Dokter, Nakes, dan Tenaga Teknis Turun ke Jalan, Menagih Kepastian Hak PPPK Paruh Waktu

Dokter, Nakes, dan Tenaga Teknis Turun ke Jalan, Menagih Kepastian Hak PPPK Paruh Waktu

Pada hari Selasa (21/7/2026), asosiasi pekerja kesehatan dan PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan menggelar aksi damai di depan Balai Kota Provinsi DKI Jakarta. Aksi yang dilakukan oleh Asosiasi Pekerja Kesehatan Seluruh Indonesia (APKSI) bersama PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan ini bertujuan untuk menyampaikan aspirasi dan menagih kepastian hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara sebagai bagian dari Aparatur Sipil Negara (ASN).

Latar Belakang dan Kronologi Aksi

PPPK Paruh Waktu merupakan skema kepegawaian ASN yang dirancang sebagai salah satu solusi penataan tenaga honorer. Dalam skema ini, masa kontrak kerja berlaku selama satu tahun, dengan jam kerja dan penghasilan yang disesuaikan berdasarkan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) atau upah minimum setempat. Meski berstatus PPPK Paruh Waktu, pegawai tetap memiliki Nomor Induk Pegawai (NIP) dan dapat diangkat menjadi PPPK Penuh Waktu apabila memenuhi persyaratan administratif, memperoleh hasil evaluasi kinerja yang baik, serta tersedia formasi pada instansi terkait.

Berdasarkan latar belakang ini, tim yang terdiri dari dokter, nakes, dan tenaga teknis turun ke jalan untuk menyampaikan aspirasi dan menagih kepastian hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara sebagai bagian dari ASN. Mereka meminta adanya kepastian mengenai hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara sebagai bagian dari ASN.

Mengapa Aksi Dilakukan?

Aksi yang dilakukan oleh APKSI bersama PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan ini dilakukan sebagai bentuk penyerahan aspirasi dan kebutuhan para pekerja kesehatan. Mereka ingin menegaskan bahwa sebagai bagian dari ASN, mereka memiliki hak-hak yang sama dengan pegawai lainnya, termasuk hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara.

Menurut APKSI, aksi ini dilakukan untuk menyerukan kepastian hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara sebagai bagian dari ASN. Mereka ingin menegaskan bahwa sebagai bagian dari ASN, mereka memiliki hak-hak yang sama dengan pegawai lainnya, termasuk hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara.

Dampak Aksi

Aksi yang dilakukan oleh APKSI bersama PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pekerja kesehatan. Dengan adanya kepastian hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara, para pekerja kesehatan diharapkan dapat bekerja dengan lebih baik dan lebih aman.

Menurut APKSI, aksi ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa para pekerja kesehatan memiliki hak-hak yang sama dengan pegawai lainnya, termasuk hak kepegawaian, kesejahteraan, serta perlakuan yang setara. Dengan demikian, para pekerja kesehatan diharapkan dapat bekerja dengan lebih baik dan lebih aman.

Penutup

Demikian informasi tentang aksi yang dilakukan oleh APKSI bersama PPPK Paruh Waktu sektor kesehatan. Aksi ini diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi para pekerja kesehatan dan menegaskan hak-hak mereka sebagai bagian dari ASN. Semoga bermanfaat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/metropolitan/7857355/saat-dokter-nakes-dan-tenaga-teknis-turun-ke-jalan-soroti-kepastian-hak-pppk-paruh-waktu, without altering the facts of the original article.

Konferensi Internasional UKI Bahas Kepulauan, Membuka Wawasan Baru tentang Pentingnya Wilayah Pesisir

Konferensi Internasional UKI Bahas Kepulauan, Membuka Wawasan Baru tentang Pentingnya Wilayah Pesisir

Konferensi Internasional Archipelagic Flows diadakan di Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 15-18 Juli 2026, sebagai hasil kerja sama berbagai pihak dan dukungan penuh dari Sivitas Akademika UKI. Konferensi ini membahas pentingnya perspektif kepulauan sebagai landasan dalam pembangunan nasional. Penyelenggaraan konferensi tingkat dunia ini adalah langkah besar yang dapat membuka wawasan baru tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan.

