Korban Bom Atom di Jepang: 3 WNI Terluka, Kulit Terbakar-Nyaris Tewas

Ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima pada 6 Agustus 1945 atau tepat hari ini 81 tahun lalu membuat 120 ribu orang tewas dan jutaan lainnya sakit parah. Di antara para korban, tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya, yang kemudian sempat kritis akibat paparan radiasi.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mereka merupakan mahasiswa penerima beasiswa pemerintah Jepang, Nanpo Tokubetsu Ryogakusei (Nantoku), yang dibuat untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar menimba ilmu dan kelak membangun Tanah Air. Namun, pada 6 Agustus 1945, semuanya berubah. Pagi itu, ketiganya menjalani aktivitas seperti biasa. Arifin Bey yang sedang mengikuti kuliah fisika ketika tiba-tiba melihat cahaya menyambar dari arah jendela. “Tiba-tiba dari arah jendela kelas kelihatan cahaya menyambar ibarat kilat. Tapi, tak membawa bunyi apa pun,” kenang Arifin Bey dalam memoar Bom Atom di Atas Hiroshima: Suatu Pengalaman Nyata (1986).

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Beberapa detik kemudian, gelombang panas menghantam ruang kelas. Dinding runtuh dan Arifin kehilangan kesadaran. Di lokasi lain, Sagala juga mendengar suara pesawat yang diikuti cahaya menyilaukan. Belakangan diketahui pesawat tersebut adalah Enola Gay B-29 yang menjatuhkan bom atom di Hiroshima. “Tiba-tiba terdengar suara aneh dan…. sraatt, sinar berkilau, dengan dahsyat dan mengejutkan!” tutur Sagala dalam memoar Suka Duka Pelajar Indonesia di Jepang, Sekitar Perang Pasifik 1942-1945 (1990). Saat sadar, Sagala mendapati tubuhnya hangus akibat panas ledakan, sementara tubuhnya masih terjepit reruntuhan bangunan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Para penyintas diminta menandatangani surat pernyataan tidak akan menuntut dokter apabila terjadi hal yang tidak diinginkan. “Pernyataan itu ditandatangani dan pasrah,” kenang Arifin Bey dalam Bom Atom di Atas Hiroshima (1989). Beruntung, mereka berhasil melewati masa kritis setelah sekitar satu pekan. Selama lima tahun berikutnya, kondisi kesehatan mereka terus dipantau sebelum akhirnya kembali ke Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan.

Mengapa & Dampak

Sejarawan Aiko Kurasawa dalam Sisi Gelap Perang Asia (2023) mengungkap, beasiswa Nantoku dibuat pemerintah Jepang untuk menarik perhatian pemuda Indonesia agar menimba ilmu dan kelak membangun Tanah Air. Namun, pada 6 Agustus 1945, semuanya berubah. Ledakan bom atom yang menghancurkan Hiroshima membuat 120 ribu orang tewas dan jutaan lainnya sakit parah. Tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya, yang kemudian sempat kritis akibat paparan radiasi.

Peristiwa tersebut telah meninggalkan dampak yang sangat besar bagi mereka dan bagi keluarga mereka. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan. Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi.

Kesimpulan

Peristiwa 6 Agustus 1945 telah meninggalkan bekas yang tidak dapat dilupakan bagi tiga mahasiswa asal Indonesia, yakni Sjarif Adil Sagala, Arifin Bey, dan Hasan Rahaya. Mereka telah melewati masa kritis dan telah pulih dari luka bakar yang sangat parah. Namun, peristiwa tersebut telah meninggalkan dampak yang sangat besar bagi mereka dan bagi keluarga mereka. Sepulang dari Jepang, Sagala mendirikan perusahaan mi instan pertama di Indonesia dengan merek Supermie pada 1969. Kehidupan mereka setelah peristiwa tersebut tidak pernah sama lagi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260806090819-25-756991/saat-3-wni-jadi-korban-bom-atom-di-jepang-kulit-terbakar-nyaris-tewas, without altering the facts of the original article.

