Perang Tarif Trump Bangkit, Dunia Menghadapi Risiko Resesi Global

**Perang Tarif Trump Bangkit, Dunia Menghadapi Risiko Resesi Global** **Momen Penentu di Menit Akhir** Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali mengguncang perdagangan global dengan memberlakukan gelombang baru tarif impor terhadap 60 mitra dagang utama, termasuk Uni Eropa, China, Inggris, dan Kanada. Tarif yang mulai berlaku Jumat waktu setempat itu berkisar 10%-12,5%, menggantikan tarif sementara 10% yang berakhir pada 24 Juli. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fakta pertama, kebijakan terbaru ini menunjukkan pemerintahan Trump semakin percaya diri mempertahankan strategi tarif. Fakta kedua, kondisi ekonomi dunia sedang menghadapi tekanan dari konflik geopolitik dan gangguan rantai pasok. Fakta ketiga, pemerintahan Trump menggunakan dasar hukum Pasal 301 Trade Act 1974 setelah Mahkamah Agung AS pada Februari menyatakan skema tarif sebelumnya tidak sah. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis menilai dampak kebijakan tarif Trump kali ini berpotensi lebih besar lantaran muncul di tengah ekonomi global yang jauh lebih rapuh. Langkah ini tidak hanya menunjukkan komitmen pemerintahan Trump terhadap kebijakan tarif, tetapi juga memperlihatkan komitmen tersebut di tengah situasi guncangan energi global dan hambatan rantai pasok yang kian meningkat. Bagi pasar, implikasinya jelas: kita harus bersiap menghadapi skenario pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi. **Mengapa Kebijakan Tarif Trump Ini Penting** Kebijakan tarif Trump kali ini penting karena mengindikasikan tarif bukan lagi sekadar alat negosiasi jangka pendek. Melainkan, mulai diposisikan sebagai kebijakan permanen dalam strategi ekonomi AS. Penggunaan Pasal 301 menutup celah hukum yang sebelumnya dimanfaatkan untuk membatalkan tarif lama. Karenanya penting untuk memasukkannya sebagai beban pertumbuhan global. Dengan tertutupnya celah hukum tersebut, pasar mungkin perlu mulai memperhitungkan tarif sebagai beban struktural terhadap pertumbuhan global, dan bukan sekadar risiko sementara yang bisa diselesaikan melalui negosiasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kekhawatiran terhadap potensi resesi global kembali meningkat setelah Trump mengumumkan gelombang baru tarif impor, di tengah Timur Tengah yang masih memanas. Chief Economist AMP, Shane Oliver, mengatakan kombinasi perang di Timur Tengah dan kebijakan tarif Trump menjadi ancaman serius bagi ekonomi dunia yang sebenarnya sudah menghadapi perlambatan. Perang mendorong kenaikan harga, utang publik sudah tinggi, dan kondisi ekonomi dunia yang rapuh membuat kebijakan tarif Trump kali ini berpotensi lebih besar. Perlu diingat bahwa kebijakan tarif Trump kali ini bukan sekadar kebijakan sementara. Melainkan, kebijakan permanen dalam strategi ekonomi AS. Oleh karena itu, pasar harus bersiap menghadapi skenario pertumbuhan rendah dan inflasi tinggi, serta ancaman resesi global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260728075636-4-754275/perang-tarif-trump-bangkit-dari-kubur-dunia-bisa-resesi-global, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *