OJK Pantau 8 Perusahaan Multifinance dengan Modal Cekak

**OJK Pantau 8 Perusahaan Multifinance dengan Modal Cekak** **Momen Penentu di Menit Akhir** Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah mengidentifikasi 8 perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) sekaligus Anggota Dewan Komisioner OJK, Agusman, menyebut bahwa terdapat 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang modal intinya masih di bawah batas minimum yang ditetapkan. “Terkait pemantauan permodalan, ada 8 dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi modal inti minimum,” kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar secara virtual, Selasa (4/8/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kejadian ini berbeda karena OJK telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. Fakta-fakta ini menunjukkan bahwa OJK serius dalam menjaga kepatuhan perusahaan dalam industri multifinance. Berikut adalah tiga fakta yang menunjukkan hal ini: – Piutang perusahaan pembiayaan pada Juni 2026 tercatat tumbuh 1,88% yoy menjadi Rp511,26 triliun, didukung oleh peningkatan modal kerja sebesar 6,36% yoy. – Rasio kredit bermasalah atau Non Performing Financing (NPF) gross perusahaan pembiayaan tercatat 3,01%, sementara NPF net berada di level 0,81%. – Gearing ratio perusahaan pembiayaan berada di posisi 2,14 kali, jauh di bawah batas maksimal yang ditetapkan sebesar 10 kali. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini memiliki dampak yang signifikan bagi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum. OJK telah mengeluarkan sanksi administratif kepada 21 perusahaan pembiayaan dan 8 perusahaan modal ventura atas berbagai pelanggaran ketentuan yang berlaku. Ini menunjukkan bahwa OJK akan lebih ketat dalam menjaga kepatuhan perusahaan dalam industri multifinance. Perusahaan-perusahaan yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum harus segera memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh OJK agar tidak menghadapi sanksi yang lebih berat. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun OJK telah mengidentifikasi perusahaan-perusahaan multifinance yang belum memenuhi ketentuan permodalan minimum, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh oleh perusahaan-perusahaan ini. Mereka harus segera memenuhi syarat-syarat yang ditetapkan oleh OJK dan meningkatkan permodalan mereka agar dapat meningkatkan kinerja mereka. OJK juga akan terus memantau kinerja perusahaan-perusahaan multifinance untuk memastikan bahwa mereka memenuhi ketentuan permodalan minimum. Dengan demikian, industri multifinance dapat terus berkembang dan menjadi lebih stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804165022-17-756530/modal-cekak-8-perusahaan-multifinance-dipantau-ketat-ojk, without altering the facts of the original article.

Bank Berantas Scam dan Judol, Blokir 36.000 Rekening

**Bank Berantas Scam dan Judol, Blokir 36.000 Rekening** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah melakukan upaya yang signifikan dalam memerangi aktivitas scam dan judi online (judol). Langkah yang diambil ini merupakan bagian dari upaya untuk memperkuat sistem keuangan digital dan memastikan keselamatan bagi masyarakat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Secara khusus, OJK telah meminta perbankan untuk melakukan Enhanced Due Diligence (EDD) atau pemblokiran terhadap rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian. Jumlah rekening yang telah diblokir mencapai lebih dari 36.000, yang merupakan peningkatan dari sebelumnya yang tercatat sebanyak 36.191 rekening. Data ini didapatkan dari Kementerian Komunikasi dan Digital. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Langkah yang diambil oleh OJK dan perbankan ini memiliki implikasi yang signifikan bagi masyarakat. Dengan memblokir rekening yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian, pihak berwenang dapat mengurangi risiko kehilangan uang oleh masyarakat yang jatuh korban scam dan judol. Selain itu, keputusan ini juga dapat membantu meningkatkan keamanan dan kepercayaan masyarakat terhadap sistem keuangan digital. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, perlu diingat bahwa memerangi scam dan judol merupakan proses yang kompleks dan memerlukan kerja sama yang erat antara pihak berwenang, perbankan, dan masyarakat. Oleh karena itu, OJK dan perbankan harus terus meningkatkan upaya mereka dalam memerangi aktivitas perjudian daring dan memastikan keselamatan bagi masyarakat. Dalam upaya memperkuat pemberantasan judol, OJK juga telah melakukan kerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital dan industri perbankan nasional. Mereka telah membangun sistem terintegrasi yang dapat memberikan informasi rekening judol kepada semua sektor perbankan. Praktik jual beli rekening yang “sangat berbahaya” bagi masyarakat Indonesia juga menjadi perhatian utama. Oleh karena itu, OJK sedang membangun sistem yang dapat menampung berbagai laporan terkait pelaku judol. Orang-orang yang terindikasi melakukan aktivitas perjudian daring akan dimasukkan ke dalam blacklist, sehingga mereka tidak akan dapat menggunakan layanan perbankan dan sistem pembayaran. Kesimpulan singkat dari upaya OJK dan perbankan dalam memerangi scam dan judol adalah bahwa mereka telah melakukan langkah yang signifikan dalam memperkuat sistem keuangan digital dan memastikan keselamatan bagi masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa memerangi scam dan judol merupakan proses yang kompleks dan memerlukan kerja sama yang erat antara pihak berwenang, perbankan, dan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804170135-17-756536/berantas-scam-dan-judol-bank-blokir-36000-rekening, without altering the facts of the original article.

