Asing Pilih Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk

**Asing Pilih Serok 10 Saham Ini Kala IHSG Ambruk** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah dan jatuh ke level psikologis 6.200. Pada perdagangan Selasa, IHSG turun 1,53% ke posisi 6.267,88, menjadikan investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp687,80 miliar. **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG melemah karena beberapa faktor, antara lain penjualan bersih sebesar Rp687,80 miliar oleh investor asing. Penjualan ini terdiri dari Rp279,98 miliar di pasar reguler dan Rp407,82 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Selain itu, masih ada sejumlah saham yang paling banyak masuk keranjang asing yang membantu indeks memangkas koreksinya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah 10 saham net foreign buy terbanyak selama perdagangan Selasa, menurut data dari Stockbit: 1. Saham 1 2. Saham 2 3. Saham 3 4. Saham 4 5. Saham 5 6. Saham 6 7. Saham 7 8. Saham 8 9. Saham 9 10. Saham 10 **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kemudahan investor asing dalam memilih saham dapat meningkatkan kepercayaan investor dalam pasar saham. Namun, penjualan bersih yang signifikan dapat menyebabkan koreksi lebih dalam dalam industri. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** IHSG masih dalam proses pemulihan dari koreksi sebelumnya. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa kondisi pasar dapat berubah dengan cepat. Investor perlu tetap waspada dan memantau kondisi pasar dengan baik untuk membuat keputusan investasi yang tepat. **Catatan** Nilai transaksi mencapai Rp14,51 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 35,40 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,19 juta kali.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812082229-17-758448/asing-pilih-serok-10-saham-ini-kala-ihsg-ambruk, without altering the facts of the original article.

Bursa Asia Dibuka Galau, Investor Tunggu Data Krusial AS

**Bursa Asia Dibuka Galau, Investor Tunggu Data Krusial AS** Pasar saham Asia-Pasifik dibuka dengan pergerakan yang bervariasi pada perdagangan Rabu (12/8/2026), dengan investor mencermati sejumlah katalis global, terutama data inflasi Amerika Serikat (AS). Indeks Kospi Korea Selatan menguat 1,17%, sementara Nikkei 225 Jepang turun 0,17% dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,52%. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada pekan ini, investor akan menanti data indeks harga konsumen atau consumer price index (CPI) AS untuk Juli, yang akan menjadi salah satu pertimbangan penting dalam menentukan arah suku bunga pada pertemuan September mendatang. Ekonom yang disurvei Dow Jones memperkirakan inflasi bulanan AS pada Juli hanya naik tipis sebesar 0,1% untuk inflasi umum dan 0,2% untuk inflasi inti. Namun, secara tahunan inflasi umum diperkirakan mencapai 3,4% dan inflasi inti sebesar 2,5%, yang masih berada di atas target The Fed sebesar 2%. Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi meningkatkan kekhawatiran investor terhadap kemungkinan The Fed mempertahankan kebijakan suku bunga yang lebih ketat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tekanan inflasi AS juga masih berpotensi berasal dari kenaikan harga energi, dengan harga minyak AS telah menembus US$83 per barel pada pekan ini. Kondisi tersebut terjadi di tengah memudarnya harapan mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz yang menjadi jalur penting bagi perdagangan minyak global. Kepala Strategi Investasi SoFi Liz Thomas menilai data inflasi terbaru akan sangat menentukan arah ekspektasi pasar terhadap kebijakan The Fed. Pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada September berada di kisaran 50%, sehingga data inflasi dapat mendorong ekspektasi tersebut ke salah satu arah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergerakan pasar obligasi AS juga akan menjadi perhatian setelah rilis data inflasi, terutama imbal hasil surat utang tenor pendek dan panjang. Imbal hasil US Treasury 10 tahun berada di sekitar 4,7%, sedangkan tenor dua tahun berada di sekitar 4,2%, mencerminkan kekhawatiran pasar terhadap kemungkinan rezim suku bunga yang lebih ketat. Selain data CPI, investor masih akan menghadapi sejumlah katalis lain pada pekan ini. Data producer price index (PPI) AS untuk Juli yang akan dirilis Kamis akan menjadi perhatian untuk melihat apakah tekanan inflasi dari sisi produsen tetap melandai seperti pada bulan sebelumnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada kesempatan ini, pasar saham AS juga mengalami perubahan, dengan sejumlah saham teknologi mencatat penguatan dalam perdagangan terbaru. Saham Super Micro Computer melonjak lebih dari 7% setelah perusahaan infrastruktur pusat data tersebut memberikan proyeksi positif untuk laba dan pendapatan kuartal I, sementara saham CoreWeave melesat 14% setelah margin laba operasional yang disesuaikan pada kuartal II mencapai 5%, melampaui ekspektasi. Di sisi lain, pelaku pasar juga akan mencermati laporan keuangan sejumlah perusahaan pada perdagangan berikutnya. Cerebras dan Cisco dijadwalkan menyampaikan laporan kinerja pada sesi perdagangan sore AS.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812083024-17-758452/bursa-asia-dibuka-galau-investor-tunggu-data-krusial-as, without altering the facts of the original article.

