Spesies Langka yang Menghilang 100 Tahun Tiba-tiba Muncul di Wilayah RI, Masyarakat Terkejut

Penemuan spesies burung langka Blue-fronted Lorikeet di Pulau Buru, Maluku, telah mengejutkan masyarakat. Burung yang dikenal sebagai salah satu spesies langka ini telah menghilang selama hampir 100 tahun terakhir.

Momen Penentu di Menit Akhir

Burung Blue-fronted Lorikeet dikenal dalam deskripsi bersama tujuh spesimen pada tahun 1920. Namun, hingga tahun 2014, burung ini belum pernah difoto lagi. Pada April 2026, sebuah ekspedisi dilakukan ke wilayah Gunung Kapalatmada, dan para pengamat berhasil menemukan dua burung Blue-fronted Lorikeet.

“Kami melihat dua burung kecil terbang ke pohon di dekatnya, jadi saya mengambil teropong untuk melihat jenis burung apa salah satunya. Saya senang saat menyadari itu burung blue-fronted lorikeet,” jelas Direktur Pencarian Burung Hilang, John C. Mittermeier, dikutip dari IFL Science, Kamis (23/7/2026).

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Para peneliti berhasil merekam suara lorikeet, namun tidak diketahui berapa hewan yang tersisa sekarang. Keberadaan lorikeet menemukan tantangan sendiri, yaitu deforestisasi dan aktivitas pertambangan yang menyebabkan habitat mereka sangat terbatas.

Koordinator Maluku di Burung Indonesia, Benny A. Siregar mengatakan bahwa catatan penampakan spesies langka menunjukkan habitat yang bisa digunakan sangat terbatas. Temuan burung langka ini juga menyoroti cara spesies bisa bertahap hidup saat berada di lokasi terpencil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penemuan burung langka ini menunjukkan bahwa masih banyak spesies yang belum terdeteksi dan masih banyak yang belum terlindungi. “Saya berharap lebih banyak orang bisa melihat dan mempelajari lebih lanjut soal burung-burung ini. Pada saat bersamaan juga berharap lebih banyak orang peduli dan berpartisipasi dalam melestarikan hutan yang tersisa di Pulau Buru,” kata pemandu dan pemimpin tur Birdtour Asia, Sumaraja.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penemuan burung langka ini menunjukkan bahwa masih banyak tantangan yang harus dihadapi dalam melestarikan spesies langka. Namun, dengan penemuan ini, kita juga dapat melihat bahwa masih ada harapan untuk melestarikan spesies langka dan melindungi habitat mereka.

Langkah-langkah yang harus diambil adalah penelitian lebih lanjut tentang keberadaan lorikeet, pengembangan strategi melestarikan habitat, dan konservasi spesies langka. Dengan kerja sama antara pemerintah, organisasi lingkungan, dan masyarakat, kita dapat menjaga keberadaan lorikeet dan spesies langka lainnya.

Penemuan burung langka ini adalah momen penentu di menit akhir untuk kita menyadari bahwa masih banyak yang dapat dilakukan untuk melestarikan spesies langka dan melindungi habitat mereka. Mari kita mulai langkah-langkah yang harus diambil untuk menjaga keberadaan lorikeet dan spesies langka lainnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260723161110-37-753329/menghilang-100-tahun-spesies-langka-tiba-tiba-muncul-di-wilayah-ri, without altering the facts of the original article.

