Warga Lihat Presiden RI Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat
**Warga Lihat Presiden RI Datangi Tempat Keramat, Bikin Geger di Masyarakat** Pada awalnya, banyak orang mungkin langsung teringat Gunung Kawi di Jawa Timur saat berbicara soal ritual mencari berkah atau kekuatan gaib. Namun, Presiden RI ke-2 Soeharto justru dikaitkan dengan tempat lain. Soeharto disebut beberapa kali menjalani laku spiritual di kawasan Gunung Selok, Cilacap, serta Gunung Lawu, jauh sebelum maupun setelah menjadi presiden. **Momen Penentu di Menit Akhir** Soeharto disebut-sebut sering mendatangi kawasan Gunung Selok, tepatnya Padepokan Jambe Lima. Menurut sejarawan George Quinn dalam buku Wali Berandal Tanah Jawa (2021), aktivitas tersebut sudah berlangsung bahkan sebelum Soeharto menjadi presiden. “Menurut juru kunci, sebelum menjadi presiden, Soeharto sering tidur di Padepokan Jambe Lima ini,” tulis Quinn. Cerita itu tidak berhenti setelah Soeharto menjadi orang nomor satu di Indonesia. Berdasarkan desas-desus yang berkembang di kawasan tersebut, Soeharto disebut masih sesekali kembali berkunjung, termasuk ke Padepokan Jambe Pitu yang berada tidak jauh dari lokasi sebelumnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kisah serupa juga pernah dimuat di Majalah Tempo pada 2008 berjudul “Dari Gua Semar, Wangsit itu Berasal”. Dalam laporannya, seorang juru kunci bernama Rusmanto mengisahkan bahwa perjalanan spiritual Soeharto di kawasan Gunung Selok dilakukan melalui beberapa tahapan. Sebelum menuju Gua Semar, Soeharto disebut terlebih dahulu bertapa di Gua Jambe Lima, Gua Jambe Pitu, hingga Gua Suci Rahayu. “Di Suci Rahayu itulah Soeharto melakukan penyucian awal,” kata Rusmanto kepada Tempo. Selain Gunung Selok, nama Gunung Lawu juga hampir selalu muncul dalam berbagai cerita mengenai laku spiritual Soeharto. Gunung yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur itu memang sejak lama dikenal sebagai salah satu lokasi yang dianggap sakral dalam tradisi masyarakat Jawa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengutip buku Hari-hari Terakhir Jejak Soeharto Setelah Lengser, 1998-2008 (2008), seorang sumber mengaku pernah mendampingi Soeharto menjalani semedi di Gunung Lawu bahkan menceritakan pengalaman yang menurutnya tidak biasa. Ia mengaku pernah mengiringi Soeharto mendaki hingga puncak Lawu. “Saya pernah mengiringi beliau naik ke puncak Lawu. Ketika yang muda-muda sudah ngos-ngosan kelelahan, beliau yang saat itu juga sudah cukup berumur sama sekali tidak terlihat lelah hingga sampai puncak,” ujar sumber tersebut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski berbagai cerita mengenai ritual mistis terus melekat pada dirinya, Soeharto pernah membantah anggapan bahwa ia menjalankan praktik klenik. Dalam autobiografinya, ia menegaskan bahwa yang dijalaninya adalah ilmu kebatinan, bukan praktik mistis untuk mencari kesaktian atau kekuatan gaib. “Bagi saya, pengertian mistik adalah ilmu kebatinan, bukan klenik. Tujuan ilmu kebatinan ialah mendekatkan batin kita dengan pencipta kita, Tuhan Yang Maha Kuasa,” tulis Soeharto dalam Soeharto – Pikiran, Ucapan, dan Tindakan Saya (1989). Menurut Soeharto, banyak orang keliru menyamakan ilmu kebatinan dengan klenik. Baginya, kebatinan merupakan jalan untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, sehingga pengertiannya tentang mistik berbeda dengan persepsi yang berkembang di masyarakat. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa Soeharto memiliki keyakinan yang kuat tentang ilmu kebatinan dan pentingnya mendekatkan diri kepada Tuhan. Meskipun ada banyak cerita mengenai ritual mistis yang melekat pada dirinya, Soeharto sendiri menegaskan bahwa yang ia lakukan adalah ilmu kebatinan, bukan praktik klenik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260803132639-25-756066/cerita-warga-lihat-presiden-ri-ini-datangi-tempat-keramat-bikin-geger, without altering the facts of the original article.