Protelindo Resmi Caplok 51% Saham DATA, iForte Kini Bukan Pengendali Lagi

Momen Penentu di Menit Akhir

Sebelumnya, iForte menguasai 550.000.900 saham atau setara 40% hak suara di DATA. Setelah transaksi selesai, kepemilikan dan hak suara iForte di perusahaan menjadi nol. Di saat yang sama, PT Profesional Telekomunikasi Indonesia (Protelindo), yang masih merupakan entitas Grup Djarum, melakukan pembelian saham DATA melalui dua transaksi pada tanggal yang sama. Transaksi pertama mencakup pembelian 151.250.000 saham dengan harga Rp1.091 per saham untuk tujuan investasi dari Verah Wahyudi Singgih. Selanjutnya, Protelindo juga mengakuisisi 550.000.900 saham dengan harga Rp974 per saham.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Protelindo tercatat belum memiliki saham maupun hak suara di DATA sebelumnya. Setelah seluruh transaksi rampung, Protelindo menguasai 701.250.900 saham atau 51% hak suara sehingga resmi menjadi pemegang saham pengendali perusahaan. Sebagai informasi, iForte merupakan 100% anak usaha PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR). Emiten ini merupakan milik keluarga Hartono, pemilik Djarum Group melalui PT Sapta Adhikari Investama dan PT Dwimuria Investama Andalan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan perubahan struktur kepemilikan ini, maka DATA kini resmi berada di bawah kendali Protelindo. Langkah ini dapat meningkatkan kemampuan DATA dalam mengembangkan bisnisnya, terutama dalam sektor telekomunikasi. Selain itu, integrasi ini juga dapat memperkuat posisi Grup Djarum dalam industri telekomunikasi Indonesia. Bagi iForte, ini berarti kehilangan kontrol atas DATA, yang sebelumnya merupakan salah satu aset penting mereka.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Protelindo kini harus mengoptimalkan pengelolaan DATA untuk mencapai pertumbuhan yang signifikan. Dengan dukungan dari Grup Djarum, diharapkan DATA dapat meningkatkan kualitas layanan dan memperluas jaringannya. Sementara itu, iForte harus mencari strategi baru untuk meningkatkan kinerjanya setelah kehilangan salah satu aset utamanya. Jalan panjang ini akan menentukan bagaimana kedua entitas ini akan berkembang ke depannya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714132855-17-750697/protelindo-caplok-51-saham-data-geser-iforte-sebagai-pengendali, without altering the facts of the original article.

Persib Bandung Kemungkinan Besar Tanpa Dimas Drajad, Ini Daftar 29 Pemain Terbaru

Persib Bandung kemungkinan besar tidak akan diperkuat oleh Dimas Drajad pada musim 2025/2026. Hal ini diketahui setelah Dimas Drajad mengunggah pesan perpisahannya di Instagram, Selasa (14/7/2026). Dimas Drajad adalah salah satu pemain yang dipinjamkan Persib Bandung pada musim 2025/2026 ke Malut United.

Momen Penentu di Instagram

Dalam pesannya, Dimas Drajad mengaku senang bisa menjadi bagian dari Persib Bandung dan mendapatkan sambutan hangat dari para Bobotoh sejak pertama kali bergabung. “Setiap perjalanan pasti memiliki awal dan akhir. Awal yang indah saya bisa menginjakkan di kota Bandung dan disambut hangat para Bobotoh. Sebuah kehormatan buat saya bisa bergabung di tim besar Persib Bandung meraih satu bintang bersama,” tulis Dimas Drajad. Pemain yang sebelumnya menggunakan nomor punggung 9 ini pun pamit dengan rasa bangga karena pernah berseragam Pangeran Biru.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dimas Drajad menambah daftar pemain pinjaman yang resmi hengkang dari Persib Bandung, sebelumnya ada Rezaldi Hehanussa dan Zalnando. Sementara, pemain-pemain pinjaman lain seperti Hamra Hehanussa, Henhen Herdiana, Adzikry Fadlillah, dan Ikhwan Tanamal kembali bergabung dengan skuad Maung Bandung dalam sesi latihan pramusim. Namun, nama pemain pinjaman lainnya yang masih menunggu kepastian adalah Febri Hariyadi dan Ferdiansyah. Keduanya tidak terlihat di sesi latihan.

