Harga Telur Anjlok, Peternak Rakyat Terancam
Harga telur ayam di tingkat peternak anjlok ke Rp16.000 per kilogram, membuat peternak rakyat terancam gulung tikar. Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Anik Maslachah, mengkritik keras mandulnya implementasi mitigasi di lapangan yang membuat harga telur di tingkat peternak hancur di bawah modal produksi. Parlemen menegaskan tidak akan membiarkan regulasi dari pemerintah hanya berakhir sebagai dokumen formalitas tanpa taji dalam melindungi peternak rakyat.
Momen Penentu di Menit Akhir
Merespons gejolak aksi massa asosiasi peternak perunggasan yang menuntut keadilan tata niaga, lintas sektor dari parlemen, Satgas Pangan Jatim, dan perwakilan peternak langsung menyepakati blueprint tindakan darurat. Langkah taktis jangka pendek ini mencakup pengawasan lapangan sesuai Harga Acuan Pembelian (HAP) Bapanas sebesar Rp26.500 per kilogram, pembersihan akun media sosial penyebar harga liar, serta pemanggilan massal pedagang perantara (middleman) dalam waktu satu minggu.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Anik Maslachah menyatakan bahwa Komisi B segera mendorong penguatan payung hukum secara agresif lewat perluasan regulasi daerah. “Kami mewakili DPRD Jatim akan menindaklanjuti ini dalam bentuk Perda (Peraturan Daerah) penyelenggaraan tata niaga. Sebenarnya sudah ada Perda Perlindungan Ternak, tapi baru mengatur sapi dan kerbau. Sekarang, perlindungan wajib diberikan kepada peternak telur sebagai pejuang ekonomi agar aturan tidak sekadar jadi macan kertas,” ujar Anik Maslachah.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Satgas Pangan Polda Jatim, Kombes Pol. Roy H.M. Sihombing, memperingatkan para spekulan dan pelaku usaha nakal agar segera menghentikan praktik manipulasi pasar. “Mungkin ada pelaku usaha yang mau melakukan monopoli atau permainan jualan, tolong informasikan ke kita. Kami akan lakukan tindakan secara benar, jangan takut,” tegas Kombes Pol. Roy Sihombing. Sihombing menambahkan bahwa penertiban siber akan berjalan serentak dengan penegakan hukum fisik di pasar untuk menyisir hoaks harga yang disebarkan oleh oknum di media sosial. Kondisi harga telur yang anjlok ini tentu berdampak besar pada peternak rakyat. Yesi Yuni Astuti, Koordinator Lapangan (Korlap) Peternak Blitar, membeberkan fakta bahwa peternak mandiri di daerah berada di ambang gulung tikar karena harga jual telur di kandang sempat hancur menyentuh Rp16.000 hingga Rp17.000 per kilogram. Kondisi ini berbanding terbalik dengan harga pakan jagung yang melejit hingga Rp6.700 per kilogram, padahal komponen jagung mendominasi porsi di atas 50 persen dari total biaya pakan. Untuk itu, Satgas Pangan Jatim akan terus memantau situasi dan melakukan tindakan tegas terhadap pelaku usaha yang nakal. “Kami akan terus mengawasi dan memastikan bahwa harga telur di tingkat peternak tidak anjlok lagi. Peternak rakyat harus dilindungi dan diberi kesempatan untuk berkembang,” tegas Anik Maslachah. Dengan demikian, diharapkan peternak rakyat dapat kembali berkembang dan meningkatkan kesejahteraannya. Harga telur yang stabil dan wajar juga diharapkan dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Oleh karena itu, semua pihak harus bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan memastikan bahwa peternak rakyat dapat berkembang dengan baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/harga-telur-hancur-jadi-rp16-ribu-dprd-jatim-dan-satgas-pangan-siapkan-jerat-hukum-untuk-mafia-pasar, without altering the facts of the original article.