Kronologi Fakta

Konferensi Internasional Archipelagic Flows diselenggarakan oleh Program Studi Sastra Inggris, Fakultas Sastra dan Bahasa Universitas Kristen Indonesia (FSB UKI) sebagai tuan rumah. Dekan FSB UKI, Susanne A.H. Sitohang, menyatakan bahwa keberhasilan penyelenggaraan konferensi tingkat dunia ini sebagai hasil kerja sama berbagai pihak dan dukungan penuh dari Sivitas Akademika UKI. Konferensi ini membahas pentingnya perspektif kepulauan sebagai landasan dalam pembangunan nasional. Selain itu, konferensi ini juga membahas tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan.

Konferensi Internasional Archipelagic Flows juga membahas tentang peran penting kepulauan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya. Dengan demikian, konferensi ini dapat membuka wawasan baru tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan.

Mengapa dan Dampak

Konferensi Internasional Archipelagic Flows dapat membuka wawasan baru tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan. Konferensi ini dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan. Selain itu, konferensi ini juga dapat membantu meningkatkan peran penting kepulauan dalam pembangunan ekonomi, sosial, dan budaya.

Dengan demikian, konferensi ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir. Selain itu, konferensi ini juga dapat membantu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan.

Penutup

Demikian informasi tentang Konferensi Internasional Archipelagic Flows di Universitas Kristen Indonesia (UKI) pada 15-18 Juli 2026. Konferensi ini membahas tentang pentingnya perspektif kepulauan sebagai landasan dalam pembangunan nasional dan pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan. Dengan demikian, konferensi ini dapat membuka wawasan baru tentang pentingnya wilayah pesisir sebagai bagian dari kepulauan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5659819/uki-gelar-konferensi-internasional-bahas-pentingnya-kepulauan, without altering the facts of the original article.

Menteri-Menteri Kumpul Bareng Gojek-Grab Bahas Nasib Driver Ojol

**Menteri-Menteri Kumpul Bareng Gojek-Grab Bahas Nasib Driver Ojol** **Pembuka** Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengungkapkan bahwa pemerintah telah mengadakan rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan aplikator, termasuk Gojek dan Grab, untuk membahas masa depan ekosistem ojek online (ojol). Mereka membahas evaluasi pembagian pendapatan antara pengemudi dan aplikator, hingga rencana mengklasifikasikan ojol sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). **Momen Penentu di Menit Akhir** Pertemuan tersebut melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta sejumlah perusahaan aplikator, termasuk GoTo, Grab, Maxim, dan inDrive. Menurut Maman, pertemuan digelar untuk mengevaluasi perkembangan kebijakan pembagian tarif 92% pendapatan untuk pengemudi ojol dan 8% untuk aplikator. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** * Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan rapat koordinasi tersebut melibatkan Kementerian UMKM, Kementerian Perhubungan, Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), serta sejumlah perusahaan aplikator, termasuk GoTo, Grab, Maxim, dan inDrive. * Maman mengatakan bahwa pertemuan digelar untuk mengevaluasi perkembangan kebijakan pembagian tarif 92% pendapatan untuk pengemudi ojol dan 8% untuk aplikator. * Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan pemerintah terus menindaklanjuti kebijakan pembagian pendapatan tersebut dan telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai salah satu acuan pemerintah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa pemerintah memilih untuk mengadakan rapat koordinasi dengan perusahaan aplikator? Jawabannya terletak pada keinginan pemerintah untuk memastikan bahwa ekosistem ojol tetap sehat dan berkeadilan. Dengan demikian, pemerintah dapat menindaklanjuti kebijakan pembagian pendapatan yang telah ditetapkan dan memastikan bahwa pengemudi ojol tetap mendapatkan pendapatan yang adil. Selain itu, pemerintah juga ingin memasukkan pengemudi ojol ke dalam kategori UMKM. Mekanisme tersebut telah berjalan, tetapi payung hukumnya masih menunggu penyelesaian peraturan presiden. Maman mengatakan bahwa payung hukumnya akan sama dengan aturan ojol yang tertuang dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, pemerintah telah mengadakan rapat koordinasi dengan perusahaan aplikator untuk membahas masa depan ekosistem ojol. Mereka membahas evaluasi pembagian pendapatan antara pengemudi dan aplikator, hingga rencana mengklasifikasikan ojol sebagai pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Pemerintah ingin memastikan bahwa ekosistem ojol tetap sehat dan berkeadilan, dan telah menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) sebagai salah satu acuan pemerintah. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260721191536-37-752715/menteri-menteri-kumpul-bareng-gojek-grab-bahas-nasib-driver-ojol, without altering the facts of the original article.

