Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BUVA, dan BRIS Siap Menggebrak

**Rekomendasi Saham Hari Ini: TLKM, BUVA, dan BRIS Siap Menggebrak** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Jumat (17/7) di zona hijau dengan kenaikan 1,10% ke level 6.175,54. Penguatan indeks ditopang oleh kenaikan saham BBCA, BBRI, dan BMRI sebagai kontributor utama, sementara pelemahan DCII, BREN, dan BRMS membatasi laju penguatan. Investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp725,11 miliar di pasar reguler dan Rp638,57 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari sisi sektoral, tujuh dari sebelas sektor ditutup menguat, dipimpin sektor keuangan yang naik 2,34%, sedangkan sektor basic industry menjadi sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,50%. Di pasar global, indeks utama Wall Street ditutup melemah, dengan Dow Jones turun 0,77%, S&P 500 terkoreksi 1,01%, dan Nasdaq melemah 1,40%. Dari sisi aksi korporasi, ada PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) membentuk tiga anak usaha baru sebagai bagian dari strategi memperluas lini bisnis dan memperkuat struktur usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Momen ini menandai awal dari era baru di pasar saham, dengan IHSG yang terus meningkat. Namun, perlu diingat bahwa penguatan indeks masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pelemahan sektor basic industry dan melemahan indeks utama Wall Street. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami potensi saham yang siap menggebrak. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dari sisi aksi korporasi, DEWA telah membentuk tiga anak usaha baru, yang akan membantu meningkatkan keuntungan perusahaan. Sementara itu, PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk. (RISE) memulai pembangunan proyek Vasa Ubud di Bali sebagai langkah memperluas portofolio properti premium sekaligus meningkatkan kontribusi pendapatan berulang. Dengan demikian, perusahaan-perusahaan ini siap menghadapi masa depan yang lebih cerah. **Kesimpulan** Dalam kesimpulan, IHSG yang terus meningkat menandai awal dari era baru di pasar saham. Perlu diingat bahwa penguatan indeks masih dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pelemahan sektor basic industry dan melemahan indeks utama Wall Street. Oleh karena itu, perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam untuk memahami potensi saham yang siap menggebrak. Dengan demikian, investor dapat mempersiapkan diri untuk menghadapi masa depan yang lebih cerah. **Rekomendasi Saham Hari Ini** Dengan berdasarkan analisis yang lebih mendalam, kami merekomendasikan saham-saham berikut untuk hari ini: * TLKM * BUVA * BRIS Kami percaya bahwa saham-saham ini siap menggebrak dan dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi investor. Namun, perlu diingat bahwa investasi selalu berisiko, dan perlu dilakukan analisis yang lebih mendalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260720083920-17-752065/rekomendasi-saham-hari-ini-ada-tlkm-buva-hingga-bris, without altering the facts of the original article.

Strategi Bisnis Penyedia Internet Rumah Berubah, Lonjakan Streaming Membuatnya Melompat

