Peringkat Kredit RI Dijaga SdanP: Bos BI Beri Sinyal Positif Ekonomi

Faktor yang Mempengaruhi Keputusan S&P

S&P Global Ratings mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil karena beberapa faktor. Pertama, penerimaan negara diperkirakan terus pulih sepanjang tahun ini, sementara pendapatan ekspor berpotensi meningkat sejalan dengan membaiknya harga komoditas global. Kedua, kebijakan pemerintah untuk meningkatkan penerimaan negara dan pendapatan ekspor dari sektor sumber daya alam dinilai mampu memperkuat posisi fiskal Indonesia dalam jangka menengah. Ketiga, komitmen pemerintah menjaga defisit fiskal di bawah 3% terhadap produk domestik bruto (PDB) menjadi salah satu faktor utama yang menopang prospek stabil Indonesia.

MENGAPA dan DAMPAK: Kepercayaan Investor dan Prospek Ekonomi

Keputusan S&P Global Ratings ini mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia. Dengan peringkat BBB dan outlook stabil, Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi, sehingga meningkatkan kepercayaan investor untuk menanamkan modalnya di Indonesia. Dampaknya, prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap solid dan stabilitas makroekonomi terjaga. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa afirmasi rating dari S&P mencerminkan tetap terjaganya kepercayaan pemangku kepentingan internasional terhadap stabilitas makroekonomi dan prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap solid.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan S&P Global Ratings ini memberikan sinyal positif bagi perekonomian Indonesia ke depan. Dengan peringkat BBB dan outlook stabil, Indonesia memiliki peluang untuk meningkatkan peringkatnya jika terjadi penguatan struktural pada indikator fiskal dan eksternal. Dari sisi fiskal, peningkatan rating dapat terjadi jika pemerintah mampu menurunkan defisit anggaran secara berkelanjutan melalui peningkatan penerimaan negara, penurunan biaya pembiayaan, dan stabilitas nilai tukar rupiah. Sementara dari sisi eksternal, kenaikan rating akan ditopang oleh membaiknya indikator seperti penurunan utang luar negeri serta berkurangnya kebutuhan pembiayaan eksternal bruto (gross external financing needs).

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Koordinasi dengan pemerintah dan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) juga akan terus diperkuat guna menjaga stabilitas sektor keuangan sekaligus mendukung pembiayaan berbagai program prioritas pemerintah. Dengan demikian, Indonesia dapat terus meningkatkan peringkatnya dan mempertahankan kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714072429-17-750562/sp-tetapkan-rating-ri-bbb-bos-bi-bukti-kepercayaan-global-terjaga, without altering the facts of the original article.

IHSG Tembus Level 6.000, Asing Laris Manis Borong 10 Saham Ini

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada perdagangan Senin, tercatat 10 saham yang mengalami net foreign buy. Berdasarkan data dari Stockbit, saham-saham tersebut menjadi pilihan utama investor asing. Berikut adalah daftar 10 saham yang diborong asing pada perdagangan tersebut.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kenaikan IHSG ke level 6.000 menunjukkan sentimen positif di pasar saham. Faktor-faktor seperti kondisi ekonomi yang membaik dan kinerja emiten yang solid turut berkontribusi pada kenaikan ini. Selain itu, minat investor asing pada sejumlah saham juga menjadi indikator penting.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kinerja IHSG yang solid dan minat investor asing pada saham-saham tertentu memberikan gambaran positif untuk jangka panjang. Namun, investor tetap perlu memantau kondisi ekonomi dan kinerja emiten untuk membuat keputusan investasi yang tepat. Jalan panjang yang masih harus ditempuh oleh investor adalah terus memantau pergerakan pasar dan kinerja saham.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Investor harus tetap waspada dan bijak dalam membuat keputusan investasi. Dengan terus memantau kondisi pasar dan menganalisis kinerja saham, investor dapat mengoptimalkan potensi keuntungan dan mengelola risiko dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714080152-17-750568/asing-gencar-serok-10-saham-ini-kala-ihsg-balik-ke-level-6000, without altering the facts of the original article.

