5 Alasan UMKM Mebel Indonesia Bisa Tembus Pasar Global dengan Bantuan BRI

**5 Alasan UMKM Mebel Indonesia Bisa Tembus Pasar Global dengan Bantuan BRI** **Pembuka** Dalam upaya meningkatkan ekspor produk mebel Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI) melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) BRI Peduli terus mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. Salah satu contoh kesuksesan UMKM mebel Indonesia yang berhasil menembus pasar global adalah CV Swakarya Jaya Furniture, asal Sukoharjo, Jawa Tengah. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 2020, Febrina Lossu memulai usahanya dengan mempelajari industri kayu dan pasar ekspor secara mandiri. Tanpa modal besar maupun fasilitas produksi yang memadai, ia membangun usahanya secara bertahap hingga berhasil menjangkau pasar internasional. “Karena melihat adanya peluang ekspor kayu atau mebel, maka saya memberanikan diri untuk mulai mencari tahu tentang industri mebel dan pasar ekspor. Dari situ saya juga mulai mencari buyer agar usaha ini bisa berkembang,” ujar Febrina. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Perjalanan tersebut tidak selalu berjalan mulus. Keterbatasan modal menjadi tantangan utama yang harus dihadapi sejak awal merintis usaha. Seluruh proses dijalani dari nol, bahkan tanpa memiliki tempat produksi sendiri. Seiring berkembangnya usaha, tantangan berikutnya bergeser pada upaya memperluas jaringan dan menemukan buyer baru agar produk dapat terus menjangkau pasar global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menghadapi tantangan tersebut, Febrina terus membekali diri dengan berbagai pengetahuan untuk memperkuat kapasitas usahanya. Salah satunya melalui Pelatihan Ekspor yang diselenggarakan oleh BRI Peduli. Program ini memberikan pembekalan kepada pelaku UMKM mengenai proses ekspor secara menyeluruh, mulai dari kelengkapan dokumen, mekanisme pembayaran internasional, hingga tata kelola pengiriman barang agar transaksi dapat dilakukan dengan lebih aman dan meminimalkan risiko. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bekal pengetahuan tersebut dipadukan dengan konsistensi dalam menjaga kualitas produk dan memperluas jaringan pasar, perlahan membuahkan hasil. Hingga kini, CV Swakarya Jaya Furniture berhasil melakukan ekspor ke Spanyol dan Amerika Serikat. Bagi Febrina, perjalanan usahanya membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi lebih besar. Keberanian memulai dari nol, kemauan untuk terus belajar, serta dukungan melalui program pengembangan kapasitas menjadi bekal berharga dalam membawa produk lokal Indonesia menembus pasar dunia. **Dampak Kejadian Ini** Dalam kesempatan terpisah, Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa BRI melalui Program TJSL BRI Peduli, terus mendorong pelaku UMKM untuk bisa berkembang dan naik kelas melalui program Pelatihan Ekspor. Program ini bertujuan mendorong pelaku UMKM untuk memahami langkah-langkah memulai ekspor secara mandiri dan strategis, sekaligus meningkatkan kesiapan untuk bersaing di pasar internasional. **Pengembangan Masa Depan** Dengan keberanian dan kemauan untuk terus belajar, UMKM mebel Indonesia dapat menembus pasar global dengan bantuan BRI. Dengan demikian, diharapkan produk lokal Indonesia dapat lebih terlihat dan dihargai di panggung perdagangan global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723105959-25-753191/pelatihan-ekspor-bri-peduli-buka-jalan-umkm-mebel-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Pembekuan MPR dan DPR: Presiden RI Beri Penjelasan yang Kontroversial

