Penemu Fondasi “Cakar Ayam” dari Indonesia, Inovasi yang Mengubah Sejarah Belanda

**Penemu Fondasi “Cakar Ayam” dari Indonesia, Inovasi yang Mengubah Sejarah Belanda** **Pembuka** Sedyatmo, seorang insinyur Indonesia, pernah membuat orang Belanda terpukau dengan rancangannya yang dinilai menyimpang dari rumus yang selama ini menjadi acuan para insinyur dunia. Ia berhasil menemukan fondasi “cakar ayam” yang kemudian mengubah sejarah Belanda. Namun, di balik pendekatan teknik yang modern itu, Sedyatmo ternyata sempat menjalankan tradisi Jawa dengan menanam kepala kerbau sebelum pembangunan dimulai. **Mengapa & Dampak** Pada 1936, dua tahun setelah meraih gelar insinyur, Sedyatmo mendapat kepercayaan dari Mangkunegoro VII untuk membangun jembatan air di Desa Wiroko, Wonogiri. Jembatan itu dibuat untuk menyalurkan air dari Sungai Wiroko agar dapat dimanfaatkan para petani di wilayah sekitar. Proyek tersebut bukan pekerjaan mudah, karena lokasi pembangunan masih terpencil, akses jalannya belum memadai, dan kawasan sekitarnya dipenuhi ular berbisa. Meski begitu, Sedyatmo tidak gentar dan menyusun rancangan jembatan dengan prinsip hemat bahan, hemat biaya, dan hemat waktu, tetapi tetap menghasilkan bangunan yang kuat dan berkualitas. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Sedyatmo menggunakan ketebalan beton yang lebih tipis dibanding standar teknik yang berlaku saat itu, yang menimbulkan penolakan dari kalangan insinyur Belanda. 2. Ia menyembelih seekor kerbau dan menanam kepalanya di sekitar lokasi proyek sebagai persembahan kepada roh-roh penjaga tempat, meskipun ia sendiri tidak percaya pada unsur mistisnya. 3. Jembatan Air Wiroko yang dibangun oleh Sedyatmo berdiri kokoh dan membuktikan perhitungan Sedyatmo tidak keliru, sehingga menjadi titik balik dalam kariernya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Keberhasilan Sedyatmo menarik perhatian salah satu pejabat tinggi di Departemen Pekerjaan Umum (PU) Hindia Belanda, Prof. Ir. Bijlaard, yang meminta insinyur jembatan itu bergabung dengan Departemen PU. Ini menjadikan Sedyatmo sebagai orang Jawa pertama yang bekerja di departemen tersebut. Prestasi Sedyatmo terus bertambah, dan pada 1961, ia melahirkan inovasi konstruksi fondasi “cakar ayam” yang kemudian mengubah sejarah Belanda. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada 1961, Sedyatmo melahirkan inovasi konstruksi fondasi “cakar ayam” yang kemudian mengubah sejarah Belanda. Fondasi ini memiliki struktur yang unik, dengan bentuk seperti cakar ayam, yang memungkinkan konstruksi bangunan yang lebih kuat dan lebih efisien. Inovasi ini kemudian digunakan dalam berbagai proyek konstruksi di Belanda dan di seluruh dunia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Keberhasilan Sedyatmo tidak hanya berhenti di situ. Ia terus berkontribusi dalam bidang konstruksi dan inovasi, dan menjadi inspirasi bagi generasi-insinyur yang akan datang. Nama Sedyatmo juga diabadikan sebagai salah satu ruas jalan tol di Jakarta, sebagai penghargaan atas jasa dan kontribusinya dalam bidang konstruksi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260731184240-25-755597/orang-ri-ini-penemu-fondasi-cakar-ayam-pernah-bikin-geger-belanda, without altering the facts of the original article.

Pemerintah Akan Mengubah Menteng Jadi Tempat Penimbunan Warga Jakarta, Apa yang Terjadi?