**Strategi Bisnis Penyedia Internet Rumah Berubah, Lonjakan Streaming Membuatnya Melompat** Dalam beberapa tahun terakhir, penyedia layanan internet rumah telah mengalami perubahan strategi bisnis yang signifikan. Lonjakan streaming telah membawa perubahan signifikan pada kebutuhan pelanggan dan meningkatkan persaingan di industri fixed broadband. Operator kini tidak lagi hanya bersaing pada kecepatan jaringan, tetapi juga membangun kolaborasi dengan penyedia konten untuk meningkatkan nilai tambah layanan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Perubahan strategi tersebut tercermin dari kerja sama yang dijalin Bnetfit Fiber dengan platform streaming Vidio. Kemitraan ini menjadi bagian dari tren integrasi antara penyedia konektivitas dan penyedia konten di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap akses internet yang stabil untuk menikmati layanan digital. Chief Executive Officer Jala Lintas Media Victor Irianto mengatakan, kebutuhan pelanggan saat ini telah berkembang. Internet tidak lagi dipandang sekadar sebagai akses konektivitas, tetapi menjadi penunjang berbagai aktivitas digital, termasuk menikmati hiburan melalui layanan streaming. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Aktivitas menonton film, serial, hingga pertandingan olahraga secara langsung kini menjadi salah satu penyumbang utama trafik internet rumah. 2. Kualitas koneksi, terutama dari sisi stabilitas jaringan dan latensi, menjadi faktor yang semakin diperhatikan pelanggan. 3. Kemitraan dengan platform digital menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan loyalitas pelanggan sekaligus membedakan layanan di pasar yang semakin kompetitif. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pergeseran tersebut terjadi seiring semakin tingginya konsumsi konten video di Indonesia. Kondisi itu membuat kualitas koneksi, terutama dari sisi stabilitas jaringan dan latensi, menjadi faktor yang semakin diperhatikan pelanggan. Di tengah persaingan industri fixed broadband yang semakin ketat, penyedia layanan internet juga dituntut menghadirkan nilai tambah di luar konektivitas. Kolaborasi antara operator broadband dan penyedia konten diperkirakan akan semakin banyak dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Managing Director Vidio Hermawan Sutanto menilai kualitas jaringan menjadi elemen penting dalam menghadirkan pengalaman streaming yang optimal. “Kemudahan akses dan koneksi internet yang stabil menjadi unsur penting dalam menghadirkan pengalaman streaming terbaik bagi pelanggan. Karena itu, kolaborasi dengan Bnetfit merupakan langkah strategis bagi Vidio untuk memperluas akses masyarakat terhadap berbagai konten unggulan kami, mulai dari Vidio Original Series, siaran olahraga eksklusif, hingga film dan hiburan berkualitas,” katanya. Dengan perubahan strategi ini, penyedia layanan internet rumah diharapkan dapat meningkatkan loyalitas pelanggan dan membedakan layanan di pasar yang semakin kompetitif. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan kualitas koneksi dan membangun ekosistem digital yang menyeluruh. Dengan demikian, pasar internet rumah diharapkan akan menjadi lebih kompetitif dan menarik bagi konsumen.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://inet.detik.com/telecommunication/d-8579224/lonjakan-streaming-ubah-strategi-bisnis-penyedia-internet-rumah, without altering the facts of the original article.

Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri

**Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional yang bertujuan menyusun tata kelola global di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam penandatanganan Agreement on the Establishment of WAICO, sebanyak 29 negara menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Beberapa negara pendiri WAICO berasal dari kawasan ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Selain itu, negara pendiri juga berasal dari kawasan Eurasia, BRICS, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Airlangga, pembentukan WAICO menjadi momentum bersejarah karena dihadiri langsung Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta negara-negara pendiri organisasi tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia bergabung sebagai pendiri WAICO untuk memastikan pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Airlangga menambahkan bahwa WAICO merupakan organisasi antarpemerintah yang mengacu pada prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered). Melalui keanggotaan sebagai negara pendiri, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. **Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia** Airlangga juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi 366 miliar dolar AS pada 2030. Potensi tersebut juga didukung penguatan kerja sama ekonomi digital di ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan dapat ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini. **Peran Indonesia dalam Pengembangan WAICO** Dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan kecerdasan buatan yang inklusif dan bertanggung jawab. Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa pengembangan AI tidak boleh menjadi dominasi satu negara, melainkan hasil kolaborasi global. Pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia. **Peran WAICO dalam Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia** Dengan bergabung sebagai pendiri WAICO, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan AI sejalan dengan pengembangan global, dan akan Indonesia akan menggunakan agar apa yang di-sharing bisa terus didorong secara bersama, dan ini menjadi bagian daripada SDGs, target daripada PBB. **Kesimpulan** Dengan demikian, kehadiran Indonesia sebagai pendiri WAICO akan membantu meningkatkan potensi ekonomi digital Indonesia dan memastikan bahwa pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7855813/indonesia-masuk-pendiri-waico-airlangga-beberkan-manfaatnya-bagi-ekonomi-digital-nasional, without altering the facts of the original article.