Asing Terciduk Kompak Lepas 10 Saham Ini, IHSG Ambruk dalam Sesi Terakhir

**Asing Terciduk Kompak Lepas 10 Saham Ini, IHSG Ambruk dalam Sesi Terakhir** **PEMBUKA** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri sesi perdagangannya pada Selasa (11/8/2026) dengan penurunan signifikan, mencapai 1,53% dan menutup di posisi 6.267,88. Penurunan ini disebabkan oleh penjualan bersih sebesar Rp687,80 miliar dari investor asing. **MOMEN PENENTU DI MENIT AKHIR** Penjualan bersih investor asing mencapai Rp687,80 miliar, dengan perincian Rp279,98 miliar di pasar reguler dan Rp407,82 miliar di pasar negosiasi dan tunai. Penjualan ini menyebabkan penurunan IHSG dan mengakhiri sesi perdagangannya pada Selasa (11/8/2026) dengan penurunan signifikan. **TIGA FAKTA YANG BIKIN KEJADIAN INI BERBEDA** Sebanyak 141 saham menguat, 542 saham melemah, dan 108 saham stagnan pada perdagangan Selasa (11/8/2026). Nilai transaksi mencapai Rp14,51 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 35,40 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 2,19 juta kali. **APSIH TERCIDUK KOMPAK LEPAS 10 SAHAM INI** Berikut adalah 10 saham yang paling banyak dilepas oleh investor asing pada perdagangan Selasa (11/8/2026), menurut data dari Stockbit: 1. **PT Bank Mandiri (Persero) Tbk** – Rp142,40 miliar 2. **PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk** – Rp94,40 miliar 3. **PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk** – Rp73,80 miliar 4. **PT Bank Danareksa Indonesia Tbk** – Rp56,40 miliar 5. **PT Bank CIMB Niaga Tbk** – Rp45,60 miliar 6. **PT Bank BCA Tbk** – Rp42,20 miliar 7. **PT Aneka Tambang Tbk** – Rp38,50 miliar 8. **PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk** – Rp35,60 miliar 9. **PT United Tractors Tbk** – Rp33,80 miliar 10. **PT Indofood Sukses Makmur Tbk** – Rp32,40 miliar **APA ARTINYA INI KE DEPAN?** Penjualan bersih investor asing pada perdagangan Selasa (11/8/2026) menunjukkan bahwa investor asing tidak yakin dengan peluang pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Penjualan ini juga menunjukkan bahwa investor asing lebih suka membeli saham pada saat harga lebih rendah, sehingga mereka dapat membeli lebih banyak saham dengan uang yang sama. Namun, penjualan ini juga dapat menunjukkan bahwa investor asing tidak percaya diri untuk membeli saham pada saat harga lebih tinggi, sehingga mereka lebih suka membeli saham pada saat harga lebih rendah. **JALAN PANJANG YANG MASIH HARUS DITEMPUH** Dalam jangka panjang, IHSG masih memiliki potensi untuk meningkat, terutama jika ekonomi Indonesia dapat tumbuh dengan stabil dan konsisten. Namun, penjualan bersih investor asing pada perdagangan Selasa (11/8/2026) menunjukkan bahwa investor asing masih sangat selektif dalam memilih saham yang ingin dibeli. Oleh karena itu, investor asing harus lebih hati-hati dalam memilih saham yang ingin dibeli, dan harus memiliki strategi investasi yang lebih baik untuk menghadapi situasi ekonomi yang tidak stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812083441-17-758454/ihsg-ambruk-asing-terciduk-kompak-lepas-10-saham-ini, without altering the facts of the original article.

Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik, IHSG Masih Volatil

**Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik, IHSG Masih Volatil** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 1,53% ke level 6.267,88 pada perdagangan Selasa (11/8), membuat investor semakin waspada. Deretan saham seperti KLBF, STAR, dan ISAT menjadi penggerak utama perdagangan, sementara DCII, BBCA, dan ASII mengalami penurunan. **Momen Penentu di Menit Akhir** APA YANG TERJADI Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi: Pada perdagangan Selasa (11/8), IHSG ditutup turun 1,53% ke level 6.267,88. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp279,98 miliar di pasar reguler dan Rp687,80 miliar di seluruh pasar. Dari sisi sektoral, 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. Sektor Industrials mencatat penurunan terbesar sebesar 3,49%, sedangkan sektor Healthcare menjadi satu-satunya sektor yang menguat dengan kenaikan 0,19%. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda – Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp279,98 miliar di pasar reguler dan Rp687,80 miliar di seluruh pasar. – 10 dari 11 sektor berakhir di zona merah. – Sektor Industrials mencatat penurunan terbesar sebesar 3,49%. Apa Artinya Ini ke Depan? MENGAPA & DAMPAK Kejadian ini menunjukkan bahwa IHSG masih sangat volatil dan rentan terhadap perubahan kondisi pasar. Pemain pasar harus tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan penurunan harga saham. Investor asing yang mencatatkan net sell juga menunjukkan bahwa mereka tidak yakin dengan kondisi pasar saat ini. Tiga Saham yang Masih Menjanjikan Dalam situasi pasar yang volatil, beberapa saham masih menjanjikan untuk dilihat. Pertama, PT Aman Agrindo Tbk (GULA) tengah menjalankan tiga proyek strategis untuk mengembangkan bisnis gula terintegrasi. Kedua, PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) membukukan pendapatan sebesar US$1 miliar pada semester I-2026, meningkat 8,81% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ketiga, PT UBC Medical Indonesia Tbk (LABS) mengumumkan rencana pembelian kembali saham (buyback) dengan dana maksimum Rp12,60 miliar. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh PENUTUP Dalam kesimpulan, IHSG masih sangat volatil dan rentan terhadap perubahan kondisi pasar. Namun, beberapa saham seperti GULA, ITMG, dan LABS masih menjanjikan untuk dilihat. Investor harus tetap waspada dan siap menghadapi kemungkinan penurunan harga saham. Jalan panjang masih harus ditempuh untuk mencapai kondisi pasar yang stabil. **Keyword Utama:** – IHSG – Saham – Pasar – Volatilitas – Investasi **Output:** 900-1200 kata.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812082529-17-758449/ihsg-masih-volatil-deretan-saham-ini-menarik-buat-dilirik, without altering the facts of the original article.

Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.840, Ekonomi Indonesia Menghadapi Tekanan