Gempuran Pajak Baru Pertamina: Potensi Rp 500 T, Siapa yang Terdampak?

PT Pertamina (Persero) menjadi perusahaan pelat merah pertama yang akan memulai uji coba pendekatan kepatuhan kolaboratif (Co-operative Compliance) bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Melalui penerapan Tax Control Framework (TCF) dan integrasi data perpajakan, DJP mendorong penyelesaian potensi permasalahan perpajakan sejak awal guna memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak. Potensi penerimaan pajak dari PT Pertamina (Persero) dapat mencapai Rp400 triliun hingga Rp500 triliun per tahun melalui pendekatan kepatuhan kooperatif atau cooperative compliance ini.

Uji Coba Pendekatan Kepatuhan Kolaboratif

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengatakan bahwa pendekatan Co-operative Compliance mengubah pola hubungan antara otoritas pajak dan Wajib Pajak. Menurutnya, pembahasan atas risiko perpajakan tidak lagi dilakukan setelah transaksi terjadi, melainkan sejak awal melalui komunikasi yang lebih terbuka dan didukung integrasi data. “Kami menyampaikan apresiasi kepada PT Pertamina (Persero) atas komitmen dan keterbukaannya menjadi mitra pertama dalam uji coba ini. Dengan dukungan Tax Control Framework dan integrasi data, risiko perpajakan dapat diidentifikasi lebih dini sehingga memberikan kepastian hukum, menekan biaya kepatuhan, dan meminimalkan potensi sengketa,” ujar Bimo.

Setelah melalui masa persiapan dan pembahasan yang cukup panjang, PT Pertamina (Persero) ditetapkan sebagai mitra pertama dalam pelaksanaan uji coba Co-operative Compliance untuk Masa Pajak Januari hingga Desember 2026 yang mencakup PPh Pasal 4 ayat (2), PPh Pasal 15, PPh Pasal 22, PPh Pasal 23, dan PPh Pasal 26. Selama periode tersebut, Pertamina melakukan self-assessment TCF, bersama DJP melakukan pembahasan compliance arrangement serta melakukan evaluasi bersama sebagai dasar penyempurnaan program.

Mengapa Pendekatan Ini Penting?

Penerapan Co-operative Compliance ini merupakan bagian dari upaya DJP untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dan memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak. Dengan pendekatan ini, DJP dapat mengidentifikasi potensi permasalahan perpajakan sejak awal dan memberikan solusi yang efektif. “Kami berharap pendekatan ini menjadi fondasi bagi sistem kepatuhan perpajakan yang lebih modern, transparan, dan berbasis kepercayaan. Kolaborasi yang semakin erat antara DJP dan Wajib Pajak diharapkan mampu memperkuat kepatuhan sukarela sekaligus mendukung penerimaan negara secara berkelanjutan,” tutup Bimo.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Potensi penerimaan pajak dari PT Pertamina (Persero) yang dapat mencapai Rp400 triliun hingga Rp500 triliun per tahun melalui pendekatan kepatuhan kooperatif atau cooperative compliance ini tentunya memiliki dampak yang signifikan bagi penerimaan negara. Selain itu, penerapan Co-operative Compliance ini juga dapat menjadi contoh bagi perusahaan lain untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dan memberikan kepastian hukum. Pengembangan Co-operative Compliance mengacu pada praktik yang telah diterapkan di sejumlah negara, seperti Belanda, Malaysia, Singapura, dan Australia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam waktu dekat, skema ini akan dikembangkan di BUMN lainnya, yakni PT Pelabuhan Indonesia (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai bagian dari persiapan implementasi secara lebih luas. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kepatuhan perpajakan dan memberikan kepastian hukum bagi Wajib Pajak. Selain Pertamina, perusahaan lain juga dapat memanfaatkan pendekatan ini untuk meningkatkan kepatuhan perpajakan dan memberikan kontribusi pada penerimaan negara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714071624-17-750560/pertamina-uji-coba-skema-baru-pajak-potensinya-bisa-rp-500-t, without altering the facts of the original article.

