IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Apakah Ini Awal dari Kehilangan Momentum?

**IHSG Dibuka Melemah 0,17% ke Level 6.175, Apakah Ini Awal dari Kehilangan Momentum?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) membuka perdagangan Selasa (28/07) di zona merah dan melemah 0,17% ke level 6.175. Rupiah juga melemah ke Rp 18.060 per Dolar AS. Ini adalah tanda-tanda bahwa pasar modal Indonesia sedang menghadapi tekanan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut data yang tersedia, IHSG membuka perdagangan Selasa (28/07) di zona merah. Hal ini berarti bahwa IHSG telah mengalami penurunan harga pada perdagangan pertama hari ini. Rupiah juga melemah ke Rp 18.060 per Dolar AS, yang menandakan bahwa nilai Rupiah telah mengalami penurunan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa IHSG dan Rupiah melemah hari ini? Salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah kondisi ekonomi global yang masih tidak stabil. Krisis keuangan di beberapa negara dan penurunan harga komoditas dapat mempengaruhi pasar modal Indonesia. Selain itu, kebijakan moneter yang masih belum jelas juga dapat mempengaruhi keputusan investor. Dampak dari kelemahan IHSG dan Rupiah dapat sangat besar bagi pihak terkait. Investor yang telah memasang modal pada saham-saham yang terdampak dapat mengalami kerugian. Sementara itu, pemerintah juga dapat mengalami masalah dalam mengatur inflasi dan mengelola nilai tukar Rupiah. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun IHSG dan Rupiah melemah hari ini, masih ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi keputusan investor. Kondisi ekonomi global masih belum stabil, dan kebijakan moneter yang masih belum jelas dapat mempengaruhi keputusan investor. Oleh karena itu, perlu diwaspadai bahwa kelemahan IHSG dan Rupiah dapat berlanjut ke hari-hari berikutnya. Investor perlu tetap waspada dan memantau perkembangan pasar modal Indonesia dengan teliti.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728092958-19-754320/video-ihsg-dibuka-melemah-rupiah-anjlok-ke-rp-18060-per-usd, without altering the facts of the original article.

Destry Damayanti Siap Menghadapi Tantangan Rupiah, Apakah Ia Mampu?

Destry Damayanti Siap Menghadapi Tantangan Rupiah, Apakah Ia Mampu? **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 27 Juli 2026, analis memperkirakan nilai tukar rupiah terhadap dolar akan bergerak di rentang Rp17.800/1US$ hingga Rp18.100/1US$ pasca mundurnya Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Yusuf Rendy Manilet memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada di kisaran Rp17.800-Rp17.900 per dolar Amerika Serikat (AS). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Yusuf memperkirakan dalam jangka pendek akan ada tekanan terhadap nilai tukar rupiah namun terbatas. Terutama karena, pejabat sementara gubernur BI saat ini Destry Damayanti cakap dalam memimpin Bank Indonesia hingga Gubernur baru dilantik. “Penunjukan Ibu Destry Damayanti sebagai pelaksana tugas gubernur dapat memberikan kepastian bagi pasar. Sosok beliau bukanlah figur baru di Bank Indonesia. Sebagai Deputi Gubernur Senior, Destry memiliki pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter, menjaga stabilitas sistem keuangan, serta memahami dinamika pasar keuangan,” ujar Yusuf. Sementara itu, analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong memperkirakan nilai tukar rupiah dalam jangka pendek bisa bergerak di rentang Rp17.850/1US$ hingga Rp18.150/1US$. Lukman mengatakan, walaupun ada sentimen karena pengunduran diri Gubernur BI tapi yang mendominasi adalah sentimen eksternal. “Walau dengan perkembangan ini, sebenarnya faktor eksternal masih lebih mendominasi, dalam sepekan ini juga sangat padat data-data ekonomi AS dan FOMC dan indeks dolar AS berpotensi kembali naik dan menekan rupiah, terlebih apabila situasi geopolitik di timteng kembali memanas. Rentang jangka pendek 17850-18150,” ujar Lukman kepada CNBC Indonesia, Senin (27/7/2026). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Merujuk data Refinitiv, rupiah mengawali perdagangan pagi ini di posisi Rp18.060/US$ atau terdepresiasi sebesar 0,33%. Pelemahan tersebut melanjutkan tekanan pada perdagangan sebelumnya, ketika rupiah ditutup turun 0,36% dan terparkir tepat di level Rp18.000/US$. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, pada pukul 09.00 WIB terpantau melemah tipis 0,05% ke posisi 101,483. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Destry Damayanti sebagai pejabat sementara gubernur BI harus siap menghadapi tantangan rupiah yang masih tidak stabil. Dengan pengalaman panjang dalam perumusan kebijakan moneter dan menjaga stabilitas sistem keuangan, Destry harus dapat menjaga kepercayaan investor dan mencegah tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi, termasuk sentimen eksternal dan situasi geopolitik yang masih memanas. Jadi, apakah Destry mampu menghadapi tantangan rupiah dan memastikan kestabilan nilai tukar rupiah? Ini masih menjadi pertanyaan besar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728084208-17-754303/ramalan-kinerja-rupiah-di-tangan-pjs-gubernur-bi-destry-damayanti, without altering the facts of the original article.

