Universitas Indonesia dan Artotel Kolaborasi Kelola 4 Aset Menganggur, Apa Target Rp 4,2 Triliun?
Universitas Indonesia (UI) resmi menggandeng Artotel Group, operator hotel lokal, untuk mengelola setidaknya empat aset kampus yang menganggur. Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen, karyawan, dan mahasiswa UI. Universitas Indonesia menargetkan bisa mendapat anggaran Rp 4,2 triliun pada tahun ini, naik dari Rp 3,2 triliun pada 2025. Tahun lalu, mereka bahkan bisa surplus dengan capaian Rp 3,4 triliun.
Apa yang Terjadi di Balik Kerja Sama UI dan Artotel?
Rektor UI Prof. Heri Hermansyah mengungkapkan bahwa saat ini, kontribusi anggaran 19 persen di antaranya berasal dari pemerintah dan 40 persen dari mahasiswa. Sisanya, 41 persen harus dipenuhi kampus secara mandiri dengan memanfaatkan aset-aset yang ada. Aset tersebut terbagi dalam dua jenis, yakni manpower atau sumber daya manusia terampil dan aset fisik berupa tanah dan properti.
Selama ini, sumbangan dari sumber daya manusia mendominasi, baik melalui jasa konsultasi hingga pemanfaatan fasilitas laboratorium di kawasan UI. “Untuk konsultasi saja bisa sampai hampir Rp 1 triliun,” kata Heri dalam acara Nota Kesepahaman Bersama (MOU) tentang Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian kepada Masyarakat serta Perjanjian Kerja Sama (PKS) Pengelolaan Venue di Lingkungan Universitas Indonesia, di kampus UI Depok, Senin, 29 Juni 2026.
Mengapa UI Menggandeng Artotel?
Menurut Heri, masih banyak bangunan yang menganggur, termasuk Balairung UI yang disebut Heri hanya digunakan untuk wisuda mahasiswa. “Itu setahun dua kali. Di luar itu idle. Padahal, kalau kita lihat kan viewnya bagus ya, dikelilingi pohon-pohon,” ucapnya. Dengan menggandeng Artotel, pihaknya berharap UI mendapatkan cuan tambahan untuk meningkatkan kesejahteraan, terutama dosen, agar mereka bisa fokus mendidik mahasiswa dan menciptakan inovasi di kampus.
Tujuannya agar kampusnya bisa bersaing dengan kampus-kampus lain di dunia. Heri menyatakan bahwa pihaknya menargetkan bisa mendapat anggaran Rp 4,2 trilun pada tahun ini, naik dari Rp 3,2 triliun pada 2025. Tahun lalu, mereka bahkan bisa surplus dengan capaian Rp 3,4 triliun. “Kalau bisa sih lebih ya karena kalau punya anggaran besar, kita bisa melakukan banyak hal untuk memperbaiki kualitas pendidikan dan inovasi di UI supaya sejajar dengan universitas lainnya di tingkat dunia,” kata dia.
Apa Dampaknya ke Depan?
Chief Operating Officer Artotel Group, Eduard Rudolf Pangkerego, mengungkapkan bahwa setidaknya ada empat aset yang akan dikelola oleh Artotel Group selama lima tahun ke depan. Keempatnya adalah Balairung, Balai Purnomo Prawiro, Balai Sidang Universitas Indonesia, serta Ruang Apung Perpustakaan Universitas Indonesia.
Pemanfaatan ruang tersebut ke depan akan difokuskan hanya di akhir pekan. Banyak aktivitas yang akan dihelat, terutama berkaitan dengan acara-acara sosial, seperti pameran seni, kegiatan perusahaan, job expo, seminar-seminar, hingga ulang tahun dan pernikahan. Mereka akan berkoordinasi ketat dengan pihak Universitas Indonesia untuk memastikan bahwa kegiatan tersebut tidak mengganggu kegiatan kemahasiswaan sekaligus tidak menabrak rambu-rambu yang ditetapkan kampus.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kedepannya, UI dan Artotel diharapkan dapat bekerja sama secara efektif untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen, karyawan, dan mahasiswa. Dengan target anggaran Rp 4,2 triliun, UI diharapkan dapat meningkatkan kualitasnya dan bersaing dengan kampus-kampus lain di dunia. Kerja sama ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi kedua belah pihak dan meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8112372/ui-gandeng-artotel-kelola-4-aset-menganggur-demi-penuhi-target-anggaran-rp-42-t, without altering the facts of the original article.