Kiswah Ka’bah Diganti, Simak Detik-Detik Penggantian Sambut 1448 Hijriah

Kiswah Ka’bah diganti untuk menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. Pemerintah Arab Saudi melaksanakan tradisi tahunan ini dengan mengganti kain sutra hitam yang menyelimuti Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah. Kiswah baru dibuat dari 825 kg sutra dan dihiasi benang emas. Penggantian Kiswah Ka’bah menjadi salah satu momen paling sakral bagi umat Islam dan selalu menarik perhatian jutaan Muslim di seluruh dunia.

Momen Penentu di Menit Akhir

Penggantian Kiswah dilakukan pada Senin (15/6/2026) malam waktu setempat, bertepatan dengan pergantian tahun Hijriah. Otoritas Umum Arab Saudi untuk Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi menyebut proses tersebut sebagai puncak dari pekerjaan yang telah berlangsung selama berbulan-bulan di Kompleks Raja Abdulaziz untuk Kiswah Ka’bah Suci. Sebelum pemasangan dilakukan, tim khusus terlebih dahulu melepas ornamen bordir, hiasan berlapis emas, serta tirai pintu Ka’bah.

Setelah itu, Kiswah lama diturunkan dan diganti dengan yang baru oleh para teknisi dan spesialis Saudi yang telah mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani proses pemasangan secara presisi. Pembuatan Kiswah baru melibatkan tahapan produksi yang kompleks, mulai dari persiapan bahan baku, pewarnaan, penenunan, pencetakan, penyulaman, hingga proses perakitan akhir.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Menurut otoritas Saudi, Kiswah tahun ini dibuat menggunakan sekitar 825 kilogram sutra alami dan 400 kilogram kapas mentah. Selain itu, digunakan pula 60 kilogram perak serta 120 kilogram benang perak berlapis emas untuk menyulam ayat-ayat Al-Qur’an dan berbagai motif dekoratif yang menghiasi kain tersebut. Pemasangan Kiswah memerlukan perencanaan matang dan keahlian teknis tinggi.

Tim khusus menggunakan berbagai peralatan pengangkat serta sistem pengamanan modern guna memastikan setiap panel kain dan ornamen dapat terpasang dengan tepat di sekeliling Ka’bah. Pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa tradisi penggantian Kiswah setiap tahun mencerminkan komitmen kerajaan dalam merawat situs-situs suci Islam sekaligus menjaga warisan keterampilan tradisional yang telah diwariskan dari generasi ke generasi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Proses penggantian Kiswah juga memadukan keahlian kerajinan klasik dengan teknologi manufaktur dan rekayasa modern. Upacara penggantian Kiswah tahun ini berlangsung beberapa hari setelah berakhirnya musim haji 1447 Hijriah yang diikuti lebih dari 1,7 juta jamaah dari 165 negara. Pada Selasa dini hari, Ka’bah telah sepenuhnya diselimuti Kiswah baru yang akan tetap terpasang selama satu tahun ke depan, menjadi simbol penghormatan dan perawatan terhadap situs paling suci bagi umat Islam.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan penggantian Kiswah Ka’bah, umat Islam di seluruh dunia dapat merasakan kebahagiaan dan kesakralan momen ini. Pemerintah Arab Saudi terus berkomitmen untuk melestarikan tradisi dan situs-situs suci Islam, serta meningkatkan kualitas pelayanan bagi jamaah haji dan umrah. Kiswah Ka’bah yang baru akan terus menjadi simbol keagungan dan keindahan bagi umat Islam di seluruh dunia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/syariah/20260617075757-30-743215/detik-detik-penggantian-kiswah-kabah-sambut-1448-hijriah, without altering the facts of the original article.

ASN Bisa WFH usai Anak Masuk Sekolah, Ini Alasannya

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini mengimbau instansi pemerintah memberi fleksibilitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin mengantar anak di hari pertama sekolah. ASN bisa bekerja dari rumah (WFH) usai anak masuk sekolah. Imbauan ini tertuang dalam surat Menteri PANRB nomor B/257/M.KT.02/2026 yang diterbitkan pada Jumat (10/7/2026).

Fleksibilitas Kerja untuk ASN

Melalui surat tersebut, Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) di instansi pemerintah diminta memberi kesempatan kepada ASN yang memiliki anak pada jenjang PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah untuk mengantar anak di hari pertama masuk sekolah. Kebijakan ini mengacu pada Peraturan Menteri PANRB No. 4/2025 tentang Pelaksanaan Tugas Kedinasan Pegawai ASN Secara Fleksibel pada Instansi Pemerintah.