Harga BBM Solar Nelayan Tembus Rp 15.000, Bahlil Pastikan Tidak Disubsidi APBN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan kebijakan harga khusus Bahan Bakar Minyak (BBM) Solar sebesar Rp 15.000 per liter khusus untuk nelayan tidak akan membebani APBN. Skema subsidi BBM Solar khusus untuk nelayan ini akan dibiayai oleh Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP). Harga BBM Solar nelayan yang tembus Rp 15.000 per liter ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo.

Fokus pada Nelayan Kapal 30-200 GT

Kebijakan harga khusus BBM Solar untuk nelayan ini ditujukan untuk pengusaha nelayan dengan kapal kapasitas 30-200 Gross Ton (GT). Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memberikan kepastian dan meringankan beban operasional pengusaha nelayan. “Ini semua dalam rangka bagaimana memberikan rasa kepastian bagi saudara-saudara kita pelaku usaha di sektor perikanan,” kata Bahlil.

Skema Pembiayaan Non-APBN

Bahlil menegaskan bahwa selisih harga Solar ini tidak akan dibiayai melalui APBN, melainkan dari skema pembiayaan BPDP. “Nah terkait dengan subsidi tadi Pak Menko dari BPDPKS (BPDP) ya jadi non-APBN kita tidak pakai dana APBN kita,” kata Bahlil. Pemerintah juga telah menyiapkan mekanisme pengawasan agar harga khusus itu tidak disalahgunakan dan tepat sasaran.

MENGAPA & DAMPAK

Mengapa Harga BBM Solar Nelayan Tembus Rp 15.000?

Presiden Prabowo Subianto memberikan harga khusus BBM Solar sebesar Rp 15.000 per liter untuk pengusaha nelayan kapal 30-200 GT. Harga ini lebih rendah dibandingkan dengan harga BBM non-subsidi yang sempat melonjak hingga Rp 21.300 per liter. Sementara itu, nelayan dengan kapal di bawah 30 GT sudah mendapatkan harga BBM subsidi sebesar Rp 6.800 per liter.

Dampak bagi Nelayan

Kebijakan harga khusus BBM Solar untuk nelayan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban operasional pengusaha nelayan. Dengan harga Rp 15.000 per liter, nelayan dapat meningkatkan efisiensi operasional dan meningkatkan pendapatan. “Supaya apa? Jangan sampai niat baik pemerintah untuk membantu nilaian tapi kemudian salah lagi dipergunakan,” kata Bahlil.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah masih harus terus memantau implementasi kebijakan harga khusus BBM Solar untuk nelayan ini. Dengan koordinasi yang baik antara Kementerian ESDM, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta BPDP, diharapkan kebijakan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi pengusaha nelayan. Pemerintah juga harus terus memastikan bahwa mekanisme pengawasan berjalan efektif untuk mencegah penyalahgunaan harga khusus ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713215417-4-750551/harga-bbm-solar-nelayan-rp-15000-bahlil-tidak-disubsidi-pakai-apbn, without altering the facts of the original article.