**Pemerintah Akan Mengubah Menteng Jadi Tempat Penimbunan Warga Jakarta, Apa yang Terjadi?** **Pembuka** Pemerintah Jakarta telah merencanakan untuk mengubah Menteng menjadi tempat penimbunan warga. Namun, hal ini tidak akan mengubah sejarah kawasan tersebut. Pada masa lalu, Menteng hampir berubah menjadi kuburan warga Jakarta, tetapi rencana itu tidak pernah terwujud. Pemerintah kolonial memilih mengembangkan kawasan tersebut menjadi permukiman elite yang kelak menjadi salah satu kawasan paling bergengsi di Indonesia. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 1908, pemerintah kota Batavia bernegosiasi untuk membeli tanah pribadi di Menteng milik keturunan Arab, yakni keluarga Shahab. Rencana pembelian itu mencakup sekitar 295 blok bangunan dengan nilai transaksi yang disepakati mencapai 310.000 gulden. Pembelian dilakukan karena pemerintah kota ingin memiliki tanah sendiri di tengah banyaknya lahan pribadi yang tersebar di Batavia. Dengan menguasai lahan itu, pemerintah dapat mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik. Surat kabar Bataviaasch Nieuwsblad (20 Juli 1908) menyebut tujuan pembelian tersebut adalah agar pemerintah kota memiliki sebidang tanah di antara berbagai lahan pribadi di Batavia. Salah satu pertimbangannya adalah menyediakan lahan apabila suatu saat diperlukan untuk pembangunan pemakaman baru. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Namun, rencana Menteng sebagai lokasi pemakaman tidak pernah terwujud. Kawasan tersebut justru mengalami perubahan besar dan berkembang menjadi salah satu proyek perumahan paling modern pada masanya. Adolf Heuken dalam Menteng: Kota Taman Pertama di Indonesia (2001) menjelaskan, proyek ini terjadi tidak lepas dari keinginan pemerintah kolonial membangun hunian sehat di sekitar ibu kota Hindia Belanda. Nantinya, tanah tersebut diarahkan untuk kawasan permukiman kelas atas. “Kotapraja yang baru didirikan ini bermaksud supaya tanah yang baru diperoleh ini digunakan untuk daerah permukiman bagi masyarakat golongan atas,” tulis Heuken. Pembangunan Menteng kemudian dilakukan secara modern melalui perusahaan real estate NV De Bouwploeg. Sejak 1908, perusahaan tersebut mulai membeli tanah di kawasan itu dengan nilai sekitar 238.870 gulden. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengapa pemerintah kolonial memilih mengembangkan Menteng menjadi permukiman elite? Mereka khawatir jika lahan Menteng jatuh ke tangan swasta, pembangunan kawasan bisa berjalan tanpa pengawasan pemerintah. Akibatnya, standar jalan, konstruksi, hingga kebersihan lingkungan dikhawatirkan tidak sesuai dengan rencana tata kota Batavia. Dengan menguasai lahan itu, pemerintah dapat mengatur perkembangan kawasan sesuai kepentingan publik. Dampaknya, Menteng akhirnya berkembang menjadi salah satu kawasan paling bergengsi di Jakarta, tetapi tidak sebagai kuburan warga seperti rencana awal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Hingga kini, kawasan Menteng tetap dikenal sebagai salah satu wilayah paling mahal dan bersejarah di Jakarta. Namun, rencana pemerintah untuk mengubah Menteng menjadi tempat penimbunan warga tidak akan mengubah sejarah kawasan tersebut. Pemerintah harus mempertimbangkan dampaknya terhadap masyarakat dan lingkungan sebelum melakukan perubahan besar-besaran.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260729194737-25-754880/saat-pemerintah-ingin-putuskan-menteng-jadi-kuburan-warga-jakarta, without altering the facts of the original article.

Jaksa Agung Pertama RI Terancam Hidupnya, Korupsi Membuatnya Nyaris Mati

Jaksa Agung Pertama RI Terancam Hidupnya, Korupsi Membuatnya Nyaris Mati

Membongkar dugaan korupsi besar pada 1959 hampir membuat Jaksa Agung pertama RI, Mr. Gatot Tarunamihardja, kehilangan nyawa. Di tengah penyelidikan yang menyeret petinggi salah satu lembaga negara, ia menjadi sasaran teror hingga mengalami percobaan pembunuhan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Gatot merupakan Jaksa Agung pertama RI yang menjabat pada Agustus-Oktober 1945, sebelum kembali dipercaya Presiden Soekarno memimpin korps Adhyaksa pada April-September 1959. Menurut kesaksian peneliti Daniel S. Lev dalam “The Politics of Judicial Development in Indonesia” (1965), Gatot dikenal sebagai penegak hukum yang sangat dihormati karena tingginya penguasaan ilmu dan integritas.

Berbekal reputasi tersebut, ia datang dengan tekad membersihkan praktik korupsi yang saat itu dinilai telah mengakar di berbagai lembaga negara. Salah satu perkara yang menjadi fokusnya adalah dugaan korupsi di salah satu lembaga keamanan dan pertahanan negara. Kasus itu menyeret sejumlah petinggi lembaga tersebut, menjadi sorotan publik, dan mendapat dukungan luas dari masyarakat agar diusut hingga tuntas.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dalam proses penyelidikan, Gatot menghadapi perlawanan dari pejabat tinggi lembaga tersebut. Hanya saja ia tidak mundur. Bahkan, untuk memperkuat penyidikan, ia menggandeng kepolisian. “Untuk lebih baik melanjutkan penyelidikannya, Gatot menuntut wewenang khusus atas kepolisian,” ungkap Daniel S. Lev dalam “The Politics of Judicial Development in Indonesia” (1965).

Perlawanan terhadap Gatot kemudian semakin keras. Selain menghadapi berbagai tekanan, ia juga berulang kali menjadi sasaran intimidasi dari pihak-pihak yang merasa terusik oleh penyelidikannya. Kesaksian mengenai teror tersebut diungkap Abdul Rachmat Nasution, ayah pengacara Adnan Buyung Nasution. Menurut Buyung, ayahnya pernah menceritakan bagaimana Gatot menjadi korban percobaan pembunuhan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Buyung, semua itu terjadi karena, “Gatot Tarunamihardja memang terlalu berani.” Ia benar-benar ingin membersihkan negara dari praktik korupsi. Tekanan terhadap Gatot mencapai puncaknya pada 10 September 1959. Ia tiba-tiba ditangkap dan ditahan atas perintah Penguasa Perang Pusat.

“Jaksa Agung Mr. Gatot Tarunamihardja pada tanggal 10 September telah ditahan atas perintah Penguasa Perang Pusat karena dituduh telah melakukan usaha yang menjatuhkan nama baik dan prestise pimpinan lembaga,” ungkap koran Duta Masjarakat (14 September 1959). Selain itu, penahanan dilakukan karena langkah Gatot dinilai mengganggu situasi ketertiban nasional.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Masih menurut koran Duta Masjarakat, dari hasil pemeriksaan sementara telah terdapat petunjuk adanya usaha-usaha menyusun jaringan gelap di dalam alat-alat negara dengan melanggar segala hirarki dan organisasi yang dapat menimbulkan disintegrasi yang membahayakan. Gatot membantah segala tuduhan itu.

Kasus ini kemudian menjadi perhatian khusus Presiden Soekarno yang memanggil Gatot dan beberapa pihak yang berseteru. Koran Duta Masyarakat (18 September 1959) mengungkap, dari pertemuan itu Soekarno mengatakan masalah akan selesai. Tak lama kemudian, setelah 10 hari, Gatot dibebaskan.

Pihak yang diduga terlibat kasus juga dimutasi. Meski bebas dari tahanan, karier Gatot sebagai Jaksa Agung berakhir. Soekarno memberhentikannya dengan hormat dan mengangkat Mr. Gunawan sebagai penggantinya. Upaya Gatot membongkar dugaan korupsi pun berhenti di tengah jalan.

Jalan panjang yang harus ditempuh dalam membersihkan praktik korupsi masih sangat panjang. Namun, perjuangan Gatot Tarunamihardja sebagai penegak hukum yang berani dan integritas masih menjadi inspirasi bagi kita hari ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260731130039-25-755432/cerita-jaksa-agung-pertama-ri-nyaris-dibunuh-karena-bongkar-korupsi, without altering the facts of the original article.