Apa yang Terjadi

Imbauan ini juga sejalan dengan Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Sekolah (GAMAS) yang diatur dalam Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN No. 17/2026. Gerakan ini sebagai bagian dari strategi nasional penguatan ketahanan keluarga menuju Indonesia Emas 2045 dan upaya mengatasi fenomena fatherless dengan memperkuat peran orang tua, khususnya ayah, dalam pengasuhan dan pendidikan anak sejak dini.

Mengapa dan Dampak

Penerapan fleksibilitas kerja ini tidak boleh mengurangi kualitas pemerintahan dan pelayanan publik. Justru sebaliknya, kita harapkan melalui kebijakan ini ASN bisa bekerja lebih fokus, adaptif terhadap perkembangan, serta lebih seimbang dalam kehidupan. Kehadiran seorang orang tua dalam tumbuh kembang anak bukan sekadar pelengkap, melainkan pilar penting yang memiliki dampak mendalam dan jangka panjang.

Rini berharap, melalui pengaturan fleksibilitas kerja yang baik, ASN sebagai orang tua dapat mendampingi anak di hari pertama sekolah tanpa mengurangi profesionalisme, produktivitas, maupun kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan demikian, kebijakan ini diharapkan dapat membawa dampak positif bagi ASN, anak, dan masyarakat luas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kebijakan ini merupakan langkah sederhana namun dapat membawa dampak psikologis untuk mendekatkan kehadiran orang tua terutama ayah pada anak. Masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan penguatan ketahanan keluarga dan peran keluarga bagi pegawai ASN. Namun, dengan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, diharapkan kebijakan ini dapat menjadi titik awal yang baik untuk mencapai tujuan tersebut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/lifestyle/20260712122335-33-750156/besok-hari-pertama-anak-ke-sekolah-asn-diperbolehkan-wfa, without altering the facts of the original article.

Presiden RI Geram, Anggaran Proyek Rp1,7 T Masih Terkendala

Presiden RI Geram, Anggaran Proyek Rp1,7 T Masih Terkendala. Tepat 51 tahun yang lalu, pada 6 Juli 1975, pemerintah Indonesia menandatangani kerja sama dengan sejumlah perusahaan Jepang untuk menggarap Proyek Asahan, sebuah megaproyek industri dan kelistrikan yang bernilai fantastis, yakni 411 miliar yen atau sekitar Rp1,7 triliun. Proyek ini dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional, namun anggaran untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah.

Momen Penentu di Menit Akhir

Proyek Asahan merupakan proyek industri dan kelistrikan yang memanfaatkan aliran Sungai Asahan di Sumatera Utara sebagai sumber energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) untuk memasok kebutuhan pabrik peleburan aluminium. Presiden ke-2 RI, Soeharto, memberi perhatian khusus terhadap proyek tersebut dan menunjuk orang kepercayaannya, A.R. Soehoed, sebagai Ketua Otorita Proyek Asahan untuk mengawal pelaksanaannya. Namun, setahun setelah kerja sama diteken, proyek justru menghadapi kendala. Anggaran yang dibutuhkan untuk menopang pembangunan tak kunjung turun dari pemerintah.