Perang Tarif Trump Bangkit, Dunia Menghadapi Risiko Resesi Global

**Perang Tarif Trump Bangkit, Dunia Menghadapi Risiko Resesi Global** **Momen Penentu di Menit Akhir** Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang perdagangan global dengan memberlakukan gelombang baru tarif impor terhadap 60 mitra dagang utama, termasuk Uni Eropa, China, Inggris, dan Kanada. Tarif yang mulai berlaku Jumat waktu setempat itu berkisar 10%-12,5%, menggantikan tarif sementara 10% yang berakhir pada 24 Juli. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, kebijakan terbaru ini menunjukkan pemerintahan Trump semakin percaya diri mempertahankan strategi tarif. Fakta kedua, kondisi ekonomi dunia sedang menghadapi tekanan dari konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Fakta ketiga, pemerintahan Trump menggunakan dasar hukum Pasal 301 Trade Act 1974 setelah Mahkamah Agung AS pada Februari menyatakan skema tarif sebelumnya tidak sah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis menilai dampak kebijakan tarif Trump kali ini berpotensi lebih besar lantaran muncul di tengah ekonomi global yang jauh lebih rapuh. Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen pemerintahan Trump terhadap kebijakan tarif, tetapi juga memperlihatkan komitmen tersebut di tengah situasi guncangan energi global dan hambatan rantai pasok yang kian meningkat. Bagi pasar, implikasinya jelas: kita harus bersiap menghadapi skenario pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi. **Mengapa Kebijakan Tarif Trump Ini Penting** Kebijakan tarif Trump kali ini penting karena mengindikasikan tarif bukan lagi sekadar alat negosiasi jangka pendek. Melainkan, mulai diposisikan sebagai kebijakan permanen dalam strategi ekonomi AS. Penggunaan Pasal 301 menutup celah hukum yang sebelumnya dimanfaatkan untuk membatalkan tarif lama. Karenanya penting untuk memasukkannya sebagai beban pertumbuhan global. Dengan tertutupnya celah hukum tersebut, pasar mungkin perlu mulai memperhitungkan tarif sebagai beban struktural terhadap pertumbuhan global, dan bukan sekadar risiko sementara yang bisa diselesaikan melalui negosiasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kekhawatiran terhadap potensi resesi global kembali meningkat setelah Trump mengumumkan gelombang baru tarif impor, di tengah Timur Tengah yang masih memanas. Chief Economist AMP, Shane Oliver, mengatakan kombinasi perang di Timur Tengah dan kebijakan tarif Trump menjadi ancaman serius bagi ekonomi dunia yang sebenarnya sudah menghadapi perlambatan. Perang mendorong kenaikan harga, utang publik sudah tinggi, dan kondisi ekonomi dunia yang rapuh membuat kebijakan tarif Trump kali ini berpotensi lebih besar. Perlu diingat bahwa kebijakan tarif Trump kali ini bukan sekadar kebijakan sementara. Melainkan, kebijakan permanen dalam strategi ekonomi AS. Oleh karena itu, pasar harus bersiap menghadapi skenario pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi, serta ancaman resesi global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728075636-4-754275/perang-tarif-trump-bangkit-dari-kubur-dunia-bisa-resesi-global, without altering the facts of the original article.

