ketidakpastian global akibat konflik Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta potensi gangguan rantai pasok.

Domestik, pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75% pada Rabu (22/7/2026). Keputusan tersebut dinilai berpotensi menjadi sentimen positif bagi aset domestik setelah rupiah mulai stabil dan inflasi tetap berada dalam kisaran target BI. Namun, pelaku pasar juga akan mencermati sinyal bank sentral mengenai prospek nilai tukar, inflasi, serta arah kebijakan moneter ke depan.

Eksternal, perhatian investor juga mengarah pada keputusan Loan Prime Rate (LPR) China, suku bunga ECB, hingga data perdagangan dan inflasi Jepang yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan bank sentral global.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Perkembangan konflik di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak dunia masih menjadi faktor risiko yang berpotensi memicu volatilitas pasar keuangan sepanjang pekan ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pergerakan IHSG pada perdagangan hari ini diperkirakan akan dipengaruhi oleh ketidakpastian global dan kebijakan bank sentral. Oleh karena itu, pelaku pasar harus tetap waspada dan siap menghadapi perubahan-perubahan yang terjadi di pasar keuangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720080815-17-752051/ihsg-dibuka-menguat-036-pasar-tunggu-putusan-bi-pekan-ini, without altering the facts of the original article.

Purbaya Lelang 9 Surat Utang Besok, Cari Dana Rp32 Triliun

**Purbaya Lelang 9 Surat Utang Besok, Cari Dana Rp32 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kementerian Keuangan akan menjalankan lelang sembilan seri surat utang negara (SUN) besok, Selasa (21/7/2026). Lelang ini bertujuan untuk memenuhi sebagian dari target pembiayaan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026. Target indikatif lelang sembilan seri SUN tersebut senilai Rp 32 triliun, dengan target maksimal yang dimenangkan 150% dari target indikatif. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Lelang sembilan seri SUN ini terdiri dari tiga seri tenor pendek, yaitu Surat Perbendaharaan Negara (SPN) SPN01260822, SPN03261021, dan SPN12270722. Tingkat kupon ketiga SPN baru itu ialah diskonto. Sementara itu, enam seri lainnya berupa tenor panjang dalam bentuk obligasi negara (ON) FR0109 dengan kupon 5,87%, FR0108 kupon 6,5%, FR016 kupon 7,125%, FR0107 kupon 7,125%, FR0102 kupon 6,875%, dan FR0105 kupon 6,875%. Penjualan SUN tersebut akan dilaksanakan dengan menggunakan sistem pelelangan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia, dengan tanggal setelmen pada Kamis (23/7/2026). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Lelang ini merupakan salah satu cara pemerintah untuk memenuhi kebutuhan dana dalam APBN 2026. Dengan lelang SUN senilai Rp 32 triliun, pemerintah dapat membiayai proyek-proyek strategis yang telah ditetapkan dalam APBN. Selain itu, lelang ini juga dapat membantu meningkatkan likuiditas pasaran, sehingga investor dapat dengan mudah membeli dan menjual surat utang negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah mencatat peningkatan jumlah peminat lelang SUN. Hal ini menunjukkan bahwa investor semakin percaya diri dalam membeli surat utang negara. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti peningkatan bunga dan risiko likuiditas. Oleh karena itu, pemerintah harus terus meningkatkan transparansi dan akuntabilitas keuangan, serta meningkatkan kemampuan manajemen risiko. **Penutup** Lelang sembilan seri SUN besok merupakan momen penting bagi pemerintah untuk memenuhi target pembiayaan dalam APBN 2026. Dengan lelang senilai Rp 32 triliun, pemerintah dapat membiayai proyek-proyek strategis dan meningkatkan likuiditas pasaran. Namun, masih ada beberapa tantangan yang harus dihadapi, seperti peningkatan bunga dan risiko likuiditas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720081916-17-752054/cari-dana-rp32-t-purbaya-lelang-9-surat-utang-besok, without altering the facts of the original article.