BRI Bantu Peternak Sapi Perah Bangun Kapasitas, Kunci Keberhasilan di Sektor Pertanian

**BRI Bantu Peternak Sapi Perah Bangun Kapasitas, Kunci Keberhasilan di Sektor Pertanian** **Momen Penentu di Menit Akhir** BRI Peduli, program tanggung jawab sosial dan lingkungan dari Bank Rakyat Indonesia (BRI), telah memberikan bantuan signifikan bagi peternak sapi perah di Kelompok Ternak Sumber Karanglo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Dengan program ini, para peternak dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk dan pendapatan. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kelompok Ternak Sumber Karanglo telah berdiri sejak Oktober 2020 sebagai wadah bagi para peternak dalam mengembangkan usaha peternakan sapi perah. Saat ini, kelompok ini memiliki lebih dari 58 ekor sapi perah dengan produksi mencapai lebih dari 400 liter susu setiap harinya. Namun, para peternak dihadapkan pada berbagai tantangan yang membatasi ruang untuk berkembang, seperti proses produksi yang masih manual, jangkauan pemasaran produk yang terbatas, dan keterbatasan modal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan bergabung dalam Program Klaster Unggulan dari BRI Peduli, Kelompok Ternak Sumber Karanglo dapat memperoleh pendampingan untuk meningkatkan kapasitas usaha sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki. Para peternak memperoleh pelatihan pengolahan susu menjadi produk bernilai tambah seperti susu pasteurisasi, yoghurt, dan keju, sehingga membuka peluang peningkatan pendapatan. Selain itu, kelompok juga mendapatkan dukungan sarana dan prasarana sehingga proses pengolahan menjadi lebih efisien, higienis, dan mampu meningkatkan volume produksi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Rendy Hertanto, salah satu anggota kelompok, mengungkapkan bahwa program ini sangat membantu meningkatkan kualitas usaha dan kesejahteraan masyarakat. “Kami merasa sangat terbantu dengan adanya pelatihan, bantuan peralatan, dan pendampingan usaha. Semoga BRI Peduli terus hadir dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat,” tutur Rendy. Dengan dukungan dari BRI Peduli, Kelompok Ternak Sumber Karanglo dapat meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi yang dimiliki, sehingga mampu meningkatkan kualitas produk dan pendapatan. Program ini juga membuka peluang bagi para peternak untuk menciptakan nilai ekonomi yang lebih tinggi melalui produk olahan susu yang dihasilkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260801111716-25-755660/lewat-program-ini-bri-peduli-dongkrak-kapasitas-peternak-sapi-perah, without altering the facts of the original article.