Data Center Ditimpuk Garam dan Cuka, Disebut Akar Genosida

**Data Center Ditimpuk Garam dan Cuka, Disebut Akar Genosida** Aktivis lingkungan dari grup Extinction Rebellion menimpuk proyek data center milik Microsoft di Amsterdam, Belanda. Mereka melemparkan puluhan balon berisi campuran asam, garam, dan bahan kimia lain ke fondasi bangunan dengan tujuan mempercepat kerusakan beton dan karat pada baja. Aksi ini terjadi pada pekan lalu tetapi baru diumumkan pada awal pekan ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Aktivis lingkungan dari kelompok Extinction Rebellion menimpuk proyek data center milik Microsoft di Amsterdam, Belanda. Mereka melemparkan puluhan balon berisi campuran asam asetat, hidrogen peroksida, garam, dan cat akrilik ke fondasi bangunan. Menurut pernyataan para aktivis, zat asam akan menggerus permukaan beton, sedangkan hidrogen peroksida dan garam bekerja mempercepat proses karat pada besi penyangga bangunan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Pihak pengembang Pure Data Centers mengonfirmasi bahwa balon dilemparkan dari luar pagar pembatas. 2. Pembangunan data center hyperscale di Amsterdam telah melanggar larangan dari pemerintah Belanda karena kelangkaan pasokan listrik dan air. 3. Kompleks data center ini akan menghabiskan listrik setara dengan hampir seluruh rumah tangga di kota Amsterdam, serta 420 juta liter air per tahun untuk pendingin. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sumber kemarahan aktivis bukan hanya soal dampak lingkungan, melainkan cara proyek ini disetujui. Kota Amsterdam dan pemerintah Belanda telah melarang pembangunan data center skala besar (hyperscaler) sejak tahun 2022 karena kelangkaan pasokan listrik dan air. Namun, pengembang menemukan cara untuk meloloskan pembangunan data center hyperscale di Amsterdam. Caranya, bangunan dibagi menjadi tiga menara terpisah, sehingga tidak memenuhi definisi “hperscale”. Aktivis menganggap ini sebagai contoh kekuasaan perusahaan dan segelintir orang terkaya yang tidak bertanggung jawab. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pihak Microsoft belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden ini, tetapi polisi Amsterdam sedang menyelidiki kasus ini. Pihak pengembang berencana menempuh jalur hukum. Aksi ini merupakan kelanjutan dari serangkaian protes sebelumnya, seperti menyemprotkan asam berbau busuk ke kantor perusahaan asuransi bahan bakar fosil, dan mengunci pintu masuk pasar asuransi Lloyd’s di London. Kritikus menilai tindakan melemparkan bahan kimia berisiko mencederai pekerja dan tidak menyelesaikan akar masalah. Namun, protes ini menyoroti kian menguatnya penolakan global terhadap laju pusat data AI yang boros energi, serta keterkaitannya dengan isu hak asasi manusia dan kebijakan yang dianggap menguntungkan korporasi besar di atas kepentingan publik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260721133147-37-752579/data-center-ditimpuk-garam-dan-cuka-disebut-akar-genosida, without altering the facts of the original article.