IHSG Menguat 1% Pagi Ini, Pasar Tunggu Putusan BI Pekan Ini

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada pukul 09.13 WIB, IHSG berada di level 6.245,98, melonjak 70,45 poin atau 1,14% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya. Penguatan indeks diikuti membaiknya market breadth. Tercatat sebanyak 385 saham menguat, 149 saham melemah, sementara 431 saham bergerak stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp1,93 triliun dengan volume perdagangan 2,58 miliar saham dalam 283.400 kali transaksi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Penguatan IHSG terjadi di tengah pergerakan bursa Asia yang cenderung bervariasi. Investor masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi mendorong kenaikan harga energi, sekaligus menunggu rangkaian keputusan suku bunga dari sejumlah bank sentral dunia. Dari dalam negeri, fokus utama tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) yang akan diumumkan pada Rabu (22/7/2026). Konsensus pasar memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, seiring mulai stabilnya rupiah dan inflasi yang masih berada dalam rentang sasaran bank sentral.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu (22/7/2026) diharapkan akan memberikan klarifikasi tentang kebijakan suku bunga yang akan diterapkan oleh bank sentral. Jika BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, maka IHSG diprediksi akan terus melesat, seiring dengan kenaikan harga saham yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang membaik. Namun, jika BI merevisi kebijakan suku bunga, maka IHSG mungkin akan mengalami penurunan, terutama jika suku bunga yang diterapkan lebih tinggi dari yang diperkirakan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam jangka panjang, IHSG diprediksi akan terus melesat, seiring dengan kenaikan harga saham yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang membaik. Namun, perlu diingat bahwa IHSG juga dipengaruhi oleh faktor-faktor eksternal, seperti konflik di Timur Tengah dan kebijakan suku bunga bank sentral dunia. Oleh karena itu, investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan pasar dengan cermat untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Pengumuman hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) pada Rabu (22/7/2026) diharapkan akan memberikan klarifikasi tentang kebijakan suku bunga yang akan diterapkan oleh bank sentral. Jika BI mempertahankan suku bunga acuan di level 5,75%, maka IHSG diprediksi akan terus melesat, seiring dengan kenaikan harga saham yang dipicu oleh kondisi ekonomi yang membaik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720091313-17-752075/breaking-news-ihsg-naik-1-pagi-ini, without altering the facts of the original article.

Perubahan Harga BBM Terbaru di Semua SPBU RI: Daftar Lengkap, Berlaku 20 Juli 2026

**Perubahan Harga BBM Terbaru di Semua SPBU RI: Daftar Lengkap, Berlaku 20 Juli 2026** Harga BBM nonsubsidi di seluruh SPBU RI telah diperingkat ulang oleh Badan usaha penyalur Bahan Bakar Minyak (BBM) sejak 1 Juli 2026. Perubahan harga ini melibatkan beberapa perusahaan, termasuk Pertamina, Shell Indonesia, BP-AKR, Vivo Energy Indonesia, dan Mobil Indostation. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1 Juli 2026, Pertamina dan beberapa pemasok BBM swasta telah menyesuaikan harga BBM nonsubsidi. Pertamina menurunkan harga BBM jenis Pertamax Turbo sebesar Rp 1.450 per liter dari Rp 20.750 per liter menjadi Rp 19.300 per liter. Selain itu, Pertamax Dex turun Rp 3.650 per liter dari Rp 24.800 per liter menjadi Rp 21.150 per liter, dan Dexlite turun Rp 3.300 per liter dari Rp 23.000 per liter menjadi Rp 19.700 per liter. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertamina tidak menurunkan harga BBM jenis Pertamax (RON 92) dan Pertamax Green (RON 95), tetapi tetap dibanderol masing-masing Rp 16.250 dan Rp 17.000 per liter. Begitu juga dengan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite (RON 90) yang masih dibanderol Rp 10.000 per liter dan Solar subsidi Rp 6.800 per liter. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perubahan harga BBM ini dapat berdampak pada konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi. Mereka yang menggunakan kendaraan pribadi atau bisnis mungkin akan merasakan perubahan pada biaya operasional mereka. Namun, perubahan harga ini juga dapat berdampak pada industri transportasi dan logistik, karena harga BBM yang lebih rendah dapat membuat biaya transportasi menjadi lebih terjangkau. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perubahan harga BBM ini adalah salah satu langkah untuk menghadapi krisis energi yang semakin parah. Pemerintah dan industri BBM harus terus berupaya meningkatkan efisiensi dan efektivitas penggunaan energi. Selain itu, pengembangan infrastruktur transportasi yang lebih baik juga dapat membantu mengurangi biaya transportasi dan meningkatkan efisiensi logistik. **Daftar Harga BBM Terbaru di Semua SPBU RI** Berikut adalah daftar harga BBM terbaru di seluruh SPBU RI, berlaku mulai 20 Juli 2026: * Pertamina: + Pertamax Turbo: Rp 19.300 per liter + Pertamax Dex: Rp 21.150 per liter + Dexlite: Rp 19.700 per liter + Pertamax (RON 92): Rp 16.250 per liter + Pertamax Green (RON 95): Rp 17.000 per liter + Pertalite (RON 90): Rp 10.000 per liter + Solar subsidi: Rp 6.800 per liter * Shell Indonesia: + Shell V-Power Diesel: Rp 21.340 per liter * BP-AKR: + BP Ultimate Diesel: Rp 21.340 per liter + BP Ultimate: Rp 17.240 per liter * Vivo Energy Indonesia: + V-Power Diesel: Rp 21.340 per liter * Mobil Indostation: + Mobil V-Power Diesel: Rp 21.340 per liter Perubahan harga BBM ini dapat membantu mengurangi biaya operasional konsumen yang menggunakan BBM nonsubsidi. Namun, perubahan harga ini juga dapat berdampak pada industri transportasi dan logistik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260720071551-4-752023/resmi-daftar-harga-bbm-terbaru-di-semua-spbu-ri-berlaku-20-juli-2026, without altering the facts of the original article.

Daftar Harga LPG Terbaru di Agen Resmi: 5,5-12 Kg, Berlaku 20 Juli 2026

Daftar Harga LPG Terbaru di Agen Resmi: 5,5-12 Kg, Berlaku 20 Juli 2026 Pertamina Patra Niaga menyesuaikan harga produk Liquefied Petroleum Gas (LPG) Bright Gas yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. Penyesuaian harga ini merupakan bagian dari evaluasi berkala perusahaan dengan mempertimbangkan dinamika pasar serta mekanisme penetapan harga yang berlaku. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga Bright Gas untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat. “Penyesuaian harga Bright Gas dilakukan melalui evaluasi secara berkala dengan mempertimbangkan berbagai faktor yang mempengaruhi kondisi pasar, serta tetap mengacu pada mekanisme yang berlaku,” ujar Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga Kitty Andhora dalam siaran persnya, dikutip Kamis (16/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berdasarkan pantauan di salah satu pangkalan di wilayah Tangerang Selatan, harga jual LPG 3 kg masih berada di level Rp22.000 per tabung, sama seperti pada periode sebelumnya. Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk LPG 3 kg sebesar Rp 19.000 per tabung di wilayah Tangerang Selatan. Harga di atas merupakan Harga Jual Agen Bright Gas untuk wilayah Pulau Jawa yang berlaku efektif mulai 14 Juli 2026. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyesuaian harga Bright Gas ini dapat meningkatkan kompetisi di pasar LPG nonsubsidi, sehingga masyarakat dapat menikmati harga yang lebih kompetitif. Selain itu, penyesuaian harga ini juga dapat meningkatkan kualitas Bright Gas, sehingga masyarakat dapat menikmati LPG yang aman, praktis, dan berkualitas. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pertamina Patra Niaga akan terus memantau kondisi pasar dan melakukan penyesuaian harga Bright Gas secara berkala untuk menghadirkan produk LPG nonsubsidi yang kompetitif bagi masyarakat. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati harga yang lebih kompetitif dan kualitas yang lebih baik. Berikut adalah daftar harga LPG Bright Gas di beberapa wilayah RI per 16 Juli 2026: – DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat (termasuk Bekasi), Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Barat: Bright Gas 5,5 kg Rp 103.000 per tabung dan ukuran 12 kg Rp 220.000 per tabung – Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan, Lampung, serta Sulawesi Tengah dan Sulawesi Selatan: Bright Gas 5,5 kg adalah Rp 107.000 per tabung dan 12 kg Rp 222.000 per tabung – Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Sulawesi Tenggara: Bright Gas 5,5 kg Rp 110.000 per tabung dan 12 kg Rp 230.000 per tabung

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260720073624-4-752040/daftar-baru-harga-lpg-3-kg-55-12-kg-di-agen-resmi-per-20-juli-2026, without altering the facts of the original article.

