BRI Peduli Luncurkan Pelatihan Sertifikasi Halal untuk Mendukung UMKM Meningkatkan Omzet

BRI Peduli Luncurkan Pelatihan Sertifikasi Halal untuk Mendukung UMKM Meningkatkan Omzet

Banyak usaha yang lahir dari masa-masa sulit, termasuk BUNCY, usaha rumahan milik Lucy Emilda yang mulai dirintis pada tahun 2020 ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari dapur sederhana di Cimahi, Jawa Barat, Lucy mulai mengolah cheese stick dengan harapan sederhana, menghadirkan camilan yang disukai banyak orang sekaligus menjadi penopang ekonomi keluarga.

BUNCY terus berkembang dengan mengedepankan cita rasa dan kualitas pada setiap produk yang dihasilkan. Di balik setiap kemasan cheese stick, tersimpan semangat untuk menghadirkan camilan yang dapat dinikmati oleh semua kalangan sekaligus membawa manfaat bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya. Namun, membangun sebuah usaha bukanlah perjalanan yang mudah.

Cara BUNCY Menghadapi Persaingan Industri Makanan Ringan

BUNCY menghadapi persaingan industri makanan ringan yang semakin ketat dengan cara yang kreatif. Mereka fokus pada pengembangan produk yang unik dan berkualitas tinggi, serta melakukan promosi yang efektif melalui media sosial dan pemasaran online. Selain itu, mereka juga menjalin kerja sama dengan pelanggan untuk meningkatkan kepuasan konsumen dan meningkatkan reputasi bisnis.

Pelatihan Sertifikasi Halal untuk Mendukung UMKM

BRI Peduli luncurkan program pelatihan sertifikasi halal untuk mendukung UMKM seperti BUNCY dalam meningkatkan omzet. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan UMKM dalam memenuhi standar kehalalan produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Dengan pelatihan ini, UMKM dapat meningkatkan keunggulan kompetitif dan meningkatkan omzet.

Mengapa UMKM Perlu Sertifikasi Halal

UMKM perlu sertifikasi halal karena meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM. Sertifikasi halal juga dapat meningkatkan kemampuan UMKM dalam memenuhi standar kehalalan produk dan meningkatkan keunggulan kompetitif. Selain itu, sertifikasi halal juga dapat meningkatkan omzet UMKM dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Dampak Sertifikasi Halal bagi UMKM

Sertifikasi halal dapat memiliki dampak positif bagi UMKM, yaitu meningkatkan kepercayaan konsumen, meningkatkan kemampuan UMKM dalam memenuhi standar kehalalan produk, meningkatkan keunggulan kompetitif, meningkatkan omzet, dan meningkatkan pendapatan keluarga. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam meningkatkan omzet dan meningkatkan pendapatan keluarga.

Dengan demikian, BRI Peduli berkomitmen untuk mendukung UMKM seperti BUNCY dalam meningkatkan omzet melalui pelatihan sertifikasi halal. Dengan pelatihan ini, UMKM dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam memenuhi standar kehalalan produk dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk UMKM.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.

Industri Syariah di Tengah Gejolak, Video Arah Spin Off dan Daya Tahan yang Menghadapi Tantangan

Industri Syariah di Tengah Gejolak

Pasar modal dan rupiah yang melemah telah menyebabkan gejolak dalam industri syariah. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang ini merasakan dampak langsung dari situasi ekonomi yang sulit. Salah satu contoh adalah video arah spin off, yang merupakan salah satu produk andalan dari industri syariah. Tidak hanya itu, daya tahan industri syariah juga terasa terancam oleh tantangan yang dihadapi.

Kronologi Fakta

Pasar modal Indonesia telah mengalami penurunan signifikan sejak beberapa bulan terakhir. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) telah mengalami penurunan yang signifikan, yang berdampak pada nilai aset perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang syariah. Banyak perusahaan yang memiliki portofolio saham yang besar, sehingga nilai aset mereka pun turun. Hal ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor tentang kemampuan perusahaan untuk menghadapi krisis ekonomi.

Selain itu, nilai rupiah yang melemah juga telah menyebabkan penurunan nilai aset perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang syariah. Banyak perusahaan yang memiliki penghasilan dalam rupiah, sehingga nilai aset mereka pun turun. Hal ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor tentang kemampuan perusahaan untuk menghadapi krisis ekonomi.