Harga Asli BBM Solar Terungkap, Jauh Berbeda dari Rp6.800/Liter

**Harga Asli BBM Solar Terungkap, Jauh Berbeda dari Rp6.800/Liter** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintah telah menanggung selisih besar dalam harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi melalui skema subsidi energi. Hal ini membuat harga BBM yang dibayar masyarakat jauh lebih rendah dibandingkan harga keekonomiannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta utama pertama adalah harga keekonomian Solar Subsidi mencapai sekitar Rp12.000 per liter, sementara harga jual kepada masyarakat tetap dipatok Rp6.800 per liter. Dengan demikian, terdapat selisih sekitar Rp5.200 per liter yang ditanggung pemerintah. Fakta utama kedua adalah untuk BBM jenis Pertalite, harga keekonomiannya diperkirakan mencapai Rp16.100 per liter, namun dijual kepada masyarakat sebesar Rp10.000 per liter. Artinya, pemerintah memberikan subsidi sekitar Rp6.100 per liter. Fakta utama ketiga adalah ketergantungan pasokan energi terhadap impor menjadi pemicu utama kerentanan energi Indonesia, mengingat kebutuhan BBM nasional mencapai 1,6 juta barel per hari (bph) namun produksi hanya sekitar 600 ribu bph. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kondisi ini membawa tekanan terhadap fiskal karena pemerintah harus mengeluarkan lebih banyak uang untuk membeli bahan baku impor. Menurut Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno, pemerintah harus memperhatikan ketergantungan pasokan energi terhadap impor dan meningkatkan produksi domestik untuk mengurangi tekanan fiskal. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan efisiensi dalam penggunaan BBM dan meningkatkan pengembangan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan pada BBM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam jangka panjang, pemerintah harus meningkatkan investasi dalam pengembangan energi alternatif dan meningkatkan efisiensi dalam penggunaan BBM. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pasokan energi terhadap impor. Dengan demikian, harga BBM yang dibayar masyarakat dapat dijamin lebih stabil dan tidak terlalu bergantung pada harga impor.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728072204-4-754270/terungkap-harga-asli-bbm-solar-bukan-rp6800-liter, without altering the facts of the original article.

