Eks Pegawai Sakit Hati Dipecat, Nekat Hapus Server Perusahaan Senilai Rp12,8 Miliar
Sebuah tindakan nekat dan bermotif balas dendam dilaporkan telah dilakukan oleh seorang mantan tenaga ahli teknologi asal India, Kandula Nagaraju, setelah dirinya diberhentikan dari perusahaan penyedia layanan teknologi, NCS. Ia secara ilegal meretas basis data internal mantan perusahaannya dan menyabotase ratusan server virtual, yang berujung pada kerugian finansial yang masif. Kerugian yang dialami perusahaan mencapai S$918.000 atau setara Rp12,8 miliar. Aksi sabotase siber ini terjadi pasca-berakhirnya masa kerja pelaku di NCS.
Momen Penentu di Menit Akhir
Kandula Nagaraju, 39 tahun, memanfaatkan celah keamanan berupa kredensial lama yang belum dicabut untuk menyusup ke sistem pengujian korporasi dan secara sepihak melenyapkan total 180 server virtual. Kontrak Kandula dengan NCS dihentikan pada Oktober 2022 karena kinerja yang buruk. Ia terakhir kali bekerja pada 16 November 2022. Setelah keluar dari NCS, ia tidak memiliki pekerjaan lain di Singapura dan harus kembali ke India.
Sebelum dipecat, Kandula adalah bagian dari tim beranggotakan 20 orang yang mengelola sistem komputer jaminan kualitas (QA) di NCS. Sistem yang dikelola mantan tim Kandula digunakan untuk menguji perangkat lunak dan program baru sebelum diluncurkan. Setelah kontraknya diputus, Kandula menggunakan laptopnya untuk mendapatkan akses ilegal ke sistem menggunakan kredensial login administrator.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Kandula melakukan akses tidak sah sebanyak enam kali antara 6 Januari dan 17 Januari 2023. Ia juga menyewa kamar dengan mantan rekannya di NCS dan menggunakan jaringan Wi-Fi miliknya untuk mengakses sistem NCS satu kali pada tanggal 23 Februari 2023. Selama akses tidak sah dalam dua bulan itu, ia menulis beberapa skrip komputer untuk menguji apakah skrip tersebut dapat digunakan pada sistem untuk menghapus server.
Pada Maret 2023, Kandula mengakses sistem QA NCS sebanyak 13 kali. Pada tanggal 18 dan 19 Maret, ia menjalankan skrip yang diprogram untuk menghapus 180 server virtual di sistem. Skripnya ditulis sedemikian rupa sehingga akan menghapus server satu per satu. Keesokan harinya, tim NCS menyadari bahwa sistem tidak dapat diakses dan mencoba memecahkan masalah, namun tidak berhasil.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang keamanan siber di perusahaan-perusahaan teknologi. NCS mengalami kerugian besar akibat tindakan Kandula, dan perusahaan harus meningkatkan keamanan sistemnya untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Bagi Kandula, tindakan nekatnya berujung pada hukuman penjara selama dua tahun delapan bulan.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya manajemen keamanan akses dan kredensial di perusahaan. Kredensial lama yang belum dicabut dapat menjadi celah keamanan yang signifikan, dan perusahaan harus memastikan bahwa semua kredensial yang tidak digunakan lagi segera dicabut.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kasus ini telah berakhir dengan vonis hukuman penjara bagi pelaku, namun perusahaan-perusahaan teknologi masih harus terus meningkatkan keamanan sistemnya untuk mencegah kejadian serupa terjadi di masa depan. Kejadian ini juga menjadi pelajaran bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan keamanan akses dan kredensial, serta meningkatkan kesadaran akan potensi ancaman keamanan siber.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/tech/20260705110409-37-748132/sakit-hati-dipecat-eks-pegawai-nekat-hapus-server-senilai-rp128-m, without altering the facts of the original article.