Mobil Bensin Bakal Tamat, Tanda-tanda Sudah Muncul di Mana-Mana di Indonesia

**Mobil Bensin Bakal Tamat, Tanda-tanda Sudah Muncul di Mana-Mana di Indonesia** **Pembuka** Era mobil bensin di Indonesia tampaknya akan segera berakhir. Kenaikan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah telah memicu tren beralih ke mobil listrik (EV). Masyarakat di beberapa wilayah telah menunjukkan minat meningkat terhadap EV sebagai alternatif pengganti mobil bensin. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fenomena ini telah teramati di berbagai negara, termasuk China dan Eropa. Di China, perang Iran telah memicu peningkatan permintaan EV, sehingga konsumsi bensin dan solar menurun 10% dan 14% secara berturut-turut pada Mei 2026. Data pemerintah menunjukkan bahwa perjalanan dengan layanan ride-sharing tumbuh 6% sejak perang Iran dimulai pada akhir Februari lalu, dibandingkan periode Maret-Mei pada 2025. Didi, aplikasi berbagi tumpangan utama, mencatat penambahan 2 juta mobil hibrida atau listrik pada tahun lalu, sehingga total armada non-bahan bakar fosilnya mencapai 8 juta unit, dengan kendaraan listrik (EV) menempuh 75% dari total jarak perjalanan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Laporan Reuters menyebutkan bahwa penggunaan taksi dan layanan transportasi online (ride-sharing) melonjak tajam di China sepanjang Mei 2026. Sebelumnya, Kementerian Transportasi China telah melaporkan bahwa sekitar separuh dari total 1,3 juta armada taksi di China telah beralih ke EV, bahkan di kota-kota besar angkanya mendekati 100%. Greenpeace memproyeksikan bahwa pada tahun 2035, 90% dari total jarak tempuh taksi dan layanan berbagi tumpangan akan dilakukan menggunakan kendaraan listrik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis J.P. Morgan menunjukkan bahwa konflik di Timur Tengah telah mempercepat perubahan perilaku yang sudah berlangsung, membuat China secara struktural kurang bergantung pada minyak daripada yang diasumsikan pasar secara historis. Dengan demikian, tren beralih ke mobil listrik tidak hanya di China tetapi juga akan semakin meningkat di Indonesia. Produsen mobil China seperti BYD, Chery, dan Leapmotor telah mencatat pertumbuhan signifikan, dengan penjualan naik 3-6 kali lipat dibandingkan tahun lalu. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam beberapa tahun ke depan, Indonesia harus menyiapkan infrastruktur yang mendukung penggunaan mobil listrik. Hal ini termasuk pembangunan jaringan charger yang lebih luas dan efektif. Selain itu, pemerintah harus juga menyiapkan kebijakan yang mendukung penggunaan mobil listrik, seperti subsidi atau insentif untuk produsen dan pengguna mobil listrik. Dengan demikian, Indonesia dapat memanfaatkan tren beralih ke mobil listrik ini untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan meningkatkan kualitas udara. Dengan demikian, era mobil bensin di Indonesia akan segera berakhir. Masyarakat harus siap untuk beralih ke mobil listrik dan memanfaatkan tren ini untuk meningkatkan kualitas udara dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260723152431-37-753295/mobil-bensin-bakal-tamat-tandanya-sudah-muncul-di-mana-mana, without altering the facts of the original article.

BAKTI Segera Perbaiki Kabel Laut di Ujung Utara Wilayah RI yang Putus

Bakti Segera Perbaiki Kabel Laut di Ujung Utara Wilayah RI yang Putus

Bakti akan segera memperbaiki kabel laut di ujung utara wilayah RI yang putus. Perbaikan ini dilakukan sebagai langkah preventif, bukan karena adanya putus total jaringan. Kerusakan kabel optik bawah laut (putus serat sebagian) di jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai akan direstorasi dengan cepat.

Moment Penentu di Menit Akhir

Kerusakan kabel optik bawah laut (putus serat sebagian) di jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai terdeteksi setelah adanya gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026. Selain itu, juga terdapat beberapa kali gempa kuat di segmen Melonguane-Morotai. Wilayah yang terdampak dari kendala ini adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane), dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro/Sitaro (Ondong Siau). Kerusakan terdeteksi pada kedalaman 3.400 meter dengan jarak berkisar 95 km dari Terminal Station (TS) Morotai.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kerusakan kabel optik bawah laut (putus serat sebagian) di jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai terjadi karena adanya gempa bumi dengan magnitudo 5,7 pada 26 Mei 2026. Kerusakan terdeteksi pada kedalaman 3.400 meter dengan jarak berkisar 95 km dari Terminal Station (TS) Morotai. Wilayah yang terdampak dari kendala ini adalah Kabupaten Kepulauan Sangihe (Tahuna), Kabupaten Kepulauan Talaud (Melonguane), dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro/Sitaro (Ondong Siau).