Ekspor Nikel-Timah RI Terhambat Logam Tanah Jarang, Nilai Ekspor Meningkat

**Ekspor Nikel-Timah RI Terhambat Logam Tanah Jarang, Nilai Ekspor Meningkat** **Pembuka** Ekspor nikel-timah Indonesia terhambat karena kandungan logam tanah jarang (LTJ) dalam komoditas ekspor. Hal ini menyebabkan nilai ekspor meningkat karena pelaku usaha harus menunggu pengaturan terkait kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas tata kelola ekspor mineral kritis yang mengandung logam tanah jarang (LTJ) di Gedung Bina Graha, Jakarta, Senin (27/7/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, serta pihak dari BRIN, Badan Geologi, Danantara, Pertamina, MIND ID, PT Timah, IDSurvey, Sucofindo, Surveyor Indonesia, Indonesia Mining Association (IMA), Forum Industri Nikel Indonesia (FINI), Asosiasi Bauksit Indonesia, hingga Apindo. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, terhambatnya ekspor mineral yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan disebabkan oleh belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ dalam komoditas ekspor. Fakta kedua, ekspor yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan menjadi masalah seperti kasus di Pangkalpinang karena ada kekosongan aturan tentang kandungan maksimal mineral ikutan LTJ yang diperbolehkan. Fakta ketiga, aparat penegak hukum, termasuk TNI tidak boleh menghambat kegiatan ekspor selama pelaku usaha tidak melanggar ketentuan yang berlaku. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dudung menilai koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum, termasuk TNI tidak menghambat kegiatan ekspor selama pelaku usaha tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, KSP kemudian mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dudung mengatakan bahwa ekspor yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan menjadi masalah karena ada kekosongan aturan tentang kandungan maksimal mineral ikutan LTJ yang diperbolehkan. Menurutnya, salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ dalam komoditas ekspor. Oleh sebab itu, KSP kemudian mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. **Kesimpulan** Ekspor nikel-timah Indonesia terhambat karena kandungan logam tanah jarang (LTJ) dalam komoditas ekspor. Oleh sebab itu, KSP mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan. Penyusunan kesepakatan ini diharapkan dapat memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis dan memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728080919-4-754292/ekspor-nikel-timah-cs-ri-terganjal-kandungan-logam-tanah-jarang, without altering the facts of the original article.

Pertamina Tuntas Migrasi ke Biodiesel B50, 82% SPBU Sudah Siap

**Pertamina Tuntas Migrasi ke Biodiesel B50, 82% SPBU Sudah Siap** PT Pertamina Patra Niaga mencatat bahwa 82% jaringan SPBU milik perusahaan telah menyediakan produk bahan bakar minyak (BBM) yang dicampur dengan biodiesel 50% (B50). Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mengurangi ketergantungan pada impor minyak di dalam negeri. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pertamina memproyeksikan ketersediaan B50 akan mencapai 100% di seluruh tanah air pada bulan September mendatang. Proses ini merupakan migrasi dari B40 yang sebelumnya berlaku. Pemerintah memberikan waktu transisi selama tiga bulan bagi perusahaan untuk menghabiskan sisa stok implementasi sebelumnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertamina telah meningkatkan produksi Biosolar B50. Wakil Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Taufik Aditiyawarman, meninjau langsung proses transisi penggunaan bauran minyak sawit tersebut di lapangan. Ia menargetkan seluruh SPBU sudah bisa melayani produk B50 secara merata pada akhir kuartal ketiga tahun ini setelah proses pembersihan stok B40 selesai. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dari sisi kualitas, Pertamina memastikan produk B50 telah lulus berbagai pengujian laboratorium dan uji coba operasional pada berbagai jenis kendaraan hingga alat berat. Perusahaan menjamin standar kualitas tetap terjaga melalui pengawasan 14 parameter uji yang diverifikasi oleh Lemigas. Pemerintah juga memperhitungkan dampak dari penerapan B50, termasuk penghematan devisa yang tercatat akan mencapai Rp 170 triliun per tahun. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kementerian ESDM juga memperhitungkan dampak dari penerapan B50 beberapa diantaranya seperti penyerapan tenaga kerja mencapai 2,1 juta orang, kebutuhan biodiesel (FAME) mencapai 16,7 juta – 18 juta KL per tahun, kebutuhan CPO mencapai 15,2 – 16,3 juta ton per tahun, dan penurunan emisi yang dihitung bisa mencapai 44,46 juta ton per tahun. Dengan demikian, Pertamina terus berkomitmen untuk meningkatkan ketersediaan B50 dan memastikan kualitas produk yang dipasarkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728073329-4-754272/82-spbu-pertamina-sudah-sediakan-bbm-baru-biodiesel-b50, without altering the facts of the original article.

Raksasa Otomotif PHK 9.000 Orang, China dan Mobil Listrik Tumbuh Lebih Cepat

Raksasa Otomotif PHK 9.000 Orang, China dan Mobil Listrik Tumbuh Lebih Cepat

Momen Penentu di Menit Akhir

Produsen mobil mewah asal Jerman, Porsche, akan memangkas sekitar 9.000 tenaga kerja atau hampir seperlima dari total karyawannya hingga 2035. Langkah ini diambil sebagai bagian dari restrukturisasi besar-besaran di tengah anjloknya permintaan di pasar China serta melambatnya transisi ke kendaraan listrik ( electric vehicle /EV).