Soehoed berulang kali menanyakan persoalan tersebut kepada para menteri terkait, tetapi tak kunjung memperoleh kepastian. Akibat tak menemukan jalan keluar, Soehoed kemudian melaporkan persoalan itu kepada Presiden Soeharto. Sang presiden awalnya meminta Soehoed kembali berkoordinasi dengan para menteri ekonomi. Namun hasilnya tetap nihil.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Setelah mendengar laporan tersebut, Soeharto kembali memastikan apakah berbagai upaya benar-benar sudah dilakukan. “Kita berusaha saja enggak berhasil,” jawab Soehoed. Menurut penuturannya, wajah Soeharto seketika berubah merah. Presiden hanya memberi jawaban singkat dan meminta Soehoed datang kembali ke kediamannya di Jalan Cendana pada sore hari. Saat tiba di Cendana, Soehoed mendapati dirinya tidak sendirian. Di ruangan itu telah hadir Wakil Presiden Sri Sultan Hamengkubuwana IX beserta seluruh jajaran menteri ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, Soeharto meluapkan kemarahannya kepada para pembantunya karena menganggap mereka tidak memberi perhatian serius terhadap proyek yang dinilai sangat penting bagi masa depan industri nasional. “Saudara harus sadar bahwa Proyek Asahan ini penting sekali! Ini proyek jangka panjang, dan perlu ditunjang dengan anggaran yang cukup. Semua perhatikan ini!,”tegas Soeharto. Menurut Soehoed, suasana ruangan langsung berubah tegang. Tak seorang pun berani menatap wajah presiden.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kejadian ini menunjukkan betapa pentingnya perhatian dan komitmen pemerintah terhadap proyek-proyek strategis nasional. Proyek Asahan merupakan salah satu contoh proyek yang membutuhkan perhatian khusus dan komitmen yang kuat dari pemerintah. Dengan demikian, kejadian ini dapat menjadi pelajaran bagi pemerintah dan pihak-pihak terkait untuk lebih memperhatikan proyek-proyek strategis nasional dan memastikan bahwa anggaran yang dibutuhkan tersedia untuk menopang pembangunan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Setelah hampir satu dekade dikerjakan, Soeharto meresmikan Proyek Asahan pada 6 November 1984. Kerja sama Indonesia dengan konsorsium perusahaan Jepang berakhir pada 9 Desember 2013. Sejak saat itu, kepemilikan Proyek Asahan sepenuhnya berada di tangan pemerintah Indonesia melalui BUMN PT Indonesia Asahan Aluminium (INALUM). Kedepan, pemerintah harus terus memastikan bahwa proyek-proyek strategis nasional seperti Proyek Asahan dapat berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706100817-25-748288/anggaran-proyek-rp17-t-tak-cair-presiden-ri-marahi-menteri-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Misteri Gunung Kawi: Orang Belanda Saksikan Fenomena Aneh

Gunung Kawi, sebuah destinasi wisata spiritual yang terkenal di Indonesia, ternyata telah menarik perhatian seorang warga Belanda pada abad ke-19. Pada tengah malam 3-4 Januari 1884, seorang pengamat Belanda menyaksikan fenomena aneh di Gunung Kawi yang belum pernah dilihatnya sepanjang hidup. Gunung di hadapannya tampak seolah berdiri dalam “kolom api” dengan puluhan berkas cahaya yang memancar ke langit.

Momen Penentu di Malam Itu

Pengamat Belanda tersebut melakukan pengamatan dari jauh terhadap Gunung Kawi. Sekitar pukul 00.00 hingga 01.00 dini hari, dia tiba-tiba mendengar suara gemuruh samar dari arah Gunung Kawi. Suaranya seperti aliran air sungai, tetapi perlahan terasa berbeda. “Segera saya menyadari bahwa itu adalah sesuatu yang berbeda, karena saya belum pernah mendengar gemuruh seperti itu sebelumnya,” tulisnya dalam sebuah laporan.

Merasa penasaran, dia terus mengamati Gunung Kawi. Dalam gelap malam, dia melihat lapisan kabut keabu-abuan membentang di atas gunung. Awalnya dia mengira yang terlihat hanyalah kilatan petir. Namun, beberapa saat kemudian muncul pemandangan yang menurutnya jauh lebih mengagetkan. “Saya tiba-tiba melihat gunung di hadapan saya seolah-olah dalam kolom api, sementara suara dan gemuruhnya sangat keras dan gunung itu diterangi dengan sangat terang,” ungkapnya.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Keanehan tidak berhenti sampai di situ. Dia mengaku melihat sekitar 50 berkas cahaya menyebar dari satu titik ke berbagai arah. Menurutnya, fenomena itu berbeda dengan sambaran petir. “Menurut saya, itu bukanlah sambaran petir, karena sekitar 50 berkas cahaya berputar menyebar secara bersamaan dari titik pusat ke puncak gunung itu, ke segala arah hingga jarak yang luar biasa jauh,” ucapnya.

Yang membuatnya semakin heran, cahaya tersebut bertahan lebih dari 30 detik tanpa memudar. Dari sini dia yakin cahaya itu bukan petir. Sebab kalau cahaya petir akan cepat memudar dan tidak terpusat di satu titik. Selain berkas cahaya, dia juga melihat percikan-percikan api besar yang berkedip di langit sekitar Gunung Kawi.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Lebih dari seabad kemudian, kesaksian tersebut masih menjadi salah satu dokumentasi langka mengenai fenomena alam yang pernah diamati di Gunung Kawi. Terlepas dari apa pun penyebabnya, catatan itu menunjukkan bagaimana gunung yang kini identik dengan wisata spiritual dan kisah-kisah mistis pernah menghadirkan pemandangan yang membuat seorang pengamat Belanda tak mampu menemukan penjelasan.