Cita Rasa Rendang Asli Minang Mendunia, Berkat Pemberdayaan BRI

**Cita Rasa Rendang Asli Minang Mendunia, Berkat Pemberdayaan BRI** ### Momen Penentu di Menit Akhir Rabundo, usaha bumbu instan masakan Padang yang kini mulai menembus pasar nasional, lahir dari keinginan menghadirkan kembali kebanggaan terhadap cita rasa asli Indonesia. Bermula dari keinginan ini, Rabundo tumbuh menjadi bukti bahwa semangat pelaku UMKM yang dibarengi dengan pendampingan yang tepat mampu membuka jalan menuju pasar yang lebih luas. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Usaha yang didirikan Tika Hayana pada 2025 di Desa Kekiling, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan tersebut lahir dari pengalaman yang mungkin dianggap sepele oleh banyak orang. “Rabundo berangkat dari keresahan pendiri yang melihat ada bumbu rendang di rak swalayan yang diimpor dari negara tetangga,” ungkap Tika dalam keterangan resmi, Minggu (2/8/2026). Sebagai keturunan asli Minangkabau, pemandangan tersebut meninggalkan pertanyaan besar dalam benaknya. Mengapa salah satu ikon kuliner Indonesia justru lebih banyak diproduksi oleh pihak luar. ### Apa Artinya Ini ke Depan? Di tengah proses mengembangkan usaha tersebut, hubungan Tika dengan BRI sendiri telah terjalin sejak 2023 saat ia menjadi nasabah. Saat Rabundo mulai beroperasi pada 2025, ia kemudian memanfaatkan QRIS BRI sebagai salah satu solusi transaksi untuk mendukung operasional usahanya. Kemudahan transaksi tersebut membantu Rabundo melayani pembayaran pelanggan secara lebih praktis, cepat, dan aman. Bagi usaha yang sedang bertumbuh, efisiensi transaksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional sekaligus memberikan pengalaman berbelanja yang lebih nyaman bagi para pelanggan. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Dukungan BRI terhadap perjalanan Rabundo pun berlanjut. Di mana, atas rekomendasi sesama pelaku UMKM, Tika bergabung dengan Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk memperoleh pendampingan dalam mengembangkan usahanya. “Pertama kali mengenal Rumah BUMN BRI Bakauheni dari teman yang lebih dulu menjadi anggota. Beliau menyarankan saya untuk ikut bergabung karena akan banyak manfaat yang bisa didapatkan untuk meningkatkan performa usaha yang sedang kita jalani, baik dari segi fasilitas legalitas, pelatihan sampai bazar,” kenangnya. Seiring pendampingan serta kerja keras yang terus dilakukan, Rabundo pun berkembang semakin pesat. Kini usaha tersebut telah mempekerjakan tiga orang karyawan dan memasarkan produk unggulannya, yaitu bumbu rendang, melalui berbagai ritel modern di Bandar Lampung maupun marketplace yang menjangkau konsumen di seluruh Indonesia. Dalam mengembangkan usahanya, Tika juga memperoleh akses terhadap berbagai program pengembangan kapasitas, serta menemukan ruang belajar dan jejaring dengan pelaku usaha lain yang memiliki semangat untuk bertumbuh bersama. Berbagai pelatihan yang diberikan Rumah BUMN BRI membantu Rabundo memperkuat fondasi bisnis, mulai dari peningkatan kapasitas usaha, fasilitasi legalitas, hingga kesempatan memperluas pasar melalui berbagai kegiatan promosi. “Peran Rumah BUMN BRI Bakauheni untuk Rabundo sangat terlihat. Baru saja Rabundo terpilih sebagai UMKM yang difasilitasi untuk perhitungan angka nilai gizi yang bekerja sama dengan SIG, kemudian teman-teman yang lain juga difasilitasi untuk mendapatkan sertifikat merek dagang secara gratis,” ujarnya. Dukungan tersebut jauh melampaui sekadar bantuan administratif. Legalitas usaha, sertifikasi merek, hingga informasi nilai gizi menjadi bekal penting agar produknya mampu bersaing di pasar. Dengan demikian, Rabundo dapat melanjutkan perjalanan usahanya menuju kesuksesan dan menjadi contoh bagi pelaku UMKM lainnya di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260802144602-25-755808/berkat-pemberdayaan-bri-cita-rasa-rendang-asli-minang-mendunia, without altering the facts of the original article.

Mantan Menteri RI Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Raja Arab, Kebanggaan Besar

Mantan Menteri RI Dapat Hadiah Mobil Mewah dari Raja Arab, Kebanggaan Besar

Seorang mantan Menteri Republik Indonesia menerima penghargaan internasional yang luar biasa dari Kerajaan Arab Saudi. Penghargaan tersebut berupa Faisal Award, yang diberikan atas jasanya yang luar biasa kepada dunia Islam. Namun, apa yang membuat mantan menteri ini istimewa bukan hanya penghargaan itu sendiri, tapi juga cara dia menanggapi hadiah yang diberikan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada tahun 1980, mantan Menteri Penerangan dan Menteri Pertahanan, Mohammad Natsir, menerima Faisal Award dari Raja Arab Saudi, Faisal bin Abdul Azis. Sebagai bentuk penghormatan, Raja Arab Saudi menginginkan untuk memberikan mobil mewah kepada Natsir sebagai hadiah. Namun, Natsir menolak hadiah tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut anak-anaknya, Natsir meminta agar bantuan itu dialihkan untuk kepentingan yang lebih bermanfaat. Ia meminta agar bantuan itu digunakan untuk membantu mahasiswa Indonesia melanjutkan studi di Arab Saudi. Hal ini menunjukkan bahwa Natsir memiliki prinsip hidup yang sederhana dan tidak terpengaruh oleh kemewahan.

Natsir juga dikenal sebagai tokoh yang menjalani hidup sederhana meski pernah menduduki jabatan sebagai orang nomor satu di pemerintahan. Ia tinggal di rumah kontrakan berukuran kecil dan tidak memiliki mobil pribadi. Hal ini menunjukkan bahwa Natsir tidak terpengaruh oleh kemewahan dan lebih fokus pada kepentingan yang lebih besar.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan Natsir untuk menolak hadiah mobil mewah dari Kerajaan Arab Saudi menunjukkan bahwa dia memiliki prinsip hidup yang kuat dan tidak terpengaruh oleh kemewahan. Hal ini juga menunjukkan bahwa dia lebih fokus pada kepentingan yang lebih besar dan tidak terpengaruh oleh keuntungan pribadi.