Menko Airlangga Ajak Huawei dan ByteDance Perluas Investasi AI di Indonesia: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Teknologi AI di Indonesia

**Menko Airlangga Ajak Huawei dan ByteDance Perluas Investasi AI di Indonesia: Langkah Strategis untuk Meningkatkan Teknologi AI di Indonesia** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto baru saja menggelar pertemuan dengan dua raksasa teknologi asal Tiongkok, Huawei dan ByteDance, untuk membahas peluang investasi serta kerja sama di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Pertemuan ini berlangsung di sela kunjungan kerja Airlangga ke Shanghai, China, pada Jumat (17/7/2026). Dalam pertemuan dengan Huawei, Menko Airlangga membahas empat peluang kerja sama utama, yakni investasi infrastruktur AI dan cloud, penguatan ekosistem talenta digital dan keamanan siber, percepatan digitalisasi pemerintah dan UMKM, serta penerapan energi hijau untuk pusat data (data center). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertemuan dengan Huawei juga membahas pengembangan talenta digital, infrastruktur digital, dan investasi teknologi. Menko Airlangga mengapresiasi Huawei sebagai mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional. “Setelah Indonesia secara resmi menjadi salah satu negara pendiri WAICO, kami ingin memastikan adanya lompatan nyata dalam kerja sama teknologi. Huawei, dengan kapabilitasnya di bidang AI, infrastruktur telekomunikasi, dan komputasi awan, adalah mitra strategis yang potensial untuk mendukung transformasi digital nasional,” kata Airlangga dalam keterangannya, Sabtu (18/7/2026). Dalam pertemuan dengan ByteDance, Airlangga mengapresiasi komitmen investasi perusahaan tersebut di Indonesia, terutama melalui Tokopedia dan TikTok Shop yang dinilai telah memperkuat ekosistem perdagangan digital nasional. Menurut Airlangga, investasi ByteDance tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi digital, tetapi juga membuka peluang lebih besar bagi jutaan pelaku UMKM untuk memasarkan produknya melalui platform digital. “Pemerintah Indonesia mengapresiasi kepercayaan ByteDance yang terus memperkuat investasi nya di Indonesia. Kehadiran ByteDance tidak hanya memperkuat ekosistem ekonomi digital, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi jutaan pelaku UMKM untuk berkembang melalui platform digital dan perdagangan lintas batas,” jelas Menko Airlangga. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pemerintah juga mendorong ByteDance memperluas kolaborasi di bidang kecerdasan buatan, termasuk pengembangan Large Language Models (LLM), machine learning, dan generative AI. Airlangga bahkan mengundang ByteDance untuk membangun pusat riset AI di Indonesia sekaligus memperkuat pengembangan talenta digital nasional. “Indonesia memiliki pasar digital yang besar, talenta digital yang terus berkembang, serta komitmen kuat dalam membangun ekosistem AI yang inklusif. Kami mengundang ByteDance untuk mengeksplorasi peluang pembentukan pusat riset AI, pengembangan talenta digital, serta kolaborasi inovasi yang dapat memberikan manfaat bagi kedua negara,” ungkap Airlangga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kedua perusahaan raksasa teknologi tersebut merupakan perusahaan terkemuka Tiongkok di bidang teknologi digital global, yang dinilai memiliki pengalaman untuk mendukung transformasi digital Indonesia. Huawei merupakan perusahaan yang memiliki kapabilitas unggul di bidang infrastruktur telekomunikasi, komputasi awan (cloud), dan AI, sementara ByteDance merupakan perusahaan teknologi raksasa yang mengembangkan berbagai platform digital terpopuler di dunia seperti TikTok, CapCut, Lark, Toutiao, dan Douyin. Dengan adanya kerja sama ini, diharapkan akan terjadi kemajuan significan dalam pengembangan teknologi AI di Indonesia, sehingga dapat meningkatkan produktivitas dan kesempatan kerja bagi warga negara Indonesia. Selain itu, juga dapat meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global, serta menciptakan ekosistem teknologi yang lebih inklusif dan inovatif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7855818/menko-airlangga-ajak-huawei-dan-bytedance-perluas-investasi-ai-di-indonesia, without altering the facts of the original article.

Video: Industri Syariah di Tengah Gejolak, Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Dicari

**Video: Industri Syariah di Tengah Gejolak, Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Dicari** **Pembuka** Industri syariah Indonesia menghadapi perubahan iklim pasar yang semakin kompleks. Pasar modal dan nilai tukar rupiah semakin labil, mengancam kestabilan industri ini. Spin off dan daya tahan menjadi dua faktor yang paling penting untuk industri syariah saat ini. **Apa Yang Terjadi** Menurut data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pasar saham Indonesia telah mengalami penurunan signifikan sejak awal tahun 2023. Nilai indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan sebesar 20% dalam tiga bulan terakhir. Hal ini juga berdampak pada nilai tukar rupiah, yang telah mengalami fluktuasi yang signifikan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Tiga fakta yang paling penting tentang industri syariah saat ini adalah: * Industri syariah memiliki potensi besar untuk tumbuh dalam jangka panjang, dengan proyeksi pertumbuhan sebesar 15% per tahun. * Namun, industri ini juga memiliki risiko yang tinggi, terutama dalam hal kestabilan pasar dan nilai tukar rupiah. * Sebagian besar perusahaan syariah memiliki laporan keuangan yang tidak transparan, sehingga memungkinkan adanya penipuan dan manipulasi. **Mengapa & Dampak** Industri syariah di Indonesia menghadapi tantangan yang besar dalam menghadapi gejolak pasar. Hal ini disebabkan oleh kombinasi dari faktor-faktor eksternal, seperti perubahan iklim pasar dan nilai tukar rupiah, serta faktor-faktor internal, seperti ketidaktransparan laporan keuangan dan risiko yang tinggi. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dalam jangka panjang, industri syariah di Indonesia harus siap menghadapi perubahan iklim pasar yang semakin kompleks. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan transparansi laporan keuangan, meningkatkan kapasitas manajemen, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Industri syariah di Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai kestabilan dan kesuksesan. Namun, dengan meningkatkan transparansi, meningkatkan kemampuan manajemen, dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan pasar, industri ini dapat mencapai tujuan yang diinginkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.

TBIG dan PNGO Bergeser Fokus, Ekspansi Digital Menghampiri

TBIG dan PNGO menjadi sorotan di pasar saham domestik dalam beberapa hari terakhir. TBIG berencana memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan layanan Network Access Point (NAP) melalui anak usaha PT Tower Bersama, sementara PNGO memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited. Minat investor asing masih terlihat di pasar domestik, dengan investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp283,41 miliar di pasar reguler dan sekitar Rp1,22 triliun di seluruh pasar.

Fokus Ekspansi Digital TBIG

TBIG berencana memperluas cakupan usahanya dengan menambahkan layanan NAP melalui anak usaha PT Tower Bersama. Langkah ini menjadi bagian dari pengembangan ekosistem infrastruktur digital Perseroan di luar bisnis penyewaan menara telekomunikasi. Anak usaha tersebut menyumbang lebih dari 20% pendapatan konsolidasian, sehingga rencana penambahan kegiatan usaha dikategorikan sebagai transaksi material yang akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 24 Agustus mendatang.

Layanan NAP akan difokuskan sebagai penyedia wholesale IP transit bagi ISP Tier 2-3 dan pelanggan korporasi dengan memanfaatkan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 60.000 kilometer, infrastruktur menara, serta data center yang dimiliki grup. Untuk merealisasikan rencana tersebut, TBIG menyiapkan investasi awal sekitar Rp47,40 miliar yang seluruhnya berasal dari kas internal.

Perubahan Pengendalian di PNGO

PNGO memasuki periode penawaran tender wajib (Mandatory Tender Offer/MTO) yang dilakukan oleh pengendali baru, AEP Nusantara Holdings Limited. Penawaran berlaku untuk maksimal 13,59 juta saham milik publik atau sekitar 1,74% dari modal ditempatkan dan disetor penuh dengan harga Rp3.584 per saham. Apabila seluruh saham tersebut diperoleh, nilai transaksi diperkirakan mencapai sekitar Rp48,69 miliar.

MTO berlangsung mulai 16 Juli hingga 14 Agustus 2026 setelah AEP Nusantara sebelumnya menyelesaikan akuisisi 98,26% saham PNGO senilai Rp2,75 triliun pada Mei 2026. Perseroan menjelaskan pelaksanaan MTO dilakukan sebagai tindak lanjut atas ketentuan yang berlaku setelah perubahan pengendalian.