Mengapa & Dampak

Pasar modal dan rupiah yang melemah telah menyebabkan gejolak dalam industri syariah karena banyak perusahaan yang bergerak di bidang ini memiliki portofolio saham yang besar. Banyak perusahaan yang memiliki penghasilan dalam rupiah, sehingga nilai aset mereka pun turun. Hal ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor tentang kemampuan perusahaan untuk menghadapi krisis ekonomi.

Dampak dari situasi ini adalah banyak perusahaan yang bergerak di bidang syariah telah mengalami penurunan nilai aset. Banyak perusahaan yang telah mengalami kerugian besar akibat penurunan nilai aset. Hal ini menyebabkan kekhawatiran di kalangan investor tentang kemampuan perusahaan untuk menghadapi krisis ekonomi.

Penutup

Industri syariah di tengah gejolak. Pasar modal dan rupiah yang melemah telah menyebabkan gejolak dalam industri syariah. Banyak perusahaan yang bergerak di bidang ini merasakan dampak langsung dari situasi ekonomi yang sulit. Untuk menghadapi tantangan ini, perusahaan-perusahaan yang bergerak di bidang syariah perlu melakukan adaptasi yang tepat. Mereka perlu meningkatkan kemampuan untuk menghadapi krisis ekonomi dan meningkatkan kepercayaan investor. Demikian informasi ini bisa memberikan gambaran tentang situasi industri syariah saat ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260526211755-31-738266/video-arah-spin-off-daya-tahan-industri-syariah-di-tengah-gejolak, without altering the facts of the original article.

Farizon Perkuat Posisi di Pasar Internasional dengan Resmikan Pusat Distribusi Suku Cadang Global

Perkuatan Posisi Farizon di Pasar Internasional dengan Resmikan Pusat Distribusi Suku Cadang Global

Pembukaan Strategis untuk Meningkatkan Ketersediaan Suku Cadang

Farizon New Energy Commercial Vehicle Group meresmikan Pusat Distribusi Suku Cadang Global sebagai bagian dari langkah strategis untuk memperkuat infrastruktur layanan purnajual di pasar internasional. Fasilitas baru ini akan meningkatkan ketersediaan suku cadang, efisiensi rantai pasok, dan kecepatan layanan di seluruh pasar internasional Farizon.

Kronologi Peresmian Pusat Distribusi Suku Cadang Global

Acara peresmian pusat distribusi tersebut dihadiri oleh perwakilan dari tim bisnis internasional, rantai pasok, dan operasional Farizon, bersama jajaran eksekutif Geely Auto Group yang membidangi logistik, distribusi kendaraan, dan operasional suku cadang. Peristiwa penting ini memberikan kesempatan bagi para peserta untuk memahami visi dan strategi Farizon dalam meningkatkan layanan purnajual di pasar internasional.

Fasilitas baru ini merupakan hasil dari kerja sama yang harmonis antara tim bisnis internasional dan lokal Farizon. Dengan demikian, Farizon dapat meningkatkan ketersediaan suku cadang, efisiensi rantai pasok, dan kecepatan layanan di seluruh pasar internasional.

Mengapa Perkuatan Posisi di Pasar Internasional Diperlukan

Perkuatan posisi Farizon di pasar internasional diperlukan untuk meningkatkan kompetitifitas dan keunggulan dalam industri kendaraan listrik. Dengan meningkatkan layanan purnajual, Farizon dapat meningkatkan kepuasan pelanggan dan meningkatkan pengakuan merek di pasar internasional.

Juga, dengan meningkatkan ketersediaan suku cadang, efisiensi rantai pasok, dan kecepatan layanan, Farizon dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya. Hal ini akan membantu Farizon untuk meningkatkan keuntungan dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.

Dampak Positif dari Perkuatan Posisi di Pasar Internasional

Dengan perkuatan posisi di pasar internasional, Farizon dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan pengakuan merek, dan meningkatkan keuntungan. Selain itu, Farizon juga dapat meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya.

Keputusan strategis ini juga akan membantu Farizon untuk meningkatkan kompetitifitas dan keunggulan di pasar internasional. Dengan demikian, Farizon dapat meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan keuntungan secara keseluruhan.

Penutup

Perkuatan posisi Farizon di pasar internasional dengan resmikan pusat distribusi suku cadang global merupakan langkah strategis yang tepat untuk meningkatkan kompetitifitas dan keunggulan di industri kendaraan listrik. Dengan meningkatkan layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, efisiensi rantai pasok, dan kecepatan layanan, Farizon dapat meningkatkan kepuasan pelanggan, meningkatkan pengakuan merek, dan meningkatkan keuntungan.

Demikian informasi tentang perkuatan posisi Farizon di pasar internasional dengan resmikan pusat distribusi suku cadang global. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5656621/farizon-resmikan-pusat-distribusi-suku-cadang-global-perkuat-layanan-purnajual-di-pasar-internasional, without altering the facts of the original article.

Suzuki Siap Meluncurkan Mobil Listrik Kecil yang Dibuat untuk Memenuhi Kebutuhan Masyarakat

Kompetisi Mobil Listrik Meningkat, Suzuki Siap Meluncurkan Versi Produksi

Selain produsen mobil asal Jepang, Toyota juga telah meluncurkan mobil listrik, seperti bocoran Toyota bZ4X. Produsen kendaraan bermotor asal Jepang ini diwartakan akan meluncurkan mobil listrik berukuran kecil untuk menyaingi produk-produk mobil listrik murah buatan China.

Kronologi Fakta

Publikasi otomotif Drive pada Jumat (17/7) mengutip siaran Autocar yang menyebutkan bahwa Suzuki berencana menjual versi produksi dari mobil konsep Vision e-Sky di Eropa pada 2027. Mobil itu ukurannya lebih kecil jika dibandingkan dengan dua pesaingnya, BYD Atto 1 dan Honda Super-One.

Mobil kompak kecil berbentuk kotak dengan lima pintu ini diklaim menawarkan jarak tempuh lebih dari 270 km. Kalau pengujian kemampuan jelajahnya mengacu pada Worldwide Harmonised Light Vehicle Test Procedure (WLTP) Eropa, maka mobil listrik kecil Suzuki melampaui Super-One yang berjarak tempuh 206 km dan bersaing dengan Atto 1 yang berjarak tempuh 220 km.

Vision e-Sky berukuran panjang 3.395 mm, lebar 1.475 mm, dan tinggi 1.625 mm. Dengan ukuran yang lebih kecil, Suzuki berharap dapat menarik perhatian konsumen yang mencari mobil listrik dengan harga yang lebih terjangkau.

Mengapa dan Dampak

Peluncuran mobil listrik kecil ini merupakan bagian dari upaya Suzuki untuk meningkatkan penjualan dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin banyak yang mencari alternatif mobil listrik. Dengan harga yang lebih terjangkau, Suzuki berharap dapat meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Selain itu, peluncuran mobil listrik kecil ini juga dapat meningkatkan kompetisi di pasar mobil listrik. Dengan adanya pesaing baru, produsen mobil lainnya diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan harga mobil listrik mereka, sehingga konsumen dapat memilih mobil yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

Penutup

Dengan peluncuran mobil listrik kecil, Suzuki berharap dapat meningkatkan penjualan dan memenuhi kebutuhan konsumen yang semakin banyak yang mencari alternatif mobil listrik. Dengan harga yang lebih terjangkau, Suzuki dapat meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan pendapatan perusahaan.

Demikian informasi tentang peluncuran mobil listrik kecil Suzuki. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://otomotif.antaranews.com/berita/5656627/suzuki-diwartakan-akan-meluncurkan-mobil-listrik-kecil, without altering the facts of the original article.

Transaksi Gebyar UMKM Nobar Piala Dunia Karawang Tembus Rp1,2 Miliar dalam Waktu Singkat

Transaksi Gebyar UMKM Nobar Piala Dunia Karawang Tembus Rp1,2 Miliar dalam Waktu Singkat

Pemerintah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, telah mencatatkan prestasi impresif dalam menggelar kegiatan Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026. Kegiatan ini telah mencapai nilai transaksi sebesar Rp1,199 miliar, yang merupakan hasil dari partisipasi seratusan pelaku UMKM dalam memeriahkan kegiatan ini selama 19 hari.

