Nasib PKL Jalan Kesambi Kota Cirebon Tanpa Kepastian, Puluhan Kios Disegel Tanpa Solusi

Momen Penentu di Menit Akhir

Puluhan kios pedagang kaki lima (PKL) di Jalan Kesambi Kota Cirebon masih menghadapi nasib yang tidak pasti. Mereka yang sudah hampir setahun menunggu kepastian, justru mengaku dipinggirkan karena puluhan kios mereka disegel tanpa pemberitahuan dan tanpa adanya solusi yang jelas. Kondisi itu mendorong para pedagang untuk kembali mendatangi Gedung DPRD Kota Cirebon untuk meminta difasilitasi bertemu dengan Wali Kota Cirebon, Effendi Edo.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Sekitar 20 hingga 25 perwakilan pedagang mendatangi DPRD Kota Cirebon baru-baru ini. Mereka berharap keluhan yang selama ini tak kunjung mendapat tanggapan dapat diteruskan kepada Pemerintah Kota Cirebon maupun Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Koordinator PKL Kesambi, Akbar Muttaqin mengatakan, kedatangannya ke DPRD merupakan bentuk ikhtiar terakhir setelah berbagai upaya komunikasi yang dilakukan sejak tahun lalu tak membuahkan hasil.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Menurut Akbar, para pedagang dibuat terkejut ketika mengetahui kios mereka telah disegel. “Kemarin teman-teman PKL ada yang disegel karena mereka kaget. Seperti seolah-olah bahwa kami ini melanggar yang betul-betul melanggar besar, padahal hanya pedagang, hanya untuk mencari sesuap nasi,” ucapnya. Akbar menyayangkan tindakan penyegelan yang dilakukan tanpa pemberitahuan maupun ruang dialog. Menurutnya, para pedagang tidak pernah diberi kesempatan untuk duduk bersama mencari jalan keluar.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Akbar menegaskan tujuan utama para pedagang datang ke DPRD bukan untuk menolak penataan, melainkan meminta difasilitasi bertemu dengan Wali Kota agar persoalan tersebut bisa diselesaikan melalui dialog. “Tujuan kami ke DPRD kemarin sebetulnya minta dipertemukan dengan bapak kita, Pak Wali Kota. Karena kami kan rakyatnya, pengen bertemu, ini keluhan kami,” katanya. Akbar mengaku para pedagang sudah berulang kali mengirimkan surat permohonan audiensi sejak Oktober 2025, namun hingga kini tidak pernah mendapat tanggapan.

Menemukan Kebenaran

Pulang ke rumah, para pedagang PKL Kesambi tetap optimis bahwa kebenaran akan terungkap dan keadilan akan dibawa kepadanya. Mereka yakin bahwa dengan kerja sama dan komunikasi yang baik, Pemerintah Kota Cirebon dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyadari kebenaran dan memberikan solusi yang tepat bagi mereka. Dengan demikian, mereka dapat kembali berjualan dengan aman dan nyaman, serta tidak perlu khawatir akan nasib mereka di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1178803/nasib-pkl-jalan-kesambi-kota-cirebon-tanpa-kepastian-puluhan-kios-disegel-tanpa-solusi, without altering the facts of the original article.

Puntung Rokok dan Bakar Sampah Jadi Penyebab Utama 75 Kasus Kebakaran di Purwakarta