Persib Bandung kemungkinan besar akan menggunakan 29 pemain terbaru, termasuk penjaga gawang Fitrah Maulana dan Teja Paku Alam, pemain belakang Dion Markx, Eliano Reijnders, Gabriel Mutombo, Hamra Hehanussa, Henhen Herdiana, Julio Cesar, Kakang Rudianto, Kevin Pasha, Patricio Matricardi, dan Sandy Walsh.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kehilangan Dimas Drajad tentu memiliki dampak bagi Persib Bandung, terutama dalam hal strategi dan komposisi pemain. Dimas Drajad tercatat telah menorehkan 20 laga dengan dua gol dan tiga asis selama membela Persib Bandung sejak 2024. Persib Bandung masih memiliki banyak pekerjaan rumah untuk mempersiapkan diri menghadapi musim 2025/2026.

Dengan demikian, Persib Bandung harus segera menyesuaikan diri dengan kehilangan Dimas Drajad dan pemain lainnya yang hengkang. Mereka harus memaksimalkan pemain-pemain yang ada untuk meraih kesuksesan di musim mendatang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/superball/1178502/update-29-pemain-persib-bandung-terbaru-setelah-dimas-drajad-nyatakan-pamit, without altering the facts of the original article.

Rupiah Menguat, Dolar AS Turun ke Rp18.080, Apa Penyebabnya?

Rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (14/7/2026), dengan nilai tukar mata uang Garuda berakhir di level Rp18.080/US$. Penguatan ini terjadi setelah lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings mempertahankan peringkat kredit Indonesia serta outlook-nya.

Momen Penentu di Menit Akhir

Merujuk data Refinitiv, mata uang Garuda berakhir dengan penguatan 0,11% ke level Rp18.080/US$. Sepanjang perdagangan, rupiah bergerak cukup dinamis, mengawali perdagangan secara stagnan di level psikologis Rp18.100/US$, lalu berbalik bergerak positif hingga penutupan perdagangan. Sementara itu, indeks dolar AS (DXY) yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, per pukul 15.00 WIB terpantau melemah tipis 0,04% ke level 101,197.

Apa yang Membuat Rupiah Menguat?

Penguatan rupiah pada perdagangan hari ini masih dipengaruhi kabar baik dari lembaga pemeringkat global S&P Global Ratings yang mempertahankan peringkat utang Indonesia pada level BBB dengan outlook stabil. Keputusan tersebut menegaskan posisi Indonesia tetap berada dalam kategori layak investasi atau investment grade di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih tinggi. S&P menilai pelemahan sejumlah indikator fiskal dan eksternal Indonesia saat ini bersifat sementara, dan kondisi tersebut berpotensi membaik seiring stabilnya arah kebijakan pemerintah serta implementasi kebijakan yang lebih efektif.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dalam laporannya, S&P Global Ratings juga memproyeksikan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat berada di level Rp17.700/US$ pada 2026. Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan afirmasi rating dari S&P mencerminkan tetap kuatnya kepercayaan investor dan pemangku kepentingan internasional terhadap perekonomian Indonesia. Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran guna menjaga stabilitas sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan penguatan rupiah pada perdagangan hari ini, Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan menjaga stabilitas keuangan. Namun, dengan kepercayaan investor yang masih kuat dan kebijakan yang tepat, Indonesia berpotensi meningkatkan posisinya di kancah internasional. Oleh karena itu, Bank Indonesia dan pemerintah harus terus bekerja sama untuk meningkatkan kualitas kebijakan dan menjaga stabilitas ekonomi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714145030-17-750727/rupiah-ditutup-menguat-dolar-as-turun-tipis-ke-rp18080, without altering the facts of the original article.

RUU PFII Masih dalam Proses, Baru 20 dari 97 DIM Substansi yang Dibahas

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Menteri Hukum, Eddy Hiariej, mengungkapkan bahwa RUU PFII masih dalam tahap pembahasan bersama Komisi XI DPR. Fokus pembahasan saat ini adalah pada Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang memuat substansi baru.

