Sosok Temon Menghembuskan Napas Terakhir, Jarwo Kwat dan Bedu Kenang Momen Bersama
Temon, sosok pelawak yang dikenal karena keceriaannya, menghembuskan napas terakhirnya pada usia yang tidak terlalu panjang. Kabar duka ini langsung disampaikan melalui grup WhatsApp Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PASKI) dan mengagetkan rekan-rekannya, termasuk Jarwo Kwat dan Bedu. Keduanya langsung menuju rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Temon.
Momen Penentu di Menit Akhir
Jarwo Kwat mengaku baru mengetahui kabar meninggalnya Temon dari grup WhatsApp PASKI. Begitu mendapat kabar tersebut, ia langsung bergegas menuju rumah duka di kawasan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Sayangnya, saat tiba, jenazah Temon sudah diberangkatkan menuju Gedung Serba Guna GPIB Effatha di kawasan Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Jarwo pun berencana menyusul ke lokasi tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir.
Jarwo Kwat mengenang Temon sebagai pribadi yang selalu membawa keceriaan dan mampu menghibur sesama pelawak. Menurutnya, Temon memiliki perilaku yang membuat orang lain menggemaskan dan menjadi sosok yang dicintai banyak orang. “Orangnya lucu. Nggak pernah ngeluh kalau masalah sakit. Perilakunya itu bikin kita menggemaskan, dalam arti pemecah suasana,” ujarnya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Selain melawak, Temon juga dikenal piawai memainkan gitar. Jarwo mengatakan salah satu ciri khas almarhum adalah membawakan lagu-lagu humor, terutama saat berduet dengan Abdel. “Main musiknya, main gitarnya luar biasa. Jago dia, suka tandeman sama Cing Abdel. Ciri khasnya dia itu lagu-lagu humor gitu bersama Cing Abdel,” katanya.
Jarwo juga mengenang penampilan terakhir Temon dalam acara Jak-Culture di Pasar Seni Ancol bersama PASKI pada 21 Juni 2026. Saat itu, menurutnya, Temon tetap tampil menghibur meski kondisi fisiknya mulai menurun. “Terakhir di Pasar Seni Ancol. Bang Temon salah satu pengisi acaranya juga bersama PASKI DKI Jakarta. Terakhir, lucu banget di sana tampil terakhir, dia tampil lucu banget,” tuturnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kematian Temon meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekannya, terutama di PASKI. Bedu, selaku Ketua PASKI Jakarta, mengaku kehilangan salah satu sosok penting di organisasi tersebut. “Ini kebetulan teman salah satu pengurus juga di PASKI Jakarta. Saya selaku ketua bersama teman-teman yang lain benar-benar sebagai rasa duka kita, kita usahakan hadir ke rumah duka. Kita nggak pernah menduga kepergiannya begitu mendadak,” kata Bedu.
Bedu juga mengenang pertemuan terakhir mereka sekitar dua hingga tiga bulan lalu di rumah Temon. Saat itu, keduanya bahkan masih sempat bermain tenis meja bersama. “Terakhir saya ke rumah beliau masih sempat main tenis meja. Dua-tiga bulan yang lalu masih sempat main tenis meja sama beliau,” tuturnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kematian Temon menjadi pengingat bahwa hidup tidak ada yang pasti. Rekan-rekannya masih harus melangkah maju dan melanjutkan kegiatan mereka tanpa sosok yang dicintai. “Kita doakan yang terbaik buat beliau,” pungkas Jarwo. Bedu menambahkan, “Dia orangnya nggak mau ngeluh. Dia orang selalu tertawa. Pelawak itu, komedian itu, sakit apa pun selalu dirahasiakan sendiri.”
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8571006/jarwo-kwat-dan-bedu-kenang-sosok-temon-pelawak-menghibur-sesama-pelawak, without altering the facts of the original article.