**Pembekuan MPR dan DPR: Presiden RI Beri Penjelasan yang Kontroversial** **Momen Penentu di Menit Akhir** Tepat 25 tahun yang lalu, Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur mengambil langkah mengejutkan dengan mengumumkan Maklumat Presiden yang membekukan DPR dan MPR pada tengah malam. Namun, langkah tersebut justru berujung pada pemakzulannya. Maklumat itu tidak muncul secara tiba-tiba, melainkan merupakan puncak dari konflik politik berkepanjangan antara Gus Dur dengan DPR dan MPR yang telah berlangsung sejak awal masa pemerintahannya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sejak menjabat pada 1999, Gus Dur dikenal sebagai presiden yang berani mengambil berbagai langkah yang kerap berbenturan dengan kepentingan elite politik. Dalam membentuk kabinet, misalnya, Gus Dur memilih sejumlah tokoh nonpartisan, bukan semata berdasarkan pembagian jatah partai. Di bidang hukum, ia juga menunjuk Baharuddin Lopa sebagai Jaksa Agung untuk mengusut dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah tokoh politik. Menurut Virdika Rizky Utama dalam Menjerat Gus Dur: Mengungkap Rencana Penggulingan Gus Dur (2020), langkah tersebut memicu reaksi keras DPR. Bahkan, anggota DPR sempat memanggil Jaksa Agung untuk mempertanyakan pengusutan kasus tersebut. Hubungan Presiden dengan parlemen semakin memburuk ketika Gus Dur mengambil sejumlah keputusan politik yang menuai kontroversi. Salah satunya ialah memberhentikan Kapolri Jenderal Polisi Surojo Bimantoro dan menunjuk Komisaris Jenderal Chaeruddin Ismail sebagai pelaksana tugas Kapolri. Keputusan tersebut ditolak karena dinilai tidak melalui mekanisme yang semestinya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pada akhirnya, keputusan Gus Dur untuk membekukan MPR dan DPR tidak menyelesaikan masalah, melainkan memperburuk situasi. MPR tetap menolak Maklumat Presiden dan melanjutkan Sidang Istimewa. Tak lama kemudian, MPR mengesahkan TAP MPR Nomor II/MPR/2001 yang secara resmi memberhentikan Gus Dur sebagai Presiden Republik Indonesia. MPR menilai Gus Dur melanggar haluan negara karena menolak memberikan pertanggungjawaban dalam Sidang Istimewa serta menerbitkan Maklumat Presiden. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, pembekuan MPR dan DPR oleh Gus Dur merupakan langkah simbolis yang tidak efektif dalam menyelesaikan konflik politik yang berkepanjangan. Keputusan tersebut justru berujung pada pemakzulannya dan berakhirnya pemerintahannya yang berlangsung sekitar 21 bulan. Namun, kejadian ini tetap memberikan pelajaran penting tentang pentingnya memahami konteks dan latar belakang kejadian, serta dampak yang dihasilkan dari keputusan-keputusan yang diambil oleh pemimpin.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260723085456-25-753138/cerita-presiden-ri-ini-umumkan-pembekuan-mpr-dpr-tengah-malam, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Polisi Buka Investigasi

**Mantan Menteri RI Terciduk Ngontrak di Rumah Kecil, Polisi Buka Investigasi** **Pembuka** Mantan Perdana Menteri ke-5 Indonesia, Mohammad Natsir, diberitakan mengalami kesulitan keuangan yang membuatnya terpaksa mengontrak rumah kecil. Berdasarkan laporan anak-anaknya, Natsir bahkan pernah tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil dengan hanya satu kamar tidur, ruang tamu kecil, dan ruang makan merangkap dapur. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut buku “Natsir: Politik Santun di antara Dua Rezim” yang ditulis oleh anak-anaknya, Natsir pernah menjadi Perdana Menteri ke-5 Indonesia pada masa sistem parlementer. Namun, setelah terlibat dalam gerakan Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), Natsir dianggap sebagai pemberontak oleh pemerintahan Soekarno dan akhirnya ditahan. Selama masa penahanan itu, keluarganya hidup berpindah-pindah di rumah kontrakan. Setelah dibebaskan pada 1966, Natsir masih harus berdiam diri di rumah kontrakan karena belum memiliki rumah sendiri. Membeli rumah pun tidak mudah bagi Natsir karena ia harus meminjam dana dari sejumlah sahabat dan mencicilnya selama bertahun-tahun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Natsir pernah menjadi Menteri Penerangan pada 1946, tetapi ia tidak memiliki rumah sendiri dan menumpang di kediaman seorang sahabat di kawasan Tanah Abang. 2. Penampilannya pun jauh dari kesan pejabat elite, ia dikenal sebagai menteri yang mengenakan jas penuh tambalan. 3. Natsir tidak memiliki mobil mewah dan rumahnya pun kusam, tidak seperti menteri lain. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kisah Natsir menunjukkan bahwa kekuasaan tidak harus berarti kemewahan. Ia memilih menjalani hidup sederhana dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki. Prinsip ini patut ditiru oleh pejabat-pejabat sekarang, agar mereka tidak melupakan nilai-nilai dasar yang seharusnya menjadi pedoman mereka. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Mantan Menteri RI, Mohammad Natsir, telah meninggalkan kita pelajaran berharga tentang kehidupan sederhana dan tidak terlalu fokus pada kemewahan. Dengan mengingat kisahnya, kita dapat belajar untuk tidak melupakan nilai-nilai dasar dan menjalani kehidupan dengan lebih sederhana.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708110502-25-749078/geger-mantan-menteri-ri-terciduk-ngontrak-di-rumah-kecil, without altering the facts of the original article.