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Porsche dan perwakilan serikat pekerja telah mencapai kesepakatan untuk menghapus tambahan 5.000 posisi melalui skema pensiun alami dan program pengunduran diri sukarela. Sehingga, tidak perlu melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) secara paksa. Pemangkasan terbaru ini melengkapi program efisiensi sebelumnya, 3.900 pengurangan tenaga kerja yang disepakati pada Februari 2025 dan 500 posisi lainnya, yang diumumkan CEO Michael Leiters tahun ini seiring penutupan sejumlah anak usaha.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Analisis otomotif dari Metzler Bank, Daniel Schwarz, menilai langkah tersebut sulit dihindari. “Pemangkasan ini sejalan dengan penurunan volume penjualan. Langkah tersebut tidak terelakkan untuk menekan biaya karena pasar China diperkirakan tidak akan kembali tumbuh kuat dalam waktu dekat,” katanya. Meski memangkas ribuan pekerjaan, Porsche tetap berkomitmen mempertahankan operasional pabriknya hingga akhir 2035.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

CEO Volkswagen Oliver Blume disebut mendorong pemangkasan hingga 100.000 tenaga kerja di seluruh grup agar perusahaan tetap kompetitif menghadapi ekspansi agresif produsen mobil China ke pasar Eropa. Blume juga sebelumnya memperingatkan bahwa empat pabrik Volkswagen, termasuk satu fasilitas milik merek premium Audi, berisiko ditutup setelah 2030 jika kondisi pasar tidak membaik. Dengan demikian, jalan panjang yang harus ditempuh oleh Porsche dan industri otomotif lainnya masih sangat panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728080654-4-754282/raksasa-otomotif-phk-9000-orang-tumbang-karena-china-mobil-listrik, without altering the facts of the original article.

