Malam Terakhir Istri Bersama Temon: Kenangan Pilu Sebelum Kepergian
Malam Terakhir Istri Bersama Temon: Kenangan Pilu Sebelum Kepergian ==================================================================================== Temon, sosok yang dikenal sebagai suami dan ayah yang ceria, meninggalkan kenangan pilu bagi keluarganya sebelum kepergiannya. Pada Sabtu (11/7) malam, sepulang dari main badminton, Temon masih berbincang santai dengan istrinya, Mae. Menurut Mae, sang suami terbiasa menunggu dirinya pulang sebelum beristirahat. “Malam itu, kami berbincang santai. ‘Besok ada bola nih’, dia bilang gitu,” ujar Mae di GPIB Effatha, Jakarta Selatan, Minggu (12/7/2026). Keesokan paginya, Temon bangun sekitar pukul 06.00 WIB, meskipun pertandingan sepak bola yang ingin ditontonnya dimulai sejak pukul 04.00 WIB. ### Momen Penentu di Menit Akhir Pada pagi hari itu, Temon sempat menanyakan jalannya pertandingan. Mae kemudian menyalakan televisi sebelum meninggalkan suaminya untuk membuka warung, sementara Temon ditemani anak mereka. “Jam 6 dia bangun, ‘Ini baru 1-1 nih’, dia bilang gitu. Saya bilang, ‘Udah habis kali, orang ini udah jam 6, mulainya jam 4’. Ya udah saya setelin TV-nya,” kenangnya. Saat bangun, Temon belum sempat menyantap sarapan. Almarhum hanya sempat meminum teh hangat sebelum mengeluhkan nyeri di dada. “Belum, baru minum teh hangat doang. Minta roti juga belum sempat saya bikinin. Pas dia keluar, udah langsung ngeluh sakit di dadanya,” tutur Mae. ### Apa yang Terjadi Mae mengatakan Temon masih bisa berjalan sendiri saat menuju mobil untuk dibawa ke rumah sakit. “Almarhum jalan sendiri, cuma pegangan sama saya. Masuk ke mobil pun nggak ada yang sulit, biasa aja. Ngomong pun biasa, cuma ya memang nahan sakit di dada sama di kepala,” kenangnya. Dalam kesempatan itu, Mae juga mengenang Temon sebagai suami dan ayah yang selalu membawa keceriaan bagi keluarga. “Buat saya sama anak saya, mungkin orang tahunya Mas Temon itu gimana, tapi kalau buat saya dia selalu bisa bikin saya ketawa,” ucap Mae. ### Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda Mae mengaku mengenal Temon sejak berusia 18 tahun, ketika almarhum masih menjadi penyiar radio. Menurutnya, Temon merupakan sosok suami yang selalu hadir untuk keluarga. “Dia suami yang hebat. Walaupun di mata orang lain pendapatnya banyak, tapi buat saya dia selalu ada,” tutupnya. Kehadiran Temon dalam keluarga memang sangat berarti. Ia selalu berusaha membuat keluarganya bahagia dan nyaman. “Buat dia, sebuah kebahagiaan kalau melihat saya bisa ketawa. Sama anaknya juga dia ngajarin komedi… mudah-mudahan dia tenang,” kenangnya. ### Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh Kini, keluarga Temon harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sosok yang sangat berarti bagi mereka. Meski demikian, mereka masih memiliki kenangan indah tentang Temon yang akan selalu mereka ingat. “Mungkin orang tahunya Mas Temon itu gimana, tapi kalau buat saya dia selalu bisa bikin saya ketawa,” ucap Mae. Kehilangan Temon memang sangat berarti bagi keluarga. Namun, mereka masih harus melanjutkan hidup dan mencari cara untuk mengatasi kesulitan yang dihadapi. Dengan kenangan indah tentang Temon, mereka dapat terus mengingat sosok yang sangat berarti bagi mereka.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://hot.detik.com/celeb/d-8571298/kenangan-malam-terakhir-istri-dengan-temon, without altering the facts of the original article.