Oksigen Langka: Apakah Manusia Sudah Siap Menghadapi Krisis Lingkungan

Oksigen Langka: Apakah Manusia Sudah Siap Menghadapi Krisis Lingkungan Oksigen yang terlarut di lautan, sungai, dan danau Bumi menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan. Krisis lingkungan ini tidak hanya mematikan bagi kehidupan air, tetapi juga bisa merusak keseimbangan sistem planet kita secara keseluruhan. Momen Penentu di Menit Akhir Penurunan kadar oksigen air atau yang disebut deoksigenasi terjadi karena tiga penyebab utama akibat aktivitas manusia. Pertama, pemanasan global membuat air yang lebih hangat sehingga kapasitas menampung oksigennya turun. Setiap kenaikan suhu 1 derajat Celcius mengurangi kapasitas simpan oksigen sekitar 2%. Kedua, pencemaran nutrisi sisa pupuk pertanian dan limbah rumah tangga yang masuk ke perairan. Hal ini memicu pertumbuhan alga berlebih yang kemudian menghabiskan banyak oksigen saat membusuk. Ketiga, perubahan arus air akibat adangan lapisan air hangat di permukaan sehingga oksigen dari atas tidak bisa turun hingga ke dasar laut. Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Para ilmuwan memperingatkan bahwa hal ini tidak bisa pulih selama hidup manusia. Laporan ini diulas dalam jurnal Limnology and Oceanography pada akhir Juni 2026, dan dilaporkan oleh Scripps Institution of Oceanography, Universitas California San Diego. Peneliti utama Erica Ferrer menjelaskan bahwa krisis ini tidak berdiri sendiri. “Kesehatan dan kestabilan Bumi sangat bergantung pada ekosistem air. Jika oksigen berkurang, kita mengganggu siklus alami yang mengatur iklim, keanekaragaman hayati, hingga ketersediaan pangan bagi manusia,” katanya. Apa Artinya Ini ke Depan? Hilangnya oksigen tidak hanya membunuh ikan, kepiting, dan hewan laut lainnya. Siklus karbon dan nitrogen yang membantu mendinginkan Bumi akan terganggu, sehingga mempercepat pemanasan. Perairan yang kekurangan oksigen justru melepaskan gas rumah kaca seperti metana dan dinitro oksida. Mamalia laut yang bernapas dengan menghirup udara di permukaan laut pun ikut menderita karena mangsanya hilang atau pindah tempat. Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Para peneliti menegaskan bahwa ini bukan berarti lautan akan kehabisan oksigen sepenuhnya dalam waktu dekat. Namun, arah geraknya sudah mengarah ke zona yang tidak aman, dan memperbaikinya akan memakan waktu jauh lebih lama daripada waktu yang kita miliki untuk bertindak. Oleh karena itu, kondisi oksigen air harus dimasukkan ke dalam daftar planetary boundary, yaitu batasan kritis yang tidak bisa terlampaui agar Bumi tetap layak huni. Saat ini, penurunan oksigen sudah berinteraksi erat dengan ancaman lain seperti perubahan iklim, pengasaman laut, dan penurunan keberagaman spesies. Jika dibiarkan, perubahan ini bisa berlangsung berabad-abad, bahkan jika emisi gas rumah kaca bisa disetop total. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan oksigen di lautan telah meningkat dengan cepat. Hal ini telah menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut dan merusak keseimbangan sistem planet kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengambil tindakan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi pencemaran nutrisi di perairan. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerusakan yang lebih parah pada ekosistem laut dan mengamankan kehidupan di Bumi. Dalam beberapa tahun terakhir, penelitian telah menunjukkan bahwa penurunan oksigen di lautan telah meningkat dengan cepat. Hal ini telah menyebabkan kerusakan pada ekosistem laut dan merusak keseimbangan sistem planet kita. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengambil tindakan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi pencemaran nutrisi di perairan. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerusakan yang lebih parah pada ekosistem laut dan mengamankan kehidupan di Bumi. Kita harus mengerti bahwa penurunan oksigen di lautan tidak hanya mempengaruhi kehidupan laut, tetapi juga mempengaruhi kehidupan manusia. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk mengambil tindakan segera untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan mengurangi pencemaran nutrisi di perairan. Dengan demikian, kita dapat menghindari kerusakan yang lebih parah pada ekosistem laut dan mengamankan kehidupan di Bumi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260721121241-37-752536/oksigen-sedikit-mulai-menghilang-manusia-belum-banyak-yang-sadar, without altering the facts of the original article.