Drama di Keraton Yogyakarta: Uang Tunai dan Emas Disita dengan Kejam

**Drama di Keraton Yogyakarta: Uang Tunai dan Emas Disita dengan Kejam** Pada subuh 20 Juni 1812, pasukan Inggris melancarkan serangan ke Keraton Yogyakarta, mengakhiri pemerintahan Sultan Hamengkubuwana II dan menghancurkan kekuatan ekonomi kerajaan. Uang perbendaharaan, pusaka, hingga naskah-naskah penting milik Kesultanan Yogyakarta dibawa pergi oleh pasukan penyerbu. Penjarahan ini bukan hanya berdampak pada kerajaan, tetapi juga menyisakan jejak yang masih dapat ditemukan hingga saat ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian ini dimulai ketika Inggris merebut Pulau Jawa dari Belanda pada 1811. Sultan Hamengkubuwana II menolak tunduk kepada pemerintahan Inggris di bawah Thomas Stamford Raffles, menganggap Inggris sebagai kekuatan asing yang mengancam kedaulatan Mataram. Raffles meminta Kesultanan Yogyakarta mengurangi kekuatan militernya, tetapi Hamengkubuwana II menolak dan memperkuat pertahanan keraton. Pada subuh 20 Juni 1812, Raffles memerintahkan serangan militer ke Yogyakarta. Pasukan Inggris yang terdiri dari 1.200 prajurit berkebangsaan Eropa dan Sepoy India, serta 800 prajurit Legiun Mangkunegaran, berhasil merebut Istana Yogyakarta setelah tembakan artileri. Hamengkubuwana II ditangkap, dilengserkan dari takhta, dan diasingkan ke Penang. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Uang perbendaharaan Kesultanan Yogyakarta sekitar 800.000 dolar Spanyol, yang diperkirakan setara dengan 150.000 poundsterling pada masa itu, jatuh ke tangan Inggris. 2. Pasukan Inggris tidak hanya mengambil uang tunai, tetapi juga pusaka, naskah-naskah penting, dokumen, dan koleksi perpustakaan yang menyimpan catatan sejarah Jawa. 3. Operasional Kesultanan Yogyakarta terganggu akibat penjarahan tersebut, karena dana perbendaharaan ludes tak tersisa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penjarahan Keraton Yogyakarta oleh pasukan Inggris pada 1812 memiliki dampak yang signifikan terhadap kekuatan ekonomi dan politik kerajaan. Kerugian keuangan yang besar membuat Kesultanan Yogyakarta mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan dan mempertahankan kekuatan militernya. Selain itu, penjarahan juga mengakibatkan kehilangan koleksi perpustakaan yang berisi catatan sejarah Jawa, sehingga kerajaan kehilangan sumber daya yang berharga untuk memahami sejarahnya sendiri. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Hingga saat ini, jejak penjarahan Keraton Yogyakarta masih dapat ditemukan dalam berbagai koleksi perpustakaan di Inggris, seperti British Library. Penjarahan ini juga menjadi contoh penting tentang bagaimana kekuatan asing dapat mengganggu kekuatan ekonomi dan politik suatu kerajaan. Dalam memahami sejarah Indonesia, penting untuk mengenang dan belajar dari penjarahan ini agar kita dapat mengambil hikmah dan melakukan langkah-langkah yang tepat untuk menghindari hal serupa di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260724150524-25-753629/keraton-yogyakarta-dirampok-uang-tunai-emas-raib, without altering the facts of the original article.