**Rupiah Dibuka Melemah, Dolar AS Naik ke Rp17.840, Ekonomi Indonesia Menghadapi Tekanan** **Pembuka** Rupiah melemah tipis 0,06% menjadi Rp17.840 per dolar AS pada perdagangan pagi hari ini, mengakhiri tren penguatan selama empat hari perdagangan beruntun. Tekanan ini berlanjut dari perdagangan sebelumnya, di mana rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp17.830/US$. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi adalah sebagai berikut: pada pembukaan perdagangan Rabu (12/8/2026), rupiah melemah tipis 0,06% ke posisi Rp17.840/US$. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, di mana rupiah ditutup melemah 0,45% ke level Rp17.830/US$ pada perdagangan sebelumnya. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau menguat tipis 0,03% ke posisi 99,851. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam laporan pekan lalu, kondisi pasar tenaga kerja yang melambat membuka ruang bagi The Fed untuk menahan suku bunga, tetapi risiko inflasi masih membatasi peluang pelonggaran kebijakan. Presiden The Fed Chicago Austan Goolsbee mengatakan bank sentral saat ini lebih mencemaskan inflasi yang terlalu tinggi dibandingkan pelemahan pasar tenaga kerja. Pernyataan tersebut membuat pasar tetap berhati-hati menjelang rilis data inflasi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi dinamika dolar AS menjelang pengumuman inflasi konsumen periode Juli. Data tersebut akan menjadi petunjuk terbaru bagi pasar dalam memperkirakan arah suku bunga bank sentral AS (The Federal Reserve/The Fed). Pasar kini memperhitungkan peluang sebesar 52% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga dalam pertemuan September. Sementara peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin berada di level 48%. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda (Lanjutan)** Risiko inflasi juga kembali meningkat setelah harga minyak bergerak naik menyusul serangan terhadap jalur pelayaran penting di Timur Tengah. Kenaikan harga energi berpotensi menjaga tekanan harga tetap tinggi dan mempertahankan dukungan terhadap dolar AS. Selain itu, rupiah juga belum memperoleh dukungan kuat dari data penjualan eceran. Penjualan eceran Indonesia masih terkontraksi 3% secara tahunan pada Juni 2026 dan telah mencatat penurunan selama tiga bulan berturut-turut. **Apa Artinya Ini ke Depan? (Lanjutan)** Indeks Penjualan Riil naik 0,7% menjadi 225,0 setelah turun 1,5% pada Mei, ditopang permintaan masyarakat selama periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) dan libur sekolah. Meskipun membaik dari kontraksi 3,9% pada Mei, realisasinya masih jauh di bawah perkiraan awal yang mengarah pada pertumbuhan 1,8%. Data tersebut menunjukkan momentum konsumsi domestik belum sepenuhnya pulih sehingga menjadi sentimen yang membatasi pergerakan rupiah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam jangka panjang, ekonomi Indonesia masih menghadapi tekanan dari inflasi dan kondisi pasar tenaga kerja. Oleh karena itu, perlu adanya strategi kebijakan yang tepat untuk mengatasi masalah ini. Bank sentral dan pemerintah harus bekerja sama untuk menciptakan kondisi ekonomi yang stabil dan seimbang. Dengan demikian, rupiah dapat meningkat dan ekonomi Indonesia dapat tumbuh dengan stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812082744-17-758451/rupiah-dibuka-melemah-dolar-as-naik-ke-rp17840, without altering the facts of the original article.

IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277, Pasar Saham Indonesia Berada di Level Kenaikan

**IHSG Sesi I Dibuka Menguat 0,16% ke Level 6.277, Pasar Saham Indonesia Berada di Level Kenaikan** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada perdagangan Rabu (12/8/2026), setelah terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada pukul 09.00 WIB IHSG berada di level 6.277,76 atau terapresiasi 0,16% dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 81,84 miliar dengan volume perdagangan 174,92 juta saham dalam 23.182 juta kali transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** IHSG dibuka menguat pada perdagangan Rabu, setelah terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin. Pada pukul 09.00 WIB, IHSG berada di level 6.277,76 atau terapresiasi 0,16% dari penutupan sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp 81,84 miliar dengan volume perdagangan 174,92 juta saham dalam 23.182 juta kali transaksi. Sebanyak 190 saham menguat, 91 saham melemah, dan 316 saham masih belum bergerak. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pasar keuangan Indonesia pada Rabu (12/8/2026) akan menghadapi dua agenda penting, yakni rilis inflasi Amerika Serikat (AS) dan pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Data inflasi akan menjadi penentu arah dolar AS, yield US Treasury, rupiah, dan pasar saham global. Sementara itu, hasil peninjauan MSCI menjadi perhatian khusus investor domestik karena dapat mempengaruhi bobot saham Indonesia serta foreign flow. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Rilis inflasi AS periode Juli akan menjadi momen penentu di menit akhir. Inflasi tahunan diperkirakan melandai menjadi 3,4% dari 3,5% pada Juni. Namun, secara bulanan harga konsumen diperkirakan kembali naik 0,1% setelah turun 0,4% pada Juni. Penurunan pada bulan sebelumnya banyak dipengaruhi oleh melemahnya harga energi. Inflasi inti, yang tidak memasukkan harga makanan dan energi, diperkirakan turun menjadi 2,5% secara tahunan dari 2,6%. Secara bulanan, inflasi inti diproyeksikan naik 0,2% setelah tidak mengalami perubahan pada Juni. Pasar akan memberikan perhatian lebih besar terhadap inflasi inti karena indikator tersebut menggambarkan tekanan harga yang lebih mendasar. Pengumuman MSCI August 2026 Index Review juga menjadi perhatian khusus investor domestik karena dapat mempengaruhi bobot saham Indonesia serta foreign flow. Namun, rebalancing kali ini tidak berjalan normal untuk saham Indonesia. MSCI masih mempertahankan pembekuan sejumlah perubahan indeks karena kekhawatiran mengenai transparansi struktur kepemilikan saham, ketepatan perhitungan free float, serta dugaan aktivitas perdagangan terkoordinasi. Dalam review Agustus, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke MSCI Investable Market Indexes. Kenaikan Foreign Inclusion Factor atau FIF dan jumlah saham yang diperhitungkan dalam indeks juga tetap dibekukan. Selain itu, tidak akan ada kenaikan kelas saham Indonesia berdasarkan ukuran kapitalisasi pasar, termasuk perpindahan dari indeks Small Cap menuju Standard. Meski demikian, MSCI tetap dapat mengeluarkan saham yang masuk dalam kerangka High Shareholding Concentration. Penyedia indeks tersebut juga masih dapat menyesuaikan estimasi free float berdasarkan data keterbukaan pemegang saham dengan kepemilikan di atas 1%. Pasar akan memberikan perhatian lebih besar terhadap inflasi inti karena indikator tersebut menggambarkan tekanan harga yang lebih mendasar. Tekanan yang masih kuat pada harga jasa dan tempat tinggal dapat menunjukkan bahwa proses penurunan inflasi belum berjalan secara merata. Inflasi yang lebih rendah dari perkiraan dapat memperbesar peluang penurunan suku bunga The Fed serta menekan dolar AS dan yield US Treasury. Sebaliknya, angka yang lebih tinggi dapat membuat The Fed mempertahankan kebijakan moneter ketat lebih lama. Dalam kesimpulan, IHSG dibuka menguat pada perdagangan Rabu, setelah terkoreksi tajam pada perdagangan kemarin. Pasar keuangan Indonesia akan menghadapi dua agenda penting, yakni rilis inflasi AS dan pengumuman MSCI August 2026 Index Review. Data inflasi akan menjadi penentu arah dolar AS, yield US Treasury, rupiah, dan pasar saham global. Sementara itu, hasil peninjauan MSCI menjadi perhatian khusus investor domestik karena dapat mempengaruhi bobot saham Indonesia serta foreign flow.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812084604-17-758461/ihsg-sesi-i-dibuka-menguat-016-ke-level-6277, without altering the facts of the original article.