Gunung Kawi masih menyimpan banyak misteri, dan kejadian pada 1884 itu menjadi salah satu bukti bahwa ada hal-hal yang belum dapat dijelaskan oleh sains. Oleh karena itu, penelitian lebih lanjut tentang fenomena alam di Gunung Kawi sangat diperlukan untuk memahami lebih baik tentang kejadian tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Saat ini, Gunung Kawi masih menjadi destinasi wisata populer, terutama bagi mereka yang mencari pengalaman spiritual. Namun, kejadian pada 1884 itu menjadi pengingat bahwa ada hal-hal yang belum dapat dijelaskan oleh sains, dan bahwa penelitian lebih lanjut tentang fenomena alam sangat diperlukan.

Kita masih harus menunggu penelitian lebih lanjut untuk memahami lebih baik tentang kejadian tersebut. Namun, satu hal yang pasti, Gunung Kawi masih menyimpan banyak misteri yang belum terpecahkan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260706140809-25-748396/orang-belanda-lihat-fenomena-tak-masuk-akal-di-gunung-kawi, without altering the facts of the original article.

Heboh Warga Israel Masuk Istana Merdeka, Begini Penjelasan Paspampres

Heboh Warga Israel Masuk Istana Merdeka, Begini Penjelasan Paspampres. Seorang warga negara Israel, Ted Lurie, pernah membuat geger Indonesia pada 1971 setelah berhasil memasuki Istana Merdeka. Kedatangannya untuk menemui Presiden Soeharto memicu sorotan, bukan hanya di dalam negeri, tetapi juga di Timur Tengah. Pasalnya, Indonesia belum memiliki hubungan diplomatik dengan Israel hingga kini.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada Agustus 1971, Lurie datang ke Indonesia untuk menghadiri kongres Press Foundation of Asia di Bali sebagai perwakilan media Jerusalem Post. Selama mengikuti kongres di Bali, kehadiran Lurie tidak menimbulkan persoalan. Namun, masalah baru muncul ketika dia bersama sekitar 15 wartawan peserta kongres melakukan lawatan ke Jakarta, termasuk berkunjung ke Istana Merdeka. Saat rombongan tiba, identitas Lurie sebagai warga negara Israel diketahui, yang langsung mengundang tanda tanya karena pemerintah Indonesia saat itu tidak mengizinkan warga negara Israel masuk ke Indonesia.

Lurie sendiri mengaku sempat memasuki Istana Merdeka dan menandatangani buku tamu. Namun, sebelum bertemu Presiden Soeharto, dia memilih mengundurkan diri karena menyadari kehadirannya dapat menimbulkan persoalan. “Saya memahami bahwa kehadiran saya akan menyusahkan rekan-rekan saya. Jadi saya menarik diri meskipun sudah menandatangani buku tamu,” kata Lurie.

Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Meski batal bertemu Presiden Soeharto, kabar tersebut telanjur menyebar luas. Muncul pertanyaan besar, bagaimana seorang warga negara Israel bisa memperoleh izin memasuki Indonesia hingga mencapai Istana Merdeka. Pihak Istana membenarkan Lurie memang sempat berada di Istana Merdeka, namun mereka menegaskan tidak pernah terjadi pertemuan dengan Presiden Soeharto. “Kita tidak bisa mengatakan Lurie tidak ke sini. Itu tidak benar,” demikian keterangan pihak Istana.

Pemerintah pun melakukan penelusuran. Direktorat Jenderal Imigrasi mengaku tidak mengetahui bagaimana Lurie dapat memasuki Indonesia. Di sisi lain, panitia Press Foundation of Asia menjelaskan Lurie hadir sebagai perwakilan sebuah institusi pers, bukan mewakili negara atau pemerintah Israel. Meski mengetahui kewarganegaraannya, panitia mengaku tidak mungkin menolak peserta yang telah diundang.

Mengapa dan Dampak

Kedatangan Lurie memicu reaksi di Timur Tengah. Sejumlah kalangan mempertanyakan komitmen Indonesia dalam mendukung perjuangan Palestina. “Masuknya wartawan Israel adalah sangat bertentangan dengan ketetapan MPRS,” ungkap Dubes Mesir, Ali Shawki El-Hadidi. Presiden Soeharto memerintahkan dilakukan pengusutan, yang akhirnya mengungkap bahwa Lurie memperoleh izin khusus dari Kedutaan Besar Indonesia di Singapura untuk menghadiri konferensi Press Foundation of Asia di Bali.

Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperjelas dalam sistem keamanan dan pengawasan di Indonesia, terutama terkait dengan masuknya warga negara asing. Selain itu, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya koordinasi antara lembaga-lembaga terkait dalam menangani situasi yang sensitif.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Setelah kejadian tersebut, Indonesia terus meningkatkan keamanan dan pengawasan di pintu-pintu masuk negara. Selain itu, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan koordinasi antara lembaga-lembaga terkait dalam menangani situasi yang sensitif. Kejadian ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia dalam menjaga hubungan diplomatik dengan negara-negara lain, terutama dalam konteks konflik Israel-Palestina.

Kini, setelah lebih dari 50 tahun, kejadian tersebut masih menjadi catatan penting dalam sejarah hubungan diplomatik Indonesia dengan Israel. Oleh karena itu, Indonesia terus berupaya meningkatkan keamanan dan pengawasan di pintu-pintu masuk negara, serta meningkatkan koordinasi antara lembaga-lembaga terkait dalam menangani situasi yang sensitif.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260708151505-25-749177/geger-warga-israel-masuk-istana-merdeka-nyaris-bertemu-presiden-ri, without altering the facts of the original article.

BRI Peduli Dorong Ekonomi Lokal, 1000 Kelompok Usaha Wanita di Bogor Dapat Pelatihan

BRI Peduli melalui Program Aspire to Uplift, Revive, and Achieve (AURA) memberikan pendampingan kepada 1000 kelompok usaha wanita di Bogor, Jawa Barat, untuk meningkatkan kapasitas usaha dan mengembangkan potensi lokal. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas produk, inovasi, dan strategi pemasaran agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan. Salah satu kelompok yang mendapatkan bantuan adalah Kelompok Wanita Tani (KWT) Bina Tani Mysari Pala di Kelurahan Muarasari, Kecamatan Bogor Selatan.

Potensi Lokal yang Berubah menjadi Peluang Ekonomi

KWT Bina Tani Mysari Pala memiliki semangat untuk mengubah potensi lokal menjadi peluang ekonomi. Mereka mulai dari penjualan pala segar, kemudian mengolahnya menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti manisan, sirup, dan permen pala. Namun, keterbatasan peralatan produksi dan pemasaran masih menjadi tantangan yang menghambat peningkatan kapasitas usaha.

Momen Penentu di Menit Akhir

Ketua KWT Bina Tani Mysari Pala, Nurhasanah, mengatakan bahwa seluruh proses produksi sebelumnya masih dilakukan secara manual menggunakan peralatan sederhana sehingga membutuhkan waktu yang lama. “Saat itu kelompok kami memiliki keterbatasan dalam hal pemasaran. Selain itu, proses pengolahan produk masih dilakukan secara sederhana menggunakan alat-alat tradisional,” ujarnya.

BRI Peduli hadir memberikan pendampingan melalui bantuan sarana produksi dan pelatihan peningkatan kapasitas usaha. Program ini mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, hingga strategi pemasaran agar usaha dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan adanya program ini, KWT Bina Tani Mysari Pala dapat meningkatkan kapasitas produksi, menjaga kualitas produk, serta membuka peluang pemasaran yang lebih luas. Produk olahan pala KWT Bina Tani Mysari Pala kini semakin dikenal dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Bagi para anggota, Program AURA bukan hanya menghadirkan bantuan peralatan dan pelatihan, tetapi juga menjadi penyemangat untuk terus mengembangkan potensi pala sebagai komoditas unggulan yang memberikan nilai tambah bagi keluarga sekaligus membuka peluang ekonomi di lingkungan sekitar.

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengatakan bahwa Program AURA merupakan inisiatif BRI Peduli yang berfokus pada pemberdayaan kelompok perempuan melalui penguatan kapasitas usaha, peningkatan keterampilan, dan pengembangan kewirausahaan.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

KWT Bina Tani Mysari Pala masih membutuhkan dukungan agar pemasaran produk dapat terus ditingkatkan ke depannya. “Kami mengucapkan terima kasih kepada BRI Peduli atas kepercayaan dan bantuan yang diberikan kepada KWT Bina Tani Mysari Pala. Kami berharap pendampingan ini dapat terus berlanjut, terutama dalam memperkuat pemasaran produk. Semoga BRI terus maju, terus peduli, dan menjadi pilar utama dalam menggerakkan ekonomi petani Indonesia,” tegasnya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260710111636-25-749749/aura-bri-peduli-perkuat-kapasitas-kelompok-usaha-wanita-di-bogor, without altering the facts of the original article.