Daun yang Mengancam Kiamat: Tanda-Tanda Akhir Dunia Sudah Tampak Jelas

**Daun yang Mengancam Kiamat: Tanda-Tanda Akhir Dunia Sudah Tampak Jelas** Pemanasan global telah mencapai titik kritis, mengancam fungsi hutan sebagai paru-paru dunia. Daun di hutan tropis mulai mengalami kerusakan karena temperatur yang terlalu panas, mengganggu proses fotosintesis. Jika kondisi hutan terus memburuk, dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi membuat manusia kesulitan bernapas. **Momen Penentu di Menit Akhir** Penelitian oleh Gregory Goldsmith dari Chapman University in California beserta tim, menemukan bahwa beberapa bagian hutan tropis yang mendekati batas temperatur kritis, sehingga mengganggu proses fotosintesis. Pohon di hutan tropis biasanya dapat menjalankan proses fotosintesis di suhu hingga 46,7 derajat Celcius. Namun, peneliti itu menjelaskan bahwa kemampuan spesies berbeda bergantung kepada populasi hutan, jumlah daun di pohon, dan kanopi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari data yang dikumpulkan dari pantauan satelit pada periode 2018-2020, kemudian divalidasi dengan sensor di permukaan yang ditempatkan di pucuk pohon lima hutan di Brasil, Puerto Rico, Panama, dan Australia. Analisis menemukan bahwa temperatur di kanopi hutan memuncak di suhu 34 derajat Celcius pada musim kering, meskipun sebagian daun mencapai suhu 40 derajat Celcius. Sebagian kecil daun, yaitu 0,01 persen dari sampel melampaui temperatur krisis (46,7 derajat Celcius) paling tidak sekali sepanjang musim kering. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut laporan ScienceAlert, pohon menutup pori-pori di daunnya yang dinamakan stomata, untuk menghemat air setiap suhu terlalu panas. Penutupan stomata ini membuat daun berpotensi rusak karena tidak bisa “mendinginkan diri” lewat proses transpirasi. Pada periode kering, saat tanah mengeras, dampak suku panas bisa makin parah. Jika pemanasan global melewati 3,9 derajat Celcius, seluruh hutan bisa tidak tahan. Daun bakal kering dan pohon di seluruh hutan mati satu demi satu. **Apa yang Terjadi Jika Hutan Tropis Tidak Tahan?** Pemanasan global telah mencapai titik kritis, mengancam fungsi hutan sebagai paru-paru dunia. Jika kondisi hutan terus memburuk, dampaknya bukan hanya merusak lingkungan, tetapi juga berpotensi membuat manusia kesulitan bernapas. Pohon di hutan tropis biasanya dapat menjalankan proses fotosintesis di suhu hingga 46,7 derajat Celcius. Namun, peneliti itu menjelaskan bahwa kemampuan spesies berbeda bergantung kepada populasi hutan, jumlah daun di pohon, dan kanopi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Oleh karena itu, sangat penting untuk menekan emisi dan mencegah deforestasi untuk melindungi hutan tropis. Penelitian ini menunjukkan bahwa perlu adanya tindakan untuk melindungi hutan tropis dari dampak pemanasan global. Dengan menekan emisi dan mencegah deforestasi, kita dapat membantu melindungi hutan tropis dan menjaga keseimbangan lingkungan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260722061757-37-752741/tanda-kiamat-sudah-dekat-tampak-jelas-di-daun, without altering the facts of the original article.

