Sosok Ini Kuasai 400 Hektare Tanah Matraman Selama 41 Tahun
Jakarta, CNBC Indonesia – Matraman kini dikenal sebagai salah satu kawasan padat penduduk di Jakarta. Namun jauh sebelum dipenuhi permukiman dan pusat aktivitas warga, wilayah tersebut pernah menjadi tanah partikelir yang dikuasai satu orang selama 41 tahun. Sosok tersebut adalah J.M.L. Bohl, warga Belanda yang datang ke Batavia (kini Jakarta) untuk mencari peruntungan sebelum menjadi salah satu tuan tanah terbesar di ibu kota Hindia Belanda.
Menguasai Tanah Matraman Selama 41 Tahun
Bohl datang ke Batavia sekitar 1864 saat berusia 16 tahun. Seperti banyak orang Belanda lainnya, dia mengadu nasib di tanah jajahan dan beruntung langsung bekerja di perusahaan Pitcairn Syaae & Co. Dari hasil bekerja itulah dia mengumpulkan pundi-pundi kekayaan hingga mampu membeli tanah partikelir di Batavia.
“Setelah bekerja, dia beralih membeli tanah dan ketika masih muda dia menjadi tuan tanah atas dua tanah, yaitu Matraman dan Sinajan yang terletak di dekat Paal Merah,” tulis Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indie. Berdasarkan Adresboek van Nederlandsch-Indië voor den Handel (1896), Bohl menguasai tanah Matraman seluas 502 bau atau sekitar 400 hektare.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Di kawasan tersebut dia membangun rumah mewah sebagai tempat tinggalnya. Dia juga memelihara puluhan ekor rusa, sesuatu yang menjadi simbol kemewahan pada masa itu. Menurut Regeerings-almanak voor Nederlandsch-Indie, Bohl menguasai tanah partikelir Matraman selama 41 tahun. Masa kepemilikan tersebut tergolong panjang untuk ukuran tanah partikelir pada masa kolonial.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Almanak itu juga mencatat tanah Matraman menghasilkan komoditas padi dan kelapa yang menjadi sumber ekonomi penting pada masa itu. Meski hidup bergelimang harta, kehidupan pribadi Bohl nyaris tak diketahui publik. Harian Bataviaasch Nieuwsblad (19 Juni 1920) menyebut pria kelahiran 1848 itu tidak dikenal banyak orang karena menjalani kehidupan yang sangat menyendiri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Bohl juga sempat terjun ke dunia politik. Harian De Locomotief (21 Agustus 1908) mewartakan dia sempat mencalonkan sebagai anggota dewan yang mewakili Meester Cornelis. Sayang, kehidupannya berakhir pada 18 Juni 1920. Hari itu, dia yang berusia 72 tahun meninggal usai menjalani operasi usus buntu di rumah sakit di Jalan Salemba dan mengalami komplikasi akibat gagal ginjal. Berbagai surat kabar kolonial menyebut kematian Bohl mengakhiri penguasaannya atas tanah partikelir Matraman yang telah berlangsung selama 41 tahun. Setelah itu, kepemilikan tanah tersebut diambil alih pemerintah kolonial.
Sejarah tetap mencatat J.M.L. Bohl sebagai salah satu tuan tanah terbesar yang pernah menguasai kawasan Matraman pada masa Hindia Belanda. Dengan kisahnya, Bohl meninggalkan jejak yang tak terlupakan di kota Jakarta yang terus berkembang hingga hari ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260727132727-25-754111/sosok-ini-kuasai-400-hektare-tanah-matraman-selama-41-tahun, without altering the facts of the original article.