Antrean Panjang Pertalite di Wilayah Sangihe Membuat Warga Terjebak Lama, Pihak BUMN Dijanjikan Penambahan Stasiun Pengisian Segera
Antrean panjang pertalite di wilayah Sangihe membuat warga terjebak lama, pihak BUMN dijanjikan penambahan stasiun pengisian segera.
Situasi di SPBU Tongenghoade dan Pasar Towo’e
Di Tahuna, ibu kota Sangihe, Senin (19/10/2026), antrean kendaraan roda dua dan roda empat terlihat di SPBU Tongenghoade, Kelurahan Soataloara I, di depan Kantor Bupati Sangihe, serta SPBU Pasar Towo’e, Kelurahan Sawang Bendar. Kendaraan mengular sejak pagi karena masyarakat berusaha mendapatkan BBM pertalite untuk kebutuhan sehari‑hari.
Penyebab Keterbatasan Stok BBM
Kepala Bagian Ekonomi Kabupaten Kepulauan Sangihe Yusak Karame mengatakan antrean berkaitan dengan terbatasnya stok BBM menjelang kedatangan kapal pengangkut pasokan baru. “Untuk beberapa hari terakhir ini memang ada sedikit pengurangan penyaluran. Jatah ke SPBU hanya sekitar 15 ribu sampai 20 ribu kiloliter,” ujar Yusak kepada Tribun Manado. Menurutnya, penyaluran pertalite dilakukan ke sejumlah SPBU untuk membantu memenuhi kebutuhan masyarakat sambil menunggu pasokan berikutnya. Kapal pengangkut BBM diperkirakan tiba pada Selasa (20/10/2026) pagi.
Peran Pertamina Tahuna dalam Distribusi
Fuel Terminal Manager Pertamina Tahuna, Arie Hernawan, mengatakan Pertamina telah menyalurkan sekitar 50 ribu liter BBM ke enam lembaga penyalur di Sangihe, terdiri dari tiga SPBU dan tiga Agen Premium dan Minyak Solar (APMS). Kapal tanker Transco Aries yang membawa 650 ribu liter BBM juga mulai bersandar pada Senin sekitar pukul 16.00 Wita. Arie menilai peningkatan pembelian akibat kekhawatiran masyarakat kehabisan BBM turut memicu antrean. Untuk mengatasinya, Pertamina mengoperasikan tiga armada mobil tangki dan mempercepat waktu distribusi agar BBM tersedia sebelum masyarakat b.
Reaksi Warga dan Dampak Sosial
Warga Sangihe, yang bergantung pada pertalite untuk transportasi harian, mengalami ketidaknyamanan akibat antrean panjang. Keterbatasan pasokan memaksa banyak orang menunggu berjam‑jam, menambah beban ekonomi bagi keluarga yang harus membeli BBM di luar wilayah. Selain itu, ketidakpastian stok BBM dapat memengaruhi kegiatan ekonomi lokal, seperti transportasi barang dan jasa, serta aktivitas harian yang memerlukan kendaraan bermotor.
Upaya Penambahan Stasiun Pengisian
Pihak BUMN, khususnya Pertamina, telah menjanjikan penambahan stasiun pengisian di wilayah Sangihe. Hal ini diharapkan dapat mengurangi beban antrean dan meningkatkan ketersediaan BBM bagi masyarakat. Penambahan stasiun juga akan memperluas jaringan distribusi, sehingga pasokan BBM dapat lebih merata di seluruh pulau.
Proyeksi Ke Depan dan Solusi Jangka Panjang
Dengan kedatangan kapal pengangkut baru pada Selasa pagi, distribusi BBM di Sangihe diperkirakan akan lebih stabil. Namun, untuk mencegah kejadian serupa di masa depan, perlu adanya perencanaan logistik yang lebih baik, termasuk peningkatan kapasitas penyimpanan dan diversifikasi sumber pasokan. Juga, kolaborasi antara pemerintah daerah dan Pertamina dapat mempercepat proses penambahan stasiun pengisian serta pengaturan penyaluran yang lebih teratur.
Kesimpulan
Antrean panjang pertalite di wilayah Sangihe menunjukkan pentingnya manajemen pasokan BBM yang efektif. Upaya penambahan stasiun pengisian dan distribusi yang lebih cepat menjadi solusi utama untuk mengatasi keterbatasan stok. Dengan koordinasi yang baik antara pihak BUMN dan pemerintah daerah, diharapkan warga Sangihe dapat kembali menikmati layanan BBM yang lancar dan terjangkau.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://manado.tribunnews.com/sulawesi-utara/1897749/giliran-wilayah-sangihe-antrean-panjang-pertalite, without altering the facts of the original article.