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kerusakan kabel optik bawah laut (putus serat sebagian) di jaringan Palapa Ring Tengah Segmen Melonguane-Morotai akan berdampak pada layanan internet di wilayah tersebut. Masyarakat di wilayah tersebut akan mengalami gangguan layanan internet selama proses perbaikan. Oleh karena itu, Bakti telah menyiapkan langkah mitigasi dengan mengoptimalkan layanan akses internet yang telah tersedia dengan satelit SATRIA 1.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bakti akan segera memperbaiki kabel laut di ujung utara wilayah RI yang putus. Kapal perbaikan akan mulai bergerak dari Bitung menuju Morotai pada 28 Juli 2026. Selama pengerjaan, akan ada estimasi periode kritis pemutusan layanan yang berkisar sekitar 12 hari. Target untuk layanan kembali pulih pada 11 Agustus 2026 mendatang. “Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami masyarakat terdampak di Kepulauan Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Kami memastikan seluruh tim bekerja maksimal di lapangan untuk mempercepat pemulihan infrastruktur vital ini demi terwujudnya konektivitas yang berkualitas di seluruh pelosok Indonesia,” jelas Plt. Direktur Infrastruktur BAKTI Komdigi Darien Aldiano.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260724090634-37-753479/kabel-laut-di-ujung-utara-wilayah-ri-putus-bakti-segera-perbaiki, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri Tertangkap Kejaksaan Agung RI, Brankasnya Isi Rp4 M

**Mantan Menteri Tertangkap Kejaksaan Agung RI, Brankasnya Isi Rp4 M** **Pembuka** Mantan Menteri Kehakiman di Kabinet Ali Sastroamidjojo I (1953-1955), DG, pernah tertangkap oleh Kejaksaan Agung RI dalam kasus dugaan suap yang menghebohkan publik pada era Orde Lama. DG diduga menerima suap sebesar Rp40.000 dalam penerbitan visa bagi warga keturunan Tionghoa asal Hong Kong bernama Bong Kim Thjong. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kasus bermula pada 12 Agustus 1955, ketika Tan Po Goan menyerahkan dokumen yang menunjukkan kejanggalan dalam proses penerbitan visa kepada harian Keng Po dan Kejaksaan Agung. Penyidik mengantongi bukti yang dinilai cukup, sehingga atas perintah Kejaksaan Agung, Polisi Militer menangkap DG setelah menggeledah rumah tersangka di Jalan Cut Mutia, Jakarta Pusat, serta sebuah rumah di Jalan Kenari No. 22 yang diduga berkaitan dengannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam penyelidikan, aparat bahkan menemukan sebuah brankas berisi uang yang jika dikonversikan ke nilai sekarang setara sekitar Rp4 miliar. Nilai uang itu tergolong sangat besar. Dengan harga emas sekitar Rp86 per gram pada 1955, uang tersebut setara membeli sekitar 1,57 kilogram emas atau sekitar Rp4,14 miliar jika dihitung menggunakan harga emas saat ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penangkapan seorang mantan menteri sempat memunculkan tudingan bermotif politik. Kepada harian Merdeka (15 Agustus 1955), Jaksa Agung Soeprapto membantah anggapan tersebut. Menurutnya, penyidikan telah dilakukan sejak lama berdasarkan bukti yang cukup dan diketahui Perdana Menteri Burhanuddin Harahap. Namun, kasus yang menjerat DG bermula dari dugaan penerimaan suap sebesar Rp40.000 dalam penerbitan visa bagi warga keturunan Tionghoa asal Hong Kong bernama Bong Kim Thjong. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Di persidangan, DG membantah seluruh dakwaan. Terkait deportasi Tjhon Hoen Nji, ia mengaku memang memerintahkan pengusiran tersebut demi menjaga keamanan negara karena yang bersangkutan dianggap berpihak kepada Kuomintang atau Partai Nasionalis China. Namun, majelis hakim tetap menyatakan DG bersalah menerima suap. Ini menunjukkan bahwa masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh dalam upaya melawan korupsi di Indonesia. **Kesimpulan** Kasus DG merupakan salah satu contoh penting dalam sejarah Indonesia tentang perjuangan melawan korupsi. Meskipun telah berlalu beberapa dekade, kasus ini tetap menunjukkan bahwa korupsi masih menjadi masalah yang kompleks dan memerlukan perhatian yang serius dari masyarakat dan pemerintah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713150847-25-750426/kejaksaan-agung-ri-tangkap-mantan-menteri-temukan-brankas-isi-rp4-m, without altering the facts of the original article.

Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut dengan Bantuan BRI Peduli

**Perempuan Ini Kembangkan Usaha Olahan Hasil Laut dengan Bantuan BRI Peduli** **Momen Penentu di Menit Akhir** Rosyidah, seorang perempuan dari Desa Eretan Kulon, Kecamatan Kandanghaur, Kabupaten Indramayu, berhasil mengembangkan usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. Ia kembali ke Indonesia setelah beberapa tahun bekerja sebagai pekerja migran di Malaysia dan melihat potensi yang selama ini begitu dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir. Hasil laut tersedia dalam jumlah melimpah, tetapi sebagian besar belum diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Rosyidah melihat peluang ini dan mulai merintis usaha olahan hasil laut dengan merek C’milzea. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Rosyidah melihat sumber daya alam di sekitar sangat melimpah, tetapi belum memiliki nilai jual. Dari situ ia memberanikan diri mengolahnya menjadi produk sekaligus membuka peluang kerja untuk ibu-ibu nelayan di sekitar. Ia harus belajar mengubah pola pikir, bangkit dari berbagai keraguan, hingga memahami cara memasarkan produknya agar semakin dikenal masyarakat. Keinginan untuk terus berkembang membawanya mengikuti Pelatihan Purna Pekerja Migran yang diselenggarakan oleh BRI. Program tersebut menjadi ruang belajar baru bagi Rosyidah untuk memperkuat kemampuan berwirausaha sekaligus memperluas wawasan mengenai pengembangan usaha. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ilmu yang diperoleh selama pelatihan kemudian ia terapkan secara bertahap dalam usahanya. Salah satunya melalui pengembangan olahan ikan menjadi produk baru yang memiliki nilai tambah sehingga mampu memperluas pilihan produk yang ditawarkan kepada konsumen. “Alhamdulillah, setelah mengikuti pelatihan saya mendapatkan banyak ilmu, terutama dalam mengolah ikan, seperti membuat kerupuk ikan. Ilmu tersebut sangat membantu dalam mengembangkan usaha yang saya jalankan,” kata Rosyidah. Selain memperoleh pendampingan melalui pelatihan, Rosyidah juga memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI sebagai tambahan modal untuk mengembangkan usahanya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Perubahan tersebut turut berdampak pada perkembangan usahanya. Jika sebelumnya penjualan C’milzea rata-rata hanya mencapai sekitar 50 kemasan, kini meningkat menjadi sekitar 70 hingga 100 kemasan. Selain itu, produk yang awalnya terbatas kini berkembang menjadi tiga variasi produk. Bagi Rosyidah, perjalanan dari negeri rantau hingga membangun usaha di kampung halaman menjadi bukti bahwa kesempatan untuk bertumbuh selalu terbuka bagi siapa saja yang mau belajar. Dukungan melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan fasilitas KUR BRI membantu Rosyidah mengembangkan usahanya dan meningkatkan penjualan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260719143046-25-751953/bri-peduli-bantu-perempuan-ini-kembangkan-usaha-olahan-hasil-laut, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal Ini

