Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri
**Airlangga Ungkap Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia, Indonesia Jadi Pendiri** **Momen Penentu di Menit Akhir** Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengumumkan bahwa Indonesia telah menjadi salah satu pendiri World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO), organisasi kerja sama internasional yang bertujuan menyusun tata kelola global di bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Keputusan ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam rapat terbatas pada 13 Juli 2026. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam penandatanganan Agreement on the Establishment of WAICO, sebanyak 29 negara menandatangani deklarasi pendirian WAICO. Beberapa negara pendiri WAICO berasal dari kawasan ASEAN, seperti Indonesia, Malaysia, Kamboja, Laos, dan Myanmar. Selain itu, negara pendiri juga berasal dari kawasan Eurasia, BRICS, Afrika, Amerika Latin, Timur Tengah, Asia Selatan, hingga Eropa Timur. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Airlangga, pembentukan WAICO menjadi momentum bersejarah karena dihadiri langsung Presiden China Xi Jinping, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, serta negara-negara pendiri organisasi tersebut. Airlangga menjelaskan bahwa Indonesia bergabung sebagai pendiri WAICO untuk memastikan pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Airlangga menambahkan bahwa WAICO merupakan organisasi antarpemerintah yang mengacu pada prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), yakni inklusif, aman, terpercaya, dan berpusat pada manusia (human-centered). Melalui keanggotaan sebagai negara pendiri, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. **Manfaat WAICO Bagi Ekonomi Digital Indonesia** Airlangga juga menyoroti besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan mencapai 130 miliar dolar AS pada 2026 dan meningkat menjadi 366 miliar dolar AS pada 2030. Potensi tersebut juga didukung penguatan kerja sama ekonomi digital di ASEAN melalui Digital Economy Framework Agreement (DEFA) yang ditargetkan dapat ditandatangani pada masa keketuaan Filipina tahun ini. **Peran Indonesia dalam Pengembangan WAICO** Dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai, China, Indonesia telah menunjukkan komitmen untuk membangun tata kelola dan kaidah-kaidah pengembangan kecerdasan buatan yang inklusif dan bertanggung jawab. Presiden Xi Jinping menegaskan bahwa pengembangan AI tidak boleh menjadi dominasi satu negara, melainkan hasil kolaborasi global. Pandangan tersebut sejalan dengan visi Presiden Prabowo yang mendorong pemanfaatan teknologi, termasuk AI, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing Indonesia. **Peran WAICO dalam Pengembangan Ekonomi Digital Indonesia** Dengan bergabung sebagai pendiri WAICO, Indonesia memiliki kesempatan untuk ikut merumuskan kebijakan, tata kelola global, serta pengembangan kelembagaan WAICO. Hal ini akan memastikan bahwa pengembangan AI sejalan dengan pengembangan global, dan akan Indonesia akan menggunakan agar apa yang di-sharing bisa terus didorong secara bersama, dan ini menjadi bagian daripada SDGs, target daripada PBB. **Kesimpulan** Dengan demikian, kehadiran Indonesia sebagai pendiri WAICO akan membantu meningkatkan potensi ekonomi digital Indonesia dan memastikan bahwa pengembangan AI berlangsung secara inklusif, bertanggung jawab, aman, dan memberikan manfaat bagi seluruh negara.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/bisnis/7855813/indonesia-masuk-pendiri-waico-airlangga-beberkan-manfaatnya-bagi-ekonomi-digital-nasional, without altering the facts of the original article.