Bank Mandiri Perkuat Dukungan untuk Ekosistem Karbon Biru via Livin

**Bank Mandiri Perkuat Dukungan untuk Ekosistem Karbon Biru via Livin** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indonesia memiliki ekosistem mangrove terbesar di dunia, dengan luas sekitar 3,45 juta hektar, mencakup sekitar 20% ekosistem mangrove global. Namun, sepanjang periode 1980 hingga 2025, Indonesia kehilangan sekitar 1,3 juta hektar mangrove, atau sekitar 31% dari luas mangrove nasional, akibat alih fungsi lahan, abrasi, dan degradasi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Peta Mangrove Nasional 2025, Indonesia memiliki luas mangrove terbesar di dunia. Ekosistem mangrove dapat menyimpan lebih banyak karbon dibandingkan hutan daratan tropis jika dihitung per satuan luas dan mencakup karbon dalam biomassa dan tanah. Pemerintah berkomitmen merehabilitasi ratusan ribu hektare ekosistem mangrove dengan prinsip yang terkoordinasi, yaitu pemulihan yang bertahap, terukur, berbasis komunitas, dan berkelanjutan. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perlindungan dan rehabilitasi mangrove menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung pencapaian Indonesia’s Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2030. Nilai tersebut akan menunjukkan manfaat apabila bibit ditanam hingga tumbuh dan serapan emisinya telah dapat dipertanggungjawabkan. Tantangan sebenarnya bukan pada jumlah bibit, melainkan pada kepastian tumbuh dan validitas pengukurannya. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bank Mandiri turut mengambil peran dalam mendukung ekosistem karbon biru melalui fitur Livin’ Planet pada aplikasi Livin’ by Mandiri. Fitur ini mengonversi jejak karbon yang dihasilkan nasabah ritel menjadi aksi kontribusi pohon yang serapan emisinya dihitung mengacu pada standar Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC). Setiap bibit yang ditanam dipantau bersama mitra konservasi dan perkembangannya dilaporkan kembali kepada nasabah. Pada momentum Hari Mangrove Sedunia yang diperingati setiap 26 Juli, Bank Mandiri mengumumkan bahwa kontribusi nasabah melalui Livin’ Planet telah terkumpul untuk penanaman sekitar 2.697 batang pohon, dengan nilai serapan emisi tercatat 64,29 ton CO2e. Mangrove menjadi komponen terbesar dari kontribusi tersebut, dengan penanaman mangrove mencapai sekitar 2.309 batang dengan nilai serapan 40,26 ton CO2e, atau sekitar 63% dari total serapan program penanaman nasabah. Nilai serapan sebesar itu setara dengan emisi perjalanan mobil sejauh lebih dari 244.000 kilometer, atau setara dengan konsumsi listrik rumah tangga sebesar 73.897 kWh. Bakau merah dipilih karena perannya sebagai pelindung alami garis pantai dari abrasi sekaligus penyerap karbon yang efektif. Dengan mekanisme ini, kontribusi tidak berhenti pada hari penanaman, melainkan tercatat hingga tahun-tahun berikutnya. “Pemerintah menegaskan bahwa pemulihan mangrove harus dilakukan secara terukur dan ilmiah. Sejalan dengan itu, Bank Mandiri memastikan setiap kontribusi penanaman nasabah tercatat dan serapan emisinya dihitung sesuai dengan metodologi yang berlaku. Bagi kami, akuntabilitas merupakan bagian dari cara Bank Mandiri menjalankan komitmen keberlanjutan,” ujar Senior Vice President ESG Group Bank Mandiri Monica Yoanita Octavia. Kontribusi nasabah ini merupakan bagian dari langkah keberlanjutan Bank Mandiri yang berjalan di berbagai lini. Dalam berbagai aktivasi lingkungan, Bank Mandiri telah menanam mangrove bersama komunitas, termasuk pada ajang M.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728085002-4-754310/bank-mandiri-perkuat-dukungan-untuk-ekosistem-karbon-biru-via-livin, without altering the facts of the original article.

Burhanuddin Abdullah Jadi Calon Gubernur BI, Airlangga: Ini Kata Penjelasannya

Momen Penentu di Menit Akhir

Nama Burhanuddin Abdullah seketika muncul dalam bursa calon gubernur Bank Indonesia (BI), setelah Perry Warjiyo mengundurkan diri dari jabatan orang nomor satu di bank sentral. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan publik harus menunggu nama calon yang akan disampaikan Presiden Prabowo Subianto kepada DPR.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Perry mengundurkan diri dari jabatan Gubernur BI pada 25 Juli 2026 melalui pengiriman surat kepada kepala negara. Setelah Perry mengundurkan diri, pada 26 Juli 2026, dewan gubernur BI mengadakan rapat dan memutuskan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai pejabat Gubernur sementara sesuai pasal 50 ayat (2) UU BI. Mekanisme itu sesuai dengan pasal 48 ayat (1) huruf (a) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2026, Destry akan menjabat sebagai gubernur sementara BI sampai Prabowo mengirimkan nama calon gubernur BI yang baru ke DPR untuk diuji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test oleh Komisi XI DPR.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengungkapkan usulan calon yang diberikan oleh Presiden maksimal ditetapkan sebanyak 3 nama, berdasarkan aturan dalam UU P2SK. Adapun, DPR belum menerima surat dari Presiden karena DPR saat ini memasuki masa reses. “Kita masih menunggu usulan Presiden, maksimal 3 nama,” ujar Hekal dalam Power Lunch, CNBC Indonesia TV, Senin (27/7/2026).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Burhanuddin Abdullah merupakan Gubernur Bank Indonesia sejak 2003 hingga 2008 dan merupakan Gubernur untuk International Monetary Fund (IMF), Washington DC, di Indonesia. Pria kelahiran Garut, Jawa Barat pada 10 Juli 1947 itu juga pernah menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian di era Pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Burhanuddin Abdullah merupakan Ketua Dewan Pakar dalam Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran saat Pilpres 2024. Burhanuddin memperoleh gelar Sarjana Pertanian (Ir.) dari Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran Bandung tahun 1974, Master of Arts (M.A.) di bidang Ekonomi dari Universitas Negeri Michigan, Amerika Serikat (1984), dan Doktor Honoris Causa di bidang Ekonomi dari Universitas Diponegoro (2006). Dengan demikian, proses pemilihan gubernur BI akan berlangsung lebih lama dan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menentukan nama calon gubernur yang baru.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728082442-4-754297/heboh-burhanuddin-abdullah-jadi-calon-gubernur-bi-ini-kata-airlangga, without altering the facts of the original article.

