Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon Terancam Punah, Apakah Desa Wisata Bisa Menyelamatkannya?

**Sentra Gerabah Sitiwinangun Cirebon Terancam Punah, Apakah Desa Wisata Bisa Menyelamatkannya?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Sitiwinangun, Cirebon, merupakan sentra gerabah terkenal di Kabupaten Cirebon. Namun, desa ini terancam punah karena kurangnya upaya pelestarian dan pengembangan. Menurut Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Cirebon, Juju Juhariah, Gerabah Sitiwinangun memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi destinasi wisata edukasi dan desa wisata berbasis kriya yang unggul. Ia mengatakan bahwa pengembangan kawasan tersebut harus berjalan beriringan dengan upaya pelestarian agar keterampilan membuat gerabah yang diwariskan secara turun-temurun tidak tergerus oleh perkembangan zaman. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Sentra pembuatannya berada di Desa Sitiwinangun, Kecamatan Jamblang, yang telah dikenal sebagai kampung pengrajin gerabah sejak masa Kesultanan Cirebon sekitar abad ke-15 hingga ke-16, atau sekitar 600 tahun lalu. Selama berabad-abad, masyarakat setempat memanfaatkan tanah liat berkualitas untuk menghasilkan berbagai peralatan rumah tangga. Gerabah Sitiwinangun sendiri merupakan salah satu kerajinan tradisional paling terkenal di Kabupaten Cirebon. Sebagai bagian dari upaya pelestarian, Disbudpar Kabupaten Cirebon menyelenggarakan Seminar Gerabah Sitiwinangun yang menjadi wadah bertukar pikiran mengenai strategi pelestarian sekaligus pengembangan kerajinan tradisional tersebut. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Juju, sinergi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, masyarakat, dan media menjadi faktor penting untuk memperkuat pelestarian sekaligus mengembangkan nilai ekonomi Gerabah Sitiwinangun. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan dan rekomendasi yang dapat memperkuat posisi Gerabah Sitiwinangun sebagai salah satu identitas budaya Kabupaten Cirebon sekaligus meningkatkan kesejahteraan para perajinnya. Gerabah Sitiwinangun memiliki nilai filosofis yang kuat dan hingga kini masih menjadi sumber mata pencaharian bagi banyak keluarga pengrajin di Desa Sitiwinangun. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dampak kehancuran Gerabah Sitiwinangun tidak hanya akan merugikan masyarakat setempat, tetapi juga akan menghilangkan nilai-nilai budaya yang sudah berabad-abad. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengembangkan kawasan tersebut menjadi destinasi wisata edukasi dan desa wisata berbasis kriya yang unggul. Dengan demikian, Gerabah Sitiwinangun tidak hanya akan terus lestari, tetapi juga akan meningkatkan kesejahteraan para perajinnya dan menjadi salah satu icon pariwisata Kabupaten Cirebon.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jabar.tribunnews.com/cirebon/1178806/menjaga-tradisi-600-tahun-lalu-sentra-gerabah-sitiwinangun-cirebon-diproyeksikan-jadi-desa-wisata, without altering the facts of the original article.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *