Kemenag dan British Council Targetkan Peningkatan Kapasitas 6.000 Guru Madrasah lewat Pelatihan Intensif Bertahap
Kemenag dan British Council targetkan peningkatan kapasitas 6.000 guru madrasah lewat pelatihan intensif bertahap.
Peluncuran Program STEPS-CoP dan Kerja Sama Strategis
Dalam rangka memperkuat penguasaan Bahasa Inggris di kalangan guru madrasah, Kementerian Agama bekerja sama dengan British Council meluncurkan program kolaborasi bernama Strengthening the Teaching of English in Primary Schools through Communities of Practice (STEPS-CoP). Program ini diumumkan secara resmi di Jakarta pada Selasa, 13 Oktober 2026, oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Inisiatif ini bertujuan meningkatkan kapasitas bahasa bagi 6.000 guru Madrasah Ibtidaiyah (MI) sebelum penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib bagi siswa kelas III hingga kelas VI mulai 2027.
STEPS-CoP menonjolkan pendekatan bertahap yang berbeda dari pelatihan teknis tradisional yang biasanya hanya dilakukan satu kali. Dengan mengedepankan model komunitas praktik, guru-guru MI akan diberikan kesempatan untuk belajar secara kolaboratif, berbagi pengalaman, serta mengembangkan strategi pengajaran yang relevan dengan konteks pendidikan Islam. Kerja sama ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang berkelanjutan dan meningkatkan kualitas pengajaran Bahasa Inggris di sekolah dasar madrasah.
Visi Menteri Agama tentang Bahasa Inggris di Madrasah
“Penerapan Bahasa Inggris di Madrasah Ibtidaiyah bukan sekadar menambah mata pelajaran, melainkan bagian dari upaya kita mempersiapkan generasi madrasah agar mampu mengakses pengetahuan global dan berinteraksi dengan dunia yang semakin terbuka, tanpa kehilangan nilai-nilai inti dan karakter mereka,” ujar Menteri Agama Nasaruddin Umar saat peluncuran STEPS-CoP. Pernyataan ini menegaskan bahwa peningkatan kapasitas guru tidak hanya ditujukan untuk memenuhi tuntutan kurikulum, tetapi juga untuk menjaga identitas dan nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan pendidikan madrasah.
Struktur Pelatihan Bertahap dan Komunitas Praktik
Program STEPS-CoP dirancang dengan tiga fase utama. Fase pertama memfokuskan pada pengenalan dasar Bahasa Inggris, termasuk kosakata, tata bahasa, dan teknik dasar pengajaran. Pada fase kedua, guru-guru akan berpartisipasi dalam sesi praktik mengajar yang dipandu oleh pendidik berpengalaman dari British Council. Fase ketiga menitikberatkan pada refleksi dan evaluasi, di mana guru-guru dapat saling menilai hasil pengajaran mereka serta merancang rencana perbaikan berkelanjutan.
Komunitas praktik yang dibentuk dalam program ini berfungsi sebagai platform bagi para pendidik MI untuk bertukar ide, strategi, dan sumber daya. Melalui forum diskusi online dan pertemuan tatap muka secara berkala, guru-guru dapat mengatasi tantangan yang muncul dalam proses pengajaran Bahasa Inggris di lingkungan madrasah. Pendekatan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan profesional di antara pendidik madrasah, sekaligus menumbuhkan rasa solidaritas dan kolaborasi yang mendukung peningkatan mutu pendidikan.
Target Kapasitas dan Dampak Jangka Panjang
Target peningkatan kapasitas 6.000 guru madrasah merupakan langkah konkret dalam mempersiapkan penerapan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib. Dengan melibatkan jumlah guru yang signifikan, diharapkan seluruh jaringan madrasah di Indonesia dapat merasakan manfaat pelatihan ini secara merata. Selain itu, pelatihan bertahap yang didukung oleh komunitas praktik akan menciptakan sistem belajar yang berkelanjutan, sehingga guru-guru dapat terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan mereka seiring berjalannya waktu.
Dampak jangka panjang dari program ini tidak hanya terbatas pada peningkatan kemampuan Bahasa Inggris, tetapi juga pada peningkatan kualitas pendidikan secara keseluruhan. Guru-guru yang lebih kompeten dalam Bahasa Inggris akan mampu menyampaikan materi pelajaran dengan lebih efektif, meningkatkan motivasi siswa, dan membuka peluang bagi siswa madrasah untuk berpartisipasi dalam kompetisi akademik internasional. Selain itu, penguatan Bahasa Inggris juga dapat memperkaya kurikulum madrasah dengan perspektif global, sehingga siswa dapat memahami konteks dunia yang lebih luas tanpa mengorbankan nilai-nilai keagamaan.
Peran British Council dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan
British Council, sebagai lembaga internasional yang berfokus pada pengembangan bahasa Inggris, berperan penting dalam menyediakan materi pelajaran, pelatihan pendidik, dan dukungan teknis. Kerja sama ini memungkinkan akses ke sumber daya pendidikan berkualitas tinggi serta metodologi pengajaran yang telah teruji. Dengan demikian, guru madrasah dapat memperoleh pengetahuan yang up-to-date dan relevan dengan standar internasional, sekaligus menyesuaikan dengan kebutuhan lokal.
Implikasi Kebijakan Pendidikan Nasional
Program STEPS-CoP juga mencerminkan kebijakan pendidikan nasional yang menempatkan Bahasa Inggris sebagai kompetensi penting bagi generasi masa depan. Dengan menyiapkan guru madrasah sebelum pelaksanaan wajibnya, pemerintah menunjukkan komitmen terhadap inklusivitas dan keadilan pendidikan. Ini berarti bahwa siswa madrasah tidak akan tertinggal dibandingkan dengan rekan-rekan mereka di sekolah negeri maupun swasta dalam hal akses terhadap pengajaran Bahasa Inggris yang berkualitas.
Kesimpulan dan Harapan ke Depan
Melalui peluncuran program STEPS-CoP, Kemenag dan British Council menegaskan tekad untuk memperkuat kapasitas guru madrasah dalam Bahasa Inggris. Dengan pendekatan bertahap dan dukungan komunitas praktik, program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang dinamis dan berkelanjutan. Target peningkatan kapasitas 6.000 guru madrasah menjadi tonggak penting dalam mempersiapkan generasi muda madrasah untuk menghadapi tantangan global tanpa menghilangkan nilai-nilai inti dan karakter mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jogja.antaranews.com/berita/859857/kemenag-dan-british-council-tingkatkan-kapasitas-6-ribu-guru-madrasah, without altering the facts of the original article.