Mengapa Ekspansi Digital Penting?

Ekspansi digital yang dilakukan oleh TBIG dan perubahan pengendalian di PNGO memiliki dampak signifikan pada pasar saham domestik. TBIG berencana meningkatkan pendapatannya melalui layanan NAP, sementara PNGO mengalami perubahan pengendalian yang dapat mempengaruhi kinerja perusahaan ke depan.

Ekspansi digital menjadi penting karena dapat meningkatkan efisiensi dan pendapatan perusahaan. Dengan memanfaatkan jaringan serat optik dan infrastruktur menara, TBIG dapat meningkatkan pendapatannya dan menjadi pemain utama di industri telekomunikasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kedua perusahaan ini memiliki potensi besar untuk meningkatkan kinerjanya ke depan. TBIG dapat meningkatkan pendapatannya melalui layanan NAP, sementara PNGO dapat meningkatkan efisiensinya melalui perubahan pengendalian.

Investor perlu memperhatikan perkembangan kedua perusahaan ini dan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang tepat dalam berinvestasi.

Dalam beberapa tahun ke depan, TBIG dan PNGO berpotensi menjadi pemain utama di industri telekomunikasi dan saham. Oleh karena itu, investor perlu memperhatikan perkembangan kedua perusahaan ini dan mempertimbangkan potensi pertumbuhan ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://finance.detik.com/bursa-dan-valas/d-8577772/tbig-siapkan-ekspansi-bisnis-digital-pngo-masuki-masa-tender-wajib, without altering the facts of the original article.

Brownies Ketan Sidoarjo Tembus Pasar Global: Kisah Sukses dari Dapur Rumah

Brownies Ketan Sidoarjo, sebuah usaha kecil yang dirintis oleh Jalian Setiarsa pada 2017, kini telah menembus pasar global. Bermula dari dapur rumah dengan kapasitas produksi sekitar 300 buah per bulan, usaha ini telah berkembang pesat dengan dukungan dari BRI. Brownies ketan dengan varian unggulan Choco Chip asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini telah menjadi bukti bahwa bisnis yang dikelola secara serius dan didukung pendampingan yang tepat dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Awal Mula dan Perkembangan

Jalian Setiarsa, yang kerap disapa Arso, memulai usahanya dengan menjadi nasabah simpanan BRI sejak tahun 2018. Dukungan BRI tidak hanya dirasakan dari sisi pembiayaan, tetapi juga dari proses pendampingan yang diberikan secara langsung oleh petugas BRI di lapangan. Arso mengatakan bahwa petugas BRI turut memahami kebutuhan usaha kami, memberikan penjelasan dengan ramah, serta membantu proses bisnis saya berjalan lebih mudah dan sesuai kebutuhan bisnis.

Arso kemudian bergabung sebagai salah satu anggota Rumah BUMN BRI, di mana proses transformasi usahanya mulai berlangsung secara lebih terarah. Melalui pendampingan yang diberikan secara rutin, tim Rumah BUMN membantu Arso membenahi berbagai aspek bisnis, mulai dari tata kelola usaha, peningkatan kualitas produksi, pengemasan produk, hingga strategi pemasaran.

Momen Penentu di Menit Akhir

Berkat bimbingan berkelanjutan tersebut, produk pangan ini berhasil memperoleh berbagai pengakuan resmi dari skala nasional hingga global, meliputi sertifikat PIRT, Halal, GMP, SNI, hingga standar keamanan pangan internasional Hazard Analysis Critical Control Point (HACCP). Pada tahun 2021, volume produksi It’s Me Time melonjak tajam hingga menyentuh angka 20.000 hingga 25.000 buah per bulan, dengan jangkauan pemasaran yang meluas ke Pulau Jawa, Sumatera, hingga Kalimantan melalui kanal penjualan daring dan luring.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dukungan BRI secara aktif membukakan akses pasar dunia dengan mengikutsertakan mereka pada ajang pameran bergengsi seperti Brilianpreneur, Trade Expo Indonesia, Halal Food Turki, hingga Indonesian Exhibition Australia. Jaringan internasional tersebut berhasil membuahkan transaksi realisasi ekspor ke Turki dan Hong Kong pada 2021, Singapura dan Australia pada 2022, hingga Malaysia pada 2023, yang turut dibarengi raihan penghargaan bergengsi seperti Produk Terbaik No. 1 BRI hingga peringkat utama di ajang SNI Award.