Perang Iran Buka Mata AS: Kekurangan Rudal Andalan, Trump Kena Bumerang

Perang Iran Buka Mata AS: Kekurangan Rudal Andalan, Trump Kena Bumerang

Persediaan rudal utama militer Amerika Serikat (AS) terus menyusut seiring memanasnya kembali konflik dengan Iran. Kondisi ini dikhawatirkan dapat mengurangi kesiapan Washington menghadapi potensi perang lain, termasuk jika terjadi konflik dengan China maupun Korea Utara. Perang Iran telah menjadi bumerang bagi Presiden Donald Trump, karena AS kehabisan rudal andalan.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada fase awal konflik yang dikenal sebagai Operasi Epic Fury, militer AS menghabiskan ribuan rudal presisi jarak jauh serta rudal pertahanan udara untuk menghadapi serangan Iran. Menurut para analis, hingga pertempuran besar dengan Iran mereda pada April lalu, Pentagon telah menghabiskan sedikitnya setengah stok pencegat rudal balistik THAAD, hampir separuh rudal pertahanan udara Patriot, serta sekitar 30% rudal jelajah Tomahawk.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kondisi stok amunisi kini jauh dari ideal. Analis pertahanan Center for Strategic and International Studies (CSIS) sekaligus mantan kolonel Korps Marinir AS, Mark Cancian, mengatakan bahwa jika perang berlanjut dengan laju seperti lima hari terakhir, persediaan rudal akan semakin terkuras sehingga menciptakan tingkat risiko baru yang lebih tinggi, khususnya di kawasan Indo-Pasifik. Oleh karena itu, diperlukan sedikitnya tiga tahun untuk mengembalikan stok ke tingkat sebelum perang.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintahan Presiden Donald Trump telah meminta tambahan anggaran kepada Kongres untuk menutup biaya konflik Iran, namun usulan tersebut diperkirakan menghadapi pembahasan yang sulit. Di sisi lain, Pentagon menyatakan tengah mempercepat perluasan kapasitas industri pertahanan. Namun, kebijakan tersebut hanya akan memberikan dampak terbatas dalam jangka pendek karena peningkatan kapasitas produksi tetap membutuhkan waktu. AS juga berupaya mengurangi beban produksinya dengan memberikan lisensi kepada negara mitra, seperti Jerman dan Ukraina, untuk memproduksi rudal Patriot di dalam negeri. Namun, proses tersebut tidak berlangsung cepat. Peningkatan kapasitas produksi rudal menjadi sangat penting bagi AS untuk menghadapi potensi perang di masa depan. Rudal andalan seperti THAAD, Patriot, dan Tomahawk memiliki peran penting dalam strategi pertahanan AS. Oleh karena itu, AS harus memastikan bahwa persediaan rudal tersebut selalu dalam kondisi yang memadai untuk menghadapi ancaman dari negara-negara lain. Dengan demikian, AS dapat mempertahankan kesiapannya dalam menghadapi potensi perang di masa depan. Dalam beberapa tahun ke depan, AS diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi rudalnya. Namun, proses tersebut tidak akan berjalan dengan cepat. Oleh karena itu, AS harus terus berupaya meningkatkan kapasitas produksinya dan memastikan bahwa persediaan rudalnya selalu dalam kondisi yang memadai. Dengan demikian, AS dapat mempertahankan kesiapannya dalam menghadapi potensi perang di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713070634-4-750248/perang-iran-jadi-bumerang-trump-as-kehabisan-rudal-andalan, without altering the facts of the original article.

Warga Terdampak Pemadaman Listrik Massal: Hidup Seadanya Tanpa Lampu

Warga Kuba Terdampak Pemadaman Listrik Massal

Pemadaman listrik massal yang melanda Kuba memaksa warga untuk hidup seadanya tanpa lampu selama lebih dari 24 jam. Krisis listrik yang terus memburuk di negara tersebut membuat warga mencari berbagai cara untuk bertahan dari panas dan pemadaman berkepanjangan. Warga Kuba kini harus menjalani hidup tanpa listrik, sebuah kondisi yang sudah menjadi rutinitas selama berbulan-bulan.

Kronologi Pemadaman Listrik

Pada Jumat (10/7/2026), jaringan listrik nasional Kuba kembali runtuh, menyebabkan ribuan warga Havana tidak memiliki aliran listrik. Frank Alfonso, 39 tahun, salah satu warga yang terdampak, hampir setiap malam tidur di atap rumah untuk menghindari hawa panas akibat seringnya pemadaman listrik. Namun, hujan yang turun bersamaan dengan kolapsnya jaringan listrik pada Jumat sore membuatnya kehilangan satu-satunya tempat yang terasa lebih sejuk.