Fokus Pembahasan DIM

Menurut Eddy Hiariej, total DIM yang menjadi substansi sebanyak 400 poin. Namun, yang sedang dibahas saat ini hanya 97 DIM yang memuat substansi baru. “Yang sekarang kita bahas itu ada 97 DIM, yang merupakan substansi-substansi baru. Tapi ini baru sampai dengan 20 DIM ya,” ungkapnya.

Apa yang Terjadi?

Pembahasan RUU PFII masih terus berlanjut. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa Bali akan menjadi lokasi pembangunan PFII. Ia bahkan menekankan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunannya telah disiapkan dan bisa selesai sebelum 16 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan penyelesaian RUU PFII pada 21 Juli 2026.

Mengapa dan Dampak

Bali dipilih sebagai lokasi PFII karena infrastruktur penunjangnya sudah lengkap, mulai dari rumah sakit bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur hingga pariwisatanya yang sudah mendunia. PFII sendiri akan ditempatkan di KEK khusus di Bali nantinya, yang jauh dari kepadatan lalu lintas. Pemerintah berharap PFII bisa bersaing dengan pusat keuangan dunia lainnya seperti di Dubai dan Singapura.

Dengan pembangunan PFII, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan investasi asing. Selain itu, PFII juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski RUU PFII masih dalam proses pembahasan, pemerintah optimis bahwa pembangunan PFII dapat segera terealisasi. Dengan penyelesaian RUU PFII dan PP, diharapkan PFII dapat menjadi kenyataan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan fokus pada pembangunan infrastruktur dan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung operasional PFII.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714133606-17-750699/ruu-pfii-masih-digodok-baru-20-dari-97-dim-substansi-dibahas, without altering the facts of the original article.

IHSG Stagnan di Level 6.000-an, Apa yang Membuatnya Tak Bergeming Hari Ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) stagnan di level 6.000-an pada perdagangan hari ini, Selasa (14/7/2026). IHSG ditutup nyaris tidak bergerak setelah melonjak 1,92% pada akhir perdagangan kemarin. Pergerakan IHSG hari ini tertahan oleh koreksi emiten bank jumbo, yang juga tercermin dari sektor finansial yang anjlok paling dalam, yakni 1,71%.

Momen Penentu di Menit Akhir

IHSG sempat mengawali perdagangan di zona merah dan menyentuh level tertinggi di 6.095,02 pada perdagangan intraday. Namun, tidak mampu bertahan dan memangkas penguatan, sehingga kembali nyaris ke level perdagangan sebelumnya. Nilai dan volume transaksi hari ini melonjak cukup tinggi dibandingkan dengan rata-rata perdagangan hari-hari sebelumnya. Nilai transaksi mencapai Rp15,36 triliun, melibatkan 26,48 miliar saham dalam 2,59 juta kali transaksi.

Pada pekan lalu, rata-rata nilai transaksi harian hanya Rp 10,27 triliun, dengan volume transaksi tercatat 20,49 miliar saham. Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Central Asia (BBCA), dan Bank Mandiri (BMRI) kompak menjadi pemberat IHSG dengan bobot masing-masing -10,22 poin, -8,82 poin, dan -7,35 poin.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Emiten konglomerat, khususnya milik Bakrie dan Prajogo Pangestu, mencoba mengatrol IHSG tetapi tidak kuat. Bumi Resources Mineral (BRMS) berkontribusi 6,7 poin, Barito Renewables Energy (BREN) 5,8 poin, dan Energi Mega Persada (ENRG) 5,23 poin. Pada perdagangan kemarin, emiten bank jumbo mendorong IHSG melaju kencang pada akhir sesi.

Hal ini seiring dengan pengumuman dari lembaga rating Standar & Poor’s (S&P) yang mempertahankan rating investment grade dan outlook stabil mereka. Keputusan ini menjadi kabar baik setelah sebelumnya lembaga rating tersebut dikabarkan akan menurunkan outlook Indonesia.

Apa Artinya Ini ke Depan?

S&P Global Ratings memutuskan mempertahankan peringkat kredit (sovereign rating) Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek, dengan outlook tetap stabil. Keputusan tersebut menjadi angin segar bagi pasar dan pemerintah, karena menunjukkan kepercayaan terhadap fundamental ekonomi Indonesia masih tetap terjaga.