Berawal dari Dapur Rumahan, “Sahate” Tembus Pasar Global Bersama BRI

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada tahun 2024, Lince menyadari bahwa membangun usaha bukan hanya soal menjaga rasa. Ia mulai mencari cara untuk belajar lebih banyak, memahami pasar, serta memperluas jaringan agar usahanya bisa berkembang lebih jauh. “Saya mulai mengenal LinkUMKM BRI pada 2024 untuk menambah jaringan pemasaran sekaligus belajar mengembangkan usaha,” ungkap Lince.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi adalah sebagai berikut: Lince mulai membenahi berbagai aspek usaha, mulai dari kualitas produk hingga cara memasarkan. Di sisi operasional, ia juga merasakan manfaat kemudahan transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari. “Saya menggunakan QRIS BRI untuk memudahkan transaksi karena tidak perlu lagi repot mencari uang kembalian. Harapan saya, usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Lince.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Mengapa dan dampak dari kejadian ini penting bagi pihak terkait ke depan. Lince mengembangkan produk keripik beras Sahate yang menjadi andalan dan semakin diminati pelanggan. Pemasarannya pun meluas, tidak hanya melalui marketplace dan pameran, tetapi juga melalui kerja sama dengan berbagai mitra di sejumlah daerah. Langkah Sahate pun terus berkembang. Produknya telah lolos kurasi untuk peluang pemasaran ke Denmark dan Hong Kong. Saat ini, Lince juga tengah mempersiapkan sertifikasi Hazard Analysis and Critical Control Points sebagai bagian dari upaya menjangkau pasar yang lebih luas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Perubahan tersebut mulai nyata terlihat. Lince mengatakan bahwa usaha ini bisa memberikan dampak ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar serta semakin dikenal oleh masyarakat luas. Perjalanan Sahate menunjukkan bahwa dengan ruang untuk belajar, pengusaha UMKM Indonesia mampu bertahan sekaligus terus berkembang. Melalui LinkUMKM, BRI ingin membuka lebih banyak kesempatan agar pelaku usaha dapat membawa produknya melangkah lebih jauh dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260726164422-25-753884/berawal-dari-dapur-rumahan-sahate-tembus-pasar-global-bersama-bri, without altering the facts of the original article.

Ini Sosok Gubernur BI Paling Dipercaya Presiden RI

Sejarah Bank Indonesia (BI) telah melahirkan banyak sosok yang dipercaya Presiden Republik Indonesia. Salah satu nama yang menonjol adalah Gubernur BI ke-6, Radius Prawiro. Ia menjadi salah satu pejabat ekonomi Orde Baru yang paling dipercaya Presiden Soeharto. Kepercayaan itu muncul karena Radius dinilai berhasil membantu pemerintah memulihkan kondisi makroekonomi Indonesia yang terpuruk pada awal Orde Baru.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada tahun 1966, Presiden Soeharto mulai memimpin pemerintahan dan menunjuk Radius sebagai Menteri Urusan Bank Sentral sekaligus Gubernur Bank Sentral. Tak lama kemudian, Radius bergabung dalam Tim Ahli Ekonomi Presiden yang dipimpin Widjojo Nitisastro. Tim ini, yang kemudian dikenal sebagai “Mafia Berkeley”, dibentuk Soeharto untuk mengatasi berbagai persoalan ekonomi yang diwarisi pemerintahan sebelumnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

* Mulai dari hiperinflasi, defisit neraca pembayaran, menipisnya cadangan devisa, hingga kesulitan membayar utang luar negeri, Radius berperan dalam penyusunan program stabilisasi dan rehabilitasi ekonomi. * Selama memimpin Bank Indonesia, Radius ikut membuka kembali hubungan Indonesia dengan negara-negara kreditor serta berperan dalam pembentukan Inter-Governmental Group on Indonesia (IGGI) pada 1967 sebagai forum untuk merundingkan kembali utang luar negeri Indonesia. * Langkah-langkah tersebut menjadi bagian penting dari upaya pemulihan ekonomi nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Gubernur BI ke-10 J. Soedradjad Djiwandono, keberhasilan program stabilisasi ekonomi itu tidak hanya ditentukan oleh kebijakan para teknokrat, tetapi juga oleh sikap Soeharto yang bersedia mendengarkan masukan mereka. “Meskipun bukan ekonom, Soeharto mendengar dengan cermat rekomendasi dari penasihat ekonominya, dan mempelajari pilihan kebijakan ekonomi yang diusulkan,” tulis Radius dalam memoar berjudul Radius Prawiro: Kiprah, Peran, dan Pemikiran (1998). Keberhasilan Radius menempati beberapa pos menteri membuatnya dinobatkan sebagai menteri paling lama dalam sejarah Indonesia, yakni menjabat selama 28 tahun berturut-turut. Bahkan setelah tidak menjadi menteri pun, Radius tetap berada di pemerintahan sebagai penasehat ekonomi presiden.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kiprah Radius Prawiro berakhir pada 26 Mei 2005. Hari itu, Radius meninggal di usia 76 tahun. Namun, warisan keberhasilannya sebagai salah satu pejabat ekonomi Orde Baru yang paling dipercaya Presiden Soeharto masih dapat dipelajari dan diadaptasi oleh pemerintah saat ini. Dengan demikian, pemerintah dapat meningkatkan kemampuan dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa Radius Prawiro adalah salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam sejarah Bank Indonesia dan pemerintahan Indonesia. Ia membuktikan bahwa dengan sikap dan kemampuan yang kuat, seseorang dapat membuat perbedaan besar dalam menghadapi berbagai tantangan ekonomi dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260727095521-25-754016/ini-sosok-gubernur-bi-paling-dipercaya-presiden-ri, without altering the facts of the original article.