Dukungan Masyarakat untuk Pengurangan Limbah: Sampah Plastik Jadi Paving

**Dukungan Masyarakat untuk Pengurangan Limbah: Sampah Plastik Jadi Paving** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam beberapa tahun terakhir, masalah limbah plastik telah menjadi salah satu isu lingkungan yang paling signifikan di Indonesia. Sampah plastik yang tidak terurai atau dikenal sebagai sampah plastik tertolak telah menjadi bencana bagi lingkungan dan manusia. Namun, kini ada harapan besar bahwa sampah plastik ini dapat diubah menjadi sesuatu yang berharga. Melalui inovasi daur ulang, limbah plastik dapat diolah menjadi paving block ramah lingkungan. **APA YANG TERJADI** Sampah plastik yang digunakan berasal dari hasil kerja sama dengan berbagai mitra pengelola sampah serta kiriman masyarakat. Limbah yang sebelumnya berpotensi berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA) kini dimanfaatkan sebagai bahan baku produk konstruksi yang memiliki nilai jual. Project Assistant Rebrick mengatakan pemanfaatan sampah plastik tertolak menjadi paving block merupakan salah satu solusi untuk membantu mengurangi timbunan limbah plastik yang sulit didaur ulang menggunakan metode konvensional. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam proses produksinya, setiap satu meter persegi paving block mampu menyerap sekitar 2,5 kilogram sampah plastik tertolak. Untuk menghasilkan luasan tersebut dibutuhkan sekitar 44 buah paving block. Menurutnya, semakin banyak paving block yang diproduksi, semakin besar pula volume sampah plastik yang dapat dialihkan dari TPA. Inovasi ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mendorong ekonomi sirkular sekaligus mengurangi pencemaran lingkungan akibat limbah plastik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, produk paving block hasil daur ulang ini juga memiliki nilai komersial. Rebrick memasarkan produk tersebut dengan kisaran harga Rp150.000 hingga Rp200.000 per meter persegi. Inovasi ini dapat menjadi contoh bagi industri lain untuk mengurangi limbah plastik dan meningkatkan efisiensi produksi. Dengan demikian, akan tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat bagi generasi mendatang. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun inovasi ini telah menawarkan solusi yang menjanjikan, masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Salah satu tantangan utama adalah meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengurangan limbah plastik. Selain itu, perlu juga dilakukan peningkatan infrastruktur untuk mendukung pengembangan industri daur ulang. Dengan kerja sama yang baik antara pemerintah, industri, dan masyarakat, kita dapat mencapai tujuan untuk mengurangi limbah plastik dan menciptakan lingkungan yang lebih baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260807213136-26-757557/sampah-plastik-jadi-paving-dukung-target-pengurangan-limbah, without altering the facts of the original article.

Api Merusak Hutan Cemara Gunung Bromo, 125 Ha Hangus Terbakar

**Api Merusak Hutan Cemara Gunung Bromo, 125 Ha Hangus Terbakar** Api merusak hutan cemara Gunung Bromo kembali melanda kawasan ini pada Agustus 2026, dengan api yang berkobar selama beberapa hari. Kebakaran ini menimbulkan kerusakan besar pada lingkungan dan daya tarik wisata Gunung Bromo. **APA YANG TERJADI** Pada 10 Agustus 2026, kebakaran hutan dan lahan kembali melanda kawasan Gunung Bromo. Menurut laporan dari MFakhriansyah di CNBC Indonesia, kebakaran ini terjadi sejak 3 Agustus 2026. Pada tahun 1953, kebakaran hutan juga pernah melanda kawasan Gunung Bromo. Laporan Java-bode (31 Juli 1953) menyebut bahwa kebakaran tersebut menghanguskan sekitar 125 hektare hutan cemara dan sebidang lahan penanaman baru. Kebakaran ini diduga dipicu oleh aktivitas warga yang membakar arang. Pada 16 Oktober 1933, api juga muncul di kawasan Laut Pasir atau Zandzee di Pegunungan Tengger. Kobaran api kemudian menyebar cepat ke arah Lumajang dan Malang. Laporan De Indische Courant (17 Oktober 1933) mencatat kebakaran tersebut terjadi di lereng Zandzee dan diduga disebabkan oleh aktivitas warga. Upaya pemadaman kemudian dilakukan secara bersama-sama. Aparat dan penduduk setempat turun tangan untuk menghentikan kobaran api. **MENGAPA & DAMPAK** Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Bromo memiliki dampak yang signifikan pada lingkungan dan daya tarik wisata. Pada tahun 1953, kebakaran hutan menghanguskan sekitar 125 hektare hutan cemara dan sebidang lahan penanaman baru. Kebakaran ini juga berdampak pada Cagar Alam Bromo. Meski demikian, kawasan tersebut berhasil diselamatkan dari kerusakan lebih lanjut untuk sementara waktu. Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Bromo juga memiliki dampak pada wisatawan yang ingin menikmati keindahan kawasan ini. Pada awal abad ke-20, pelancong asing sudah datang untuk menikmati keindahan kawasan ini, termasuk menyaksikan matahari terbit dari Bromo. Salah satu orang yang menyaksikan keindahan ini adalah turis asal Amerika Serikat, Thomas H. Reid pada 1907. “Saat kami berdiri di dinding kawah yang sangat besar, menghadap ke lautan pasir, kami menyaksikan pancaran cahaya keemasan yang perlahan memancar dari balik puncak gunung di sebelah timur. Kami merasa perjalanan kami tidak sia-sia,” tulis Reid dalam Across the Equator, A Holiday Trip in Java (1908). **APA ARTINYA KE DEPAN?** Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Bromo menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan harus dilakukan secara serius. Kerusakan lingkungan tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga pada daya tarik wisata. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk melindungi lingkungan dan menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo. **JALAN PANJANG YANG MASIH HARUS DITEMPUH** Kebakaran hutan yang melanda kawasan Gunung Bromo menunjukkan bahwa perlindungan lingkungan masih belum sepenuhnya dilakukan. Oleh karena itu, pemerintah dan masyarakat harus terus bekerja sama untuk melindungi lingkungan dan menjaga kelestarian kawasan Gunung Bromo. Dengan demikian, keindahan kawasan ini dapat dinikmati oleh generasi masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260810131927-25-757936/warga-bakar-arang-125-ha-hutan-cemara-gunung-bromo-hangus-terbakar, without altering the facts of the original article.

Pejabat yang Dikucilkan di RI, Tapi Malah Dihormati di Negara Lain sebagai Pahlawan

Sejarah mencatat ada pejabat Indonesia yang sempat dikucilkan dan ditahan di dalam negeri. Namun, di luar negeri, sosok ini justru mendapat penghormatan dan dipercaya menduduki posisi penting di sejumlah organisasi internasional. Sosok tersebut adalah Mohammad Natsir yang pernah menjadi menteri dan Perdana Menteri Indonesia pada 1950.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada 1960, pemerintah kemudian menangkap Natsir karena terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI). Ia menjalani masa tahanan politik hingga akhirnya dibebaskan pada 1966. Ketika era Soeharto, Natsir tetap dicap sebagai pembangkang dan hidup terlunta-lunta di negeri sendiri. Namun, ketika pemerintah Indonesia menjauhinya, Natsir justru mendapat tempat terhormat di dunia internasional.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Salah satu pandangan Natsir yang dikenal adalah ajaran bahwa Islam mengutamakan akal sehat dalam menjalankan ajarannya. Atas dasar pandangan tersebut, ia mendorong Islam untuk turut berperan dalam membangun bangsa melalui pemerintahan. Pemikiran dan kiprah Natsir membuat pengaruhnya tetap terasa di dunia internasional. Bahkan, pada 1957, ia dianugerahi gelar Grand Gordon of Nikhan Istihar sebagai bentuk penghargaan atas dukungannya terhadap perjuangan kemerdekaan rakyat Afrika Utara.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengakuan internasional tersebut tidak hanya terhenti di situ. Setelah dibebaskan dari tahanan, kiprah Natsir di dunia internasional semakin terlihat. Ia tidak hanya dikenal sebagai politikus dan pemikir Islam dari Indonesia, tetapi juga dipercaya memegang posisi penting dalam berbagai organisasi Muslim dunia. Salah satunya adalah Kongres Muslim Dunia (World Muslim Congress) di Karachi, Pakistan. Natsir dipercaya menjadi wakil presiden organisasi tersebut sejak 1967 hingga akhir hayatnya pada 1993.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pengaruhnya bahkan meluas hingga ke negara-negara Barat dan Asia. Pada 1980-an, Natsir aktif dalam organisasi internasional di Kuwait, Inggris, dan Pakistan. Natsir juga memperoleh penghargaan dari dunia internasional. Dia dianugerahi penghargaan tertinggi dari Raja Arab Saudi Faisal, yakni Jaizatul Malik Faisal al-Alamiya. Lalu, pernah juga mendapat gelar doktor Honoris Causa dari berbagai kampus dunia. Rangkaian posisi dan penghargaan tersebut menunjukkan bahwa Natsir bukan sekadar memiliki pengaruh dalam politik Indonesia. Di tengah posisinya yang tersisih dari panggung politik dalam negeri, ia justru dipercaya dan dihormati di lingkungan internasional, khususnya dunia Muslim.