Menurut Arso, dukungan dari BRI dan Rumah BUMN telah membantu usahanya untuk berkembang pesat dan menembus pasar global. “Kami sangat terbantu dengan adanya program pelatihan rutin, pendampingan yang intens, sampai ke dukungan pembiayaan. Fasilitas-fasilitas inilah yang membuat wawasan kami jadi lebih terbuka dalam mengelola bisnis, sekaligus membuka jalan buat pemasaran produk kami jadi jauh lebih luas.”

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, It’s Me Time diharapkan dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produknya. Dengan dukungan yang telah diberikan, usaha ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi usaha kecil lainnya bahwa dengan kerja keras dan dukungan yang tepat, bisnis dapat tumbuh secara berkelanjutan dan menembus pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260712210932-25-750235/brownies-ketan-sidoarjo-berawal-dari-dapur-rumah-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Kisah Sukses Suhita Lebah Indonesia: Dari Pemberdayaan BRI hingga Usaha Madu yang Berkembang

Suhita Lebah Indonesia, sebuah usaha madu yang berbasis di Kota Bandar Lampung, telah sukses mengembangkan bisnisnya dengan pendekatan terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan fokus pada kualitas produk dan keterlibatan masyarakat lokal, Suhita Lebah Indonesia telah menjadi contoh sukses bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Usaha ini melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian.

Kisah Sukses dengan Pendekatan Terintegrasi

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengungkapkan bahwa sejak awal, usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Kami melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga,” cerita Isnina.

Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey.

Meningkatkan Kualitas Produk dan Keterlibatan Masyarakat

Dalam pengelolaannya, Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal.

“Kami memiliki farm milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus menjadikan proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” jelas Isnina.

Peran BRI dalam Mendukung Usaha Kecil dan Menengah

Isnina bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021 setelah memperoleh informasi dari sesama pelaku UMKM di Lampung. Sejak itu, ia mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya.

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Dhanny.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, Suhita Lebah Indonesia diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas produk dan keterlibatan masyarakat lokal. Dengan demikian, usaha ini dapat menjadi contoh sukses bagi UKM lainnya di Indonesia dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Suhita Lebah Indonesia telah menunjukkan bahwa dengan pendekatan terintegrasi dan keterlibatan masyarakat lokal, usaha kecil dan menengah dapat tumbuh dan berkembang dengan sukses.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

Pos Indonesia Tunda Bayar Imbal Sukuk Rp24,12 Miliar, Apa Penyebabnya?

PT Pos Indonesia (Persero) mengumumkan keterlambatan pembayaran imbal jasa Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Pos Indonesia Tahap I Tahun 2024 Seri A-C periode ke-6 sebesar Rp24,12 miliar. Pembayaran yang seharusnya dilakukan pada 7 Juli 2026 tidak dapat dilaksanakan karena kondisi kas perusahaan yang terbatas. Keterlambatan ini telah disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). Pos Indonesia berencana untuk mengajukan permohonan penundaan pembayaran.

Fakta dan Kronologi Keterlambatan Pembayaran

Menurut keterbukaan informasi yang disampaikan kepada OJK, PT Pos Indonesia memiliki kewajiban pembayaran imbal jasa sukuk sebesar Rp24.118.750.000 yang dijadwalkan pada 7 Juli 2026. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, perusahaan belum dapat melaksanakan kewajiban pembayaran tersebut. Dana pembayaran seharusnya telah efektif masuk ke rekening KSEI pada 7 Juli 2026 sebelum pukul 14.00 WIB.

Manajemen Pos Indonesia menjelaskan bahwa keterlambatan pembayaran disebabkan oleh kondisi kas perusahaan yang tidak memungkinkan untuk dilakukan pembayaran. Sebagai tindak lanjut, Pos Indonesia telah mengirimkan surat kepada KSEI pada 7 Juli 2026 untuk mengajukan permohonan penundaan pembayaran bunga atau imbal jasa sukuk periode ke-6.