Kegiatan Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 telah digelar di Lapangan Karangpawitan Kecamatan Karawang Barat sejak 27 Juni hingga 19 Juli 2026. Selama kegiatan berlangsung, berbagai pilihan kuliner dan produk menarik telah ditampilkan oleh para pelaku UMKM, sehingga meningkatkan minat masyarakat dalam menghadiri kegiatan ini.

Bupati Karawang, Aep Syaepuloh, menyatakan bahwa kegiatan ini telah menunjukkan dampak nyata bagi para pelaku usaha mikro kecil. Ia menyebutkan bahwa kegiatan ini telah meningkatkan penjualan produk dan jasa, serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendukung UMKM.

Dampak Positif Kegiatan

Kegiatan Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 telah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendukung UMKM. Dengan demikian, masyarakat dapat meningkatkan pengetahuan dan minat terhadap produk dan jasa yang ditawarkan oleh UMKM.

Selain itu, kegiatan ini juga telah meningkatkan kemampuan UMKM dalam meningkatkan penjualan produk dan jasa. Dengan demikian, UMKM dapat meningkatkan pendapatan dan meningkatkan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

Penutup

Dengan mencapai nilai transaksi sebesar Rp1,199 miliar, kegiatan Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 telah menunjukkan prestasi impresif. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dijadikan contoh bagi daerah-daerah lain dalam menggelar kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya mendukung UMKM.

Demikian informasi tentang kegiatan Gebyar Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Nonton Bareng Piala Dunia 2026 di Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5656628/transaksi-gebyar-umkm-nobar-piala-dunia-karawang-tembus-rp12-miliar, without altering the facts of the original article.

Air Cambodia Pesan 20 Pesawat Jet Regional C909 Buatan China untuk Meningkatkan Armada

Pesawat Jet Regional C909 Buatan China Ditunjuk sebagai Pesanan Utama Air Cambodia

Maskapai nasional Kamboja, Air Cambodia, telah menandatangani perjanjian dengan Commercial Aircraft Corporation of China, Ltd. (COMAC) untuk membeli 20 pesawat jet regional C909. Perjanjian ini ditandatangani di Shanghai dan menjadikan Air Cambodia sebagai maskapai nasional asing pertama yang melakukan pemesanan dalam jumlah besar untuk pesawat C909 buatan China.

Kronologi Fakta

Batch pertama pesawat ini dijadwalkan akan dikirim pada paruh kedua tahun 2026 dan akan mulai beroperasi secara komersial dengan maskapai tersebut. Dengan memiliki 20 pesawat C909, Air Cambodia diharapkan dapat memperluas jaringan rutenya, meningkatkan kapasitas angkutan, serta memperkuat konektivitas antara Kamboja dan pasar-pasar regional.

Mengapa & Dampak

Pesawat jet regional C909 diharapkan dapat membantu Air Cambodia meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya operasional. Selain itu, pesawat ini juga diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan penumpang dengan fasilitas yang lebih luas dan modern. Dengan demikian, Air Cambodia dapat meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan pendapatan.

Pesawat C909 juga diharapkan dapat membantu Air Cambodia meningkatkan keamanan dan keselamatan penerbangan. Pesawat ini dilengkapi dengan teknologi canggih yang dapat membantu pilot melakukan penerbangan yang lebih aman dan efisien.

Penutup

Perjanjian ini juga menandai langkah besar Air Cambodia dalam meningkatkan armadanya. Dengan memiliki 20 pesawat C909, Air Cambodia diharapkan dapat meningkatkan pangsa pasar dan meningkatkan pendapatan. Selain itu, perjanjian ini juga menunjukkan kepercayaan Air Cambodia terhadap produk-produk China.

Demikian informasi tentang Air Cambodia yang melakukan pesanan besar untuk pesawat C909 buatan China. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5656631/air-cambodia-pesan-20-pesawat-jet-regional-c909-buatan-china, without altering the facts of the original article.