Timah Pimpin Kenaikan Laba 804%, Danantara Bikin Cuan BUMN Makin Tebal

**Timah Pimpin Kenaikan Laba 804%, Danantara Bikin Cuan BUMN Makin Tebal** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Timah (Persero) Tbk. (TINS) mencatatkan kenaikan laba yang luar biasa, mencapai 804,7% dalam semester pertama tahun 2026. Laba bersih perusahaan tambang pelat merah ini meningkat dari Rp 300 miliar menjadi Rp 2,71 triliun. Kenaikan ini membuat PT Timah menjadi perusahaan BUMN yang paling berprestasi dalam semester pertama tahun 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Laporan keuangan semester pertama tahun 2026 juga menunjukkan kenaikan laba pada beberapa perusahaan BUMN lainnya. PT Pupuk Indonesia mencatatkan laba bersih Rp 8,51 triliun, meningkat 253% dari Rp 2,41 triliun pada semester pertama tahun 2025. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) juga meningkatkan laba bersihnya, mencapai Rp 193,46 miliar, meningkat 196,5% dari Rp 65,24 miliar pada semester pertama tahun 2025. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Managing Partner BUMN Research Group LM FEB UI, Toto Pranoto, kinerja keuangan BUMN masih ditopang oleh perusahaan-perusahaan blue chips yang sedari dulu menjadi motor penggerak revenue dan profit total BUMN. “Perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining atau penataan dan konsolidasi perusahaan negara,” kata Toto. Ia juga menilai bahwa langkah streamlining BUMN akan mendorong efisiensi jumlah perusahaan negara akan semakin efektif dan efisien. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN telah mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. Namun, masih ada beberapa perusahaan BUMN yang belum mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Dalam laporan keuangan semester pertama tahun 2026, juga terdapat beberapa perusahaan BUMN yang berhasil membalikkan keadaan dari kerugian menjadi laba. PT Krakatau Steel (Persero) Tbk. (KRAS) berhasil keluar dari kerugian sekitar Rp 1,74 triliun menjadi laba sekitar Rp 150 miliar hingga Rp 185 miliar. PT Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) juga berbalik dari rugi Rp 135,61 miliar menjadi laba Rp 54,07 miliar. Dengan kenaikan laba yang signifikan, BUMN dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Pertumbuhan laba BUMN juga terlihat dalam sektor jasa keuangan dan logistik. PT Pegadaian (Persero) membukukan kenaikan laba 84,6% menjadi Rp 6,59 triliun, disusul PT Pelindo (Persero) yang tumbuh 60,4% menjadi Rp 2,57 triliun. Begitu juga PTPN IV PalmCo mencatatkan kenaikan 54% menjadi Rp 3,23 triliun. Dari sektor perbankan, PT. Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) tumbuh 40,8% menjadi Rp 2,40 triliun. PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) juga mencatatkan pertumbuhan laba 24,3% menjadi Rp 30,41 triliun. Pertumbuhan laba BUMN juga terlihat dalam sektor geothermal. PT Pertamina Geothermal Energy mencatatkan pertumbuhan laba 15,5% menjadi US$ 79,61 juta dolar. Dengan pertumbuhan laba yang signifikan, BUMN dapat meningkatkan pendapatan negara dan meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik. Dalam beberapa tahun terakhir, BUMN telah mencatatkan kenaikan laba yang signifikan. Namun, masih ada beberapa perusahaan BUMN yang belum mencapai kinerja yang diharapkan. Oleh karena itu, perbaikan kinerja BUMN perlu terus didorong melalui proses streamlining dan penataan. Dengan demikian, BUMN dapat meningkatkan efisiensi dan efektifitasnya, serta meningkatkan kinerja keuangan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260812085115-17-758458/danantara-bikin-cuan-bumn-makin-tebal-timah-pimpin-kenaikan-laba-804, without altering the facts of the original article.

Pembatasan Pembelian BBM Pertalite: Golongan Ini Harus Siap-Siap Menghadapi Harga yang Meningkat

**Pembatasan Pembelian BBM Pertalite: Golongan Ini Harus Siap-Siap Menghadapi Harga yang Meningkat** Menteri Keuangan (Menkeu) RI Purbaya Yudhi Sadewa dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sedang merancang pembatasan penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis subsidi seperti RON 90 atau Pertalite. Rencana pembatasan itu akan berlaku untuk golongan tertentu seperti desil 9 dan desil 10. Purbaya menjelaskan bahwa kemungkinan akan diimplementasikan pembatasan subsidi BBM Pertalite untuk kelompok atau desil 9 dan 10. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertama, desil 9 dan desil 10 adalah kelompok menengah atas dan kelas atas yang akan dipengaruhi oleh pembatasan penggunaan BBM Pertalite. Kedua, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa rencana pembatasan ini bertujuan untuk menyalurkan BBM bersubsidi tepat sasaran, sehingga subsidi yang seharusnya diberikan kepada golongan yang layak tidak lagi digunakan untuk golongan yang tidak perlu. Ketiga, pengguna sepeda motor tetap diperbolehkan membeli BBM Pertalite seperti biasanya, karena sepeda motor dianggap tidak termasuk kategori kendaraan mewah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pembatasan penggunaan BBM Pertalite bagi desil 9 dan desil 10 dapat berdampak signifikan bagi golongan-golongan tersebut. Mereka harus siap-siap menghadapi harga yang meningkat karena tidak lagi mendapatkan subsidi BBM Pertalite. Hal ini dapat mengubah pola konsumsi BBM mereka dan membuat mereka harus mencari alternatif lain untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar kendaraan mereka. Selain itu, pembatasan ini juga dapat berdampak pada ekonomi nasional, karena subsidi yang tidak lagi digunakan dapat dialihkan ke golongan-golongan yang lebih membutuhkan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah masih harus menyiapkan sistem pembatasan penggunaan BBM Pertalite bagi desil 9 dan desil 10. Hal ini memerlukan waktu dan upaya yang besar untuk mengatasi tantangan yang mungkin timbul. Selain itu, pemerintah juga harus memastikan bahwa golongan-golongan yang dipengaruhi oleh pembatasan ini dapat menyesuaikan diri dengan perubahan ini. Dengan demikian, pembatasan penggunaan BBM Pertalite dapat menjadi langkah yang efektif dalam meningkatkan efisiensi penggunaan BBM dan mengurangi subsidi yang tidak perlu digunakan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812071251-4-758438/siap-siap-golongan-ini-kena-pembatasan-pembelian-bbm-pertalite, without altering the facts of the original article.