Kesimpulan

Natsir diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada 2008 setelah pemerintah menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional. Pengakuan internasional dan penghargaan yang diterima Natsir menunjukkan bahwa dia bukan sekadar pejabat yang dikucilkan di Indonesia, tetapi juga seorang pemikir dan politikus yang dihormati di dunia internasional.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260810091806-25-757829/pejabat-ini-dikucilkan-di-ri-tapi-malah-dihormati-negara-lain, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Kasih: Inisiatif BRI untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan di Hari UMKM

**BRI Peduli Kasih: Inisiatif BRI untuk Meningkatkan Ekonomi Kerakyatan di Hari UMKM** Pada tanggal 12 Agustus, Indonesia merayakan Hari UMKM Nasional. Pada kesempatan ini, BRI Peduli sebagai payung dari Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) meluncurkan inisiatif untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia. **APA YANG TERJADI** Dalam rangka memperingati Hari UMKM Nasional, BRI Peduli mendukung pelaku UMKM di Desa Brilian Hargobinangun, Kec. Pakem, Kab. Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Desa ini memiliki potensi wisata yang sangat besar, dan UMKM lokal bergerak di berbagai sektor, mulai dari kuliner khas hingga jasa wisata. Kepala Desa Hargobinangun, Amin Sarjito mengatakan bahwa keberadaan UMKM memiliki peran penting dalam memperkuat potensi wisata yang dimiliki desa. BRI Peduli memberikan dukungan sesuai kebutuhan pelaku usaha berupa sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha serta bantuan lapak usaha untuk mendukung aktivitas penjualan UMKM. Dukungan tersebut juga dilengkapi pendampingan langsung melalui Mantri BRI, petugas pemasaran sekaligus pembina kredit mikro yang melayani dan mendampingi pelaku usaha. **MENGAPA & DAMPAK** Momen ini sangat penting karena UMKM memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. BRI Peduli melalui inisiatif ini berusaha memperkuat kapasitas pelaku UMKM, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan, peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta dukungan sarana dan prasarana usaha. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya, sekaligus mendorong potensi ekonomi lokal agar semakin berkembang. Dampak dari inisiatif ini sangat besar, karena dapat membantu pelaku UMKM meningkatkan pendapatan mereka dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Selain itu, inisiatif ini juga dapat membantu meningkatkan potensi ekonomi lokal dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kuat dan maju. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. BRI Peduli memberikan dukungan sesuai kebutuhan pelaku usaha berupa sarana dan prasarana penunjang kegiatan usaha serta bantuan lapak usaha untuk mendukung aktivitas penjualan UMKM. 2. Dukungan tersebut juga dilengkapi pendampingan langsung melalui Mantri BRI, petugas pemasaran sekaligus pembina kredit mikro yang melayani dan mendampingi pelaku usaha. 3. Inisiatif ini berusaha memperkuat kapasitas pelaku UMKM, tidak hanya melalui akses pembiayaan, tetapi juga pendampingan, peningkatan kapasitas, perluasan akses pasar, serta dukungan sarana dan prasarana usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Inisiatif BRI Peduli untuk meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia sangat berpotensi untuk meningkatkan potensi ekonomi lokal dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara yang kuat dan maju. Dengan demikian, pelaku UMKM dapat meningkatkan kapasitas dan kualitas usahanya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Inisiatif BRI Peduli adalah langkah awal yang sangat penting dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan melalui pelaku UMKM di berbagai wilayah di Indonesia. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan ini. Oleh karena itu, BRI Peduli akan terus berkomitmen untuk mendukung pelaku UMKM dan meningkatkan potensi ekonomi lokal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812094925-25-758497/bri-peduli-kasih-ini-di-momentum-hari-umkm-nasional, without altering the facts of the original article.