Purbaya Ungkap Rahasia Manajemen Kas Negara untuk Hidupkan 90% Ekonomi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dengan mengoptimalkan pengelolaan kas negara. Pemerintah berupaya memanfaatkan instrumen lain agar dapat menggerakkan porsi ekonomi yang jauh lebih besar, yakni sektor swasta yang mencapai sekitar 90% dari total aktivitas ekonomi. Dengan manajemen kas negara yang lebih aktif, pemerintah berharap likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga, penyaluran kredit meningkat, dan aktivitas ekonomi nasional terus bergerak di tengah berbagai tantangan global. Purbaya menyebutkan bahwa kontribusi langsung belanja pemerintah terhadap aktivitas ekonomi nasional hanya sekitar 7%-10%.

Strategi Manajemen Kas Negara

Purbaya menjelaskan bahwa salah satu langkah yang ditempuh pemerintah adalah menempatkan dana negara yang sebelumnya tersimpan di Bank Indonesia ke sistem perbankan. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat likuiditas perbankan sehingga bank memiliki ruang lebih besar untuk menyalurkan kredit. Menurutnya, kebijakan tersebut juga berdampak pada peningkatan uang primer atau base money (M0) dan membantu transmisi kebijakan moneter tanpa mengganggu independensi Bank Indonesia.

Ia mengungkapkan, langkah penempatan dana pemerintah ke perbankan dilakukan ketika aktivitas ekonomi mulai melambat pada Mei hingga Juni 2026. Dengan tambahan likuiditas, perbankan diharapkan dapat meningkatkan pembiayaan kepada dunia usaha dan masyarakat. “Jadi saya taruh di perbankan Rp400 triliun, itu akan memperkuat kondisi likuiditas perbankan sehingga mereka bisa memberikan kredit dan ekonominya bisa tumbuh lagi,” ujar Purbaya.

Mengapa Manajemen Kas Negara Penting?

Pengelolaan kas negara yang lebih aktif akan menjadi instrumen fiskal baru yang dapat bekerja berdampingan dengan belanja negara dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Purbaya menilai bahwa manajemen cash, manajemen uang pemerintah bisa mempengaruhi ekonomi Indonesia secara signifikan. “Itu bisa menghidupkan yang 90% ekonomi selain belanja langsung yang 7%-10%,” kata Purbaya dalam kuliah umum di Politeknik Keuangan Negara (PKN) STAN, Tangerang Selatan, Jumat (10/7/2026).

Apa Artinya Ini ke Depan?

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap likuiditas di sistem keuangan tetap terjaga, penyaluran kredit meningkat, dan aktivitas ekonomi nasional terus bergerak di tengah berbagai tantangan global. Purbaya menyebutkan bahwa fiskal ke depan bukan hanya belanja pemerintah saja. “Anda nanti bisa mempengaruhi ekonomi secara langsung dengan cash management yang lebih baik,” tegas Purbaya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Pemerintah masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Namun, dengan strategi manajemen kas negara yang lebih aktif, pemerintah optimis dapat meningkatkan likuiditas di sistem keuangan, meningkatkan penyaluran kredit, dan menggerakkan aktivitas ekonomi nasional. Dalam jangka panjang, strategi ini diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan meningkatkan daya saing ekonomi Indonesia di tingkat global.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710153346-17-749892/purbaya-ungkap-strategi-manajemen-kas-negara-bisa-hidupkan-90-ekonomi, without altering the facts of the original article.

Keputusan Kontroversial: Presiden RI Batalkan Proyek Strategis Demi Perbaiki Ekonomi

Presiden RI ke-3, Bacharuddin Jusuf Habibie, pernah mengambil keputusan kontroversial pada tahun 1997-1998 ketika Indonesia dilanda krisis moneter. Untuk menyelamatkan perekonomian Indonesia yang saat itu berada di ambang kehancuran, Habibie terpaksa menghentikan proyek strategis nasional, yaitu pengembangan pesawat N250. Proyek ini merupakan buah perjuangan dan dedikasi Habibie selama puluhan tahun di industri dirgantara.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada tahun 1997-1998, Indonesia dilanda krisis moneter yang sangat parah. Nilai tukar rupiah ambruk hingga menyentuh level terdalam, sektor perbankan nasional kolaps, dan likuiditas keuangan negara berada di bawah tekanan yang luar biasa hebat. Demi mendapatkan bantuan internasional untuk keluar dari jurang krisis, pemerintah Indonesia terpaksa menandatangani Letter of Intent (LoI) dengan International Monetary Fund (IMF) pada awal tahun 1998.