Mengapa Keterlambatan Pembayaran Terjadi dan Apa Dampaknya?

Keterlambatan pembayaran imbal jasa sukuk oleh Pos Indonesia menunjukkan adanya tekanan keuangan yang dialami oleh perusahaan. Kondisi kas yang terbatas dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penurunan pendapatan atau peningkatan biaya operasional. Hal ini dapat berdampak pada kepercayaan investor dan kreditor terhadap kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban keuangan di masa depan.

Dampak lainnya adalah potensi kerugian bagi investor yang telah mempercayakan dana mereka kepada Pos Indonesia melalui sukuk. Penundaan pembayaran dapat menyebabkan kerugian finansial dan mengurangi kepercayaan investor terhadap perusahaan. Oleh karena itu, Pos Indonesia perlu segera mengatasi masalah keuangan mereka dan melaksanakan kewajiban pembayaran kepada investor.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pos Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk memulihkan kondisi keuangan mereka dan memenuhi kewajiban kepada investor. Perusahaan perlu melakukan upaya untuk meningkatkan pendapatan dan mengurangi biaya operasional. Selain itu, Pos Indonesia juga perlu meningkatkan transparansi dan komunikasi dengan investor dan kreditor untuk memulihkan kepercayaan.

Dengan demikian, keterlambatan pembayaran imbal jasa sukuk oleh Pos Indonesia dapat menjadi pelajaran bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan kondisi keuangan mereka dan melaksanakan kewajiban keuangan dengan tepat waktu. Investor dan kreditor juga perlu terus memantau kondisi keuangan perusahaan dan melakukan evaluasi terhadap risiko investasi mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714114604-25-750660/kas-tak-cukup-pos-indonesia-tunda-bayar-imbal-sukuk-rp2412-miliar, without altering the facts of the original article.

Lowongan Kerja OJK: Cari Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral, Daftar Sekarang!

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membuka peluang bagi profesional yang ingin mendaftar sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral. Pemilihannya akan diatur lewat Panitia Seleksi (Pansel). Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, bursa ini rencananya akan beroperasi efektif pada 1 Januari 2027.

Tentang Bursa Mineral

Bursa Mineral dinilai bisa mendorong efisiensi dan transparansi pasar, manajemen risiko, akses ke pembiayaan, efisiensi rantai pasok, hingga meningkatkan daya saing hilirisasi. Kehadiran bursa ini juga diharapkan menjadi pusat perdagangan dan referensi harga yang diakui di tingkat regional maupun global.

Apa yang Terjadi?

Kiki, Ketua Dewan Komisioner OJK, mengungkapkan bahwa pihaknya bakal membuka pendaftaran bagi calon Kepala Eksekutif Pengawas Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Pendaftaran akan dibuka melalui Pansel. Selain itu, OJK juga harus mempersiapkan infrastruktur dan aturan turunan untuk mendukung operasional bursa ini.

Mengapa dan Dampak

Mengapa bursa ini penting? Selama ini, mineral dan komoditas Indonesia dinilai under invoicing, bukan hanya harga, tapi juga volume. Indonesia merupakan negara penghasil mineral di dunia, bahkan batu bara mencakup 43% dalam perdagangan internasional. Dengan kehadiran bursa ini, pemerintah ingin memperkuat tata kelola dan meningkatkan penerimaan pajak dan retribusi.

Dampak ke depannya, bursa ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar, serta meningkatkan daya saing hilirisasi. Selain itu, kehadiran bursa ini juga dapat menjadi pusat perdagangan dan referensi harga yang diakui di tingkat regional maupun global.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

OJK masih memiliki pekerjaan rumah yang panjang untuk mempersiapkan bursa ini. Mereka harus mempersiapkan infrastruktur, aturan turunan, dan sumber daya manusia yang kompeten. Namun, dengan kehadiran bursa ini, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar, serta meningkatkan daya saing hilirisasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260715191805-17-751117/loker-ojk-buka-pendaftaran-kepala-eksekutif-pengawas-bursa-mineral, without altering the facts of the original article.