Pejabat RI Ini Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas dengan Alasan Unik

**Pejabat RI Ini Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas dengan Alasan Unik** **Momen Penentu di Menit Akhir** Jakarta, CNBC Indonesia – Di saat banyak pejabat memanfaatkan mobil dinas untuk berbagai keperluan, pejabat Indonesia bernama Baharuddin Lopa justru memilih naik angkutan kota (angkot) saat akhir pekan. Bukan karena tidak memiliki kendaraan, melainkan karena dia berpegang teguh pada prinsip bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Bagi Lopa, menggunakan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi adalah sesuatu yang haram. Prinsip itu diterapkannya tanpa pengecualian. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Baharuddin Lopa, Jaksa Agung ke-17 RI, tidak hanya menahan diri untuk tidak memakai mobil dinas di luar jam kerja, tetapi juga melarang istrinya menggunakan kendaraan dinas untuk pergi ke pasar. Pada 1980-an, Lopa pernah membuat orang-orang terkejut saat ia turun dari sebuah angkot dan berjalan memasuki lokasi acara pernikahan seperti tamu lainnya. Saat seseorang bertanya mengapa dia tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab dengan tenang, “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor.” **Apa Artinya Ini ke Depan?** Lopa dikenal sebagai sosok sederhana, dan atasannya saat menjabat Menteri Kehakiman, Ali Said (1981-1984), menyebut Lopa sebagai pejabat yang tetap hidup miskin meski memiliki karier cemerlang. “Tapi dia sendiri tetap miskin. Mobil pribadi belum dimiliki ketika tugas di Jakarta. Entah belakangan ini,” ungkap Ali, dikutip Kompas (17 April 1983). Pernyataan Ali memang bukan tanpa alasan. Sejak menjadi jaksa pada 1958, Lopa tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu yang lama. Baru pada akhir 1980-an dia membeli mobil melalui Jusuf Kalla, pebisnis mobil di Sulawesi Selatan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kesederhanaan itu juga terlihat dari rumahnya di Makassar yang tanpa perabot mahal, begitu pula rumahnya di Pondok Labu, Jakarta. Sikap hidup sederhana tersebut berjalan beriringan dengan ketegasannya dalam memberantas korupsi. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. Rekam jejak itulah yang mengantarkannya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. Menurut Suara Pembaruan (4 Juli 2001), setelah dilantik, Lopa langsung memberkas penyelidikan berbagai kasus korupsi besar yang melibatkan pengusaha dan pejabat tinggi negara. Namun, masa baktinya sebagai Jaksa Agung berlangsung sangat singkat. Pada 2 Juli 2001, saat menghadiri serah terima jabatan Duta Besar RI sekaligus menunaikan ibadah umrah, Lopa mendadak mual, muntah, lalu tak sadarkan diri. Keesokan harinya, 3 Juli 2001, dia meninggal dunia. Meski sempat muncul berbagai spekulasi, para dokter menyatakan penyebab wafatnya adalah serangan jantung. Dalam kesimpulan, pejabat RI ini tercium naik angkot, tolak pakai mobil dinas dengan alasan unik, menunjukkan kesederhanaannya dan komitmen dalam memberantas korupsi. Namun, kehidupannya singkat dan terakhir berakhir dengan tragis.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Proyek RI Ini, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Bawah Tanah