Kesepakatan di atas kertas ini membawa konsekuensi yang sangat fatal bagi industri dirgantara nasional, yaitu penghentian total seluruh subsidi dan dukungan dana negara terhadap proyek strategis. Dampaknya instan, proyek-proyek yang membutuhkan modal jumbo langsung kehilangan napas, dan proyek kebanggaan nasional N250 menjadi korban utama yang paling terdampak.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Berikut adalah tiga fakta yang membuat kejadian ini berbeda:

Pertama, N250 merupakan proyek strategis nasional yang sangat penting bagi Indonesia. Pesawat ini dirancang untuk menjadi simbol lompatan kuantum dan perwujudan cita-cita Indonesia untuk menjadi negara industri berbasis teknologi tinggi.

Kedua, keputusan penghentian proyek N250 diambil pada saat yang sangat kritis. Pada tahun 1995, N250 berhasil mengudara untuk pertama kalinya, dan pada saat itu, pesawat ini sedang menjalani proses uji terbang intensif guna mengantongi sertifikasi kelayakan terbang internasional dari otoritas penerbangan Amerika Serikat (FAA) dan Eropa (JAA).

Ketiga, dampak penghentian proyek N250 sangat signifikan. Proyek ini sebenarnya sudah berada di fase akhir pengembangan, dan penghentiannya menyebabkan kerugian yang sangat besar bagi industri dirgantara nasional.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Keputusan kontroversial Presiden Habibie pada tahun 1997-1998 memiliki dampak yang sangat signifikan bagi industri dirgantara nasional. Penghentian proyek N250 menyebabkan Indonesia kehilangan kesempatan untuk menjadi pemain utama di industri dirgantara global.

Namun, keputusan ini juga menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia. Pemerintah dan industri dirgantara nasional harus bekerja sama untuk mengembangkan industri dirgantara yang kuat dan berkelanjutan. Indonesia harus memiliki strategi yang jelas dan terarah untuk mengembangkan industri dirgantara, serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain untuk memperoleh teknologi dan pengetahuan yang mutakhir.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Indonesia masih memiliki jalan panjang untuk mengembangkan industri dirgantara yang kuat dan berkelanjutan. Pemerintah dan industri dirgantara nasional harus bekerja sama untuk meningkatkan kemampuan teknologi dan pengetahuan, serta meningkatkan kerja sama dengan negara-negara lain.

Dengan kerja sama dan strategi yang jelas, Indonesia dapat menjadi pemain utama di industri dirgantara global. Keputusan kontroversial Presiden Habibie pada tahun 1997-1998 menjadi pelajaran berharga bagi Indonesia untuk terus maju dan berkembang di industri dirgantara.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260710235844-17-750002/saat-presiden-ri-rela-batalkan-proyek-strategis-demi-perbaiki-ekonomi, without altering the facts of the original article.

TASPEN Gelontorkan Rp1,08 M untuk Keluarga ASN Riau, Ini Manfaat JKK dan JKM

PT TASPEN (Persero) menyalurkan manfaat Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) senilai Rp1.081.806.097 kepada dua keluarga Aparatur Sipil Negara (ASN) di Provinsi Kepulauan Riau. Penyaluran manfaat ini merupakan bagian dari penyelenggaraan program perlindungan yang dikelola TASPEN untuk memastikan hak peserta dan keluarganya tetap terpenuhi ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun meninggal dunia selama masa pengabdian.

Momen Penentu di Menit Akhir

Penyerahan manfaat kepada ahli waris dua almarhum ASN di Provinsi Kepulauan Riau dilakukan oleh Komisaris Utama TASPEN Fary Djemy Franscis, bersama Branch Manager TASPEN Tanjungpinang, Agnes Salidesi Ginting. Penyerahan kepada ahli waris almarhum Nurijanah turut disaksikan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Kepulauan Riau dan Kepala Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau, sedangkan penyerahan kepada ahli waris almarhum Abdul Azis disaksikan oleh Wali Kota Batam.

Manfaat pertama diserahkan kepada ahli waris almarhum Nurijanah (33), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Sekretariat DPRD Provinsi Kepulauan Riau. Meski baru enam bulan diangkat sebagai PPPK dan baru sekitar dua bulan membayar iuran sebesar kurang lebih Rp46 ribu per bulan, seluruh biaya perawatan akibat kecelakaan kerja tetap ditanggung hingga mencapai Rp649.564.597, ditambah dengan santunan meninggal dunia akibat kecelakaan kerja sebesar Rp182.994.400, serta pengembalian iuran beserta manfaat JHT sebesar Rp312.800.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