Dalam laporannya, S&P menyatakan outlook stabil mencerminkan keyakinan bahwa penerimaan pemerintah akan terus pulih, ekspor membaik berkat kenaikan harga komoditas, serta disiplin menjaga defisit fiskal di bawah 3% PDB tetap menjadi jangkar kebijakan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ke depan, IHSG masih memiliki potensi untuk bergerak dalam rentang yang sama, dengan investor terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik. Dengan demikian, investor harus tetap waspada dan mempertimbangkan berbagai faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan IHSG.

IHSG masih memiliki jalan panjang untuk mencapai level yang lebih tinggi, namun dengan fundamental ekonomi yang kuat dan kepercayaan investor yang tetap terjaga, maka IHSG berpotensi untuk terus bergerak positif dalam jangka panjang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714155552-17-750748/ihsg-tak-bergeming-hari-ini-bertahan-di-level-6000-an, without altering the facts of the original article.

Emiten TGUK Terkena Sorotan Bursa Efek Indonesia, Ada Apa di Balik Pendapatan?

Pendapatan TGUK Melonjak Drastis

PT Platinum Wahab Nusantara Tbk (TGUK) menjadi sorotan Bursa Efek Indonesia (BEI) akibat lonjakan pendapatan yang mencapai 27.545% pada kuartal I-2026. Emiten yang sebelumnya menaungi gerai minuman Teguk ini membukukan penjualan sebesar Rp200,7 miliar per 31 Maret 2026, meningkat drastis dibandingkan hanya Rp726 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Lonjakan pendapatan ini memicu BEI untuk meminta penjelasan lebih lanjut dari manajemen TGUK.

Apa yang Terjadi?

Manajemen TGUK menjelaskan bahwa kenaikan pendapatan terutama dipicu oleh mulai beroperasinya lini usaha perdagangan daging beku (frozen meat). Sebagian besar transaksi penjualan daging beku dilakukan melalui jaringan agen dan distributor (general trade) dengan menggunakan sistem pemesanan (purchase order) dan kesepakatan harga saat transaksi. Mekanisme ini dipilih karena harga daging beku merupakan komoditas yang berfluktuasi mengikuti kondisi pasar, sehingga membutuhkan fleksibilitas dalam penetapan harga. Selain itu, peningkatan penjualan pada Januari-Maret 2026 juga didukung oleh tingginya permintaan daging selama bulan suci Ramadan dan Hari Raya Idulfitri.

Mengapa dan Dampaknya

Kenaikan pendapatan TGUK pada kuartal I-2026 merupakan dampak dari strategi bisnis yang diambil oleh perusahaan. Dengan mulai beroperasinya lini usaha perdagangan daging beku, TGUK berhasil meningkatkan penjualan secara signifikan. Faktor musiman juga berperan penting dalam peningkatan penjualan ini, mengingat Ramadan dan Idulfitri merupakan musim puncak bagi industri perdagangan daging. Ke depan, TGUK perlu mempertahankan kinerja ini dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi fluktuasi harga komoditas. Selain itu, perusahaan juga perlu mempertimbangkan untuk memperluas jaringan kerja sama dengan modern trade untuk meningkatkan penjualan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

TGUK masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kinerjanya. Dengan lonjakan pendapatan pada kuartal I-2026, perusahaan perlu mempertahankan momentum ini dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan di masa depan. Selain itu, TGUK juga perlu mempertimbangkan untuk diversifikasi produk dan meningkatkan efisiensi operasional untuk meningkatkan kinerja keuangan. Dengan demikian, TGUK dapat meningkatkan nilai bagi para pemegang saham dan mempertahankan posisinya di pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714140920-17-750708/bursa-efek-indonesia-cecar-emiten-tguk-soal-pendapatan-ada-apa, without altering the facts of the original article.

Rekening Dolar Melonjak 58%, Perbanas Ungkap Alasan di Baliknya

Jumlah rekening simpanan dolar Amerika Serikat (USD) di Indonesia meningkat pesat pada Mei 2026, dengan kenaikan 58,2% secara tahunan atau year on year (yoy) menjadi 8.918.054 rekening. Angka ini menyumbang 1,3% dari keseluruhan jumlah rekening simpanan masyarakat RI. Pertumbuhan ini jauh melampaui jumlah rekening simpanan rupiah yang hanya naik 8,4% pada periode yang sama.