**Puntung Rokok dan Bakar Sampah Jadi Penyebab Utama 75 Kasus Kebakaran di Purwakarta** Puntung rokok dan bakar sampah tanpa memperhatikan kondisi angin telah menjadi penyebab utama terjadinya 75 kasus kebakaran di Kabupaten Purwakarta. Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, kejadian kebakaran yang paling banyak adalah kebakaran rumah tinggal sebanyak 27 kasus, diikuti oleh kebakaran hutan dan lahan sebanyak 13 kasus. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sebanyak 75 kejadian kebakaran terjadi di Purwakarta sepanjang Januari hingga Juni 2026. Meski jumlah tersebut lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ancaman kebakaran masih didominasi insiden yang menimpa rumah tinggal. Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Purwakarta, Juddy Herdiana, mengatakan kawasan perkotaan masih menjadi wilayah yang paling sering mengalami kebakaran karena memiliki tingkat kepadatan permukiman yang tinggi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Dari total 75 kejadian kebakaran hingga akhir Juni 2026, yang paling banyak adalah kebakaran rumah tinggal sebanyak 27 kasus, sedangkan kebakaran hutan dan lahan mencapai 13 kasus. Selain rumah tinggal dan kebakaran hutan-lahan, sejumlah kejadian juga terjadi pada bangunan maupun objek lainnya yang dipicu berbagai faktor. Menurut Juddy, kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama terjadinya kebakaran. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran pada musim kemarau, Juddy mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran. Ia menegaskan, pihaknya terus menggencarkan sosialisasi pencegahan kebakaran kepada masyarakat, namun upaya tersebut harus diimbangi dengan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski jumlah kebakaran tahun ini menunjukkan tren positif, Juddy masih mengingatkan bahwa kesadaran masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran. Ia menekankan bahwa pihaknya akan terus berusaha meningkatkan kesadaran masyarakat dengan mengadakan edukasi dan sosialisasi pencegahan kebakaran. Namun, perlu diingat bahwa upaya tersebut harus diimbangi dengan kesadaran warga untuk menjaga lingkungan dan menghindari tindakan yang berpotensi menimbulkan kebakaran. **Kesimpulan** Dalam kesimpulan, dapat disebutkan bahwa kebakaran di Purwakarta masih menjadi perhatian yang serius. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya yang lebih serius untuk mencegah kebakaran, termasuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan melakukan edukasi pencegahan kebakaran. Dengan demikian, diharapkan angka kebakaran dapat menurun dan keamanan masyarakat dapat terjaga dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/purwakarta/1178804/puntung-rokok-dan-bakar-sampah-jadi-penyebab-utama-75-kasus-kebakaran-di-purwakarta, without altering the facts of the original article.

Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon Terancam Punah, Apakah Desa Wisata Bisa Menyelamatkannya?

**Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon Terancam Punah, Apakah Desa Wisata Bisa Menyelamatkannya?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Sitiwinangun, Cirebon, merupakan sentra gerabah terkenal di Kabupaten Cirebon. Namun, desa ini terancam punah karena kurangnya upaya pelestarian dan pengembangan. Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Juju Juhariah, Gerabah Sitiwinangun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata edukasi dan desa wisata berbasis kriya yang unggul. Ia mengatakan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian agar keterampilan membuat gerabah yang diwariskan secara turun-temurun tidak tergerus oleh perkembangan zaman. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sentra pembuatannya berada di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, yang telah dikenal sebagai kampung pengrajin gerabah sejak masa Kesultanan Cirebon sekitar abad ke-15 hingga ke-16, atau sekitar 600 tahun lalu. Selama berabad-abad, masyarakat setempat memanfaatkan tanah liat berkualitas untuk menghasilkan berbagai peralatan rumah tangga. Gerabah Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu kerajinan tradisional paling terkenal di Kabupaten Cirebon. Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Disbudpar Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Seminar Gerabah Sitiwinangun yang menjadi wadah bertukar pikiran mengenai strategi pelestarian sekaligus pengembangan kerajinan tradisional tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Juju, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media menjadi faktor penting untuk memperkuat pelestarian sekaligus mengembangkan nilai ekonomi Gerabah Sitiwinangun. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat posisi Gerabah Sitiwinangun sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Cirebon sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajinnya. Gerabah Sitiwinangun memiliki nilai filosofis yang kuat dan hingga kini masih menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak keluarga pengrajin di Desa Sitiwinangun. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dampak kehancuran Gerabah Sitiwinangun tidak hanya akan merugikan masyarakat setempat, tetapi juga akan menghilangkan nilai-nilai budaya yang sudah berabad-abad. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata edukasi dan desa wisata berbasis kriya yang unggul. Dengan demikian, Gerabah Sitiwinangun tidak hanya akan terus lestari, tetapi juga akan meningkatkan kesejahteraan para perajinnya dan menjadi salah satu icon pariwisata Kabupaten Cirebon.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1178806/menjaga-tradisi-600-tahun-lalu-sentra-gerabah-sitiwinangun-cirebon-diproyeksikan-jadi-desa-wisata, without altering the facts of the original article.