Ekspor Nikel-Timah Cs Terganjal Kandungan LTJ, KSP Dudung Buka Suara

Ekspor Nikel-Timah Cs Terganjal Kandungan LTJ, KSP Dudung Buka Suara

Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Dudung Abdurachman melaksanakan rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga untuk membahas tata kelola ekspor mineral kritis yang mengandung logam tanah jarang (LTJ). Hal ini dilakukan menyusul adanya laporan mengenai hambatan ekspor akibat belum jelasnya pengaturan terkait kandungan LTJ sebagai mineral ikutan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Rapat yang digelar di Gedung Bina Graha, Jakarta, pada Senin (27/7/2026), dihadiri oleh perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Keuangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kejaksaan Agung, Bareskrim Polri, dan beberapa organisasi lainnya. Dudung Abdurachman menyampaikan bahwa rapat tersebut digelar setelah KSP menerima laporan dari sejumlah pelaku usaha mengenai terhambatnya ekspor mineral yang mengandung LTJ sebagai mineral ikutan.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah belum adanya aturan yang mengatur batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan dalam komoditas ekspor. Kondisi ini sempat memicu persoalan di Pangkalpinang dan menimbulkan keraguan dalam proses ekspor. “Ekspor yang mengandung LTJ sebagai logam ikutan menjadi masalah seperti kasus di Pangkal Pinang. Ini karena ada kekosongan aturan tentang kandungan maksimal mineral ikutan LTJ yang diperbolehkan,” kata Dudung Abdurachman.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dudung Abdurachman menilai koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memperkuat tata kelola ekspor mineral kritis sekaligus memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha. Ia juga mengingatkan agar aparat penegak hukum, termasuk TNI, tidak menghambat kegiatan ekspor selama pelaku usaha tidak melanggar ketentuan yang berlaku. Oleh sebab itu, KSP kemudian mengoordinasikan penyusunan kesepakatan yang akan menjadi pedoman sementara mengenai batas maksimal kandungan LTJ sebagai mineral ikutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

“Kita akan terus mengoordinasikan dan memastikan bahwa kegiatan ekspor mineral kritis tetap berjalan lancar. Kita juga akan memastikan bahwa aturan yang akan dibuat tidak akan menghambat kegiatan ekonomi,” kata Dudung Abdurachman. KSP juga mengingatkan bahwa kerja sama antara kementerian, lembaga, dan pelaku usaha sangat penting untuk memastikan bahwa kegiatan ekspor mineral kritis tetap berjalan dengan lancar.

Kesimpulannya, KSP akan terus mengoordinasikan dan memastikan bahwa kegiatan ekspor mineral kritis tetap berjalan lancar, dan bahwa aturan yang akan dibuat tidak akan menghambat kegiatan ekonomi. Kerja sama antara kementerian, lembaga, dan pelaku usaha sangat penting untuk mencapai tujuan ini.

Keyword utama dari judul: Ekspor Nikel-Timah Cs Terganjal Kandungan LTJ, KSP Dudung Buka Suara

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728083826-4-754298/ekspor-nikel-timah-cs-terganjal-kandungan-ltj-ksp-dudung-buka-suara, without altering the facts of the original article.