Menurut data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), jumlah rekening USD meningkat pesat, sementara jumlah rekening rupiah mencapai 673.138.861 rekening atau 98,7% dari keseluruhan. Secara umum, jumlah nominal simpanan valuta asing (valas) juga meningkat 18,7% yoy per Mei 2026, dengan nominal setara dengan Rp1.714,76 triliun, memegang porsi 16,6% dari nominal seluruh rekening masyarakat RI.

Apa yang Terjadi?

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini terjadi seiring dengan penerapan Dana Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) baru yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026. Aturan baru ini mulai berlaku efektif pada 1 Juni 2026, dan mewajibkan penempatan DHE SDA 100% di bank-bank Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi mengatakan bahwa peningkatan rekening dolar menjadi lumrah, seiring dengan kenaikan penempatan dolar eksportir di rekening bank BUMN. “Ya memang ada [peningkatan] kan. Karena ada DHE, DHE yang masuk di Bank Himbara cukup tinggi,” ujarnya.

Mengapa dan Dampak

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini terjadi karena adanya kebijakan DHE SDA yang mewajibkan eksportir menempatkan dana hasil ekspornya di bank-bank BUMN. Hal ini menyebabkan peningkatan penempatan dolar di rekening bank BUMN, yang pada akhirnya meningkatkan jumlah rekening dolar.

Dampak dari pertumbuhan pesat rekening dolar ini adalah meningkatnya jumlah simpanan valas di Indonesia. Jumlah nominal simpanan valas meningkat 18,7% yoy per Mei 2026, dengan nominal setara dengan Rp1.714,76 triliun. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam meningkatkan simpanan valas.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pertumbuhan pesat rekening dolar ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki potensi besar dalam meningkatkan simpanan valas. Dengan adanya kebijakan DHE SDA, diharapkan dapat meningkatkan jumlah simpanan valas di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah.

Namun, perlu diwaspadai bahwa peningkatan rekening dolar juga dapat menyebabkan peningkatan risiko valas. Oleh karena itu, perlu dilakukan pengelolaan risiko valas yang efektif untuk mengurangi dampak negatif dari peningkatan rekening dolar.

Dalam jangka panjang, pertumbuhan pesat rekening dolar ini diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah. Namun, perlu dilakukan monitoring dan evaluasi yang efektif untuk memastikan bahwa kebijakan DHE SDA dapat berjalan efektif dan tidak menimbulkan dampak negatif.

Jalan panjang yang masih harus ditempuh adalah meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya simpanan valas dan meningkatkan kemampuan bank-bank BUMN dalam mengelola risiko valas. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan stabilitas ekonomi Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada rupiah.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714170019-17-750798/jumlah-rekening-dolar-naik-58-perbanas-ungkap-penyebabnya, without altering the facts of the original article.

Bos Otomotif Ungkap Dampak Bunga Tinggi pada Penjualan Mobil, Begini Katanya

Industri otomotif nasional saat ini menghadapi tantangan besar di tengah ketidakpastian global 2026. Pelemahan daya beli, pelemahan nilai tukar Rupiah, dan kenaikan suku bunga menjadi sentimen yang mempengaruhi sektor ini. Bos otomotif mengungkapkan bahwa dampak bunga tinggi pada penjualan mobil sangat signifikan.

Momen Penentu di Sektor Otomotif

Sekjen Gaikindo, Kukuh Kumara, menyebutkan bahwa industri otomotif masih optimistis terhadap target bisnis di tengah ketidakpastian namun tetap waspada mengantisipasi dampaknya, termasuk efek suku bunga naik ke tekanan penjualan otomotif. Saat ini, kendaraan komersial dan kendaraan di bawah Rp 300 juta sangat sensitif dengan kenaikan harga, termasuk efek kenaikan suku bunga.