39 Perusahaan di Cipatat Bandung Barat Harus Ikuti Rekomendasi DLH Jabar

**39 Perusahaan di Cipatat Bandung Barat Harus Ikuti Rekomendasi DLH Jabar** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Barat memberikan sejumlah rekomendasi kepada perusahaan pengolahan batu kapur di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Rekomendasi tersebut ditujukan untuk mengurangi sumber pencemar dan memperbaiki kondisi lingkungan di kawasan tersebut. Kepala DLH Jawa Barat, Ai Saadiyah Dwidaningsih, mengatakan bahwa rekomendasi tersebut adalah langkah awal pengendalian pencemaran udara. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Hasil pemantauan DLH menunjukkan bahwa masih terdapat perusahaan yang menempatkan stockpile atau tumpukan material secara terbuka. Selain itu, sejumlah fasilitas pengolahan belum dilengkapi perangkat pengendali emisi. “Kalau kita lihat kemarin itu kan di beberapa lokasi itu ada yang stockpile-nya terbuka atau misalnya alatnya belum dilengkapi dengan dust collector. Ini sudah kita minta untuk mereka menggunakan stockpile yang tertutup, kemudian juga melengkapi alat pengolahannya dengan dust collector, bag filter, atau cyclone,” kata Ai Saadiyah Dwidaningsih. **Apa Artinya Ini ke Depan?** DLH juga meminta perusahaan melakukan penyiraman jalan secara rutin untuk mengurangi debu fugitif yang berasal dari aktivitas kendaraan pengangkut material. “Kemudian juga ada pengendalian debu fugitif ini dengan penyiraman jalan. Kemudian pengelolaan lalu lintas kendaraan, kita juga berkoordinasi dengan Dishub dan lain-lain. Penghijauan, pemantauan, dan kepatuhan regulasi lainnya lah,” kata Ai Saadiyah Dwidaningsih. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** DLH juga akan kembali mengambil sampel dari beberapa perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut. Pengambilan sampel akan dilakukan menggunakan metode klasterisasi agar lebih efektif. Nantinya, akan ada beberapa klaster yang mewakili karakteristik wilayah, mulai dari area pengolahan, kawasan permukiman, hingga area pertambangan. “Nah, ini mungkin akan kita klaster. Jadi kalau kemarin pengujian udaranya klasterisasinya ada di sebelah daerah pengolahan, nanti kita akan ke lokasi tengah, tengah itu bisa mewakili area publik dan kemudian ke sebelah utaranya itu mewakili area tambang. Jadi kita akan sampling secara klasterisasi. Mudah-mudahan itu bisa mewakili,” kata Ai Saadiyah Dwidaningsih. **Kesimpulan** DLH berharap bahwa rekomendasi yang diberikan dapat membantu mengurangi sumber pencemar dan memperbaiki kondisi lingkungan di kawasan Cipatat. Perusahaan-perusahaan yang beroperasi di kawasan tersebut juga diharapkan dapat menjalankan rekomendasi tersebut dengan baik untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178807/polusi-udara-di-cipatat-bandung-barat-disorot-dlh-jabar-keluarkan-rekomendasi-untuk-39-perusahaan, without altering the facts of the original article.