BRI Pemberdayakan Suhita Lebah, Usaha Madu Indonesia Kembangkan dengan Cepat

**BRI Pemberdayakan Suhita Lebah, Usaha Madu Indonesia Kembangkan dengan Cepat** **Momen Penentu di Menit Akhir** Suhita Lebah Indonesia meluncurkan usaha madu di Kota Bandar Lampung dengan menjaga prosesnya sejak dari sumber. Keterlibatan masyarakat di sekitar kawasan hutan menjadi bagian dari cara usaha ini tumbuh, seiring upaya menjaga mutu produk sampai ke tangan konsumen. Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terintegrasi dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey. Pemasarannya dilakukan melalui kanal offline dan online dengan jangkauan dari Lampung hingga berbagai wilayah di Indonesia. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal. Dengan demikian, usaha madu Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk, serta memperkuat rantai pasok dan pemasaran. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Suhita Lebah Indonesia telah berjalan jauh dalam meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Namun, masih ada banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti meningkatkan produksi dan pemasaran, serta memperkuat rantai pasok dan penguatan sertifikasi. Dengan dukungan dari Rumah BUMN BRI dan fasilitas pembiayaan BRI, Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Suhita Lebah Indonesia didirikan oleh Isnina pada tahun 2016, dengan fokus pada produksi madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Isnina mengungkapkan bahwa usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga. Suhita Lebah Indonesia juga melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok, sehingga dapat meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya. Dalam perjalanannya, Suhita Lebah Indonesia bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada tahun 2021. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya. Selain itu, ia juga memanfaatkan fasilitas pembiayaan BRI dan QRIS BRI untuk mendukung operasional sekaligus mempermudah transaksi dengan pelanggan. Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya,” pungkas Dhanny. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat terus berkembang dan meningkatkan kualitas produk dan pemasarannya, serta memperkuat rantai pasok dan penguatan sertifikasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut

**BRI Peduli Bantu Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut** **Momen Penentu di Menit Akhir** Empat tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia menjadi bagian penting dalam perjalanan hidup Rosyidah. Namun, ketika masa perantauan itu usai, ia memilih kembali ke tempat asalnya di Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, dengan membawa lembar harapan yang baru. Kembali ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ketika masa perantauan Rosyidah usai, ia melihat potensi hasil laut yang belum dimanfaatkan secara optimal. Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kembali ke Indonesia, Rosyidah melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Ia memutuskan untuk kembali ke Indonesia dan memulai usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Usaha ini juga menjadi cara baginya untuk membuka kesempatan bagi para ibu nelayan di sekitar lingkungannya untuk ikut berkarya dan memperoleh tambahan penghasilan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perjalanan membangun usaha Rosyidah tidak selalu berjalan mulus. Tantangan terbesar yang dihadapi Rosyidah justru datang dari proses membangun kepercayaan diri sebagai seorang pelaku usaha. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. Dalam pelatihan tersebut, Rosyidah memperoleh ilmu yang sangat membantu dalam mengembangkan usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan,” kata Rosyidah. Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. Dana tersebut digunakan untuk membeli bahan baku, menambah stok produk, serta memenuhi kebutuhan operasional sehingga ia dapat memenuhi permintaan pelanggan dengan lebih optimal. “Alhamdulillah, dana KUR yang saya terima benar-benar saya gunakan untuk mengembangkan usaha, mulai dari membeli bahan baku hingga menambah stok produk. Dengan adanya KUR, saya tidak lagi kesulitan saat membutuhkan modal untuk memenuhi permintaan pelanggan. Saya sangat bersyukur karena usaha saya semakin berkembang dan penjualan pun meningkat,” ungkapnya. Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI membantu Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha dan memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

Asing Balik Borong Saham RI, Bank Mandiri Jadi Buruan Utama

**Asing Balik Borong Saham RI, Bank Mandiri Jadi Buruan Utama** Pengeluaran dana asing kembali masuk ke pasar modal seiring dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mencapai 4,24% pada perdagangan 13-17 Juli 2026. Investor asing mencatatkan aksi beli bersih (net foreign buy) di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp441,4 miliar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada pekan ini, investor asing kembali masuk ke pasar modal Indonesia setelah sempat membukukan aksi jual bersih pada pekan sebelumnya. Mereka mencatatkan aksi beli bersih di pasar saham Indonesia dengan nilai mencapai Rp441,4 miliar. Saham PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menjadi incaran utama investor asing dengan nilai beli bersih mencapai Rp557,6 miliar di pasar reguler. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Saham-saham perbankan dan emiten berkapitalisasi besar menjadi target pembelian investor asing. Selain PT Bank Mandiri, investor asing juga memborong saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk (PKPK) senilai Rp983,3 miliar, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) sebesar Rp243,6 miliar, dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) senilai Rp237,9 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengeluaran dana asing ini menunjukkan bahwa investor asing percaya pada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Penguatan IHSG juga menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih menarik bagi investor asing. Dengan demikian, dapat diprediksi bahwa investor asing akan terus memasuki pasar modal Indonesia dalam waktu dekat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, perlu diingat bahwa pengeluaran dana asing bukanlah hal yang baru di pasar modal Indonesia. Sebelumnya, investor asing telah membukukan aksi jual bersih pada pekan sebelumnya. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa investor asing dapat kembali membukukan aksi jual bersih jika situasi pasar tidak sebaik yang diharapkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260719194351-17-751998/asing-balik-borong-saham-ri-bank-mandiri-jadi-buruan-utama, without altering the facts of the original article.

Kronologi Lengkap Emiten Haji Isam (JARR) Beli CPO Sitaan dari Agrinas

**Kronologi Lengkap Emiten Haji Isam (JARR) Beli CPO Sitaan dari Agrinas** **Pembelian CPO Sitaan dari Agrinas: Momen Penentu di Menit Akhir** PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), sebuah perusahaan yang diketuai oleh Haji Isam atau Andi Syamsuddin Arsyad, telah memberikan penjelasan kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait sengketa hukum material yang disampaikan oleh Law Office R. Azhari & Co. Perseroan menegaskan bahwa transaksi pembelian minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dari PT Agrinas Palma Nusantara (APN) telah dilakukan sesuai ketentuan dan Perseroan bertindak sebagai pembeli yang beritikad baik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut JARR, kronologi pembelian CPO dari APN adalah sebagai berikut: * Perseroan menerima surat penawaran pada 10 Maret 2025 untuk pembelian sebanyak 15.000 metrik ton (MT) CPO. * Perseroan menandatangani nota kesepahaman pada 13 Maret 2025 dan membayar uang muka sebesar Rp50 miliar pada 14 Maret 2025. * JARR menyebut APN merupakan pihak yang mendapat penugasan untuk mengelola operasional perkebunan kelapa sawit beserta produk turunannya berdasarkan Berita Acara Penitipan Barang Bukti (BAPB) Kejaksaan Agung RI kepada Menteri BUMN. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut JARR, pada 15 April 2025 Perseroan menerima 3.498,150 MT CPO berdasarkan berita acara penerimaan dan dokumen surveyor PT Tribhakti. Sisa pembayaran sebesar Rp3,58 miliar kemudian dilunasi pada 23 April 2025. Perseroan menegaskan CPO tersebut telah diterima dan digunakan sebagai bahan baku produksi. Terkait klaim yang disampaikan Law Office R. Azhari & Co, JARR menyatakan tidak merasa perlu memberikan tanggapan lebih lanjut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut JARR, seluruh proses pembelian telah dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan dan melalui proses uji tuntas yang memadai. Lebih lanjut, Perseroan menyampaikan hingga saat ini belum menerima surat resmi, somasi, maupun panggilan klarifikasi dari kepolisian terkait perkara tersebut. JARR juga menyatakan belum terdapat proses hukum yang berdampak material terhadap kondisi keuangan maupun operasional perusahaan, sehingga kegiatan produksi dan penjualan tetap berjalan normal. Dengan demikian, JARR telah memberikan penjelasan yang jelas tentang proses pembelian CPO dari APN. Namun, hal ini tidak mencukupi untuk menyelesaikan sengketa hukum yang disampaikan oleh Law Office R. Azhari & Co. Perlu dilakukan langkah-langkah lebih lanjut untuk menyelesaikan kasus ini dan menghindari dampak negatif terhadap kegiatan perusahaan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260719200403-17-752006/kronologi-lengkap-emiten-haji-isam–jarr–beli-cpo-sitaan-dari-agrinas, without altering the facts of the original article.