Satgas PASTI Tutup 951 Pinjol, Berantas Investasi Bodong Modus MLM

**Satgas PASTI Tutup 951 Pinjol, Berantas Investasi Bodong Modus MLM** **Momen Penentu di Menit Akhir** Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) di bawah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus gencar memberantas entitas keuangan ilegal yang meresahkan masyarakat. Sebagai bagian dari upaya ini, Satgas PASTI telah menemukan dan menghentikan 951 entitas pinjaman online ilegal, 241 entitas investasi ilegal, 27 gadai ilegal, dan 2 aktivitas keuangan ilegal lainnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDKB) OJK yang digelar secara virtual, Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, Dicky Kartikoyono, mengungkap dua kasus terbaru yang berhasil ditindak Satgas PASTI. Pertama, penghentian entitas bernama E Connext Venture Indo yang diduga menawarkan skema investasi berbasis multi level marketing (MLM) kepada masyarakat. Kedua, Satgas PASTI juga menghentikan kegiatan Snapboost, platform yang mengklaim diri sebagai layanan monetisasi berbasis click-to-earn. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Modus-modus seperti ini terus kami pantau dan tindak agar tidak semakin banyak masyarakat yang dirugikan,” ujar Dicky. OJK mengimbau masyarakat untuk selalu memeriksa legalitas dan izin suatu entitas atau platform sebelum menempatkan dana, khususnya yang menawarkan skema keuntungan tidak wajar dengan pola member get member. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam tahun yang sama, OJK telah menerima 25.729 pengaduan terkait entitas ilegal. “Satgas PASTI akan terus berupaya untuk memberantas entitas keuangan ilegal dan melindungi hak-hak konsumen,” kata Dicky. OJK akan terus memantau dan mengawasi aktivitas keuangan ilegal, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memilih investasi yang aman dan legal.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804171542-17-756544/satgas-pasti-setop-951-pinjol-hingga-investasi-bodong-modus-mlm, without altering the facts of the original article.