Kasus almarhumah Nurijah menjadi bukti bahwa perlindungan TASPEN tidak ditentukan oleh lamanya kepesertaan, melainkan tetap menjamin pemenuhan hak peserta sesuai ketentuan yang berlaku. Selanjutnya, manfaat kedua diserahkan kepada ahli waris almarhum Abdul Azis, ASN Kecamatan Sungai Beduk, Kota Batam. Manfaat yang diterima terdiri atas santunan JKK sebesar Rp164.016.100, manfaat JKM sebesar Rp32.883.300, serta THT sebesar Rp52.034.900.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Fary menegaskan bahwa perlindungan sosial bagi para ASN tidak hanya hadir saat ASN menjalankan tugas, tetapi juga ketika keluarga yang ditinggalkan membutuhkan kepastian dari hak-hak yang menjadi bagian dari jaminan perlindungan tersebut. TASPEN berkomitmen memberikan pelayanan maksimal kepada seluruh peserta, baik ASN maupun PPPK, termasuk pemenuhan hak atas program pensiun, JKK, Jaminan Kematian (JKM), serta Tabungan Hari Tua (THT).

Di wilayah kerja TASPEN Tanjung Pinang, tercatat dari semester I-2026 menyalurkan manfaat program JKK dan JKM sebesar Rp9.001.719.031 pada 646 klaim. Adapun data secara nasional dengan rentang waktu yang sama, TASPEN menyalurkan manfaat Program JKK dan JKM sebesar Rp652.723.331.548 pada 50.392 klaim.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penyaluran manfaat tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program perlindungan sosial TASPEN yang berfokus pada penyelesaian hak peserta secara 5T, yaitu Tepat Orang, Tepat Waktu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat, dan Tepat Administrasi. Sejalan dengan Asta Cita dalam memperkuat sistem perlindungan sosial yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan, TASPEN akan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan pelayanan terbaik kepada peserta.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260710223503-4-749991/taspen-salurkan-manfaat-jkk-jkm-rp108-m-ke-keluarga-asn-di-riau, without altering the facts of the original article.

Febrie Adriansyah Resmi Mundur dari Jabatan Jampidsus Kejaksaan Agung

Febrie Adriansyah resmi mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Pengunduran diri ini disampaikan langsung oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna pada Sabtu, 11 Juli 2026. Jaksa Agung, ST Burhanuddin, telah menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah. Belum diketahui alasan pasti pengunduran diri tersebut.

Momen Penentu di Menit Akhir

Febrie Adriansyah menyampaikan pengunduran dirinya melalui Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Anang Supriatna pada Sabtu, 11 Juli 2026. “Pada hari ini, Sabtu, 11 Juli 2026, Bapak Jaksa Agung (ST Burhanuddin) telah menerima pengunduran diri Bapak Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus,” kata Anang Supriatna.

Apa yang Terjadi Sebelumnya?

Sebelumnya, Febrie Adriansyah masih aktif menjalankan tugasnya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung. Belum ada informasi resmi tentang alasan pengunduran dirinya, namun kabar ini telah dikonfirmasi oleh Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung.

Mengapa dan Dampaknya

Pengunduran diri Febrie Adriansyah dari jabatannya sebagai Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus Kejaksaan Agung tentu memiliki dampak signifikan. Belum jelas apa alasan di balik keputusan ini, namun yang pasti adalah posisi Febrie Adriansyah akan diisi oleh orang lain. Kejaksaan Agung masih memiliki banyak pekerjaan rumah, terutama dalam menangani kasus-kasus pidana khusus.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Pengunduran diri Febrie Adriansyah menimbulkan pertanyaan tentang arah kebijakan Kejaksaan Agung ke depan. Siapa yang akan mengisi posisi yang ditinggalkan? Bagaimana penanganan kasus-kasus pidana khusus ke depan? Semua pertanyaan ini masih harus dijawab dalam waktu dekat. Kejaksaan Agung masih memiliki tugas besar dalam menjalankan proses penegakan hukum di Indonesia.

Saat ini, Kejaksaan Agung masih menjalankan roda organisasi dengan lancar. Pengunduran diri Febrie Adriansyah tidak akan mengganggu kinerja Kejaksaan Agung secara keseluruhan. Namun, publik tentu menantikan informasi lebih lanjut tentang perkembangan di internal Kejaksaan Agung.

Jalan panjang masih harus ditempuh oleh Kejaksaan Agung dalam menjalankan tugasnya. Banyak tantangan yang harus dihadapi, terutama dalam menangani kasus-kasus yang kompleks. Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki, Kejaksaan Agung diharapkan dapat terus menjalankan tugasnya dengan baik.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/news/20260711044023-4-750010/febrie-adriansyah-mundur-dari-jabatan-jampidsus-kejaksaan-agung, without altering the facts of the original article.