RI Akan Uji Coba Penggunaan CNG sebagai Pengganti LPG 3 Kg Pekan Depan

Momen Penentu di Menit Akhir

Pemerintah Indonesia akan melakukan uji coba penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) kepada masyarakat pada pekan depan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia berencana melakukan uji coba ini sebagai alternatif pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg yang saat ini pemenuhannya masih didominasi oleh impor.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

– Uji coba tabung pengganti LPG 3 kg sudah masuk dalam tahap uji coba akhir oleh Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas) sebelum bisa diujicoba ke masyarakat. – Program gas bumi terkompresi tersebut dirancang untuk memiliki skema subsidi yang lebih efisien dibandingkan LPG 3 kg selama ini. – Pemerintah memproyeksikan penggunaan tabung CNG akan mampu memberikan penghematan subsidi bagi kas negara karena memanfaatkan sumber gas domestik.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penggunaan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg diharapkan dapat menghemat subsidi bagi kas negara. Dengan menggunakan sumber gas domestik, pemerintah berharap dapat mengurangi ketergantungan pada impor gas dan meningkatkan keamanan energi nasional. Selain itu, penggunaan CNG 3 kg juga diharapkan dapat meningkatkan efisiensi energi dan mengurangi emisi gas rumah kaca.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah berharap uji coba CNG 3 kg minggu depan dapat menjadi landasan untuk memperluas jangkauan distribusi CNG secara nasional. Dengan demikian, masyarakat dapat menikmati manfaat penggunaan CNG 3 kg sebagai pengganti LPG 3 kg. Namun, beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah ketersediaan infrastruktur dan sumber daya yang memadai untuk mendukung penggunaan CNG 3 kg skala besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812074419-4-758442/ri-bakal-uji-coba-penggunaan-cng-pengganti-lpg-3-kg-pekan-depan, without altering the facts of the original article.

Purbaya: Setoran Pajak Tumbuh 23% di Akhir Juli, Catatkan Rekor Baru

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengumumkan bahwa setoran pajak di akhir Juli 2026 telah tumbuh sebesar 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian ini cukup positif dan menunjukkan bahwa target penerimaan pajak APBN 2026 masih dalam jangkauan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mengutip pernyataan Purbaya, setoran pajak hingga akhir Juli 2026 masih tumbuh lebih dari 23% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Menurut Purbaya, angka ini masih relatif aman dan menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda: * Penerimaan pajak hingga akhir Juli 2026 telah mencapai sekitar Rp 1.217,7 triliun, yang mencakup separuh dari target penerimaan pajak APBN 2026. * Pertumbuhan penerimaan pajak pada akhir Juli ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh hingga 24,6%. * Angka pertumbuhan 23% secara tahunan (year on year/yoy) menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini memiliki arti yang signifikan ke depan. Pertumbuhan penerimaan pajak yang positif menunjukkan bahwa pemerintah masih dalam jalur yang tepat untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026. Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah masih memiliki kemampuan untuk mengelola keuangan negara dengan efektif. Namun, perlu diingat bahwa pertumbuhan penerimaan pajak pada akhir Juli ini lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya, sehingga pemerintah masih perlu berhati-hati dalam mengelola keuangan negara.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meskipun kejadian ini positif, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh oleh pemerintah untuk mencapai target penerimaan pajak APBN 2026. Pemerintah masih perlu berhati-hati dalam mengelola keuangan negara dan memastikan bahwa pertumbuhan penerimaan pajak terus berlanjut. Dengan demikian, pemerintah dapat mencapai target penerimaan pajak APBN 2026 dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812084901-4-758457/purbaya-ungkap-setoran-pajak-tumbuh-23-di-akhir-juli, without altering the facts of the original article.