PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) mencatatkan pendapatan sebesar US$2,6 juta pada kuartal I 2026 setelah melakukan penjualan emas perdana pada Maret 2026. Pencapaian ini menandai awal transisi EMAS menjadi perusahaan produsen emas. Presiden Direktur EMAS, Boyke P. Abidin, mengungkapkan bahwa kinerja tersebut mencerminkan profil keuangan yang wajar bagi operasi tambang yang baru memasuki tahap produksi.
Momen Penentu di Menit Akhir Kuartal
Pada kuartal I 2026, EMAS memproduksi 1.818 ounces emas dan 3.500 ounces perak, serta mencatatkan penjualan emas perdana sebesar 516 ounces. Harga jual rata-rata emas tercatat sebesar US$5.123 per ounce. Biaya tunai tercatat sebesar US$969 per ounce di luar royalti, atau US$1.202 per ounce termasuk royalti. Dengan demikian, EMAS menghasilkan margin tunai sebesar US$3.921 per ounce pada fase awal ramp-up.
Selain itu, All-in sustaining cost (AISC) tercatat sebesar US$4.463 per ounce di luar royalti, atau US$4.696 per ounce termasuk royalti. Tingginya AISC mencerminkan tahap awal produksi, ketika biaya sustaining dan pengeluaran terkait ramp-up masih diserap oleh basis produksi yang terbatas.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pencapaian ini memiliki dampak signifikan bagi EMAS ke depan. Dengan produksi perdana yang telah tercapai, panduan produksi 2026 yang jelas, peningkatan sumber daya mineral, serta akses ke pasar modal Indonesia dan internasional, EMAS berada pada posisi yang baik untuk menciptakan nilai jangka panjang dari salah satu deposit emas primer paling signifikan di Asia.
EMAS juga mengumumkan estimasi sumber daya mineral perdana untuk prospek Kolokoa sebesar 42 juta ton dengan kadar 0,33 gram per ton emas, yang mengandung sekitar 445.000 ounces emas. Tambahan tersebut meningkatkan total inventaris sumber daya mineral Tambang Emas Pani dari 7,0 juta ounces menjadi sekitar 7,4 juta ounces emas, atau naik sekitar 6%.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Ke depan, EMAS akan tetap berfokus pada peningkatan produksi Tambang Emas Pani secara aman dan disiplin, optimalisasi biaya, serta pengembangan kapasitas pengolahan secara bertahap. Dengan demikian, EMAS diharapkan dapat mencapai target produksi 100.000 hingga 115.000 ounces emas pada 2026, sesuai dengan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang telah disetujui.
Biaya per unit diharapkan akan berangsur normal seiring peningkatan volume produksi Tambang Emas Pani. Panduan biaya tunai berada pada kisaran US$900 hingga US$1.100 per ounce, sementara panduan AISC berada pada kisaran US$1.300 hingga US$1.450 per ounce, keduanya di luar royalti dan kredit perak.
Dengan komitmen yang kuat dan strategi yang tepat, EMAS diharapkan dapat meningkatkan kinerjanya dan memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham dan stakeholders lainnya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260629155525-17-746590/emas-catat-pendapatan-us-26-juta-per-kuartal-i-2026, without altering the facts of the original article.