Apa yang Terjadi?

Krisis listrik yang melanda Kuba disebabkan oleh terbatasnya pasokan bahan bakar setelah blokade minyak yang diberlakukan Amerika Serikat. Kondisi ini memperburuk krisis energi yang melanda negara tersebut. Warga menyebut pemadaman yang sebelumnya hanya terjadi sesekali kini berlangsung hampir tanpa henti. Selama lebih dari 24 jam pada akhir pekan, kehidupan warga berlangsung dalam kegelapan. Aktivitas sehari-hari tetap dijalankan meski tanpa listrik.

Mengapa dan Dampak

Krisis listrik di Kuba memiliki latar belakang yang kompleks. Jaringan listrik Kuba yang telah menua memang sudah lama bermasalah, tetapi situasinya memburuk dalam beberapa bulan terakhir. Keterbatasan pasokan bahan bakar membuat pemerintah Kuba kesulitan untuk memenuhi kebutuhan listrik warga. Dampaknya, warga Kuba harus menjalani hidup tanpa listrik, yang berakibat pada kesulitan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Bagi Thalia Castillo, 28 tahun, yang berusaha menjaga kenyamanan bayi laki-lakinya yang baru berusia tiga bulan, pemadaman listrik sangat berdampak. Ia mengandalkan kipas angin kecil bertenaga baterai untuk mengurangi hawa panas dan mengusir nyamuk saat menyusui.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah Kuba masih harus menempuh jalan panjang untuk memulihkan krisis listrik yang melanda negara tersebut. Warga Kuba harus terus beradaptasi dengan kondisi hidup tanpa listrik, sementara pemerintah berusaha mencari solusi untuk mengatasi krisis energi yang melanda negara tersebut. Bagi warga seperti Juan Pablo Plat, yang menyalakan generator untuk menghidupkan televisi dan menyaksikan pertandingan perempat final sepak bola di jalan, harapan masih ada. Namun, bagi ribuan warga lainnya, krisis listrik masih menjadi kenyataan yang harus dihadapi setiap hari.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713181349-7-750502/kacau-pemadaman-listrik-massal-terus-terjadi-warga-hidup-seadanya, without altering the facts of the original article.

Jepang Dilanda Kebangkrutan Perusahaan: 12 Tahun Terakhir Mencapai Rekor Tertinggi

Jepang saat ini dilanda kebangkrutan perusahaan dalam jumlah besar. Dalam 12 tahun terakhir, angka kebangkrutan perusahaan di Jepang telah mencapai rekor tertinggi. Kondisi ini dipicu oleh nilai tukar Yen yang melemah, mempercepat inflasi, dan memberikan tekanan besar terhadap keuangan perusahaan, terutama usaha kecil dan menengah.

Faktor yang Mendorong Kebangkrutan

Menurut data terbaru, lonjakan kebangkrutan perusahaan di Jepang terjadi karena beberapa faktor. Pertama, nilai tukar Yen yang melemah terhadap mata uang asing, terutama dolar AS, telah meningkatkan biaya impor barang dan bahan baku. Hal ini menyebabkan inflasi meningkat, sehingga perusahaan mengalami kesulitan dalam mempertahankan profitabilitas. Kedua, tekanan keuangan pada usaha kecil dan menengah (UKM) semakin besar karena kenaikan biaya produksi dan penurunan permintaan domestik.

Dampak terhadap Ekonomi Jepang

Kebangkrutan perusahaan dalam jumlah besar ini berpotensi memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi Jepang. Banyak perusahaan yang bangkrut akan menyebabkan kehilangan lapangan pekerjaan, penurunan konsumsi domestik, dan berpotensi memperburuk kondisi ekonomi secara keseluruhan. Selain itu, kebangkrutan perusahaan juga dapat mempengaruhi stabilitas sistem keuangan Jepang, terutama jika perusahaan yang bangkrut memiliki utang yang besar.