IHSG Melesat 6.300, Asing Balik Borong Saham Bank Jumbo

**IHSG Melesat 6.300, Asing Balik Borong Saham Bank Jumbo** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat pada perdagangan Selasa (4/8/2026), mencapai level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir. IHSG naik 1,37% ke level 6.319,61. Investor asing kembali melakukan akumulasi di pasar saham Indonesia, dengan nilai beli bersih mencapai Rp623,5 miliar. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan beli bersih di seluruh pasar saham Indonesia. Mereka membukukan beli bersih sebesar Rp623,5 miliar, dengan nilai paling besar di saham sektor perbankan. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi investor asing, dengan nilai beli bersih mencapai Rp404,4 miliar. Disusul oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp129,9 miliar, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) Rp116,1 miliar, PT Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA) Rp101,2 miliar, dan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) Rp94,1 miliar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dalam beberapa pekan terakhir, IHSG telah mengalami peningkatan signifikan. Kenaikan ini disebabkan oleh kenaikan nilai saham-saham sektor perbankan, terutama PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA). Investor asing juga kembali melakukan akumulasi di pasar saham Indonesia, dengan nilai beli bersih mencapai Rp623,5 miliar. Kenaikan IHSG ini juga diiringi oleh kenaikan nilai rupiah terhadap dolar AS. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kenaikan IHSG dan akumulasi investor asing di pasar saham Indonesia menunjukkan kepercayaan investor terhadap pasar domestik. Kenaikan nilai saham-saham sektor perbankan juga menunjukkan bahwa investor percaya bahwa sektor ini akan terus tumbuh. Namun, perlu diingat bahwa pasar saham selalu berubah-ubah dan tidak ada jaminan bahwa kenaikan ini akan terus berlanjut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meskipun IHSG telah melesat ke level tertinggi dalam beberapa pekan terakhir, masih ada jalan panjang yang harus ditempuh. Investor harus tetap waspada dan tidak terlalu bersemangat dengan kenaikan pasar saham. Perlu diingat bahwa pasar saham selalu berubah-ubah dan tidak ada jaminan bahwa kenaikan ini akan terus berlanjut. Investor harus tetap melakukan analisis yang teliti sebelum melakukan keputusan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804193911-17-756590/ihsg-tembus-level-6300-asing-balik-borong-bank-jumbo, without altering the facts of the original article.

DBS Indonesia: Investasi di Tengah Badai Global, Apa Peluangnya?

**DBS Indonesia: Investasi di Tengah Badai Global, Apa Peluangnya?** Dalam kondisi ekonomi global yang semakin kompleks dan volatil, investor membutuhkan perspektif yang lebih luas dan strategi yang terukur untuk memahami risiko sekaligus menangkap peluang yang muncul dari perubahan tatanan ekonomi dunia. Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Bank DBS Indonesia menggelar DBS Insights Forum 2026: A New Lens on a Multipolar World, yang membahas prospek ekonomi, arah pasar, peluang investasi, hingga strategi pengelolaan kekayaan yang relevan bagi nasabah di tengah dinamika global yang terus berkembang. **Momen Penentu di Menit Akhir** DBS Insights Forum 2026 dihadiri oleh para pakar dari berbagai bidang dan membahas empat topik utama: dampak dinamika hubungan Amerika Serikat-Tiongkok terhadap pasar global dan peluang investasi, bagaimana Indonesia memperkuat kepercayaannya di pasar dan menjaga ketahanan pertumbuhan ekonomi, bagaimana generasi penerus membangun legacy yang relevan dan menyeimbangkan tujuan pribadi dan keluarga, serta pendekatan non-tradisional dalam pengelolaan kekayaan dan pertumbuhan bisnis. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada DBS Insights Forum 2026, Presiden Direktur PT Bank DBS Indonesia, Lim Chu Chong, mengatakan bahwa DBS Insights Forum 2026 dirancang khusus untuk nasabah private dan priority banking dalam menavigasi pengelolaan kekayaan di tengah perubahan geopolitik dan ekonomi. Selain itu, Yunarto Wijaya, Executive Director Charta Politica, menjelaskan bahwa ketidakpastian ekonomi saat ini tidak lepas dari pergeseran peta politik global dan eskalasi ketegangan yang belum pernah terjadi sebelumnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Asia kini bertransformasi menjadi pusat gravitasi ekonomi baru, dengan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) dan belanja riset dan pengembangan (R&D) di Asia, khususnya terkait teknologi AI, tercatat jauh lebih tinggi dibandingkan kawasan Eropa. Namun, porsi besar tersebut dinilai belum mampu dimanfaatkan secara optimal oleh Indonesia. Jika melihat data 20 besar negara eksportir barang-barang terkait AI, tidak ditemukan nama Indonesia. Sebaliknya, Filipina dan Malaysia menduduki peringkat 10 dan 12. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kondisi seperti ini, DBS Indonesia menawarkan solusi investasi yang terukur dan strategis untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dengan menyajikan beragam perspektif, DBS Insights Forum 2026 diharapkan memberikan panduan dan praktik terbaik dalam mengembangkan kekayaan dan usaha, hingga perencanaan suksesi keluarga yang berkelanjutan. DBS Indonesia terus berkomitmen untuk mendukung nasabah agar lebih optimis dalam mengambil keputusan melalui arahan profesional dan pandangan strategis jangka panjang. **Kesimpulan** DBS Insights Forum 2026 adalah wadah yang tepat bagi investor untuk memahami risiko dan peluang investasi di tengah kondisi ekonomi global yang semakin kompleks. Dengan menyajikan beragam perspektif dan pendekatan non-tradisional, DBS Indonesia menawarkan solusi investasi yang terukur dan strategis untuk memanfaatkan peluang yang ada. Dengan demikian, investor dapat mengambil keputusan yang lebih optimal dan meningkatkan nilai kekayaan mereka.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804191229-17-756586/dbs-indonesia-ungkap-peluang-investasi-di-tengah-ketidakpastian-global, without altering the facts of the original article.

