Potongan 8% Menggila, Menteri Maman Minta Ojol Lapor Kasus Pengeroyokan
Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman meminta pengemudi ojek online (ojol) untuk melaporkan kasus pengeroyokan dan potongan komisi yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah. Pemerintah telah menetapkan pembagian 92% untuk mitra pengemudi dan 8% untuk aplikator, namun masih ada laporan bahwa beberapa aplikator memotong komisi hingga 20%. “Kalau tadi saya tanya, enggak. Makanya nanti kasih saja data-datanya ke kita. Nanti tinggal kita bicarakan,” kata Maman usai berdialog dengan komunitas ojol di Kantor Kementerian UMKM, Rabu (8/7/2026).
Potongan Komisi yang Tidak Sesuai
Beberapa asosiasi pengemudi ojol melaporkan bahwa masih ada aplikator yang memotong komisi hingga 20%, tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah yang menetapkan pembagian 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator. Maman Abdurrahman mengaku belum menemukan indikasi bahwa ketentuan tersebut tidak dijalankan, namun ia meminta komunitas pengemudi yang memiliki data pelanggaran untuk menyerahkannya kepada pemerintah agar dapat ditindaklanjuti.
“Saya pikir dengan by system semua akan termonitor. Nggak ada yang mungkin tidak termonitor. Dan salah satu tugas kita kan memonitor dan mengawasi ini,” ujarnya. Maman juga menegaskan bahwa skema pembagian pendapatan 92% untuk pengemudi dan 8% untuk aplikator berlaku bagi seluruh layanan transportasi roda dua.
Mengapa Potongan Komisi Ini Penting?
Potongan komisi yang tidak sesuai dapat berdampak pada pendapatan pengemudi ojol dan mempengaruhi kesejahteraan mereka. Oleh karena itu, pemerintah perlu memastikan bahwa ketentuan yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik. “Sesuai dengan mekanisme aturan yang ada. Saya yakin nggak mungkin mereka berani, karena konsekuensinya besar. Konsekuensinya bisa pencabutan izin dan lain sebagainya,” kata Maman.
Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah akan menjatuhkan sanksi secara bertahap, mulai dari teguran, peringatan, hingga pencabutan izin operasional. “Kalau betul ada yang melanggar aturan, kita tindak lanjuti sesuai mekanisme yang ada, baik teguran, peringatan, atau bahkan sampai paling tinggi pencabutan izin. Itu kan ada di Komdigi,” katanya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menunjukkan bahwa pemerintah perlu meningkatkan pengawasan terhadap aplikator ojol untuk memastikan bahwa ketentuan yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik. Selain itu, pengemudi ojol juga perlu meningkatkan kesadaran akan hak-hak mereka dan melaporkan kasus-kasus yang tidak sesuai dengan ketentuan pemerintah.
“Mereka menyampaikan, ‘Pak tolong jaga ekosistem ini sehat. Kami nggak ingin diadu-adu, dibentur-benturkan sana-sini.’ Jadi itu juga menjadi penting bagi kami untuk jaga itu,” kata Maman. Pemerintah berharap dapat menjaga hubungan kemitraan antara aplikator dan pengemudi tetap sehat dan saling menguntungkan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk memastikan bahwa ketentuan yang telah ditetapkan dapat dijalankan dengan baik. Namun, dengan komitmen untuk meningkatkan pengawasan dan melindungi hak-hak pengemudi ojol, pemerintah berharap dapat menciptakan ekosistem yang sehat dan saling menguntungkan bagi semua pihak.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260708203728-37-749301/aplikator-pasang-potongan-di-atas-8-menteri-maman-minta-ojol-lapor, without altering the facts of the original article.