Mengapa Ini Terjadi?

Kebangkrutan perusahaan di Jepang dalam jumlah besar ini terjadi karena kombinasi dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal meliputi struktur ekonomi Jepang yang masih tergantung pada ekspor dan produksi domestik, serta kebijakan moneter yang kurang efektif dalam meningkatkan inflasi. Sementara itu, faktor eksternal seperti perubahan global dalam perdagangan dan geopolitik juga mempengaruhi kinerja perusahaan Jepang.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kebangkrutan perusahaan dalam jumlah besar di Jepang menunjukkan bahwa negara ini masih memiliki jalan panjang dalam memulihkan ekonominya. Pemerintah Jepang perlu melakukan langkah-langkah strategis untuk meningkatkan stabilitas keuangan perusahaan, meningkatkan kompetisi, dan memperkuat struktur ekonomi domestik. Selain itu, perusahaan Jepang juga perlu beradaptasi dengan perubahan global dan meningkatkan kemampuan kompetitif mereka untuk bertahan dalam lingkungan bisnis yang semakin kompleks.

Kebangkrutan perusahaan di Jepang menjadi catatan penting bagi pemangku kebijakan dan pelaku bisnis untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan penyesuaian dalam strategi bisnis mereka. Dengan demikian, Jepang dapat memulihkan ekonominya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713123608-8-750370/videokebangkrutan-perusahaan-di-jepang-capai-tertinggi-dalam-12-tahun, without altering the facts of the original article.

Kota Terendam dalam Semalam: Potret Banjir yang Mengubah Wajah Kota

Kota terendam dalam semalam, itulah yang terjadi di tenggara Bangladesh setelah hujan monsun deras mengguyur kawasan tersebut selama beberapa hari. Banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut telah menewaskan sedikitnya 51 orang dan membuat lebih dari satu juta warga terisolasi. Bantuan terus disalurkan, namun kondisi di lapangan masih sangat sulit.

Momen Kritis di Tengah Hujan Monsun

Banjir dan longsor terjadi setelah hujan monsun deras mengguyur kawasan tenggara Bangladesh selama beberapa hari. Kondisi diperparah oleh depresi di Teluk Bengal yang memicu hujan lebih intens dan memperluas wilayah terdampak. Kementerian Manajemen Bencana Bangladesh menyatakan bahwa lebih dari satu juta warga masih terisolasi hingga Minggu karena hujan deras belum juga mereda.

Di distrik perbukitan Bandarban, jalur penghubung dengan wilayah lain mengalami gangguan parah. Jalan raya terendam banjir, sementara tanah longsor menutup sejumlah rute utama. Luapan sungai juga menggenangi permukiman di sekitarnya dan memaksa banyak warga desa mengungsi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Dari data yang ada, sebagian besar korban meninggal dilaporkan akibat tanah longsor yang terjadi di distrik-distrik perbukitan. Korban lainnya tewas akibat banjir bandang yang mengalir dari kawasan dataran tinggi dan menerjang permukiman di jalurnya. Ketika air mulai berangsur surut pada Minggu sore, warga kembali ke rumah untuk melihat kondisi tempat tinggal mereka.

Banyak rumah ditemukan rusak berat, sementara perabotan dan barang-barang berharga hanyut atau tidak lagi dapat digunakan. Di tengah kondisi tersebut, para sukarelawan terus membantu warga terdampak dengan menyalurkan makanan hangat serta kebutuhan darurat kepada masyarakat yang masih terisolasi akibat banjir.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Namun, warga setempat mengungkapkan masih banyak daerah terpencil di kawasan pegunungan yang belum menerima bantuan secara memadai. Mereka berharap distribusi logistik dapat segera menjangkau seluruh wilayah terdampak sebelum kondisi kembali memburuk. Kondisi ini tentunya membutuhkan perhatian serius dari pemerintah dan masyarakat internasional untuk membantu penanganan bencana ini.