**Belanda Kagum dengan Proyek RI Ini, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Bawah Tanah** **Pembuka** Pada tahun 1936, sebuah proyek karya insinyur Indonesia bernama Sedyatmo membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sedyatmo adalah sosok yang kemudian dikenal sebagai penemu konstruksi fondasi “cakar ayam”. Namanya kini juga diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta. Pada tahun 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pemilihan lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. Sebelum pembangunan dimulai, Sedyatmo juga memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. “Sedyatmo melaksanakan adat tersebut, tapi tidak dengan kepercayaan demikian. Ia melaksanakannya semata-mata untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dan orang-orang yang membantunya,” ungkapnya dikutip dari Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: Intuisi Mencetus Daya Cipta (2019) **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda (Lanjutan)** Setelah penyembelihan, kenang Sedyatmo, daging kerbau dimakan bersama oleh warga dan para pekerja sebagai bentuk kebersamaan. Sementara itu, kepala kerbau dikuburkan karena sebagian besar terdiri atas tulang dan sulit dimanfaatkan. Terlepas dari adat tersebut, di tengah proyek, garapan Sedyatmo justru menuai penolakan dari kalangan insinyur Belanda. Mereka menilai rancangan jembatan tersebut menyimpang karena menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu. **Mengapa & Dampak** Namun, Sedyatmo tetap yakin dan berkilah bahwa mereka terlalu terpaku pada teori dalam buku. “Kekuatan jembatan tersebut tidak kalah dengan jembatan yang menggunakan rumus-rumus konvensional,” ungkap pria kelahiran 1909 itu. Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau **Kesimpulan** Dalam beberapa dekade terakhir, Indonesia telah menjadi tujuan investasi bagi banyak negara, termasuk Belanda. Proyek yang dilakukan oleh Sedyatmo pada tahun 1936 merupakan salah satu contoh keberhasilan Indonesia dalam bidang teknologi dan infrastruktur. Meskipun di awalnya dihadang oleh penolakan dari kalangan insinyur Belanda, Sedyatmo tetap yakin dan berhasil membuktikan kekuatan jembatan yang dirancangnya. Keberhasilan ini menjadi titik balik dalam kariernya dan membuktikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam bidang teknologi dan infrastruktur.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

Motor Jenis Ini Dibatasi Isi BBM Pertalite, Ini Alasannya

**Motor Jenis Ini Dibatasi Isi BBM Pertalite, Ini Alasannya** **Pembatasan Pengisian BBM untuk Sepeda Motor Suzuki Thunder** PT Pertamina Patra Niaga akhirnya membuka suara terkait kebijakan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang membatasi pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder. Kebijakan ini diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. **Mengapa & Dampak** Kebijakan pembatasan pengisian BBM untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil oleh masing-masing SPBU. “Kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil SPBU. Pengaturan tersebut adalah kebijakan masing-masing dari SPBU ya,” kata dia kepada CNBC Indonesia. Namun, Roberth menegaskan bahwa pada prinsipnya Pertamina mendukung penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran. Oleh sebab itu, pihaknya mengimbau kendaraan roda dua maupun roda empat untuk menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal. Roberth juga membantah anggapan bahwa kebijakan tersebut ditujukan kepada merek sepeda motor tertentu. Menurutnya, Suzuki Thunder yang digunakan untuk aktivitas sehari-hari secara normal tidak mengalami kendala saat melakukan pengisian BBM di SPBU. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Kebijakan pembatasan pengisian BBM untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder diambil sebagai langkah antisipatif untuk mencegah dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi. 2. Menurut Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Roberth M.V. Dumatubun, kebijakan ini adalah kebijakan proaktif yang diambil oleh masing-masing SPBU. 3. Roberth menegaskan bahwa pada prinsipnya Pertamina mendukung penyaluran BBM subsidi yang tepat sasaran. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kebijakan pembatasan pengisian BBM untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder memiliki implikasi yang signifikan bagi pihak terkait. Pihak SPBU harus meningkatkan ketepatan dalam mengidentifikasi dan menangani kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Sementara itu, pihak kendaraan roda dua maupun roda empat harus lebih berhati-hati dalam menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal. Dengan demikian, kebijakan ini dapat membantu mencegah penyalahgunaan BBM subsidi dan memastikan bahwa BBM subsidi digunakan secara efektif dan efisien. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kebijakan pembatasan pengisian BBM untuk sepeda motor jenis Suzuki Thunder adalah langkah yang positif dalam mencegah penyalahgunaan BBM subsidi. Namun, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh untuk memastikan bahwa BBM subsidi digunakan secara efektif dan efisien. Pihak SPBU harus terus meningkatkan ketepatan dalam mengidentifikasi dan menangani kasus penyalahgunaan BBM subsidi. Sementara itu, pihak kendaraan roda dua maupun roda empat harus terus berhati-hati dalam menggunakan BBM subsidi secara wajar dan sesuai kebutuhan normal. Dengan demikian, kebijakan ini dapat membantu mencegah penyalahgunaan BBM subsidi dan memastikan bahwa BBM subsidi digunakan secara efektif dan efisien.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260722071653-4-752756/motor-jenis-ini-dibatasi-isi-bbm-pertalite-ini-alasannya, without altering the facts of the original article.