**BRI Peduli Bantu UMKM Tingkatkan Omzet dengan Pelatihan Sertifikasi Halal Ini** **Pembuka** Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli, menawarkan pelatihan sertifikasi halal untuk meningkatkan omzet usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Dengan program ini, BRI berharap UMKM dapat meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Lucy Emilda, pelaku usaha rumahan di Cimahi, Jawa Barat, adalah salah satu yang telah mendapatkan manfaat dari program ini. Ia memulai usaha dengan membuat cheese stick di dapur sederhananya pada tahun 2020, ketika pandemi memaksa banyak orang mencari cara untuk tetap bertahan. Dari awal, Lucy memiliki cita rasa dan kualitas yang tinggi pada setiap produknya, sehingga BUNCY terus berkembang. Namun, membangun kepercayaan konsumen menjadi salah satu tantangan terbesar yang dihadapi Lucy. Oleh karena itu, sertifikasi halal menjadi salah satu langkah yang diyakini mampu memperkuat kepercayaan tersebut sekaligus meningkatkan daya saing usaha. “Usaha kuliner, khususnya yang telah memiliki sertifikat halal, lebih mudah mendapatkan kepercayaan konsumen,” ujarnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Melalui fasilitasi Program Sertifikasi Halal dari BRI, BUNCY memperoleh kesempatan untuk melengkapi legalitas usahanya. Sertifikat halal menjadi pijakan awal bagi Lucy untuk melangkah lebih jauh dalam mengembangkan usahanya. Setelah mendapatkan sertifikasi halal, Lucy tidak berhenti sampai di situ. Ia melanjutkan pengurusan Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) agar produknya memiliki legalitas yang semakin lengkap dan dapat menjangkau pasar yang lebih luas. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Bagi Lucy, manfaat program ini tidak hanya terletak pada sertifikat yang diterima, tetapi juga pada proses pendampingan yang membuat seluruh tahapan pengurusan terasa lebih mudah. Mulai dari persyaratan hingga administrasi, setiap proses dilalui dengan arahan yang jelas sehingga pelaku usaha dapat lebih fokus mengembangkan bisnisnya. “Terima kasih kepada BRI yang telah memfasilitasi saya mendapatkan sertifikat halal, dengan segala kemudahan syarat dan administrasi, petunjuk dari petugas saya merasa sangat terbantu. Usaha saya sangat terbantu dengan program ini,” imbuhnya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dengan sertifikasi halal dan PIRT, Lucy dapat meningkatkan daya saing dan memperluas akses pasar. BRI melalui Program TJSL BRI Peduli, terus mengambil peran membantu pelaku UMKM melalui kegiatan pelatihan dan pemberian sertifikasi halal. Melalui pelatihan ini, BRI berharap pelaku UMKM mampu menjaga mutu produk, memperluas akses pasar, dan semakin siap naik kelas. “Kisah Lucy dan produk BUNCY menjadi contoh nyata pelaku UMKM yang mendapatkan manfaat dari pelatihan sertifikasi halal yang diselenggarakan BRI Peduli. Kami terus membantu pelaku UMKM di berbagai daerah untuk dapat memperluas akses pasar dan mendorong UMKM untuk tetap berkembang,” kata Dhanny, Corporate Secretary BRI.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720115458-25-752159/pelatihan-sertifikasi-halal-bri-peduli-bantu-umkm-tingkatkan-omzet, without altering the facts of the original article.

Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Bikin Geger di Ibu Kota

**Pejabat RI Terciduk Naik Angkot, Tolak Pakai Mobil Dinas, Bikin Geger di Ibu Kota** **Pembuka** Pejabat RI Baharuddin Lopa dikenal sebagai sosok sederhana yang tidak pernah menggunakan mobil dinas untuk kepentingan pribadi. Ia percaya bahwa mobil dinas hanya boleh digunakan untuk menjalankan tugas negara. Prinsip ini membuatnya menjadi sorotan di kalangan masyarakat, terutama saat ia menolak menggunakan mobil dinas untuk acara pernikahan pada 1980-an. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari Minggu, Baharuddin Lopa turun dari angkot dan berjalan memasuki lokasi acara pernikahan seperti tamu lainnya. Ketika ditanya mengapa ia tidak menggunakan mobil dinas, Lopa menjawab, “Ini hari Minggu. Ini juga bukan acara dinas. Jadi, saya tak boleh datang dengan mobil kantor.” Sikap ini membuatnya dikenal sebagai pejabat yang tetap hidup miskin meski memiliki karier cemerlang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Sejak menjadi jaksa pada 1958, Baharuddin Lopa tidak memiliki mobil pribadi dalam waktu yang lama. Baru pada akhir 1980-an dia membeli mobil melalui Jusuf Kalla, yang saat itu dikenal sebagai pebisnis mobil di Sulawesi Selatan. 2. Lopa membeli mobil seharga sekitar Rp50 juta dengan cara mencicil setiap bulan. Ia tidak ingin diistimewakan dan menolak tawaran harga khusus dari Kalla. 3. Selama bertugas sebagai jaksa di berbagai daerah, Lopa berhasil menyelamatkan uang negara dari berbagai kasus korupsi. Rekam jejak ini mengantarkannya dipercaya menjadi Jaksa Agung pada Juni 2001. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kesederhanaan Baharuddin Lopa tidak hanya terlihat dari penggunaan angkot, tetapi juga dari hidupnya yang tanpa perabot mahal. Ia tetap hidup miskin meski memiliki karier cemerlang. Dampaknya, ia menjadi contoh bagi pejabat lain untuk mengingatkan diri bahwa kekuasaan hanya untuk menjalankan tugas negara, bukan untuk kepentingan pribadi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski Baharuddin Lopa meninggal dunia pada 3 Juli 2001, namun prinsipnya tetap relevan hingga saat ini. Masyarakat masih perlu diingatkan akan pentingnya kesederhanaan dan tidak menggunakan kekuasaan untuk kepentingan pribadi. Lebih dari itu, masih banyak pejabat yang perlu belajar dari contoh Lopa dan mengingatkan diri bahwa kekuasaan hanya untuk menjalankan tugas negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260714162653-25-750768/bikin-geger-pejabat-ri-terciduk-naik-angkot-tolak-pakai-mobil-dinas, without altering the facts of the original article.