Igor Tolic: Piala Presiden Bisa Jadi Sarana Adaptasi Persib

**Igor Tolic: Piala Presiden Bisa Jadi Sarana Adaptasi Persib** Piala Presiden 2026 menjadi momentum penting bagi Persib untuk menguji kemampuan tim sebelum memasuki kompetisi Super League 2026/27. Arsitek tim, Igor Tolic, telah memulai persiapan tim dengan program pemulihan kebugaran fisik yang berlangsung selama satu pekan penuh. Setelah kondisi fisik para pemain dinilai berada di level yang ideal, Tolic langsung mengalihkan fokus pada pemantapan strategi tim. **Momen Penentu di Menit Akhir** Sebelum memasuki fase ini, seluruh penggawa Pangeran Biru telah menyelesaikan program pemulihan kebugaran fisik yang berlangsung selama satu pekan penuh. Setelah kondisi fisik para pemain dinilai berada di level yang ideal, Tolic langsung mengalihkan fokus pada pemantapan strategi tim. “Pada dasarnya, latihan saat ini soal komunikasi bagaimana ketika kami bertahan dan menyerang bersama-sama, melakukan serangan balik dan menyerang ke pertahanan,” ujar Tolic usai memimpin jalannya latihan, Kamis, 16 Juli 2026. Tolic menjabarkan bahwa meruntuhkan tembok pertahanan lawan yang menumpuk banyak pemain di lini belakang merupakan salah satu tantangan paling berat dalam sepak bola. Oleh sebab itu, ia memilih untuk menggembleng anak asuhnya lebih awal. “Menyerang ke tim yang menerapkan pertahanan low block adalah sesuatu yang sangat sulit di dalam sepakbola. Jadi, kami melakukannya sejak dini dan ada waktu 5-6 pekan untuk menyelesaikan masalah ini,” tambahnya. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Di samping mengasah ketajaman lini serang, Tolic juga menaruh perhatian besar pada sektor belakang. Ia sangat menginginkan benteng pertahanan Persib kokoh dan sulit ditembus oleh barisan penyerang lawan. “Kami juga belajar bertahan di kotak agar gawang tidak kemasukan. Ini topik latihan lainnya yang sifatnya pelengkap. Semua pemain bekerja keras dan saya juga sering kali melihat para pemain berdiskusi satu sama lain,” kata Tolic. Namun, dalam agenda latihan teranyar, lini belakang Persib sedikit timpang lantaran bek asal Prancis, Gabriel Mutombo, terpaksa menepi karena masalah kesehatan. Selain itu, penyerang sayap Febri Hariyadi juga masih absen dari lapangan hijau karena fokus menyelesaikan program pemulihan cedera bersama tim fisioterapis klub. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Ajang Piala Presiden 2026 akan memberikan dampak yang sangat positif bagi perkembangan tim. Alih-alih menganggapnya sebagai turnamen pemanasan biasa, Tolic memproyeksikan ajang ini sebagai sarana adaptasi bagi para pilar anyar. Nakhoda tim menilai tiga pertandingan di babak penyisihan grup akan menjadi batu loncatan yang sangat vital bagi pasukannya sebelum mengarungi ketatnya kompetisi Super League 2026/27. “Di Piala Presiden, saya ingin tim berkembang dalam hal komunikasi,” tutur Tolic, Sabtu, 18 Juli 2026. Melalui tiga laga kompetitif tersebut, Tolic berharap para rekrutan baru bisa langsung menyatu dengan atmosfer dan kultur klub. “Dari tiga laga ini, terutama untuk semua pemain baru, saya ingin mereka merasakan suasana klub, lapangan, atmosfer penonton. Untuk melihat betapa besarnya Persib,” kata dia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pada turnamen yang rencananya resmi bergulir pada 25 Juli 2026 di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung ini, Maung Bandung menempati grup yang sama dengan Arema FC, DPMM FC, serta Tampines Rovers. Rangkaian pertandingan ini juga menjadi modal berharga bagi Pangeran Biru yang memikul misi besar di dua kompetisi internasional, yakni AFC Champions League Two dan ASEAN Club Championship Shopee Cup. “Tim akan beradaptasi hingga laga kualifikasi ACL dan mereka siap ketika liga musim baru bergulir September nanti,” pungkas Tolic.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/superball/1178808/igor-tolic-benahi-komunikasi-dan-pertahanan-persib-manfaatkan-piala-presiden-jadi-sarana-adaptasi, without altering the facts of the original article.

Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership di SBBI Award 2026

**Gubernur Ahmad Luthfi Raih Penghargaan Impactful Regional Leadership di SBBI Award 2026** **Pembuka** Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, meraih penghargaan Impactful Regional Leadership di SBBI Award 2026. Penghargaan ini diberikan atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengorkestrasi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya. **Momen Penentu di Menit Akhir** Penghargaan tersebut diberikan atas kinerja Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam mengorkestrasi pembangunan berkelanjutan di wilayahnya. Terutama terkait pertumbuhan ekonomi, investasi, serta dukungan terhadap usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). CEO Solopos Media Group, Arif Budi Susilo, mengungkapkan bahwa Gubernur Jateng memiliki konsep pembangunan berkelanjutan yang sangat kuat. Namun, ia juga menyebutkan bahwa konsep tersebut belum banyak terlihat. Salah satu contoh yang terlihat adalah akselerasi kawasan industri di kawasan Pantura, seperti Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah telah mencapai 5,89 persen, lebih tinggi dari rata-rata nasional yang sebesar 5,61 persen. Pemprov Jateng juga telah membina 199.781 UMKM, meningkat 1.001 UMKM dibandingkan tahun sebelumnya, dengan penyerapan sekitar 1,38 juta tenaga kerja. Realisasi investasi Pemprov Jateng juga telah mencapai Rp110,64 triliun dengan 418 ribu tenaga kerja terserap pada tahun 2025. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penghargaan Impactful Regional Leadership ini menunjukkan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah berkomitmen untuk mengembangkan wilayahnya dengan cara yang efektif dan efisien. Dengan kinerja yang telah dicapai, Pemprov Jateng diharapkan dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Gubernur Ahmad Luthfi juga telah menjelaskan bahwa Pemprov Jateng akan terus mendongkrak realisasi investasi dan memperkuat UMKM sebagai tulang punggung perekonomian Jawa Tengah. Upaya-upaya pendampingan melalui akses pembiayaan, sertifikasi, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar terus dilakukan agar semakin banyak UMKM yang naik kelas dan memiliki daya saing. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam sambutannya, Gubernur Ahmad Luthfi mengungkapkan bahwa Pemprov Jateng tidak bisa bekerja sendiri dalam mengembangkan wilayahnya. Oleh karena itu, Pemprov Jateng akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mencapai tujuan yang diinginkan. Dengan demikian, diharapkan Pemprov Jateng dapat terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/advertorial/1178809/di-ajang-sbbi-award-2026-gubernur-ahmad-luthfi-raih-penghargaan-impactful-regional-leadership, without altering the facts of the original article.

Kapolda Jabar Akan Evaluasi Polisi yang Lambat Tanggapkan Laporan Begal di Bandung Raya

Pemerintah Polisi Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) akan melakukan evaluasi terhadap polisi yang lambat tanggapkan laporan begal di daerah Bandung Raya. Langkah ini merupakan bagian dari komitmen untuk menekan angka kejahatan jalanan yang belakangan ramai dikeluhkan oleh warga.

Momen Penentu di Menit Akhir

Mantan Kapolda Jabar, Irjen Pol Rudi Setiawan, digantikan oleh Brigjen Pol Pipit Rochijat. Pipit mengakui bahwa aksi begal menjadi salah satu keluhan yang paling banyak disampaikan oleh masyarakat, bahkan sebelum dirinya resmi menjabat sebagai Kapolda Jawa Barat.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Pada pertengahan Juni 2026, polisi menangkap dua pelaku begal bersenjata tajam yang menyerang pengendara ojek online di kawasan Cikawao. Kemudian, pada 14 Juli 2026, seorang warga berinisial A menjadi korban begal bermodus debt collector di kawasan Regol. Dalam perkara tersebut, polisi menangkap tiga orang pelaku. Selanjutnya, pada 16 Juli 2026, warga berinisial U menjadi korban begal saat berolahraga di kawasan Babakan Ciparay. Polisi berhasil mengamankan seorang pelaku dalam kasus tersebut.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pipit mengatakan bahwa kepolisian harus hadir dengan memberikan respons cepat terhadap setiap laporan masyarakat. Polisi yang tidak merespons laporan dan informasi dari masyarakat akan dievaluasi, karena tugas kepolisian adalah merespons harapan dan informasi dari masyarakat secara cepat. Selain itu, Pipit juga memerintahkan seluruh jajarannya untuk mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku begal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pipit menegaskan bahwa setiap penanganan perkara harus tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dan asas praduga tak bersalah. Langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk menekan angka kejahatan jalanan dan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap kepolisian. Dengan demikian, warga diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Capaiannya Tidak Cukup

Menurut Pipit, langkah ini tidaklah cukup untuk menyelesaikan masalah begal di Bandung Raya. Namun, ia menekankan bahwa kepolisian akan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitasnya dalam menangani kasus kejahatan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Perjuangan yang Panjang

Pipit juga menegaskan bahwa perjuangan untuk menekan angka kejahatan jalanan tidaklah mudah. Namun, ia menekankan bahwa kepolisian akan terus berusaha untuk meningkatkan kemampuan dan efektivitasnya dalam menangani kasus kejahatan. Dengan demikian, masyarakat diharapkan dapat merasa lebih aman dan nyaman dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/metro-bandung/1178810/marak-begal-di-bandung-raya-kapolda-jabar-bakal-evaluasi-polisi-yang-lambat-respons-laporan, without altering the facts of the original article.