Harga BBM Pertamina Terbaru: Cek Harga Pertamax di Jabar Hari Ini

Penyesuaian Harga BBM di Berbagai Wilayah

Penyesuaian harga BBM Pertamina ini tidak hanya berlaku di Jawa Barat, tetapi juga di berbagai wilayah lain di Indonesia. Berikut adalah daftar harga BBM Pertamina terbaru di beberapa wilayah: * Provinsi Aceh: – Pertamax: Rp16.650 – Pertamax Turbo: Rp19.750 – Pertamina Dex: Rp25.350 – Dexlite: Rp23.500 – Pertalite: Rp10.000 – Biosolar: Rp6.800 * Free Trade Zone (FTZ) Sabang: – Pertamax: Rp15.250 – Dexlite: Rp21.550 – Pertalite: Rp10.000 – Biosolar: Rp6.800 * Provinsi Sumatera Utara: – Pertamax: Rp16.650 – Pertamax Turbo: Rp19.750 – Pertamina Dex: Rp21.650 – Dexlite: Rp20.150 – Pertalite: Rp10.000 – Biosolar: Rp6.800 * Provinsi Sumatera Barat: – Pertamax: Rp17.000 – Pertamax Turbo: Rp20.150 – Pertamina Dex: Rp22.100 – Dexlite: Rp20.550 – Pertalite: Rp10.000 – Biosolar: Rp6.800

Momen Penentu di Menit Akhir

Penyesuaian harga BBM ini dapat dikatakan sebagai momen penentu di menit akhir bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang sangat bergantung pada BBM untuk kegiatan sehari-hari. Penurunan harga beberapa produk BBM dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama dalam hal biaya transportasi dan operasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penyesuaian harga BBM ini memiliki dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat dan perekonomian secara luas. Dengan adanya penurunan harga beberapa produk BBM, diharapkan dapat meningkatkan daya beli masyarakat dan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Selain itu, penyesuaian harga BBM ini juga dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam hal subsidi BBM dan pengelolaan energi nasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski penyesuaian harga BBM ini dapat membantu meringankan beban masyarakat, namun masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam pengelolaan energi nasional. Pemerintah dan Pertamina harus terus berupaya meningkatkan efisiensi dan produktivitas dalam pengelolaan energi, serta mencari solusi untuk meningkatkan ketersediaan energi yang murah dan berkelanjutan. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/nasional/1178497/daftar-harga-bbm-pertamina-hari-ini-rabu-15-juli-2026-cek-pertamax-di-jabar, without altering the facts of the original article.

Emas Antam dan UBS Anjlok, Cek Harga Terbaru di Galeri 24 Hari Ini

Harga emas Antam dan UBS kembali mengalami penurunan pada hari ini. Emas merupakan salah satu logam mulia yang kerap dijadikan instrumen safe-haven atau aset pelindung, karena bisa menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi. Harga emas Antam yang semula Rp2.635.000 mengalami penurunan Rp20.000 menjadi Rp2.615.000 per gram, sementara harga emas UBS yang semula Rp2.620.000 menjadi Rp2.599.000 per gram.

Fluktuasi Harga Emas Harian

Fluktuasi harga emas harian terpantau kembali mengalami penurunan. Untuk gramasi 1 gram, harga emas Antam yang semula Rp2.635.000 mengalami penurunan Rp20.000 menjadi Rp2.615.000. Sementara, harga emas Galeri 24 yang semula Rp2.608.000 mengalami penurunan sebesar Rp21.000 menjadi Rp2.587.000. Koreksi dengan besaran yang sama dengan Galeri 24 juga dialami oleh harga emas UBS yang sebelumnya Rp2.620.000, menjadi Rp2.599.000.

Mengapa Harga Emas Turun?

Pergerakan harga emas atau XAU/USD di pasar internasional terpantau selalu fluktuatif atau berubah-ubah karena berbagai faktor seperti kebijakan ekonomi, situasi geopolitik dunia, nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS), hingga permintaan pasar. Inflasi merupakan sebuah fenomena di mana harga berbagai barang dan jasa mengalami kenaikan secara konsisten dalam jangka waktu tertentu. Hal ini dapat mempengaruhi harga emas sebagai aset pelindung.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Kepala Bagian Pemasaran dan Penjualan Pegadaian Kanwil X Bandung, antusiasme masyarakat terhadap emas masih sangat tinggi meski harga saat ini bergerak turun dari level tertingginya. Harga emas sempat mencapai titik tertinggi sepanjang sejarah, yakni sekitar Rp3,16 juta per gram pada awal 2026. Ketika harga emas sempat menembus sekitar Rp3 juta per gram, masyarakat justru berbondong-bondong membeli hingga terjadi antrean panjang di sejumlah outlet Pegadaian.