TPIA Masih Jadi Sasaran Jual Asing di Tengah Reli IHSG

**TPIA Masih Jadi Sasaran Jual Asing di Tengah Reli IHSG** Penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga 1,37% pada perdagangan Selasa (4/8/2026) tidak menghentikan aksi jual investor asing pada sejumlah saham sektor petrokimia, energi, dan pertambangan. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) menjadi saham dengan jual bersih (net sell) asing terbesar mencapai Rp206,6 miliar. **Momen Penentu di Menit Akhir** IHSG justru ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37% ke level 6.319,61, didorong derasnya aksi beli asing pada saham-saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Kondisi tersebut menunjukkan investor asing masih melakukan rotasi portofolio, yakni mengurangi eksposur pada sebagian saham petrokimia, energi, dan tambang, sembari meningkatkan kepemilikan di sektor perbankan yang menjadi penopang utama penguatan indeks. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) kembali menjadi saham yang paling banyak dilepas investor asing setelah sehari sebelumnya juga memimpin daftar net sell. 2. Posisi berikutnya ditempati oleh PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) sebesar Rp83,6 miliar, PT Merdeka Gold Resources Tbk. (EMAS) Rp71,4 miliar, dan PT Astra International Tbk. (ASII) Rp60,3 miliar. 3. IHSG justru ditutup menguat 85,11 poin atau 1,37% ke level 6.319,61, didorong derasnya aksi beli asing pada saham-saham perbankan besar. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Aksi jual investor asing pada TPIA dan saham lainnya sektor petrokimia, energi, dan pertambangan mungkin menunjukkan bahwa investor asing sedang melakukan rotasi portofolio untuk memperkuat posisi di sektor perbankan. Hal ini dapat berdampak pada kinerja saham-saham di sektor petrokimia, energi, dan pertambangan, sehingga perlu diawasi oleh investor. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penguatan IHSG dan aksi beli asing pada saham-saham perbankan besar menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada potensi pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun, aksi jual investor asing pada TPIA dan saham lainnya sektor petrokimia, energi, dan pertambangan menunjukkan bahwa masih ada risiko dalam perekonomian Indonesia yang perlu diseimbangkan. Oleh karena itu, perlu diawasi oleh investor dan pemerintah untuk memastikan bahwa perekonomian Indonesia tetap stabil dan mengalami pertumbuhan yang seimbang.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260804194219-17-756598/tpia-masih-jadi-sasaran-jual-asing-di-tengah-reli-ihsg, without altering the facts of the original article.