Keputusan Natsir ini juga dapat menjadi contoh bagi kita semua untuk tidak terpengaruh oleh kemewahan dan lebih fokus pada kepentingan yang lebih besar. Dengan demikian, kita dapat menjadi orang-orang yang lebih baik dan lebih berbakti kepada masyarakat.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Natsir telah meninggalkan warisan yang luar biasa bagi kita semua. Dengan keputusannya untuk menolak hadiah mobil mewah, dia telah menunjukkan bahwa hidup sederhana dan tidak terpengaruh oleh kemewahan adalah cara yang lebih baik untuk hidup. Semoga kita semua dapat belajar dari contoh Natsir dan menjadi orang-orang yang lebih baik dan lebih berbakti kepada masyarakat.

Kita harus mengingat bahwa keputusan Natsir bukanlah sesuatu yang sederhana. Ia membutuhkan keberanian dan kekuatan untuk menolak hadiah yang begitu besar. Namun, keputusannya itu telah membuktikan bahwa hidup sederhana dan tidak terpengaruh oleh kemewahan adalah cara yang lebih baik untuk hidup.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803095647-25-755942/mantan-menteri-ri-ini-dapat-hadiah-mobil-mewah-dari-raja-arab, without altering the facts of the original article.

Peramal India Datangi Ibu Tien, Ramalannya tentang Soeharto Terbukti Benar

Jakarta, CNBC Indonesia – Peramal selalu menjadi bagian menarik dalam kehidupan manusia. Sebagian orang menganggapnya sekadar takhayul, tetapi tak sedikit pula yang percaya bahwa ramalan bisa menjadi petunjuk tentang masa depan, termasuk mengenai siapa yang kelak memimpin sebuah negara. Di Indonesia, kisah semacam itu pernah dikaitkan dengan naiknya Soeharto ke tampuk kekuasaan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada 1965, seorang peramal asal India datang ke rumah Ibu Tien, istri Soeharto, di Jalan Agus Salim, Jakarta. Pria berusia lebih dari 50 tahun itu awalnya memperkenalkan diri sebagai penjual batu akik. Setelah duduk, orang itu membuka sebuah kotak berisi aneka batu permata berwarna-warni sambil menawarkan dagangannya. Ibu Tien mengaku tidak tertarik membeli batu akik dan sempat meminta tamunya pulang secara halus.

Tapi di luar dugaan, pria itu kemudian mengungkap bahwa dirinya bukan sekedar pedagang, melainkan juga seorang peramal. Pengakuan tersebut membuat Ibu Tien penasaran. Meski tidak benar-benar mempercayainya, ia akhirnya bersedia mendengarkan apa yang hendak disampaikan.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

* Peramal itu menceritakan berbagai kisah tentang kehidupan dan masa lalu keluarga Ibu Tien. Hampir seluruh cerita itu disebut sesuai dengan kenyataan, padahal keduanya baru pertama kali bertemu. * Setelah itu, sang peramal menyampaikan ramalan yang paling mengejutkan. “Madam, suami madam akan berdiri sama tinggi duduk sama rendah dengan Presiden yang sekarang (Red, Soekarno),” ungkap peramal. * Ibu Tien mengaku tidak mempercayai ucapan tersebut. Pada 1965, Soeharto masih berstatus Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat. Jalan menuju kursi presiden terasa sangat jauh karena masih banyak tokoh politik dan militer yang dianggap lebih berpeluang memimpin Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Bagi Ibu Tien, peristiwa itu dianggap sebagai momen penentu di menit akhir. Setelah meletusnya Gerakan 30 September 1965, situasi politik Indonesia berubah drastis. Di tengah pergolakan tersebut, Soeharto perlahan memperoleh posisi politik yang semakin kuat hingga akhirnya diangkat sebagai Presiden ke-2 Republik Indonesia pada 1968.

Bagi sebagian orang, peristiwa itu dianggap sebagai pembuktian atas ramalan sang peramal India. Meski demikian, Ibu Tien mengaku tidak pernah lagi bertemu dengan pria tersebut setelah dirinya menjadi ibu negara. Bahkan selama bertahun-tahun mendampingi Soeharto memimpin Indonesia, sosok peramal itu tak pernah lagi muncul.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Peristiwa ini merupakan contoh bahwa ramalan dapat menjadi petunjuk tentang masa depan. Mungkin tidak semua ramalan dapat terbukti, tetapi pada kasus ini, ramalan peramal India justru membantu menerangi jalan Soeharto menuju kursi presiden. Namun, perlu diingat bahwa jalan menuju kekuasaan tidak pernah mudah dan selalu dipenuhi rintangan.

