RUU PFII Masih dalam Proses, Baru 20 dari 97 DIM Substansi yang Dibahas

Rancangan Undang-Undang (RUU) Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) masih dalam proses pembahasan di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR). Wakil Menteri Hukum, Eddy Hiariej, mengungkapkan bahwa RUU PFII masih dalam tahap pembahasan bersama Komisi XI DPR. Fokus pembahasan saat ini adalah pada Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang memuat substansi baru.

Fokus Pembahasan DIM

Menurut Eddy Hiariej, total DIM yang menjadi substansi sebanyak 400 poin. Namun, yang sedang dibahas saat ini hanya 97 DIM yang memuat substansi baru. “Yang sekarang kita bahas itu ada 97 DIM, yang merupakan substansi-substansi baru. Tapi ini baru sampai dengan 20 DIM ya,” ungkapnya.

Apa yang Terjadi?

Pembahasan RUU PFII masih terus berlanjut. Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, memastikan bahwa Bali akan menjadi lokasi pembangunan PFII. Ia bahkan menekankan bahwa Peraturan Pemerintah (PP) untuk pembangunannya telah disiapkan dan bisa selesai sebelum 16 Agustus 2026. Pemerintah menargetkan penyelesaian RUU PFII pada 21 Juli 2026.

Mengapa dan Dampak

Bali dipilih sebagai lokasi PFII karena infrastruktur penunjangnya sudah lengkap, mulai dari rumah sakit bertaraf internasional di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sanur hingga pariwisatanya yang sudah mendunia. PFII sendiri akan ditempatkan di KEK khusus di Bali nantinya, yang jauh dari kepadatan lalu lintas. Pemerintah berharap PFII bisa bersaing dengan pusat keuangan dunia lainnya seperti di Dubai dan Singapura.

Dengan pembangunan PFII, diharapkan dapat meningkatkan perekonomian Indonesia dan meningkatkan investasi asing. Selain itu, PFII juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas layanan keuangan dan meningkatkan kepercayaan investor.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski RUU PFII masih dalam proses pembahasan, pemerintah optimis bahwa pembangunan PFII dapat segera terealisasi. Dengan penyelesaian RUU PFII dan PP, diharapkan PFII dapat menjadi kenyataan dan memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia. Selanjutnya, pemerintah akan fokus pada pembangunan infrastruktur dan penyiapan sumber daya manusia yang kompeten untuk mendukung operasional PFII.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260714133606-17-750699/ruu-pfii-masih-digodok-baru-20-dari-97-dim-substansi-dibahas, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *