Kementerian Agama meluncurkan program Ta’aruf Golek Garwo sebagai upaya untuk meningkatkan angka pernikahan dan mengurangi angka perceraian di Indonesia. Program ini digelar sebagai respons terhadap tren penurunan angka pernikahan dan peningkatan angka perceraian di Indonesia. Sebanyak 354 peserta mengikuti sesi Ta’aruf yang digelar di Smesco Indonesia, Jakarta.
Fakta dan Kronologi
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama, Abu Rokhmad, mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar mempertemukan laki-laki dan perempuan yang belum menikah, tetapi juga menjadi bagian dari ikhtiar membangun keluarga yang lebih siap dan berkualitas. Berdasarkan data BPS, angka perceraian di Indonesia mencapai 438.168 kasus. Mayoritas atau sebesar 79 persen merupakan cerai gugat, sementara 21 persen lainnya adalah cerai talak. Provinsi dengan angka perceraian tertinggi secara nasional adalah Jawa Barat dan Jawa Timur.
Total perceraian tersebut meningkat 11,03 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Rekor tertinggi dalam beberapa tahun terakhir terjadi pada 2022 dengan 516.344 kasus. Angka pernikahan di Indonesia memang mencatatkan tren penurunan drastis selama sepuluh tahun terakhir. Menurut data BPS, jumlah pernikahan turun hampir 30 persen dari sekitar 2,11 juta peristiwa pada tahun 2014 menjadi 1,47 juta pada dekade setelahnya.
Mengapa dan Dampak
Mengapa program ini penting? Abu Rokhmad menjelaskan bahwa program Ta’aruf Golek Garwo merupakan salah satu jawaban atas tren penurunan angka pernikahan dan peningkatan angka perceraian. “Dengan harapan, dengan kegiatan seperti ini kami berharap perkenalan bisa dilakukan lebih intensif, lalu kemudian terbentuknya persiapan sebelum pelaksanaan akad nikah juga semakin baik sehingga nanti keluarga sakinah bisa betul-betul diwujudkan dalam keluarga baru,” ujarnya.
Dampak dari program ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas keluarga dan mengurangi angka perceraian. Dengan mempertemukan laki-laki dan perempuan yang belum menikah dan memberikan kesempatan untuk saling mengenal secara lebih intensif, diharapkan dapat membangun keluarga yang lebih siap dan berkualitas.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Melihat data yang ada, program Ta’aruf Golek Garwo merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan angka pernikahan dan mengurangi angka perceraian. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk meningkatkan kualitas keluarga dan mengurangi angka perceraian. Kementerian Agama dan pihak terkait harus terus berupaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membangun keluarga yang berkualitas dan harmonis.
Program Golek Garwo merupakan hasil kerja sama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama dengan Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) dan komunitas Golek Garwo. Dengan kerja sama ini, diharapkan dapat meningkatkan efektivitas program dan mencapai tujuan yang diinginkan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.tribunnews.com/lifestyle/7847685/angka-pernikahan-menurun-drastis-kemenag-fasilitasi-pencarian-jodoh-melalui-taaruf-golek-garwo, without altering the facts of the original article.