Oleh karena itu, produsen dan perusahaan pembiayaan menerapkan sejumlah penawaran untuk mendorong penjualan mobil menghadapi kondisi ini. Melalui penyelenggaraan GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS), pelaku otomotif berharap dapat mendorong penjualan 2026 di kisaran 850 ribu unit.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut beberapa fakta terkait industri otomotif saat ini:

Gaikindo mendorong penjualan ekspor yang sudah mencapai 251 ribu unit per Juni 2026 atau naik dari tahun 2025. Filipina, Vietnam, Meksiko, dan Timur Tengah menjadi pangsa pasar ekspor mobil RI. Kenaikan suku bunga dan pelemahan nilai tukar Rupiah mempengaruhi daya beli masyarakat, sehingga berdampak pada penjualan mobil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kenaikan suku bunga tinggi memiliki dampak signifikan pada penjualan mobil. Masyarakat menjadi lebih sulit untuk melakukan pembelian karena harga mobil menjadi lebih mahal. Hal ini juga berdampak pada industri otomotif secara keseluruhan, termasuk pada produsen dan perusahaan pembiayaan.

Dalam jangka panjang, dampak suku bunga tinggi ini dapat mempengaruhi pertumbuhan industri otomotif nasional. Oleh karena itu, pelaku otomotif harus dapat mengantisipasi dan menyesuaikan diri dengan kondisi ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Industri otomotif nasional masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan penjualan dan pertumbuhan. Pelaku otomotif harus dapat memanfaatkan momentum GIIAS untuk meningkatkan penjualan dan ekspor. Selain itu, industri otomotif juga harus dapat mengantisipasi dampak suku bunga tinggi dan pelemahan nilai tukar Rupiah.

Dengan demikian, industri otomotif nasional dapat tetap tumbuh dan berkembang di tengah ketidakpastian global 2026. Bos otomotif harus dapat mengambil strategi yang tepat untuk menghadapi tantangan ini dan meningkatkan penjualan mobil di Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714162851-19-750775/video-bunga-tinggi-bos-otomotif-ungkap-efeknya-ke-penjualan-mobil, without altering the facts of the original article.

37 Saham ‘Jumbo’ Masuk Daftar HSC, BEI Tambah Kriteria Baru

Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan peninjauan kembali terhadap kriteria saham yang masuk dalam High Shareholding Concentration (HSC) List. Hasil evaluasi tersebut membuat sebanyak 37 emiten baru akan masuk ke dalam daftar saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi. Penambahan kriteria baru ini bertujuan untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.

Penambahan Kriteria Baru

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengatakan, pihaknya telah melakukan evaluasi terhadap kriteria serta faktor pemicu (trigger factors) yang digunakan dalam penentuan saham HSC. Sebagai hasilnya, BEI merevisi metodologi HSC dengan menambahkan satu kriteria baru berupa price impact ratio. Kriteria ini akan diterapkan pada seluruh saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun.

Saham yang memiliki price impact ratio tinggi akan melalui proses screening untuk mengidentifikasi ada atau tidaknya indikasi kepemilikan saham yang terkonsentrasi. Price impact ratio sendiri dihitung dengan membandingkan perubahan harga saham terhadap tingkat velocity saham tersebut. Sementara velocity dihitung berdasarkan rata-rata volume transaksi dibandingkan dengan jumlah saham yang beredar di publik atau free float.

Apa yang Terjadi

BEI akan melakukan evaluasi price impact ratio secara berkala setiap tiga bulan mengikuti siklus evaluasi indeks utama di bursa. Sementara itu, trigger factors dari fungsi pengawasan akan tetap dilakukan secara insidental dan tidak terbatas pada periode evaluasi tertentu. Pengumuman resmi mengenai daftar saham terbaru yang masuk kategori HSC akan disampaikan setelah penutupan perdagangan hari Selasa ini.

Jeffrey menjelaskan bahwa 37 saham baru yang masuk dalam kriteria high shareholding concentration akan menambah total saham yang ada di dalam high shareholding concentration menjadi 51 saham. Langkah tersebut merupakan bagian dari reformasi berkelanjutan yang dilakukan BEI untuk memastikan terciptanya perdagangan efek yang teratur, wajar, dan efisien di pasar modal Indonesia.

Mengapa dan Dampak

Penambahan kriteria baru ini bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan akurasi dalam mengidentifikasi saham-saham dengan indikasi kepemilikan terkonsentrasi. Dengan demikian, investor dapat membuat keputusan yang lebih tepat dan terinformasi. Selain itu, penambahan kriteria baru ini juga dapat membantu BEI dalam mengawasi aktivitas perdagangan saham dan mencegah potensi penyalahgunaan.