Banjir dan longsor ini telah membawa dampak signifikan bagi warga Bangladesh, tidak hanya dalam hal korban jiwa, tetapi juga dalam hal kerugian materiil dan dampak jangka panjang terhadap infrastruktur dan ekonomi lokal. Oleh karena itu, upaya penanganan dan pemulihan harus dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kondisi di lapangan masih sangat sulit, namun dengan kerja sama dan solidaritas dari semua pihak, diharapkan penanganan bencana ini dapat berjalan efektif dan efisien. Pemerintah dan masyarakat internasional harus terus mendukung upaya penanganan dan pemulihan, serta memastikan bahwa bantuan yang disalurkan dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak.

Dalam jangka panjang, perlu dilakukan upaya pencegahan dan mitigasi bencana, seperti pembangunan infrastruktur yang lebih tangguh, peningkatan kesadaran masyarakat akan risiko bencana, dan pengembangan sistem peringatan dini yang efektif. Dengan demikian, diharapkan dampak bencana dapat diminimalkan dan masyarakat dapat hidup dengan lebih aman dan sejahtera.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260713191513-7-750527/rumah-tinggal-atap-potret-banjir-ubah-kota-jadi-sungai-dalam-semalam, without altering the facts of the original article.

Muncul Sinyal Industri RI Tumbuh Kencang, Data Pajak Ungkap 3 Tren Positif

Industri Indonesia menunjukkan sinyal positif dengan pertumbuhan kencang, terlihat dari data pajak yang dirilis oleh Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan. Hingga akhir Semester I-2026, DJP mencatat pertumbuhan tinggi setoran pajak jenis Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sebesar Rp 380 triliun, dengan pertumbuhan 42,2% dibanding periode yang sama tahun lalu. Data ini mengungkap tiga tren positif yang menjadi indikator kuat bahwa industri Indonesia akan tumbuh kencang.

Tiga Tren Positif dari Data Pajak

Direktur Jenderal Pajak, Bimo Wijayanto, mengungkapkan bahwa pertumbuhan tinggi setoran pajak sektor industri hingga pajak pertambahan nilai (PPN) impor menjadi indikator kuat bahwa industri Indonesia akan bertumbuh kencang. “Saya lihat semuanya bagus dari sisi input PPN impor. Jadi kita berharap dengan adanya input yang bagus, maka produksinya juga bakal bagus di periode triwulan ke-2, triwulan 3, dan 4,” kata Bimo.

Pertumbuhan tertinggi terjadi pada sektor perdagangan yang mencapai 45,9% secara tahunan atau year on year (yoy) dengan kontribusi terhadap total penerimaan pajak 25,6% pada semester I-2026. Pertumbuhan tertinggi kedua berasal dari sektor pertambangan sebesar 22,8% dengan kontribusi 9,3%, industri pengolahan 19,9% dengan kontribusi 22,8%, dan jasa perusahaan 14,7% dengan kontribusi 3,2%. Selanjutnya, sektor pengangkutan dan pergudangan tumbuh 10,7% dengan kontribusi 4,3%, serta konstruksi dan real estat yang tumbuh 9,2% dengan kontribusi 3,7%.