Belanda Kagum dengan Inovasi Indonesia, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Proyek Ini

**Belanda Kagum dengan Inovasi Indonesia, Ternyata Sempat Tanam Kepala Kerbau di Proyek Ini** **Pembuka** Sebuah proyek karya insinyur Indonesia pernah membuat orang Belanda terpukau. Rancangannya dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, sang perancang ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah. Lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar. Ia menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sebelum pembangunan dimulai, Sedyatmo memotong seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek. Dalam kepercayaan masyarakat Jawa saat itu, kepala kerbau yang ditanam merupakan persembahan kepada roh-roh penjaga tempat agar pembangunan berjalan lancar dan para pekerja mendapat perlindungan. Namun, dalam autobiografinya, Sedyatmo menegaskan ia tidak menjalankan tradisi tersebut karena mempercayai unsur mistisnya. Ia melakukannya demi menghormati masyarakat yang terlibat dalam proyek tersebut. “Sedyatmo melaksanakan adat tersebut, tapi tidak dengan kepercayaan demikian. Ia melaksanakannya semata-mata untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat dan orang-orang yang membantunya,” ungkapnya dikutip dari Prof. Dr. Ir. Sedyatmo: Intuisi Mencetus Daya Cipta (2019) **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ketika proyek selesai pada 1937, hasilnya justru di luar dugaan. Jembatan Air Wiroko berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru. Adapun tradisi menanam kepala kerbau yang dilakukan sebelumnya semata untuk menghormati adat masyarakat, bukan faktor yang menentukan keberhasilan konstruksi. Keberhasilan itu menjadi titik balik dalam kariernya. Kemampuan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard. Sang profesor meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Setelahnya, prestasi Sedyatmo terus bertambah. Tahun 1953, mengutip koran De locomotief (11 Agustus 1953), dia diangkat menjadi Profesor atau penasihat utama di Departemen PU. Prestasinya tidak hanya mencapai puncak di bidang konstruksi, tetapi juga menjadi inspirasi bagi generasi-insinyur berikutnya. Kisah Sedyatmo dan jembatan air di Desa Wiroko menunjukkan bahwa inovasi tidak harus selalu dianggap aneh atau menyimpang. Bahkan, kadang-kadang, keberanian untuk mencoba hal baru dan berbeda dapat menciptakan hasil yang luar biasa.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720132653-25-752202/proyek-ri-ini-bikin-belanda-kagum-ternyata-sempat-tanam-kepala-kerbau, without altering the facts of the original article.