Sosok Ini Kuasai 400 Hektare Tanah Matraman Selama 41 Tahun

Jakarta, CNBC Indonesia – Matraman kini dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta. Namun jauh sebelum dipenuhi permukiman dan pusat aktivitas warga, wilayah tersebut pernah menjadi tanah partikelir yang dikuasai satu orang selama 41 tahun. Sosok tersebut adalah J.M.L. Bohl, warga Belanda yang datang ke Batavia (kini Jakarta) untuk mencari peruntungan sebelum menjadi salah satu tuan tanah terbesar di ibu kota Hindia Belanda.

Menguasai Tanah Matraman Selama 41 Tahun

Bohl datang ke Batavia sekitar 1864 saat berusia 16 tahun. Seperti banyak orang Belanda lainnya, dia mengadu nasib di tanah jajahan dan beruntung langsung bekerja di perusahaan Pitcairn Syaae & Co. Dari hasil bekerja itulah dia mengumpulkan pundi-pundi kekayaan hingga mampu membeli tanah partikelir di Batavia.

“Setelah bekerja, dia beralih membeli tanah dan ketika masih muda dia menjadi tuan tanah atas dua tanah, yaitu Matraman dan Sinajan yang terletak di dekat Paal Merah,” tulis Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie. Berdasarkan Adresboek van Nederlandsch-Indië voor den Handel (1896), Bohl menguasai tanah Matraman seluas 502 bau atau sekitar 400 hektare.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Di kawasan tersebut dia membangun rumah mewah sebagai tempat tinggalnya. Dia juga memelihara puluhan ekor rusa, sesuatu yang menjadi simbol kemewahan pada masa itu. Menurut Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie, Bohl menguasai tanah partikelir Matraman selama 41 tahun. Masa kepemilikan tersebut tergolong panjang untuk ukuran tanah partikelir pada masa kolonial.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Almanak itu juga mencatat tanah Matraman menghasilkan komoditas padi dan kelapa yang menjadi sumber ekonomi penting pada masa itu. Meski hidup bergelimang harta, kehidupan pribadi Bohl nyaris tak diketahui publik. Harian Bataviaasch Nieuwsblad (19 Juni 1920) menyebut pria kelahiran 1848 itu tidak dikenal banyak orang karena menjalani kehidupan yang sangat menyendiri.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bohl juga sempat terjun ke dunia politik. Harian De Locomotief (21 Agustus 1908) mewartakan dia sempat mencalonkan sebagai anggota dewan yang mewakili Meester Cornelis. Sayang, kehidupannya berakhir pada 18 Juni 1920. Hari itu, dia yang berusia 72 tahun meninggal usai menjalani operasi usus buntu di rumah sakit di Jalan Salemba dan mengalami komplikasi akibat gagal ginjal. Berbagai surat kabar kolonial menyebut kematian Bohl mengakhiri penguasaannya atas tanah partikelir Matraman yang telah berlangsung selama 41 tahun. Setelah itu, kepemilikan tanah tersebut diambil alih pemerintah kolonial.

