Sengketa Wilayah Malvinas: Argentina dan Inggris Kembali Memanas
Sengketa Wilayah Malvinas Kembali Memanas
Argentina dan Inggris kembali terlibat dalam sengketa wilayah Malvinas setelah pemain Argentina merayakan kemenangan atas Inggris dengan membawa-bawa spanduk ‘Las Malvinas Son Argentina’ atau ‘Malvinas adalah Argentina’. Kemenangan dramatis 2-1 Argentina atas Inggris di Piala Dunia membuat pasukan Lionel Scaloni itu melaju ke final untuk dua edisi beruntun. Namun, selebrasi pemain Argentina itu berpotensi memicu masalah besar karenaæ¶å sengketa wilayah Malvinas yang telah berlangsung sejak 1982.
Momen Penentu di Menit Akhir
Pada laga tersebut, Argentina berhasil membalikkan keadaan dengan mencetak dua gol pada 10 menit akhir laga melalui Enzo Fernandez dan Lautaro Martinez. Sebelum kickoff, laga ini telah dipanaskan terkait isu Kepulauan Falkland (Malvinas) yang membuat kedua negara berkonflik panjang sejak 1982. Inggris mengklaim Malvinas sebagai milik mereka, sementara Argentina tetap menganggap Kepulauan Falkland adalah milik mereka.
Giovani Lo Celso terlihat membawa spanduk bertuliskan ‘Las Malvinas Son Argentina’ di depan tribune yang berisikan para pendukungnya. Lalu, para pemain Argentina lain seperti Lionel Messi, Cristian Romero, dan Lautaro Martinez juga bergabung. Nicolas Otamendi kemudian meminta Lo Celso untuk menurunkan spanduk itu ke tanah. Aksi pemain Argentina itu melanggar Law of The Games, bahwa atribut politik dilarang muncul di pertandingan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Sengketa wilayah Malvinas telah menjadi isu sensitif antara Argentina dan Inggris selama puluhan tahun. Argentina masih menganggap Kepulauan Falkland adalah milik mereka, sekalipun hasil referendum tahun 2013 menyatakan mayoritas masyarakat di sana tetap ingin berada di bawah kekuasaan Inggris. Wakil Presiden Argentina Victoria Villarruel telah melontarkan sentimen nasionalisme terkait isu ini. Kemenangan atas Inggris berlipat ganda maknanya dan konflik itu terbawa sampai lapangan.
FIFA berpotensi mengusut kejadian ini apabila ada laporan wasit terkait itu. Argentina pernah dihukum denda 20 ribu dolar AS karena spanduk serupa pada 2014. Kejadian ini juga berpotensi mempengaruhi hubungan diplomatik antara Argentina dan Inggris ke depan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemenangan Argentina atas Inggris membuat mereka berpotensi menyamai catatan langka Brasil sebagai negara terakhir yang mempertahankan gelar juara dunia 1958 dan 1962. Namun, perjalanan Argentina masih panjang dan tidak mudah. Mereka harus menghadapi lawan-lawan tangguh di Piala Dunia dan juga harus menyelesaikan sengketa wilayah Malvinas dengan Inggris. Apakah kejadian ini akan mempengaruhi performa Argentina di turnamen ini? Kita tunggu saja.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://sport.detik.com/juara-bola-dunia-2026/bola-dunia/d-8576164/pemain-argentina-malvinas-milik-kami, without altering the facts of the original article.