Kowani Luncurkan Kampanye Goes to UNESCO Memory of the World dengan Nobar ‘Jangan Buang Ibu
Kongres Wanita Indonesia (Kowani) meluncurkan kampanye “Goes to UNESCO Memory of the World” dengan menggelar nonton bareng (nobar) film “Jangan Buang Ibu”. Program ini bertujuan untuk mencatat arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia sebagai memori kolektif dunia di UNESCO. Kowani juga mengajak masyarakat untuk melestarikan sejarah perjuangan perempuan Indonesia dengan mengapresiasi peran perempuan dalam keluarga.
Latar Belakang dan Tujuan
Kowani memanfaatkan ajang nobar film “Jangan Buang Ibu” untuk mengampanyekan program “Goes to UNESCO Memory of the World”. Program ini merupakan inisiatif Kowani agar arsip dan sejarah gerakan perempuan Indonesia tercatat sebagai memori kolektif dunia di UNESCO. Diluncurkan sebagai rangkaian kegiatan memeringati 100 tahun Kowani pada akhir Maret 2026, upaya pencatatan itu dimulai dengan menargetkan agar sejarah gerakan perempuan Indonesia ditetapkan sebagai memori kolektif bangsa pada tahun ini.
Organisasi yang saat ini diketuai Nannie Hadi Tjahjanto itu menggandeng BRIN dan ANRI untuk mengumpulkan, mengkurasi, mendigitalisasi, serta menyusun dossier berbasis data dan bukti sesuai standar internasional UNESCO. Langkah tersebut penting untuk memastikan agar proses pengajuan tidak hanya kuat secara naratif, tapi juga kredibel secara ilmiah dan sah secara kearsipan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kowani mengimbau masyarakat yang masih menyimpan arsip, dokumen, foto, surat, maupun koleksi sejarah yang berkaitan dengan Kongres Perempuan Indonesia dan perjalanan organisasi perempuan untuk turut berpartisipasi dalam proses pendokumentasian. “Setiap arsip memiliki nilai sejarah yang sangat penting. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga dan mendokumentasikan sejarah perjuangan perempuan Indonesia sebagai warisan bagi generasi mendatang,” kata Nannie.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kowani juga memperluas kolaborasi melalui gerakan 1.000 Profesi, 1.000 Organisasi, 1.000 Komunitas, dan 1.000 Solusi. Gerakan tersebut mengajak berbagai profesi, organisasi perempuan, komunitas, akademisi, pelaku usaha, media, hingga insan kreatif untuk bersama-sama menghadirkan solusi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi perempuan Indonesia, seperti kekerasan terhadap perempuan dan anak, perdagangan orang, penyalahgunaan narkoba, serta berbagai persoalan sosial lainnya.
“Kami ingin generasi sekarang dan generasi berikutnya mengetahui bahwa perempuan Indonesia memiliki peran besar dalam perjalanan bangsa. Sejarah perjuangan itu harus dijaga, didokumentasikan, dan diwariskan agar tidak hilang ditelan zaman,” ujar Nannie.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kowani juga memperkenalkan program pelatihan bela diri bagi perempuan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemampuan perlindungan diri sekaligus mencegah kekerasan terhadap perempuan. Program tersebut akan didukung mantan atlet nasional sekaligus pelatih karate berprestasi, Sensei Puspa Meonk.
“Perempuan adalah pewaris karakter bangsa. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu bergandengan tangan menghadirkan solusi nyata bagi kemajuan perempuan Indonesia,” ujar Nannie.
Film “Jangan Buang Ibu” dipilih untuk agenda nobar karena mengangkat nilai kasih sayang, bakti kepada ibu, ketulusan seorang perempuan dalam membangun keluarga, serta pentingnya menghormati orangtua.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8139767/kowani-kampanye-goes-to-unesco-memory-of-the-world-lewat-nobar-jangan-buang-ibu, without altering the facts of the original article.