Soeharto sendiri telah menempuh jalan panjang untuk mencapai keberhasilannya. Dari Mayor Jenderal TNI Angkatan Darat hingga Presiden, ia telah menunjukkan kemampuan dan keberanian yang luar biasa. Kisahnya dapat menjadi inspirasi bagi banyak orang yang ingin mencapai cita-citanya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803110427-25-755977/peramal-india-datangi-ibu-tien-ramalannya-tentang-soeharto-terbukti, without altering the facts of the original article.

Warga Lihat Presiden RI Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat

**Warga Lihat Presiden RI Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat** Pada awalnya, banyak orang mungkin langsung teringat Gunung Kawi di Jawa Timur saat berbicara soal ritual mencari berkah atau kekuatan gaib. Namun, Presiden RI ke-2 Soeharto justru dikaitkan dengan tempat lain. Soeharto disebut beberapa kali menjalani laku spiritual di kawasan Gunung Selok, Cilacap, serta Gunung Lawu, jauh sebelum maupun setelah menjadi presiden. **Momen Penentu di Menit Akhir** Soeharto disebut-sebut sering mendatangi kawasan Gunung Selok, tepatnya Padepokan Jambe Lima. Menurut sejarawan George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021), aktivitas tersebut sudah berlangsung bahkan sebelum Soeharto menjadi presiden. “Menurut juru kunci, sebelum menjadi presiden, Soeharto sering tidur di Padepokan Jambe Lima ini,” tulis Quinn. Cerita itu tidak berhenti setelah Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Berdasarkan desas-desus yang berkembang di kawasan tersebut, Soeharto disebut masih sesekali kembali berkunjung, termasuk ke Padepokan Jambe Pitu yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kisah serupa juga pernah dimuat di Majalah Tempo pada 2008 berjudul “Dari Gua Semar, Wangsit itu Berasal”. Dalam laporannya, seorang juru kunci bernama Rusmanto mengisahkan bahwa perjalanan spiritual Soeharto di kawasan Gunung Selok dilakukan melalui beberapa tahapan. Sebelum menuju Gua Semar, Soeharto disebut terlebih dahulu bertapa di Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, hingga Gua Suci Rahayu. “Di Suci Rahayu itulah Soeharto melakukan penyucian awal,” kata Rusmanto kepada Tempo. Selain Gunung Selok, nama Gunung Lawu juga hampir selalu muncul dalam berbagai cerita mengenai laku spiritual Soeharto. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu memang sejak lama dikenal sebagai salah satu lokasi yang dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Jawa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengutip buku Hari-hari Terakhir Jejak Soeharto Setelah Lengser, 1998-2008 (2008), seorang sumber mengaku pernah mendampingi Soeharto menjalani semedi di Gunung Lawu bahkan menceritakan pengalaman yang menurutnya tidak biasa. Ia mengaku pernah mengiringi Soeharto mendaki hingga puncak Lawu. “Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak,” ujar sumber tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski berbagai cerita mengenai ritual mistis terus melekat pada dirinya, Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik. Dalam autobiografinya, ia menegaskan bahwa yang dijalaninya adalah ilmu kebatinan, bukan praktik mistis untuk mencari kesaktian atau kekuatan gaib. “Bagi saya, pengertian mistik adalah ilmu kebatinan, bukan klenik. Tujuan ilmu kebatinan ialah mendekatkan batin kita dengan pencipta kita, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Soeharto dalam Soeharto – Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Menurut Soeharto, banyak orang keliru menyamakan ilmu kebatinan dengan klenik. Baginya, kebatinan merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga pengertiannya tentang mistik berbeda dengan persepsi yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Soeharto memiliki keyakinan yang kuat tentang ilmu kebatinan dan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan. Meskipun ada banyak cerita mengenai ritual mistis yang melekat pada dirinya, Soeharto sendiri menegaskan bahwa yang ia lakukan adalah ilmu kebatinan, bukan praktik klenik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803132639-25-756066/cerita-warga-lihat-presiden-ri-ini-datangi-tempat-keramat-bikin-geger, without altering the facts of the original article.

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026, Akselerasi UMKM Naik Kelas

**BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026, Akselerasi UMKM Naik Kelas** **Momen Penentu di Menit Akhir** PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) menggelar Kick-Off BRIncubator 2026 sebagai penanda dimulainya rangkaian program inkubasi bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI pada tahun ini. Sejak diluncurkan pada 2018, BRIncubator menjadi bagian dari upaya berkelanjutan BRI dalam memperkuat pemberdayaan UMKM melalui pemberdayaan yang terstruktur. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** BRIncubator merupakan program bagi UMKM binaan Rumah BUMN BRI yang dirancang untuk meningkatkan kapasitas usaha melalui proses kurasi, pendampingan intensif, dan pengembangan bisnis. Program ini berfokus pada tiga kategori utama, yaitu Food & Beverage, Fashion & Beauty, serta Home Decor & Craft, dengan tujuan mendorong UMKM naik kelas dan mempersiapkan usahanya untuk memasuki pasar ekspor. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya menjelaskan, BRIncubator merupakan bagian dari strategi BRI dalam memperkuat kapasitas dan daya saing UMKM agar mampu berkembang dan memanfaatkan peluang di pasar yang semakin kompetitif. “Untuk menjawab berbagai tantangan yang dihadapi UMKM, diperlukan upaya penguatan kapasitas dan kapabilitas melalui pembinaan yang berkelanjutan. Penguatan tersebut mencakup pengembangan pola pikir (mindset) kewirausahaan, strategi bisnis, literasi keuangan, digitalisasi usaha, hingga pembekalan mengenai peluang ekspor,” jelas dia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** BRI berharap melalui BRIncubator, UMKM binaan Rumah BUMN BRI dapat meningkatkan daya saing, memperluas akses pasar, naik kelas, dan memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berkelanjutan. Akhmad Purwakajaya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh mitra, narasumber, pendamping, dan tim Rumah BUMN yang senantiasa berperan aktif dalam pemberdayaan UMKM di berbagai daerah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260805082357-25-756627/akselerasi-umkm-naik-kelas-bri-gelar-kick-off-brincubator-2026, without altering the facts of the original article.

OJK Pantau 8 Perusahaan Multifinance dengan Modal Cekak

**OJK Pantau 8 Perusahaan Multifinance dengan Modal Cekak** **Momen Penentu di Menit Akhir** Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengidentifikasi 8 perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Agusman, menyebut bahwa terdapat 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang modal intinya masih di bawah batas minimum yang ditetapkan. “Terkait pemantauan permodalan, ada 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi modal inti minimum,” kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar secara virtual, Selasa (4/8/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kejadian ini berbeda karena OJK telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa OJK serius dalam menjaga kepatuhan perusahaan dalam industri multifinance. Berikut adalah tiga fakta yang menunjukkan hal ini: – Piutang perusahaan pembiayaan pada Juni 2026 tercatat tumbuh 1,88% yoy menjadi Rp511,26 triliun, didukung oleh peningkatan modal kerja sebesar 6,36% yoy. – Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan tercatat 3,01%, sementara NPF net berada di level 0,81%. – Gearing ratio perusahaan pembiayaan berada di posisi 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan sebesar 10 kali. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. OJK telah mengeluarkan sanksi administratif kepada 21 perusahaan pembiayaan dan 8 perusahaan modal ventura atas berbagai pelanggaran ketentuan yang berlaku. Ini menunjukkan bahwa OJK akan lebih ketat dalam menjaga kepatuhan perusahaan dalam industri multifinance. Perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum harus segera memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh OJK agar tidak menghadapi sanksi yang lebih berat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun OJK telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh oleh perusahaan-perusahaan ini. Mereka harus segera memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh OJK dan meningkatkan permodalan mereka agar dapat meningkatkan kinerja mereka. OJK juga akan terus memantau kinerja perusahaan-perusahaan multifinance untuk memastikan bahwa mereka memenuhi ketentuan permodalan minimum. Dengan demikian, industri multifinance dapat terus berkembang dan menjadi lebih stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804165022-17-756530/modal-cekak-8-perusahaan-multifinance-dipantau-ketat-ojk, without altering the facts of the original article.