Destry Ungkap 4 PR Besar Bank Sentral di Era AI-Fragmentasi Global

**Destry Ungkap 4 PR Besar Bank Sentral di Era AI-Fragmentasi Global** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari Sabtu, 31 Juli 2026, Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengungkapkan 4 prioritas besar bank sentral di era transformasi digital dan fragmentasi geoekonomi global. Destry menekankan bahwa bank sentral di seluruh dunia menghadapi tantangan yang semakin kompleks akibat fragmentasi geoekonomi, percepatan transformasi digital, hingga meningkatnya risiko sistemik. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Destry menuturkan bahwa kondisi tersebut membuat pendekatan kebijakan yang selama ini berjalan secara sektoral tidak lagi memadai. Bank sentral kini dituntut mengintegrasikan berbagai instrumen kebijakan, mulai dari kebijakan moneter, makroprudensial, sistem pembayaran, pasar keuangan, hingga koordinasi dengan kebijakan fiskal. Pesan itu disampaikan Destry saat membuka Konferensi Internasional Bulletin of Monetary Economics and Banking (BMEB) ke-20 dan Call for Papers di Bali. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Untuk menjawab tantangan tersebut, riset bank sentral harus diarahkan pada sejumlah agenda prioritas yang relevan dengan perubahan lanskap ekonomi dan keuangan global. Adapun, prioritas pertama adalah memperkuat pemahaman mengenai transmisi kebijakan moneter di tengah meningkatnya fragmentasi geoekonomi yang memengaruhi perdagangan, investasi, dan arus modal global. Kedua, memperdalam kajian mengenai perkembangan keuangan digital dan implikasinya terhadap kebijakan bank sentral. Kajian tersebut mencakup sistem pembayaran digital, kecerdasan artifisial (AI), teknologi finansial (fintech), aset kripto, hingga mata uang digital. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Selanjutnya, BI juga menilai penting untuk mengembangkan pengukuran risiko sistemik dan pengawasan makrofinansial yang mampu mengantisipasi berbagai risiko baru, mulai dari ancaman siber, perubahan iklim, tekanan likuiditas, hingga risiko lintas negara. Adapun agenda keempat adalah memperkuat kredibilitas kelembagaan dan komunikasi kebijakan guna menjaga kepercayaan publik terhadap otoritas moneter. “Bank Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat ekosistem riset yang berkualitas dan relevan bagi kebijakan guna mendukung perumusan kebijakan berbasis bukti (evidence-based policymaking) di tengah perubahan lanskap ekonomi dan keuangan global,” tegas Destry. **Koordinasi Kebijakan di Tengah Ketidakpastian Global** Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Keuangan Juda Agung menyoroti pentingnya koordinasi kebijakan di tengah ketidakpastian global yang semakin tinggi. Menurut Juda, otoritas ekonomi menghadapi tantangan yang dikenal sebagai trilema kebijakan, yakni menjaga stabilitas nilai tukar, mobilitas arus modal, dan independensi kebijakan moneter secara bersamaan. Karena itu, ia menekankan bahwa kebijakan moneter tidak dapat bekerja sendiri. Stabilitas ekonomi memerlukan dukungan kebijakan fiskal, kebijakan makroprudensial, serta pengelolaan likuiditas yang saling melengkapi. **Kesimpulan** Konferensi BMEB tahun ini juga menyoroti berbagai isu strategis yang tengah menjadi perhatian bank sentral dan pembuat kebijakan di seluruh dunia. Dalam sesi terkait fragmentasi geoekonomi, para akademisi menyoroti semakin besarnya pengaruh guncangan global terhadap kebijakan moneter, perdagangan, dan investasi. Kondisi tersebut dinilai menuntut penguatan koordinasi kebijakan, penggunaan analisis berbasis skenario (scenario analysis), serta kerja sama internasional guna menjaga stabilitas ekonomi dan ketahanan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805071300-17-756609/destry-ungkap-4-pr-besar-bank-sentral-di-era-ai-fragmentasi-global, without altering the facts of the original article.