Nelayan Pangandaran Selamatkan Dua Wisatawan dari Arus Bahaya

**Nelayan Pangandaran Selamatkan Dua Wisatawan dari Arus Bahaya** **Momen Penentu di Menit Akhir** Sabtu, 18 Juli 2026, 14:00 WIB – Seorang nelayan dari Pangandaran, Siswanto, menjadi pahlawan yang tidak terduga setelah menyelamatkan dua wisatawan yang terseret arus laut di kawasan Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Momen tersebut terjadi pada Jumat, 17 Juli 2026, petang, ketika empat orang wisatawan, termasuk Muhammad Rizki (20) dari Bojongsoang, Kabupaten Bandung, tertabrak oleh gelombang yang kuat. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menurut Siswanto, dirinya sedang mendorong perahu ke laut untuk berangkat melaut ketika mendengar teriakan minta tolong dari orang-orang yang berada di pantai. Siswanto langsung mengarahkan perahunya menuju lokasi korban yang berada di tengah laut. Saat tiba di lokasi, dari tiga orang, dirinya hanya melihat dua orang korban yang masih berjuang melawan arus. “Saya sempat mengejar menggunakan perahu. Korban hampir tenggelam dan sempat hilang dari pandangan, tapi alhamdulillah masih bisa saya raih dan dinaikkan ke perahu,” kata Siswanto. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kejadian ini membuktikan bahwa keamanan di pantai masih menjadi masalah yang serius. Meskipun ada penjaga pantai, namun tidak ada yang melihat kejadian ini terjadi. “Kalau wisatawan yang hilang, saat kejadian saya sudah tidak melihat,” kata Siswanto. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, Balawista, SAR Barakuda, PMI, dan sejumlah relawan terus melakukan pencarian melalui penyisiran darat maupun laut. Muhammad Rizki (20) masih dinyatakan hilang setelah terseret arus laut. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kejadian ini juga membuktikan bahwa keamanan di pantai masih menjadi masalah yang serius. Pemerintah harus segera mengambil tindakan untuk meningkatkan keamanan di pantai, termasuk meningkatkan jumlah penjaga pantai dan fasilitas-fasilitas lainnya. Selain itu, pemerintah juga harus meningkatkan kesadaran masyarakat tentang keamanan di pantai. Dengan demikian, kejadian seperti ini tidak akan terulang lagi di masa depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/jabar-region/1178811/detik-detik-nelayan-selamatkan-dua-wisatawan-yang-terseret-arus-di-pangandaran-masih-bisa-saya-raih, without altering the facts of the original article.

Don Ritto Dilepaskan dari Tahanan, Polri Limpahkan Kasus ke Kejagung

**Don Ritto Dilepaskan dari Tahanan, Polri Limpahkan Kasus ke Kejagung** **Momen Penentu di Menit Akhir: Don Ritto Dilepaskan dari Tahanan** Penyidik Polri membawa masuk barang bukti kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang ke dalam Gedung Jampidsus Kejagung, Jakarta, Jumat (17/7/2026). Don Ritto, salah satu tersangka dalam kasus ini, telah dilepaskan dari tahanan dan dilepaskan ke tangan Kejaksaan Agung (Kejagung). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Polri melimpahkan Don Ritto beserta barang bukti kasus dugaan korupsi dan TPPU kepada Kejagung. Wakil Kepala Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri Brigjen Pol. Boro Windu mengatakan pelimpahan tersebut merupakan tahapan lanjut dalam penanganan perkara. Menurut Boro, setelah pelimpahan tersebut, proses penyidikan selanjutnya sepenuhnya menjadi kewenangan Kejagung. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Barang bukti yang dilimpahkan antara lain uang tunai Rp6,059 miliar, 74 batang emas lantakan seberat sekitar 74,01 kilogram, uang tunai senilai 6.370.921 dolar Amerika Serikat, serta 16.068.804 dolar Singapura. Seluruh barang bukti tersebut telah melalui pemeriksaan oleh instansi yang berwenang, termasuk Bank Indonesia, PT Pegadaian, Dinas Rahasia Amerika Serikat (United States Secret Service), dan Pusat Laboratorium Forensik Bareskrim Polri. “Termasuk terkait beberapa mata uang asing lainnya juga dilakukan uji laboratorium forensik oleh Bareskrim Polri,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penyerahan Don Ritto dan barang bukti ke tangan Kejagung ini merupakan tahapan lanjut dalam penanganan kasus korupsi dan TPPU. Don Ritto telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini dan telah menghadapi proses penyidikan. Kelanjutan proses ini sepenuhnya menjadi kewenangan Kejagung, dan akan menentukan langkah selanjutnya dalam penyelesaian kasus ini. **Kronologi** Pada Sabtu (11/7), Polri mengumumkan pengalihan penanganan tiga perkara kepada Kejagung, yakni dugaan korupsi tata kelola batu bara, dugaan korupsi PT Asabri dan PT Jiwasraya periode 2020–2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI. Pengalihan tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan antara Polri dan Kejagung sebagai bentuk sinergi penegakan hukum. **Dampak** Penyerahan Don Ritto dan barang bukti ke tangan Kejagung ini akan menentukan langkah selanjutnya dalam penyelesaian kasus korupsi dan TPPU. Keputusan Kejagung akan menentukan apakah Don Ritto akan dijerat hukum atau tidak. Selain itu, penyerahan ini juga akan membantu dalam proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. **Penutup** Penyerahan Don Ritto dan barang bukti ke tangan Kejagung ini merupakan tahapan lanjut dalam penanganan kasus korupsi dan TPPU. Keputusan Kejagung akan menentukan langkah selanjutnya dalam penyelesaian kasus ini.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5653929/polri-limpahkan-tersangka-don-ritto-dan-barang-bukti-ke-kejagung, without altering the facts of the original article.