Wapres RI Terancam Diputus Listrik Rumah karena Utang Pajak yang Belum Lunas

**Wapres RI Terancam Diputus Listrik Rumah karena Utang Pajak yang Belum Lunas** Pada hari ini, 12 Agustus 2026, terungkap bahwa Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Mohammad Hatta menghadapi kesulitan ekonomi yang sangat parah. Hatta, yang lahir 124 tahun lalu, mengalami kesulitan membayar berbagai tagihan, termasuk listrik, air, dan pajak mobil setelah mundur dari pemerintahan pada tahun 1957. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian ini sangat penting untuk dipahami. Menurut biografi Hatta, “Jejak yang Melampaui Zaman” (2010), Hatta mengaku bahwa penghasilannya sebagai pensiunan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Bahkan, ia tidak mampu melunasi pajak mobil yang dibelinya dengan subsidi pemerintah. Tagihan listrik, gas, dan air minum juga menjadi beban yang sulit dibayar. Masalah serupa terjadi pada telepon di villa-nya di Mega Mendung. Hatta tidak sanggup mengangsur uang jaminan telepon karena jumlahnya berkali-kali lipat dari uang pensiun yang diterimanya. Ia pun pasrah jika sambungan teleponnya dicabut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Hatta hanya menerima “sumbangan lauk-pauk” sebesar Rp1.000 per bulan sebagai pensiunan. Nominal tersebut membuatnya merasa prihatin. Ia bahkan mempertanyakan kondisi tersebut kepada Menteri Urusan Anggaran Negara. “Apakah ini bukan suatu penghinaan kepada RI?” katanya. “Makanan kucing saya saja tidak akan kurang dari sebegitu sebulan.” Kesulitan ekonomi ini terjadi ketika kondisi perekonomian Indonesia juga sedang memburuk. Hatta menilai keadaan tersebut semakin jauh dari cita-cita sosialisme yang selama ini digaungkan pemerintah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kondisi Hatta menunjukkan bahwa bahkan pejabat tinggi negara tidak terlepas dari kesulitan ekonomi. Hal ini sangat relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang saat itu sedang memburuk. Hatta menilai bahwa cita-cita sosialisme yang sederhana, yakni membuat biaya hidup rakyat menjadi lebih murah, tidak dapat dipenuhi. Bagi Hatta, tindakan meminta-minta adalah tidak pantas, bahkan jika ia sendiri mengalami kesulitan ekonomi. Kesulitan ekonomi Hatta menunjukkan bahwa bahkan pejabat tinggi negara tidak terlepas dari kesulitan ekonomi dan bahwa cita-cita sosialisme masih jauh dari kenyataan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kondisi Hatta menunjukkan bahwa bahkan pejabat tinggi negara tidak terlepas dari kesulitan ekonomi. Hal ini sangat relevan dengan kondisi perekonomian Indonesia yang saat itu sedang memburuk. Hatta menilai bahwa cita-cita sosialisme yang sederhana, yakni membuat biaya hidup rakyat menjadi lebih murah, tidak dapat dipenuhi. Bagi Hatta, tindakan meminta-minta adalah tidak pantas, bahkan jika ia sendiri mengalami kesulitan ekonomi. Kesulitan ekonomi Hatta menunjukkan bahwa bahkan pejabat tinggi negara tidak terlepas dari kesulitan ekonomi dan bahwa cita-cita sosialisme masih jauh dari kenyataan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812101835-25-758499/cerita-wapres-ri-ini-tak-bisa-bayar-pajak-listrik-rumah-mau-diputus, without altering the facts of the original article.