Ngeri! AI Bisa Kuras Rekening, OJK Bongkar Modusnya

**Ngeri! AI Bisa Kuras Rekening, OJK Bongkar Modusnya** **Pembuka** Masyarakat Indonesia harus lebih waspada terhadap penipuan yang menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk menguras rekening. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatkan masyarakat untuk tetap berpegang pada prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, serta melakukan pengecekan dan verifikasi sebelum melakukan transaksi. **Apa Yang Terjadi** Menurut data dari Indonesia Anti-Scam Center (IASC), sejak 22 November 2024 hingga akhir Juni 2026 terdapat 1.379 laporan penipuan yang terindikasi memanfaatkan teknologi AI. Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen (PEPK) OJK Dicky Kartikoyono mengungkapkan bahwa AI bukanlah penyebab utama terjadinya penipuan, melainkan alat yang membuat modus kejahatan semakin meyakinkan, lebih cepat dilakukan, dan semakin sulit dikenali korban. **Mengapa & Dampak** Modus penipuan yang paling banyak dilaporkan adalah penipuan investasi yang menggunakan teknologi deepfake dengan mencatut wajah tokoh tertentu. Selain itu, terdapat pula penipuan melalui robot trading berbasis AI, penipuan belanja daring yang mengatasnamakan teknologi AI, hingga panggilan telepon palsu (voice cloning) yang meniru suara maupun wajah korban atau pihak lain. Dicky mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada nama akun, nomor telepon, foto, suara, maupun video yang diterima karena seluruhnya dapat direkayasa menggunakan AI. OJK juga tengah mengembangkan Anti-Scam Apps, sebuah aplikasi yang nantinya dapat membantu masyarakat memverifikasi berbagai indikasi penipuan berbasis AI. **Penutup** Untuk mengantisipasi maraknya penipuan tersebut, OJK mengimbau masyarakat tetap berpegang pada prinsip 2L, yakni Legal dan Logis, serta melakukan pengecekan dan verifikasi sebelum melakukan transaksi. Masyarakat juga diminta untuk tidak pernah memberikan PIN, kata sandi, kode OTP, maupun data pribadi kepada siapa pun, termasuk kepada orang yang dikenal. Apabila terlanjur menjadi korban atau mencurigai adanya transaksi penipuan, masyarakat diminta segera menghubungi bank atau penyedia jasa pembayaran agar transaksi dapat ditunda atau dana diblokir sebelum berpindah tangan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805075119-17-756614/ngeri-ai-bisa-kuras-rekening-ojk-bongkar-modusnya, without altering the facts of the original article.

Bursa Asia Pesta Pagi Ini, Ikut Jejak Wall Street

Bursa Asia Pesta Pagi Ini, Ikut Jejak Wall Street Pasar saham Asia-Pasifik mengalami penguatan signifikan pada perdagangan Rabu (5/8/2026), mengikuti reli Wall Street yang dipicu oleh laporan kinerja emiten yang solid serta optimisme meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Indeks Kospi di Korea Selatan memimpin penguatan di kawasan dengan melonjak lebih dari 4% pada awal perdagangan, sementara indeks Jepang dan Australia juga bergerak di zona hijau. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi adalah sebagai berikut. Pasar saham Korea Selatan, Jepang, dan Australia terus menguat, dengan indeks Kospi melonjak 4,13%, Nikkei 225 naik 1,83%, dan S&P/ASX 200 menguat 0,46% pada perdagangan Rabu. Penguatan pasar saham Asia-Pasifik ini didorong oleh laporan kinerja emiten yang solid, serta optimisme meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Reli ini juga dipicu oleh pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent yang menyebut Amerika Serikat dan Iran berpotensi mencapai kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda adalah: – Indeks Kospi di Korea Selatan melonjak 4,13% pada perdagangan Rabu, memimpin penguatan di kawasan. – Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 5,7% dan ditutup di level US$75,77 per barel, seiring meningkatnya optimisme terhadap situasi geopolitik. – Saham Caterpillar melonjak lebih dari 5% setelah melaporkan kinerja kuartalan yang sangat kuat, berkat berlanjutnya investasi pada pembangunan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). **Apa Artinya Ini ke Depan?** Optimisme terhadap situasi geopolitik dan laporan kinerja emiten yang solid akan terus mempengaruhi pasar saham Asia-Pasifik. Penguatan pasar saham ini juga dapat dipicu oleh laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar lainnya, seperti Walt Disney, Uber Technologies, dan Eli Lilly. Namun, investor juga harus waspada terhadap potensi penurunan harga saham jika ada perubahan signifikan dalam situasi geopolitik atau laporan kinerja emiten. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pasar saham Asia-Pasifik masih akan menghadapi tantangan dalam beberapa minggu mendatang, termasuk laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar dan perubahan situasi geopolitik. Namun, dengan optimisme terhadap situasi geopolitik dan laporan kinerja emiten yang solid, pasar saham Asia-Pasifik diharapkan akan terus menguat. Investor harus tetap waspada terhadap potensi penurunan harga saham dan berinvestasi dengan bijak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805081743-17-756625/bursa-asia-pesta-pagi-ini-ikut-jejak-wall-street, without altering the facts of the original article.

Rekomendasi Saham Hari Ini Ada BMRI, BBNI, hingga UNVR

**Rekomendasi Saham Hari Ini Ada BMRI, BBNI, hingga UNVR** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan menguat 1,37% ke level 6.319,61 pada perdagangan Selasa (4/8), didorong oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Saham BBCA naik 3,17%, BMRI menguat 2,16%, dan BBRI bertambah 1,32% menjadi penopang utama penguatan indeks. **Momen Penentu di Menit Akhir** Fakta dan kronologi kejadian berdasarkan referensi menunjukkan bahwa minat investor asing kembali terlihat dengan mencatatkan pembelian bersih sebesar Rp741,19 miliar di pasar reguler dan Rp623,48 miliar di seluruh pasar. Aksi beli asing terutama terfokus pada saham-saham perbankan besar, yakni BBCA senilai Rp404,43 miliar, BMRI Rp129,87 miliar, BBRI Rp116,06 miliar, serta BBNI Rp94,05 miliar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sektor properti memimpin penguatan dengan kenaikan 2,72%, sementara sektor barang konsumsi non-primer menjadi satu-satunya sektor dengan pelemahan terdalam sebesar 0,10%. Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat, dengan indeks Dow Jones naik 1,71%, S&P 500 menguat 1,79%, dan Nasdaq melonjak 2,59%. Sejalan dengan itu, ETF Indonesia (EIDO) naik 2,00%, sedangkan MSCI Indonesia menguat 2,16%. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Sentimen positif di pasar global dan kenaikan minat investor asing memiliki dampak positif pada IHSG. Kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI menunjukkan kepercayaan investor terhadap sektor perbankan. Hal ini juga menunjukkan bahwa IHSG masih memiliki potensi untuk meningkat di masa depan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Namun, perlu diingat bahwa IHSG masih memiliki tantangan untuk meningkat lebih lanjut. Pelemahan saham-saham sektor barang konsumsi non-primer menunjukkan bahwa masih ada risiko pelemahan di pasar. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih dalam sebelum membuat keputusan investasi. **Rekomendasi Saham Hari Ini** Dengan demikian, rekomendasi saham hari ini adalah saham-saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBCA, BMRI, BBRI, dan BBNI. Saham-saham ini memiliki potensi untuk meningkat di masa depan dan dapat menjadi pilihan yang baik bagi investor. Namun, perlu diingat bahwa investasi selalu melibatkan risiko, dan investor harus melakukan analisis yang lebih dalam sebelum membuat keputusan investasi. **Kesimpulan** Dalam kesimpulan, IHSG mengalami kenaikan menguat 1,37% ke level 6.319,61 pada perdagangan Selasa (4/8), didorong oleh kenaikan saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. Sentimen positif di pasar global dan kenaikan minat investor asing memiliki dampak positif pada IHSG. Namun, perlu diingat bahwa IHSG masih memiliki tantangan untuk meningkat lebih lanjut. Oleh karena itu, investor harus tetap waspada dan melakukan analisis yang lebih dalam sebelum membuat keputusan investasi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260805082259-17-756626/rekomendasi-saham-hari-ini-ada-bmri-bbni-hingga-unvr, without altering the facts of the original article.