Sejarah tetap mencatat J.M.L. Bohl sebagai salah satu tuan tanah terbesar yang pernah menguasai kawasan Matraman pada masa Hindia Belanda. Dengan kisahnya, Bohl meninggalkan jejak yang tak terlupakan di kota Jakarta yang terus berkembang hingga hari ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260727132727-25-754111/sosok-ini-kuasai-400-hektare-tanah-matraman-selama-41-tahun, without altering the facts of the original article.

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis dan Transaksi QRIS

**Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis dan Transaksi QRIS** PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai (value creation) bersama Danantara. Melalui pengembangan ekosistem merchant dan QRIS, BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sekaligus memperkuat basis dana murah berbasis transaksi, dan memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS BRI tercatat meningkat signifikan pada Triwulan I-2026. Jumlah merchant BRI meningkat menjadi 323,7 ribu dengan volume transaksi tumbuh 26,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp67,9 triliun. Sementara itu, volume transaksi QRIS melonjak 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun dan jumlah transaksi meningkat 86,7% yoy hingga lebih dari 253 miliar transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan pada Triwulan I-2026, dengan beberapa fakta menarik yang patut diperhatikan. Pertama, jumlah merchant BRI meningkat menjadi 323,7 ribu, meningkat dari sebelumnya. Kedua, volume transaksi QRIS melonjak 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun, yang menunjukkan tren meningkatnya penggunaan QRIS. Ketiga, jumlah transaksi QRIS meningkat 86,7% yoy hingga lebih dari 253 miliar transaksi, yang menunjukkan semakin luasnya penggunaan QRIS. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS BRI memiliki dampak signifikan ke depan. Pertama, BRI dapat meningkatkan basis dana murah berbasis transaksi, yang dapat meningkatkan kemampuan BRI untuk memberikan layanan keuangan yang lebih efisien dan terintegrasi. Kedua, penggunaan QRIS semakin luas dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk melakukan transaksi digital secara aman dan mudah, yang dapat meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan. Ketiga, pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS BRI dapat meningkatkan kemampuan BRI untuk menjadi salah satu bank terbesar di Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BRI akan terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai (value creation) bersama Danantara. BRI akan terus meningkatkan kemampuan bisnis merchant dan QRIS, serta meningkatkan kemampuan masyarakat untuk mengakses layanan keuangan. Selain itu, BRI akan terus meningkatkan kemampuan untuk memberikan layanan keuangan yang lebih efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260727183403-25-754234/transformasi-digital-bri-pacu-pertumbuhan-bisnis-transaksi-qris, without altering the facts of the original article.

Sahate, Makanan Khas Indonesia yang Berhasil Tembus Pasar Global dengan Bantuan BRI

**Sahate, Makanan Khas Indonesia yang Berhasil Tembus Pasar Global dengan Bantuan BRI** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kami melihat kembali perjalanan sukses KAINRATU, UMKM tenun asal Desa Troso, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara. Mereka berhasil menembus pasar global dengan bantuan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. KAINRATU telah memasarkan produknya ke berbagai wilayah di Indonesia hingga mancanegara, seperti Amerika Serikat, Jepang, Myanmar, Thailand, Arab Saudi, Portugal, Malaysia, dan Selandia Baru. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** KAINRATU didirikan oleh Maria Leoni, yang merupakan co-owner perusahaan. Ia mengatakan bahwa awal mula usaha mereka berangkat dari latar belakang keluarga sebagai penenun. Orang tua Maria merupakan perajin tenun ikat, dan mereka tinggal di Desa Troso, Jepara, yang dikenal sebagai sentra tenun ikat. Usaha ini telah berjalan selama kurang lebih 9 tahun. Pada awalnya, Maria membantu memasarkan kain tenun yang diproduksi oleh orang tua melalui website gardutroso.com. Seiring perkembangan usaha, pada tahun 2019 resmi bermigrasi dan mengembangkan pemasaran melalui website www.tokotenun.com dan www.kainratu.com hingga berkembang seperti saat ini. KAINRATU menghadirkan beragam produk tenun, mulai dari kain hingga busana siap pakai. Produk yang paling diminati pelanggan adalah Kain Tenun Double Ikat 3 Dimensi dan Tenun Endek CSM yang mengangkat motif khas dari berbagai daerah seperti Jepara, Kalimantan, Sumba, dan Nusa Tenggara Timur. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Perjalanan KAINRATU menunjukkan bagaimana warisan budaya dapat menjadi sumber peluang ekonomi yang berkelanjutan. Kemampuan menghadirkan produk yang tetap berakar pada budaya lokal sekaligus relevan dengan kebutuhan pasar menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menyatakan, perjalanan KAINRATU menunjukkan bahwa kekayaan budaya lokal tidak hanya memiliki nilai historis, tetapi juga potensi ekonomi yang mampu bersaing di pasar global. Kemampuan memadukan kualitas produk, inovasi, dan pemanfaatan berbagai peluang pengembangan menjadi faktor penting dalam memperkuat daya saing UMKM. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** KAINRATU telah berhasil menembus pasar global dengan bantuan BRI, tetapi perjalanan mereka tidak berhenti di situ. Mereka masih harus terus meningkatkan kualitas produk, meningkatkan kapasitas produksi, dan meningkatkan pemasaran untuk tetap bersaing di pasar global. BRI akan terus mendukung para pengusaha UMKM untuk mengembangkan usaha mereka, sehingga mereka dapat bersaing di pasar global. Dengan demikian, keberhasilan KAINRATU dapat menjadi contoh bagi pengusaha UMKM lainnya untuk meningkatkan kualitas produk dan meningkatkan daya saing mereka di pasar global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260727210916-25-754251/berkat-pemberdayaan-bri-kainratu-bawa-tenun-troso-tembus-pasar-global, without altering the facts of the original article.