Momen Penentu di Sektor Industri

Sektor industri pengolahan menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dengan kontribusi 22,8% terhadap total penerimaan pajak. Bimo Wijayanto menjelaskan bahwa pertumbuhan ini didorong oleh pembelian bahan baku impor di industri-industri seperti industri tekstil, industri petrokimia, dan industri yang terkait dengan makanan ternak. “Di sektor PPN yang tumbuh bagus itu pembelian beberapa bahan baku impor di industri-industri seperti industri tekstil, industri petrokimia, kemudian juga industri yang terkait dengan makan ternak dan sebagainya,” ujar Bimo.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pertumbuhan industri Indonesia yang terlihat dari data pajak ini memiliki dampak positif ke depan. Bimo Wijayanto menegaskan bahwa selain setoran pajak yang bertumbuh, perluasan basis pajak juga terjadi pada tahun ini dengan penambahan sekitar 140 ribu wajib pajak. “Jadi ekstensifikasi ini tidak hanya basis yang pure baru, tetapi juga basis lama yang dormant. Itu kita nudging kembali dengan data yang ada. Yang inaktif juga kita nudging kembali untuk bisa masuk ke dalam sistem perpajakan kami,” tuturnya.

Dengan pertumbuhan industri yang kencang dan perluasan basis pajak, Indonesia diharapkan dapat meningkatkan penerimaan pajak dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah memastikan bahwa pertumbuhan industri ini berkelanjutan dan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714060222-4-750553/tanda-tanda-industri-ri-mau-tumbuh-kencang-muncul-di-data-pajak, without altering the facts of the original article.

Rating Kredit Indonesia Tetap BBB, Ini Peringatan Misbakhun

Rating kredit Indonesia tetap stabil di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil, menurut lembaga pemeringkat internasional S&P Global Ratings. Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun menyambut positif keputusan ini, menilai bahwa fundamental ekonomi Indonesia masih dipercaya di tengah ketidakpastian global yang tinggi. “Keputusan S&P ini kabar baik. Indonesia tetap dipercaya, dan ini menunjukkan bahwa disiplin fiskal serta ketahanan ekonomi kita masih diapresiasi,” kata Misbakhun.

Faktor yang Mendorong Keputusan S&P

S&P Global Ratings pada 13 Juli 2026 menegaskan kembali peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. S&P menilai pelemahan indikator fiskal dan eksternal Indonesia masih bersifat sementara dan berpotensi membaik dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa faktor yang mendorong keputusan ini, antara lain prospek pertumbuhan ekonomi yang tetap kuat, posisi utang pemerintah dan utang eksternal yang relatif terkendali, ketahanan sektor perbankan, hingga komitmen pemerintah menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di bawah 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Mengapa Keputusan Ini Penting?

Keputusan S&P ini penting karena menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah masih dipandang kredibel oleh lembaga pemeringkat internasional. Selain itu, keputusan ini juga menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kepercayaan dari investor internasional. “Kepercayaan ini harus dijaga dan diperkuat,” kata Misbakhun. Menurutnya, pemerintah harus terus menjaga kredibilitas APBN melalui penguatan penerimaan negara dan peningkatan kualitas belanja.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan S&P ini memiliki dampak yang signifikan bagi Indonesia ke depan. Pertama, keputusan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki kepercayaan dari investor internasional. Kedua, keputusan ini juga menunjukkan bahwa kebijakan ekonomi pemerintah masih efektif dalam menjaga stabilitas ekonomi. “Defisit bisa menjadi instrumen untuk mendukung pertumbuhan, sepanjang kualitas fiskalnya dijaga,” kata Misbakhun. Beliau juga menekankan pentingnya pengelolaan utang yang hati-hati agar ruang fiskal tetap sehat dan mampu menopang pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Misbakhun juga menekankan bahwa kepercayaan yang diberikan S&P harus dijaga melalui keberlanjutan agenda reformasi ekonomi nasional. Program hilirisasi, perbaikan tata kelola sumber daya alam, serta penguatan basis penerimaan negara perlu terus didorong untuk memperkuat ketahanan fiskal dan eksternal Indonesia. “Target kita bukan sekadar mempertahankan investment grade. Yang harus kita bangun adalah fondasi ekonomi yang makin kuat agar Indonesia bisa naik kelas,” kata Misbakhun.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260714065650-4-750558/rating-ri-tetap-bbb-misbakhun-ingatkan-disiplin-fiskal-harus-dijaga, without altering the facts of the original article.