Resep Dada Ayam Fillet Mentega yang Lezat, Gurih, dan Bikin Nambah Nasi: Cara Membuatnya dengan Mudah

**Resep Dada Ayam Fillet Mentega yang Lezat, Gurih, dan Bikin Nambah Nasi: Cara Membuatnya dengan Mudah** **Pembuka** Dada ayam fillet mentega adalah salah satu hidangan yang paling populer di restoran-restoran mewah. Rasa lezat dan aroma gurihnya membuat lidah kita tidak dapat menolak. Namun, mengapa kita tidak bisa membuatnya di rumah dengan mudah? Dalam artikel ini, kita akan membahas cara membuat dada ayam fillet mentega yang lezat, gurih, dan bikin nambah nasi. **Mengapa & Dampak** Menurut Liputan6.com, ada beberapa alasan mengapa kita tidak bisa membuat dada ayam fillet mentega yang lezat di rumah. Pertama, kita tidak tahu cara membuatnya dengan benar. Kedua, kita tidak memiliki bahan-bahan yang tepat. Ketiga, kita tidak memiliki pengalaman dalam membuat hidangan yang kompleks seperti dada ayam fillet mentega. Namun, dengan tips dan resep yang akan kita bahas dalam artikel ini, kalian dapat membuat dada ayam fillet mentega yang lezat, gurih, dan bikin nambah nasi di rumah dengan mudah. **Apakah yang Terjadi** Menurut Liputan6.com, ada beberapa hal yang perlu kita ketahui tentang membuat dada ayam fillet mentega. Pertama, kita harus menggunakan dada ayam fillet yang segar dan berkualitas. Kedua, kita harus memiliki bahan-bahan yang tepat seperti mentega, bawang putih, dan garam. Ketiga, kita harus memiliki pengalaman dalam membuat hidangan yang kompleks seperti dada ayam fillet mentega. **Cara Membuat Dada Ayam Fillet Mentega** Berikut adalah cara membuat dada ayam fillet mentega yang lezat, gurih, dan bikin nambah nasi: **Bahan-bahan** * 4 dada ayam fillet * 2 sendok makan mentega * 1 siung bawang putih, cincang * 1 sendok teh garam * 1 sendok teh lada hitam * 2 sendok makan kecap manis **Cara Membuat** 1. Siapkan dada ayam fillet dan cuci hingga bersih. 2. Panaskan mentega dalam wajan dan tumis bawang putih hingga harum. 3. Masukkan dada ayam fillet dan tumis hingga berwarna keemasan. 4. Bumbui dengan garam, lada hitam, dan kecap manis. 5. Aduk hingga bumbu meresap dan dada ayam fillet matang. 6. Angkat dan sajikan dengan nasi hangat. **Penutup** Dengan cara membuat dada ayam fillet mentega yang lezat, gurih, dan bikin nambah nasi, kalian dapat membuat hidangan yang kompleks seperti dada ayam fillet mentega di rumah dengan mudah. Jangan lupa untuk menggunakan bahan-bahan yang segar dan berkualitas, serta memiliki pengalaman dalam membuat hidangan yang kompleks seperti dada ayam fillet mentega. Selamat mencoba!

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8250922/tips-mengupas-telur-rebus, without altering the facts of the original article.