Dana pensiun atlet menjadi sorotan pemerintah setelah ditemukan kasus korupsi di dalamnya. Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir geram dengan kondisi ini dan berencana menggandeng Kejaksaan untuk mengawasi pengelolaan dana pensiun atlet. Pemerintah berencana menyiapkan skema dana pensiun bagi atlet sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan dan jaminan kesejahteraan.
Apa yang Terjadi
Pemerintah telah mewacanakan dana pensiun bagi atlet sejak lama, namun hingga kini skema tersebut belum juga terealisasi. Erick Thohir mengungkapkan bahwa masa karier atlet relatif lebih singkat dibandingkan profesi lainnya, sehingga negara perlu memastikan para atlet tetap memiliki jaminan kehidupan ketika tidak lagi aktif bertanding. “Mungkin banyak atlet masih main sampai umur 40, tetapi dibandingkan dengan banyak pekerjaan lain yang bisa pensiun di umur 50-60, mereka (pensiun) lebih muda. Akhirnya, mereka harus punya dana pensiun,” kata Erick.
Namun, Erick menambahkan bahwa pemerintah tidak ingin terburu-buru dalam menyusun skema tersebut. Salah satu perhatian utamanya adalah memastikan pengelolaan dana pensiun dilakukan secara akuntabel dan tidak mengulang berbagai kasus penyalahgunaan dana pensiun yang pernah terjadi. Untuk itu, Kementerian Olahraga (Kemenpora) menggandeng sejumlah institusi seperti Kejaksaan, Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), hingga pakar olahraga.
Mengapa dan Dampak
Kasus korupsi dana pensiun atlet menjadi perhatian serius pemerintah karena atlet memiliki masa karier yang relatif singkat dan tidak memiliki pola pendapatan tetap seperti pekerja formal. “Jangan sampai dana pensiun ini jadi koruptif lagi. Sudah banyak sejarah dana pensiun itu dikorupsi,” kata Erick. Pemerintah berencana mempelajari praktik terbaik dari sejumlah negara seperti Malaysia dan India sebelum menetapkan skema yang paling sesuai diterapkan di Indonesia.
Apa artinya ini ke depan? Pemerintah berharap dengan adanya skema dana pensiun yang jelas dan akuntabel, atlet dapat memiliki jaminan kehidupan yang lebih baik setelah tidak lagi aktif bertanding. Selain itu, pemerintah juga berharap dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana pensiun atlet.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk menyusun skema dana pensiun atlet yang efektif dan akuntabel. Erick Thohir menambahkan bahwa pemerintah akan terus bekerja sama dengan berbagai pihak untuk memastikan bahwa dana pensiun atlet dapat dikelola dengan baik dan tidak terjadi kasus korupsi lagi. “Kalau Malaysia-India bisa, masa negara kita, bangsa yang besar ini, tidak bisa,” ujarnya.
Dengan demikian, pemerintah diharapkan dapat menciptakan sistem jaminan hari tua dan jaminan sosial yang berkelanjutan bagi atlet, sebagaimana amanat Undang-Undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260702182325-33-747644/erick-ogah-dana-pensiun-atlet-jadi-sarang-korupsi-gandeng-kejaksaan-cs, without altering the facts of the original article.