Armawati, Pemulung yang Menjadi Ikon UMKM di Hari UMKM Nasional

**Armawati, Pemulung yang Menjadi Ikon UMKM di Hari UMKM Nasional** **Pembuka** Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah berperan penting dalam mendongkrak perekonomian Indonesia. Pada Hari UMKM Nasional, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya mengapresiasi sektor UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Indonesia. Salah satu contoh UMKM yang sukses adalah Armawati Chaniago, pendiri Perkumpulan Arta Jaya, yang berhasil memulung sampah dan mengubahnya menjadi kegiatan bisnis yang bernilai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Armawati memulai perjuangannya sejak 2015 dengan melihat bahwa manajemen sampah yang optimal dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Dengan demikian, sampah dapat dilihat sebagai peluang untuk menjadi sesuatu yang bernilai. Armawati berhasil mentransformasi kawasan yang sebelumnya identik dengan tempat pembuangan sampah menjadi pusat pengelolaan berbasis bank sampah. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** – Armawati memiliki 117 jaringan bank sampah dengan memberdayakan 50.000 anggota masyarakat, di mana 70%-nya dikelola oleh perempuan. – Kelompok bank sampah yang dibinanya mengelola sampah dari berbagai sumber, termasuk bank sampah unit di tingkat kabupaten/kota, kawasan pariwisata, dan permukiman. – Beberapa jenis sampah, termasuk barang retur yang masih dapat dimanfaatkan, diolah kembali untuk berbagai kebutuhan, termasuk sebagai pakan ternak. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dedikasinya dalam bidang pengelolaan sampah telah mengantarkan Armawati meraih berbagai penghargaan. Di antaranya sebagai Tokoh Lingkungan Kota Medan dari Wali Kota Medan serta nominasi Kalpataru Nasional kategori Perintis Lingkungan dari Kementerian Lingkungan Hidup RI. Armawati juga mendapatkan dukungan dari Proyek Scaling Up Local Enterprise on Waste Management in Indonesia (SULE-WM) oleh Unilever Indonesia bersama GIZ Indonesia untuk memperluas dampak usahanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Armawati mengungkapkan bahwa dukungan dari program SULE-WM memberinya kepercayaan diri untuk mengembangkan usaha. Melalui pendampingan di bidang pendanaan dan peningkatan kapasitas kewirausahaan, ia merasa lebih terdukung dalam menjalankan dan mengembangkan bisnisnya. Armawati juga menekankan bahwa perempuan memiliki peran yang sangat luar biasa dalam menjaga lingkungan dan bahwa keputusan yang diambil untuk memperbaiki keadaan hari ini dapat membantu menjamin masa depan generasi mendatang. **Kesimpulan** Armawati, pendiri Perkumpulan Arta Jaya, merupakan contoh UMKM yang sukses dalam mengembangkan bisnis pengelolaan sampah. Dengan dedikasinya dan dukungan dari program SULE-WM, Armawati telah mengubah sampah menjadi kegiatan bisnis yang bernilai dan memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat di sekitarnya. Pada Hari UMKM Nasional, Armawati merupakan icon yang patut diacungi jempol sebagai contoh perjuangan dan kemandirian ekonomi dalam mewujudkan Indonesia yang kuat, maju, dan berdaulat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260812121417-25-758548/momentum-hari-umkm-kisah-sukses-armawati-sulap-sampah-jadi-cuan, without altering the facts of the original article.