Produk Makanan Berbau Pornografi Dihapus dari Daftar Halal, LPPOM Tegas

**Produk Makanan Berbau Pornografi Dihapus dari Daftar Halal, LPPOM Tegas** **Pembuka** Dalam beberapa hari terakhir, makanan berbentuk Croissant Pattaya atau Croissant Bulu yang viral di media sosial menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat. Produk makanan ini menyerupai organ intim wanita dan membuat banyak orang bertanya-tanya apakah makanan ini boleh dikonsumsi dalam rangka kehalalan. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika (LPPOM) menegaskan bahwa produk makanan ini tidak dapat disertifikasi halal. **Momen Penentu di Menit Akhir** LPPOM menjelaskan bahwa persyaratan produk untuk dapat disertifikasi halal tidak hanya mencakup bahan baku dan proses produksi, tetapi juga nama, bentuk, dan kemasan produk yang harus selaras dengan syariat Islam. Menurut VP Sekretaris Perusahaan LPPOM Raafqi Ranasasmita, pembahasan mengenai suatu produk pangan halal tidak hanya berhenti pada komposisi bahan dan proses produksinya, tetapi juga mencakup nama, bentuk, maupun kemasan produk. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Fatwa MUI Nomor 44 Tahun 2020 tentang Penggunaan Nama, Bentuk, dan Kemasan Produk yang Tidak Dapat Disertifikasi Halal menyebutkan bahwa produk yang menggunakan nama, bentuk, atau kemasan yang mengandung unsur kekufuran, kemaksiatan, berkonotasi negatif, maupun kemasan berbentuk dan/atau bergambar erotis atau pornografis tidak dapat disertifikasi halal. Meskipun fatwa tersebut tidak secara eksplisit mengatur bentuk fisik produk yang bernuansa pornografis, secara substansi semangat (maqashid) pengaturannya mengarah pada perlindungan nilai-nilai kesopanan dan etika yang menjadi bagian dari konsep thayyib. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Raafqi Ranasasmita, fenomena ini memunculkan pertanyaan di masyarakat soal diperbolehkan atau tidaknya makanan tersebut dari sisi kehalalan. LPPOM menegaskan bahwa produk makanan ini tidak dapat disertifikasi halal karena tidak memenuhi syariat Islam. Hal ini menunjukkan bahwa LPPOM sangat serius dalam menjalankan tugasnya untuk memastikan kehalalan produk makanan. **Mengapa & Dampak** Mengapa LPPOM menegaskan bahwa produk makanan ini tidak dapat disertifikasi halal? Jawabannya sederhana, karena produk makanan ini tidak memenuhi syariat Islam. Dampaknya, masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih produk makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, fenomena ini juga menjadi pengingat bagi pelaku usaha mengenai pentingnya melaporkan setiap pengembangan (product development) dalam skema sertifikasi halal. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, fenomena ini menunjukkan bahwa LPPOM sangat serius dalam menjalankan tugasnya untuk memastikan kehalalan produk makanan. Masyarakat harus lebih berhati-hati dalam memilih produk makanan yang mereka konsumsi. Selain itu, fenomena ini juga menjadi pengingat bagi pelaku usaha mengenai pentingnya melaporkan setiap pengembangan (product development) dalam skema sertifikasi halal. Dengan demikian, masyarakat dapat memilih produk makanan yang halal dan aman untuk dikonsumsi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5653981/lppom-produk-makanan-berbau-pornografi-tak-bisa-disertifikasi-halal, without altering the facts of the original article.