Banyuwangi: Destinasi Wisata Bahari Ramah Lingkungan yang Menarik Perhatian Delegasi Dunia
**Banyuwangi: Destinasi Wisata Bahari Ramah Lingkungan yang Menarik Perhatian Delegasi Dunia** **Momen Penentu di Menit Akhir** Kabupaten Banyuwangi mendapat sorotan positif dari delegasi internasional dalam penyelenggaraan ASEAN-ID Blue 2026 yang berlangsung pada 17 dan 18 Juli 2026. Daerah di ujung timur Pulau Jawa itu dinilai berhasil mengembangkan wisata bahari berbasis ekonomi biru melalui kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha. Pendekatan tersebut dianggap mampu menjaga kelestarian laut, sekaligus meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pertemuan ASEAN-ID Blue 2026 merupakan inisiatif Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT). Kegiatan tersebut mempertemukan delegasi dari negara-negara ASEAN, East Asia Summit (EAS), serta Pacific Islands Forum (PIF) untuk bertukar pengalaman mengenai pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan, sekaligus memperkuat kerja sama di sektor kelautan. Delegasi juga mengunjungi Kampung Nelayan Merah Putih dan kawasan konservasi Bangsring Underwater untuk mempelajari bagaimana pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pengembangan pariwisata. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Menurut Duta Besar Selandia Baru untuk ASEAN Joanna Anderson, pendekatan Banyuwangi menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun ekonomi berbasis sumber daya laut. “Saya rasa ini sangat fantastis. Saya sangat menyukai pendekatan di mana masyarakat sangat dilibatkan dalam pembangunan ekonomi mereka,” ujarnya. Staf Ahli Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri, Zelda Wulan Kartika, juga mengatakan bahwa keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting yang membuat Banyuwangi layak dijadikan contoh. Pengelolaan kawasan pesisir tidak hanya berorientasi pada peningkatan kunjungan wisatawan, tapi juga memastikan ekosistem laut tetap terjaga melalui partisipasi aktif warga. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Penyelenggaraan ASEAN-ID Blue di Banyuwangi juga memperkuat posisi daerah tersebut sebagai salah satu destinasi yang mengembangkan sektor kelautan secara berkelanjutan. Kehadiran delegasi dari berbagai negara menjadi kesempatan untuk memperkenalkan praktik ekonomi biru yang telah dijalankan sekaligus membuka ruang kolaborasi internasional di bidang konservasi dan pariwisata. Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik kepercayaan pemerintah pusat yang menunjuk daerahnya sebagai salah satu tempat yang mampu menjaga kelestarian laut dan meningkatkan kesejahteraan warga pesisir. Dengan demikian, Banyuwangi akan terus berusaha meningkatkan kualitas pariwisata dan konservasi laut, serta mempromosikan potensi daerahnya sebagai destinasi wisata bahari yang ramah lingkungan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/lifestyle/read/8252133/banyuwangi-curi-perhatian-delegasi-dunia-berkat-wisata-bahari-yang-ramah-lingkungan, without altering the facts of the original article.