FAKTA MENGEJUTKAN: Wakil Presiden RI Dituduh sebagai Agen CIA

**FAKTA MENGEJUTKAN: Wakil Presiden RI Dituduh sebagai Agen CIA** Wakil Presiden ke-3 RI, Adam Malik, dituduh sebagai agen badan intelijen Amerika Serikat (CIA). Pria yang lahir 99 tahun lalu ini dikaitkan dengan CIA dalam buku karya jurnalis investigasi Amerika Serikat, Tim Weiner, yang mengulas sejarah operasi rahasia badan intelijen tersebut di berbagai negara. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut buku Tim Weiner, “Legacy of Ashes: The History of the CIA” (diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Membongkar Kegagalan CIA” tahun 2008), Adam Malik bertemu dengan agen senior CIA, Clyde McAvoy, di tempat rahasia Jakarta. McAvoy adalah operator rahasia yang telah membantu merekrut seorang perdana menteri masa depan bagi Jepang dan datang ke Indonesia dengan tugas menyusup ke dalam PKI dan pemerintahan Sukarno. “Saya merekrut dan mengontrol Adam Malik. […] Dia adalah pejabat Indonesia tertinggi yang pernah kami rekrut,” kata McAvoy kepada Tim Weiner dalam wawancara pada 2005. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut paparan Weiner, CIA berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia dengan membentuk “pemerintahan bayangan”. Waktu itu, CIA merasa perlu membangun kedekatan dengan Indonesia supaya negara ini tidak jatuh ke tangan Uni Soviet dan komunismenya. Weiner juga menulis bahwa beberapa hari kemudian setelah pertemuan Adam Malik dan McAvoy terjadi pertemuan lanjutan. Kali ini, antara Adam Malik dengan atase politik Kedutaan Besar AS di Jakarta, Bob Martens. Dalam pertemuan tersebut, Martens disebut menyerahkan daftar berisi 67 tokoh PKI kepada utusan Adam Malik. Selain itu, Weiner mengklaim CIA memberikan dukungan terhadap operasi antikomunis, termasuk bantuan dana yang disalurkan melalui operasi terselubung bersama unsur militer. Bahkan, Adam Malik disebut menerima dana US$10.000 untuk membiayai kegiatan tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Tuduhan ini menimbulkan banyak reaksi dari pihak yang terkait. Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi salah satu tokoh yang menolak klaim tersebut. Menurutnya, sangat tidak masuk akal jika Adam Malik bekerja untuk badan intelijen Amerika Serikat. “Saya menyesalkan penulisan itu. Saya tidak bisa percaya dan tidak mungkin Pak Adam Malik menjadi agen CIA,” kata Jusuf Kalla, dikutip detikcom, 24 November 2008. Jusuf Kalla menilai latar belakang politik Adam Malik justru bertolak belakang dengan tuduhan tersebut. Adam Malik dikenal sebagai seorang sosialis sekaligus pendiri Partai Murba sehingga dinilai tidak mungkin menjadi bagian dari operasi intelijen Amerika Serikat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bantahan serupa juga datang dari pihak keluarga. Putri Adam Malik, Antarini Malik, menegaskan isi buku Tim Weiner tidak benar. Menurutnya, nasionalisme sang ayah tidak mungkin dipertaruhkan demi kepentingan negara lain ataupun imbalan uang. Keluarga pun mengungkapkan rasa marahnya. Sejarawan Taufik Abdullah juga menyangkal tuduhan tersebut. Menurutnya, itu tidak masuk akal. “Itu kan intel, nah kalo intel itu apa yang dilakukan, tentunya mencari informasi dan memberikan informasi terbaik. Berdasarkan riwayat hidup pak Adam Malik, maka sulit saya menerima itu,” katanya, dikutip dari situs UGM. Dalam kasus ini, masih banyak pertanyaan yang belum terjawab. Apakah Adam Malik benar-benar bekerja sebagai agen CIA? Apakah CIA memang berupaya mengonsolidasikan kekuatan politik di Indonesia? Semua ini masih perlu dipertanyakan dan dipelajari lebih lanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260720113310-25-752152/wakil-presiden-ri-ini-dituduh-jadi-agen-cia, without altering the facts of the original article.

HUMAN INTEREST: Sosok Guru Spiritual Presiden RI yang Dikatakan Tokcer

**HUMAN INTEREST: Sosok Guru Spiritual Presiden RI yang Dikatakan Tokcer** JAKARTA, CNBC Indonesia – Di balik kekuasaan seorang presiden, terkadang ada sosok yang jarang diketahui publik. Bagi Presiden ke-2 RI Soeharto, sosok itu adalah guru spiritual bernama Rama Diyat atau Raden Panji Soediyat Prawirokoesoemo. Kedekatannya dengan orang nomor satu di Indonesia membuat rumah Rama Diyat disebut selalu dijaga kendaraan militer. **Momen Penentu di Menit Akhir** Hakim Agung Adi Andojo Soetjipto pernah bertetangga dengan Rama Diyat di Jalan Sriwijaya, Jakarta Selatan, pada 1970-an. Dalam memoarnya “Menyongsong dan Tunaikan Tugas Negara Sampai Akhir, Sebuah Memoar” (2007), Adi mengaku kerap melihat kendaraan militer berada di rumah tetangganya itu. “Di Jalan Sriwijaya itu kami bertetangga dengan penasehat spiritual Presiden Soeharto, yakni Romo Diyat. Nyatanya di rumah Romo Diyat itu selalu ada kendaraan militer yang berada di situ, mungkin kendaraan pengawal,” tulis Adi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Ahmad Moestahal dalam “Dari Gontor ke Pulau Buru: Memoar H. Achmadi Moestahal” (2002), Rama Diyat diangkat Soeharto sebagai asisten pribadi dengan pangkat Brigadir Jenderal Kehormatan. “Romo P. Sudiat atau lebih sering disebut Romo Lengkung ini diangkat sebagai Spri dengan pangkat Brigjen Kehormatan,” tulis Moestahal. Sejarawan M.C. Ricklefs dalam “Mengislamkan Jawa” (2013) juga menyebut Rama Diyat merupakan guru spiritual Soeharto. Dia kerap memimpin ritual di Jambe Pitu, Gunung Selok, kawasan Pantai Selatan Jawa. Ricklefs tidak dapat memastikan apakah Soeharto hadir langsung dalam ritual tersebut atau hanya mengirim utusan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Hubungan Rama Diyat dengan Soeharto ternyata telah terjalin jauh sebelum sang jenderal menjadi presiden. Menurut Moestahal, Rama Diyat awalnya merupakan seorang kapten tentara yang ikut bertempur dalam Perang Kemerdekaan. Pada 1950, dia memutuskan berhenti dari militer dan mulai mengajarkan ilmu kebatinan. Muridnya berasal dari berbagai kalangan, termasuk Soeharto. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Salah satu momen penentu dalam hubungan Rama Diyat dan Soeharto adalah ketika Soeharto mengalami masa-masa sulit dalam karier militernya. Salah satunya terjadi pada pertengahan 1965. Waktu itu, Soeharto merasa kariernya stagnan. Dia kalah pamor dari rekan-rekan seangkatannya dan tak memperoleh jabatan strategis. Saat Konfrontasi Indonesia-Malaysia pada 1963, dia bahkan berada di bawah komando Omar Dhani yang merupakan juniornya. Dalam kondisi tersebut, Soeharto berniat mengundurkan diri dari dinas militer. Surat pengunduran dirinya sudah ditulis. Namun, rencana itu diketahui oleh orang kepercayaannya, Soedjono Hoemardani. Soedjono kemudian meminta Soeharto membatalkan niat tersebut. Dia mengingat pesan Rama Diyat yang pernah meramalkan Soeharto akan menjadi orang besar. “Rama Diyat pernah berpesan kepada Soedjono untuk menjaga Soeharto karena telah diramalkan bahwa suatu hari nanti dia akan menjadi orang besar,” tulis Sofjan. Soeharto pun mengurungkan niatnya. Tak lama kemudian meletus peristiwa G30S 1965. Setelah sejumlah perwira tinggi Angkatan Darat gugur, Soeharto mengambil alih kendali operasi dan kariernya melesat hingga akhirnya menjadi Presiden ke-2 RI. Meski memiliki kedudukan istimewa di lingkungan Presiden, tidak banyak catatan resmi mengenai nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat selama Soeharto memimpin Indonesia. Namun, hubungan keduanya tetap menjadi salah satu rahasia terbesar di balik kekuasaan Soeharto. Dengan memahami kisah Rama Diyat dan Soeharto, kita dapat melihat betapa pentingnya hubungan antara seorang pemimpin dan pengajar spiritualnya. Rama Diyat tidak hanya menjadi guru spiritual Soeharto, tetapi juga menjadi penasehat yang dapat membantu Soeharto dalam mengambil keputusan penting. Meskipun kita tidak dapat mengetahui secara pasti nasihat-nasihat yang diberikan Rama Diyat, namun kita dapat melihat betapa pentingnya peran Rama Diyat dalam membantu Soeharto mencapai posisi yang tinggi. Dalam kesimpulan, kisah Rama Diyat dan Soeharto menjadi salah satu contoh penting mengenai betapa pentingnya hubungan antara seorang pemimpin dan pengajar spiritualnya. Dengan memahami kisah ini, kita dapat melihat betapa pentingnya peran Rama Diyat dalam membantu Soeharto mencapai posisi yang tinggi, dan bagaimana hubungan keduanya dapat membantu Soeharto dalam mengambil keputusan penting.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260716093950-25-751218/sosok-ini-jadi-guru-spiritual-presiden-ri-ramalannya-tokcer, without altering the facts of the original article.