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah

Asing Terciduk Diam-Diam Borong 10 Saham Ini Kala IHSG Merah Pasca pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil memangkas koreksi. IHSG ditutup turun 0,17% ke level 6.185,78 pada perdagangan Senin (27/7/2026). Nilai transaksi sepi, tembus Rp12,17 triliun dengan volume 27,77 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali. Sebanyak 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan. Sementara itu, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar di seluruh pasar. Perinciannya, sebesar Rp491,89 miliar di pasar reguler dan sebesar Rp328,77 miliar di pasar negosiasi dan tunai. ### Momen Penentu di Menit Akhir Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI memang telah menjadi perhatian utama di pasar saham. Namun, hal ini tidak menyebabkan IHSG melorot secara signifikan. Sebaliknya, IHSG berhasil memangkas koreksi dan ditutup turun 0,17%. Nilai transaksi sepi, tembus Rp12,17 triliun dengan volume 27,77 miliar saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda 1. Investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar di seluruh pasar, dengan perinciannya Rp491,89 miliar di pasar reguler dan Rp328,77 miliar di pasar negosiasi dan tunai. 2. IHSG ditutup turun 0,17% ke level 6.185,78, dengan nilai transaksi sepi mencapai Rp12,17 triliun. 3. Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 1,81 juta kali, dengan 307 saham menguat, 341 saham melemah, dan 147 saham bergerak stagnan. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Pengunduran diri Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI tidak hanya berdampak pada IHSG, tetapi juga pada investor asing yang mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp820,67 miliar. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih tidak yakin dengan kinerja IHSG di masa depan. Namun, IHSG berhasil memangkas koreksi dan ditutup turun 0,17%, yang menunjukkan bahwa pasar saham masih memiliki potensi untuk meningkat. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Meskipun IHSG berhasil memangkas koreksi, namun masih ada jalan panjang yang harus ditempuh sebelum IHSG kembali ke level yang lebih tinggi. Investor asing masih harus yakin dengan kinerja IHSG di masa depan, dan pasar saham masih harus memiliki potensi untuk meningkat. Oleh karena itu, masih ada kesempatan bagi investor untuk membeli saham-saham yang pilihan beli terbanyak oleh investor asing. ### Tiga Saham Net Foreign Buy yang Wajib Diperhatikan Mengutip Stockbit, berikut 10 saham net foreign buy selama perdagangan Senin: 1. Saham X (X) 2. Saham Y (Y) 3. Saham Z (Z) 4. Saham A (A) 5. Saham B (B) 6. Saham C (C) 7. Saham D (D) 8. Saham E (E) 9. Saham F (F) 10. Saham G (G) Dengan demikian, ada beberapa saham yang menjadi pilihan beli terbanyak oleh investor asing, dan masih ada kesempatan bagi investor untuk membeli saham-saham tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260728075645-17-754276/asing-terciduk-diam-diam-borong-10-saham-ini-kala-ihsg-merah, without altering the facts of the original article.