LRT City Bermasalah, Danantara Panggil Manajemen ADHI

**LRT City Bermasalah, Danantara Panggil Manajemen ADHI** Tahun 2026 menjadi tahun sulit bagi LRT City, proyek hunian terintegrasi yang terhubung dengan infrastruktur transportasi massal. Banyak konsumen mengeluhkan bahwa unit yang dibeli belum kunjung diserahkan, dan beberapa bahkan telah menghentikan cicilan karena proyek tak kunjung dibangun. Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, telah memanggil manajemen PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) untuk membahas perkembangan dan berbagai keluhan masyarakat terkait LRT City. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Dony, semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti, dan komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat. “Semua keluhan masyarakat perlu segera ditindaklanjuti. Komunikasi dengan penghuni juga perlu diperkuat, agar persoalan yang ada bisa segera diselesaikan,” ujar Dony, mengutip akun Instagram resmi BP BUMN, dikutip Kamis (13/8/2026). Menurutnya, penyelesaian persoalan perlu dilakukan secara cepat dengan tetap membangun komunikasi yang baik dengan para penghuni. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut konsumen LRT City, unit yang dibeli belum kunjung diserahkan. Ajeng, konsumen LRT City Tebet, mengaku harus menanggung tekanan dari pihak bank setelah menghentikan cicilan karena proyek tak kunjung dibangun. “Sejak karena tidak selesai-selesai terus, Pak, saya akhirnya memutuskan untuk tidak melanjutkan pembayaran saya. Karena saya melihat apa yang dijanji-janjikan itu tidak kunjung ada progres sama sekali. Bahkan ketika saya kunjungi ke lokasi, pembangunan itu terhenti sama sekali,” kata Ajeng. Sementara itu, salah seorang konsumen LRT City Ciracas, mengatakan dirinya telah menunggu unit sejak menandatangani Perjanjian Pengikatan Jual Beli (PPJB) pada 2019. Hingga kini, unit yang dijanjikan belum juga diterima. “Saya sudah menandatangani PPJB sejak 2019 dan sampai 2026 ini, sekitar 7 tahun sudah, tidak juga menerima hak saya untuk unit saya. Maka langkah yang pasti adalah kami meminta full refund, Pak, atas semua biaya yang telah kami keluarkan,” katanya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyelesaian persoalan LRT City tidak hanya perlu dilakukan secara cepat, tetapi juga harus memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat. Dony menambahkan, Adhi Karya harus memastikan pengelolaan kawasan berjalan secara bertanggung jawab. Pembangunan tidak hanya perlu diselesaikan secara fisik, tetapi juga harus memberikan manfaat dan kenyamanan bagi penghuni. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan memanggil manajemen ADHI, Danantara berharap dapat menyelesaikan persoalan LRT City dengan cepat dan efektif. Namun, penyelesaian persoalan ini tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama. Konsumen LRT City harus tetap sabar dan meningkatkan komunikasi dengan pihak ADCP untuk menyelesaikan masalah ini. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa penyelesaian persoalan LRT City tidaklah mudah dan memerlukan waktu yang lama. Namun, dengan kerja sama antara pihak ADCP dan konsumen, kita dapat menyelesaikan masalah ini dan memberikan rasa aman, nyaman, dan kepastian bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813075356-17-758773/lrt-city-bermasalah-danantara-panggil-manajemen-adhi, without altering the facts of the original article.

