Latsarmil KDKMP Harus Berbasis Manajemen Risiko, Begini Penjelasan Ketua PBNU
Latsarmil KDKMP yang dilaksanakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) menuai sorotan setelah lima peserta meninggal dunia. Ketua PBNU, Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut dan menekankan pentingnya manajemen risiko dalam pelaksanaan latihan dasar militer.
Kronologi dan Fakta Kejadian
Lima peserta Latsarmil KDKMP meninggal dunia saat mengikuti latihan dasar militer. Ketua PBNU, Dr. KH. Ahmad Fahrur Rozi, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian tersebut. “Semoga Allah SWT menerima amal ibadah mereka, mengampuni segala dosanya, serta memberikan ketabahan kepada keluarga yang ditinggalkan,” ucap KH. Fahrur Rozi melalui pesan singkat, Senin (29/6/2026).
Menurutnya, program pembinaan karakter, disiplin, dan bela negara pada prinsipnya merupakan program yang baik. Namun, pelaksanaannya harus berbasis pada prinsip keselamatan, profesionalisme, serta manajemen risiko yang ketat.
Pentingnya Manajemen Risiko
Ia menambahkan, penilaian tersebut tidak cukup hanya berupa pemeriksaan kesehatan awal. Asesmen juga harus mencakup tingkat kebugaran fisik, kondisi psikologis, riwayat penyakit, faktor risiko, serta kemampuan dalam mengikuti beban latihan. “Berdasarkan hasil asesmen itulah intensitas dan bentuk latihan disesuaikan untuk setiap peserta,” jelasnya.
Gus Fahrurâsapaan akrabnyaâmelanjutkan bahwa tidak semua peserta memiliki kemampuan fisik yang sama. Oleh karena itu, pelatihan tidak boleh menggunakan pendekatan yang menyamaratakan seluruh peserta. Standar latihan harus disusun berdasarkan prinsip ilmiah, proporsional, dan mengutamakan keselamatan.
Dampak dan Tindakan Ke Depan
“Saya mendukung langkah pemerintah untuk melakukan evaluasi menyeluruh,” ucapnya. “Evaluasi tersebut hendaknya dilakukan secara objektif dan transparan agar diketahui secara jelas penyebab setiap kasus, sekaligus menjadi dasar penyempurnaan sistem pelatihan di masa mendatang,” sambung KH. Fahrur Rozi.
Ia menegaskan, keberhasilan sebuah program tidak hanya diukur dari terbentuknya disiplin dan semangat pengabdian, tetapi juga dari kemampuannya dalam melindungi keselamatan setiap peserta. “Jangan sampai niat baik membangun sumber daya manusia justru menimbulkan korban yang sebenarnya dapat dicegah melalui sistem yang lebih baik,” pungkasnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi PBNU dan pihak terkait untuk meningkatkan standar keselamatan dan manajemen risiko dalam pelaksanaan Latsarmil KDKMP. Dengan demikian, diharapkan kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan program pembinaan karakter, disiplin, dan bela negara dapat berjalan efektif dan aman bagi semua peserta.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://times.co.id/ketua-pbnu-sebut-pelaksanaan-latsarmil-kdkmp-harus-berbasis-manajemen-risiko, without altering the facts of the original article.