Dengan demikian, penurunan harga emas saat ini tidak menyurutkan minat masyarakat untuk membeli emas. Emas masih dianggap sebagai aset yang aman dan dapat menjaga nilai kekayaan dari dampak inflasi. Oleh karena itu, masyarakat masih memiliki kesempatan untuk membeli emas dengan harga yang lebih rendah dan mengharapkan keuntungan di masa depan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas telah mengalami fluktuasi yang signifikan. Meskipun demikian, emas masih menjadi pilihan bagi masyarakat sebagai aset pelindung. Dengan penurunan harga saat ini, masyarakat dapat mempertimbangkan untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang. Namun, perlu diingat bahwa harga emas dapat berubah-ubah tergantung pada faktor-faktor yang mempengaruhi pasar internasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/finance/1178505/harga-emas-hari-ini-rabu-15-juli-2026-turun-galeri-24-sentuh-rp25-juta-cek-antam-dan-ubs, without altering the facts of the original article.

9 Importir Belum Bayar Utang, Mereka Malah Dapat Uang Negara Rp 1,3 Triliun

**9 Importir Belum Bayar Utang, Mereka Malah Dapat Uang Negara Rp 1,3 Triliun** **Momen Penentu di Menit Akhir: Kronologi Kejadian** Berdasarkan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) Tahun 2025 yang dikeluarkan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), terdapat 9 importir yang belum membayar utang, tetapi malah menerima pengembalian penerimaan negara Rp 1,3 triliun. Mereka adalah CV CKI, CV Ci, PT Ag, PT BBS, PT CH, PT GBU, PT IBI, PT MRA, dan PT OMU. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Piutang macet sebanyak 3.147 dokumen piutang sebesar Rp 7,17 miliar masih belum dilakukan penagihan aktif oleh satuan kerja (satker). Dokumen piutang macet tersebut berasal dari penundaan pembayaran sehingga satker tidak melakukan penagihan. Rincian piutang macet itu berasal dari dokumen surat permohonan rush handling dengan nilai Rp 3,34 miliar, Surat Penetapan Pembayaran Bea Masuk, Cukai dan/atau Pajak (SPPBMCP) barang kiriman Rp 1,10 miliar, serta Pemberitahuan Impor Barang Khusus (PIBK) Perusahaan Jasa Titipan Rp 2,72 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengembalian penerimaan negara kepada 9 importir tersebut tanpa adanya pengurangan atas utang yang masih tercatat menunjukkan bahwa satker tidak melakukan penagihan aktif kepada wajib pajak yang bersangkutan. Hal ini dapat menyebabkan kerugian bagi negara dan meningkatkan risiko kekurangan dana untuk kebutuhan lain. Oleh karena itu, perlu adanya peningkatan perhatian dan penagihan aktif terhadap utang yang masih tercatat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BPK menemukan bahwa ada 9 debitur yang menerima pengembalian penerimaan negara dengan total Rp 1,31 miliar, padahal mereka masih memiliki piutang yang belum ditagih Rp 327,2 juta. Rincian piutang macet itu adalah: 1. CV CKI memperoleh nilai pengembalian Rp 8,75 juta dan Rp 11,85 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 36,22 juta. 2. CV Ci memperoleh nilai pengembalian Rp 151,1 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 3,12 juta. 3. PT Ag memperoleh nilai pengembalian Rp 52,83 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 282 ribu. 4. PT BBS memperoleh nilai pengembalian Rp 505,38 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 239 ribu. 5. PT CH memperoleh nilai pengembalian Rp 90,46 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 322 ribu. 6. PT GBU memperoleh nilai pengembalian Rp 12,53 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 127,48 juta. 7. PT IBI memperoleh nilai pengembalian Rp 235,11 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 55,42 juta. 8. PT MRA memperoleh nilai pengembalian Rp 76,11 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 6,08 juta. 9. PT OMU memperoleh nilai pengembalian Rp 162,92 juta dengan nilai piutang tanpa adanya penagihan sebesar Rp 98,02 juta. Dengan demikian, perlu adanya peningkatan perhatian dan penagihan aktif terhadap utang yang masih tercatat untuk menghindari kerugian bagi negara dan meningkatkan efisiensi pengelolaan keuangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8579078/9-importir-belum-bayar-utang-malah-dapat-uang-negara, without altering the facts of the original article.