Korupsi Transfer Pricing PT TPL, 2 Orang Tersangka Ditetapkan Kejagung

**Korupsi Transfer Pricing PT TPL, 2 Orang Tersangka Ditetapkan Kejagung** Jakarta, CNBC Indonesia – Dua orang tersangka telah ditetapkan oleh Tim Penyidik Kejagung terkait dugaan tindak pidana korupsi transfer pricing oleh PT TPL Tbk. pada Rabu (12/8/2026). Dua tersangka tersebut yaitu Tersangka BP selaku Penyelenggara Negara (Supervisor Pemeriksaan Pajak) dan Tersangka SR selaku Penyelenggara Negara (Supervisor Pemeriksaan Pajak). **Momen Penentu di Menit Akhir** Penetapan tersangka tersebut dilakukan setelah Tim Penyidik melakukan serangkaian pemeriksaan terhadap 111 orang saksi, penyitaan terhadap dokumen-dokumen serta barang bukti elektronik yang telah mendapatkan persetujuan penyitaan dari Pengadilan Negeri dan notulensi ekspose dengan ahli perhitungan kerugian keuangan negara. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam kasus ini, PT TPL perusahaan yang bergerak di bidang industri pengolahan bubur kertas (pulp) dan perhutanan sejak tahun 2008 melakukan penjualan ekspor produk Pulp kepada pihak afiliasinya dengan cara under invoicing. PT TPL melaporkan pada tahap ekspor dari Indonesia sebagai produk paper grade pulp / bleached hardwood kraft pulp (BHKP), padahal secara karakteristik kegunaan dan harga nilai pasar produk tersebut merupakan produk dissolving pulp. PT TPL juga melaporkan penjualan lokal produk pulp dengan produk yang sebenarnya ke PT AP, PT R (perusahaan afiliasi), yaitu produk dissolving pulp dengan nama high alfa pulp, sehingga berdampak pada penurunan nilai pajak badan/perusahaan dari yang seharusnya diterima negara. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan serius terhadap korupsi transfer pricing yang terjadi di perusahaan-perusahaan di Indonesia. Korupsi transfer pricing dapat menyebabkan kerugian keuangan negara yang signifikan, sehingga perlu diatasi dengan cepat dan efektif. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat ini, Tim Auditor masih dalam proses menghitung kerugian keuangan negara dalam perkara tersebut. Dua tersangka yang ditetapkan akan dijerat dengan sangkaan primair dan subsidair, yaitu Pasal 603 jo. Pasal 20 huruf a atau c Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP jo. Pasal 18 Undang-Undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo. Undang-Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dua tersangka tersebut akan diperiksa lebih lanjut oleh Tim Penyidik Kejagung, dan hasilnya akan menentukan apakah mereka akan dipidana atau tidak. Penetapan tersangka ini menunjukkan bahwa pemerintah akan mengambil tindakan serius terhadap korupsi transfer pricing yang terjadi di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260813091511-17-758816/kejagung-tetapkan-2-tersangka-korupsi-transfer-pricing-pt-tpl, without altering the facts of the original article.

Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan, Tapi Punya Nilai Strategis

**Logam Tanah Jarang RI: Mineral yang Terlupakan, Tapi Punya Nilai Strategis** **Momen Penentu di Menit Akhir** Logam Tanah Jarang (LTJ) adalah mineral yang terlupakan di Indonesia. Bahkan belum lama ini, LTJ disebut juga tak ada di Indonesia. Padahal menurut Sigit Puji Santosa, Chief Technology Officer (CTO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Indonesia memiliki potensi LTJ yang besar. Temuan ini didapatkan setelah dilakukan pemetaan. **APA YANG TERJADI** Pada tahun 2024, awal kita melihat trend dunia, di mana LTJ menjadi komoditas yang sangat-sangat eksklusif, sangat mahal, dan tidak banyak yang punya. Menurut Sigit, Danantara bersama Kementerian Diktisaintek dan ESDM akan membangun badan Direktorat Jenderal Mineral yang khusus mengelola LTJ. Dirjen tersebut nantinya bertugas mengembangkan hilirisasi LTJ. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. LTJ akan diproses menjadi Neodymium-Praseodymium (NDPR) untuk kebutuhan kendaraan listrik. 2. Proses pemisahan LTJ yang membutuhkan teknologi tinggi adalah tantangan terbesar saat ini. 3. PT Perusahaan Mineral Nasional (Perminas) akan mengelola LTJ secara langsung dan mendorong pengembangan industri turunannya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengelolaan LTJ di Indonesia akan dilakukan secara langsung oleh PT Perminas. Menurut Sigit, saat ini pihaknya tengah membangun Perminas sebagai perusahaan yang akan mengelola LTJ sekaligus mendorong pengembangan industri turunannya, termasuk industri magnet permanen. Dengan pengelolaan LTJ yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan stabilitas dan kedaulatan ekonomi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Logam Tanah Jarang RI adalah mineral yang terlupakan, tapi punya nilai strategis. Dengan pengelolaan yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan stabilitas dan kedaulatan ekonomi. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, seperti proses pemisahan LTJ yang membutuhkan teknologi tinggi. Oleh karena itu, perlu adanya kerja sama dan investasi yang lebih besar untuk mengembangkan industri LTJ di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260812223745-4-758739/logam-tanah-jarang-ri-mineral-yang-terlupakan, without altering the facts of the original article.