Dalam jangka panjang, penambahan kriteria baru ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan efisiensi pasar modal Indonesia. Oleh karena itu, BEI terus melakukan evaluasi dan peninjauan terhadap kriteria dan metodologi yang digunakan dalam penentuan saham HSC.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

BEI masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan efisiensi dan transparansi pasar modal Indonesia. Dengan penambahan kriteria baru ini, BEI diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengawasan dan pengaturan pasar modal. Investor dan pelaku pasar juga diharapkan dapat memanfaatkan informasi yang lebih akurat dan transparan untuk membuat keputusan yang lebih tepat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714184024-17-750831/bei-tambah-kriteria-hsc-37-saham-jumbo-bakal-masuk-daftar, without altering the facts of the original article.

OJK Siapkan ‘Jurus’ Baru untuk Rekening Judi Online yang Terus Bertambah

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan penyebab jumlah rekening judi online (judol) terus bertambah. Hingga kini, ada sekitar 32 ribu rekening yang sudah diblokir. Kepala Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, mengatakan pertambahan rekening judol menjadi perhatian bersama.

Fokus pada Pencegahan

Dian menjelaskan bahwa ada beberapa langkah untuk memperkuat pemberantasan judol. Pertama, pihaknya dengan kementerian lembaga terkait akan membangun kolaborasi yang lebih erat. Selain itu, OJK juga akan membangun sistem terintegrasi antar lembaga dan industri perbankan, yang menyediakan informasi rekening judol.

“Sehingga informasi yang terkait dengan rekening judi online dan yang terlibat dengan judi online itu kemudian bisa kita informasikan ke semua sektor perbankan,” ucap Dian saat konferensi pers OJK Banking Forum di Gedung Menara Radius Prawiro, Selasa (14/7/2026).

Mengenal Ancaman Judi Online

Judi online telah menjadi masalah serius di Indonesia, dengan banyak masyarakat yang terjebak dalam praktik ini. OJK dan pihak terkait telah berusaha untuk memblokir rekening-rekening yang terkait dengan judi online, namun jumlah rekening judol terus bertambah.

Salah satu penyebabnya adalah praktik jual beli rekening yang “sangat berbahaya” buat masyarakat Indonesia. Maka dari itu, Dian mengungkapkan OJK sedang membangun sistem yang bisa menampung berbagai laporan terkait pelaku judol.

“Nah, kalau orang-orang ini masuk ke blacklist nantinya ke blacklist yang kita sebut sistem si pelaku ini, ini akan berakibat fatal,” papar Dian.

Dampak bagi Masyarakat

Orang yang masuk blacklist dalam sistem tersebut nantinya tidak akan bisa masuk ke sistem perbankan. “Karena di-blacklist ini akan menjadi persoalan yang sangat serius,” tegas Dian.

Ketua Umum Perhimpunan Bank Nasional (Perbanas) Hery Gunardi menyatakan bahwa industri perbankan akan terus berkoordinasi dengan kementerian/lembaga terkait. Hery menyampaikan pertambahan pelaku judol itu terus bertambah karena kegiatan judol memiliki situs, rekening bank, dan nomor telepon.

Upaya Pencegahan

Perbankan akan sungguh-sungguh memperhatikan rekening bank dengan sistem Fraud Detection System (FDS). “Cara melihatnya adalah rekening yang anomali. Kalau misalnya jumlahnya kecil-kecil, ya itu ke rekening itu terus misalnya itu artinya ada sesuatu yang perlu di-suspect, dicurigai dan itu kita akan blokir kalau memang kita sudah tahu itu adalah rekening yang memang harus kita waspadai,” terang Hery yang juga merupakan Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk.

Judi online telah menjadi masalah yang sangat serius di Indonesia, dan upaya pencegahan harus dilakukan secara bersama-sama. Dengan membangun sistem terintegrasi dan meningkatkan kesadaran masyarakat, diharapkan jumlah rekening judol dapat ditekan dan masyarakat dapat terlindungi dari praktik berbahaya ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pertarungan melawan judi online masih panjang dan membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Dengan terus meningkatkan kesadaran dan upaya pencegahan, diharapkan Indonesia dapat menjadi negara yang bebas dari praktik judi online.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714184542-17-750832/rekening-judol-nambah-terus-bos-ojk-mau-keluarin-jurus-ini, without altering the facts of the original article.