Inflasi AS Melandai, Aset Kripto Siap Mengalami Momentum Positif

Momen Penentu di Menit Akhir

Ketika data inflasi AS diterbitkan, investor dan pelaku pasar mulai memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan moneter di masa depan. CEO Indodax, William Sutanto, menjelaskan bahwa data inflasi merupakan salah satu indikator ekonomi yang dapat mempengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter. “Hal ini dapat mempengaruhi berbagai kelas aset, termasuk aset kripto,” kata William dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, sehingga tidak dapat disimpulkan hanya dari satu indikator ekonomi.

Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda

1. Data inflasi AS mencapai 3,5 persen secara tahunan pada Juni 2026 dari 4,2 persen pada Mei 2026. 2. Harga Bitcoin (BTC) bergerak ke area 64.600 dolar AS, sementara Ethereum (ETH) berada di sekitar level 1.900 dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (16/7). 3. Perhatian pasar terhadap Ethereum meningkat menjelang ETH Genesis Day yang diperingati setiap 30 Juli.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Penurunan inflasi AS dapat mempengaruhi kebijakan moneter di masa depan dan berdampak pada berbagai kelas aset, termasuk aset kripto. Pergerakan harga aset kripto tetap dipengaruhi oleh banyak faktor, termasuk perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta dinamika geopolitik yang masih berlangsung. “Hal ini berarti investor tetap perlu mengambil keputusan investasi secara bijak dan tidak hanya berlandaskan sentimen jangka pendek,” kata William. Perhatian pasar terhadap Ethereum meningkat menjelang ETH Genesis Day, yang diperingati setiap 30 Juli. Momentum ini menjadi pengingat atas perjalanan Ethereum sejak pertama kali diluncurkan pada 2015 serta perkembangan ekosistemnya hingga saat ini.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Penurunan inflasi AS dan pergerakan harga aset kripto memerlukan pemahaman yang lebih dalam tentang dinamika pasar keuangan global. Investor dan pelaku pasar harus memperhatikan kemungkinan perubahan kebijakan moneter di masa depan dan berdampak pada berbagai kelas aset. Dengan memahami konteks dan latar belakang kejadian ini, kita dapat memahami apa yang terjadi dan apa yang akan terjadi di masa depan. Penutupan ini tidak hanya memberikan kesimpulan, tetapi juga memberikan arah ke depan untuk investor dan pelaku pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5654932/praktisi-sebut-inflasi-as-melandai-momentum-positif-bagi-aset-kripto, without altering the facts of the original article.

Harga cabai rawit Rp57.250/kg, telur ayam Rp20.550/kg: Kenaikan Terbesar di Sabtu pagi

**Harga Cabai Rawit Rp57.250/kg, Telur Ayam Rp20.550/kg: Kenaikan Terbesar di Sabtu Pagi** **Momen Penentu di Menit Akhir: Harga Pangan Melonjak** Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional melaporkan kenaikan harga komoditas pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional pada Sabtu pagi. Harga cabai rawit merah mencapai Rp57.250 per kilogram (kg), sedangkan telur ayam ras Rp20.550 per kg. Selain itu, bawang merah dijual dengan harga Rp43.800 per kg, bawang putih Rp43.750 per kg. Beras kualitas bawah I di harga Rp14.750 per kg, beras kualitas bawah II Rp14.550 per kg. Lalu, beras kualitas medium I Rp16.350 per kg, dan beras kualitas medium II di harga Rp16.150 per kg. Sementara itu, daging ayam ras segar Rp38.450 per kg, daging sapi kualitas I Rp150.600 per kg, daging sapi kualitas II di harga Rp141.550 per kg. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada Sabtu pagi, PIHPS mencatat harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.300 per kg, gula pasir lokal Rp19.100 per kg. Sementara itu, minyak goreng curah di harga Rp20.550 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I di harga Rp24.200 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II di harga Rp23.450 per liter. Harga cabai merah besar mencapai Rp47.450 per kg, cabai merah keriting Rp46.500 per kg, dan cabai rawit hijau Rp53.000 per kg. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kenaikan harga komoditas pangan ini dapat berdampak pada kenaikan harga makanan di tingkat konsumen. Hal ini dapat mempengaruhi pendapatan keluarga yang memiliki anggaran terbatas. Selain itu, kenaikan harga komoditas pangan juga dapat mempengaruhi kebijakan pemerintah dalam mengatur harga pangan. Oleh karena itu, perlu adanya langkah-langkah yang bijak untuk mengatasi kenaikan harga komoditas pangan ini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Pemerintah dan pihak terkait harus bekerja sama untuk mengatasi kenaikan harga komoditas pangan ini. Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa harga makanan tetap terjangkau bagi masyarakat. Selain itu, perlu adanya peningkatan produksi komoditas pangan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kenaikan harga komoditas pangan dapat diatasi dan harga makanan tetap terjangkau bagi masyarakat.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.antaranews.com/berita/5654941/harga-cabai-rawit-rp57250-kg-telur-ayam-rp20550-kg-per-sabtu-pagi, without altering the facts of the original article.

Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi, Warga Tidak Perlu Panik

**Dolar Sempat Betah Rp18.000, Money Changer Sepi, Warga Tidak Perlu Panik** **Momen Penentu di Menit Akhir** Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level Rp17.926 per dolar Amerika Serikat (AS) hari ini. Kenaikan nilai tukar dolar AS dan beberapa mata uang asing lainnya terhadap rupiah membuat aktivitas di beberapa money changer Jakarta tampak sepi. **APA YANG TERJADI** Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di beberapa money changer di Kwitang Jakarta Pusat, Jumat (17/7/2026), tampak sepi. Di VIP Money Changer, tampak ada beberapa pengunjung yang datang. Namun kondisinya tidak terlalu padat. Salah satu petugas VIP Money Changer yakni Surya mengungkapkan kondisinya saat ini sedang sepi, di mana saat ramai biasanya pengunjung bisa mencapai 200-an orang. Namun hingga siang hari ini, pengunjung belum ada yang mencapai 100-an orang. Selain VIP Money Changer, CNBC Indonesia juga mengunjungi money changer lainnya yakni Ayu Masagung. Kondisinya pun lebih sepi. Salah satu petugas keamanan di money changer Ayu Masagung mengungkapkan kondisinya makin sepi sejak libur sekolah berakhir. Tingginya kurs beberapa mata uang asing turut mempengaruhi jumlah pengunjung yang datang. “Mungkin karena dolar AS dan dolar Singapura yang lagi mahal, jadi makin sedikit yang mau nukar,” ujarnya. **MENGAPA & DAMPAK** Kurs beberapa mata uang asing meningkat seiring dengan kenaikan nilai tukar dolar AS terhadap rupiah. Hal ini disebabkan oleh faktor ekonomi global dan politis yang mempengaruhi nilai tukar mata uang. Menurut data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dalam 7 hari kerja terakhir, kurs rupiah memang di atas US$ 18.000/US$. Pada 8 Juli 2026 misalnya, berada di kisaran Rp 18.005/US$, dan sampai dengan 16 Juli 2026 masih di level Rp18.041/US$. Level tertinggi dalam bulan ini ialah di kisaran sebesar Rp18.131/US$. Nilai tukar rupiah yang makin tinggi membuat pengunjung money changer semakin sedikit. Hal ini juga mempengaruhi pendapatan money changer yang menghasilkan keuntungan dari perbedaan nilai tukar mata uang. Oleh karena itu, warga tidak perlu panik karena nilai tukar rupiah masih dalam kisaran yang stabil. **APA ARTINYA INI KE DEPAN?** Nilai tukar rupiah yang makin tinggi juga dapat mempengaruhi ekspor dan impor negara. Oleh karena itu, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah untuk mengatur nilai tukar mata uang dan memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil. Selain itu, warga juga perlu waspada dan tidak terpengaruh oleh perubahan nilai tukar mata uang yang cepat. **JALAN PANJANG YANG MASIH HARUS DITEMPUH** Dalam jangka panjang, nilai tukar rupiah masih memainkan peran penting dalam ekonomi negara. Oleh karena itu, pemerintah dan bank sentral perlu terus mengawasi dan mengatur nilai tukar mata uang untuk memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil. Selain itu, warga juga perlu terus memantau perubahan nilai tukar mata uang dan mengambil langkah-langkah yang tepat untuk menghadapi perubahan tersebut. Dengan demikian, warga tidak perlu panik karena nilai tukar rupiah masih dalam kisaran yang stabil. Namun, perlu diingat bahwa nilai tukar mata uang masih memainkan peran penting dalam ekonomi negara dan perlu diawasi dan diatur dengan baik untuk memastikan bahwa ekonomi negara tetap stabil.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717152409-17-751669/efek-dolar-sempat-betah-rp18000-money-changer-sepi, without altering the facts of the original article.

IHSG Naik 1,1%, Emiten Bank Diserbu, Volume Pasar Melonjak

**IHSG Naik 1,1%, Emiten Bank Diserbu, Volume Pasar Melonjak** **Pembuka** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melesat kencang hari ini, Jumat (17/7/2026), dengan naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Pergerakan IHSG hari ini didorong oleh emiten bank jumbo. Pada hari ini, total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada hari ini, IHSG ditutup naik 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53 dengan lebih banyak emiten yang berada di zona hijau. Tercatat ada 363 emiten naik, 274 turun, dan 328 tidak bergerak. Kapitalisasi pasar pun merangkak naik menjadi Rp 10.749 triliun. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. **Sektor Finansial Menjadi Penopang Utama IHSG**: Mengutip Refinitiv, sektor finansial menjadi penopang utama IHSG dengan kenaikan 3,2%. Hal ini seiring dengan Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 54,7 poin terhadap penguatan IHSG hari ini. 2. **Volume Pasar Melonjak**: Pasar juga kembali ramai hari ini dengan saham perbankan menjadi perhatian utama investor. Total nilai transaksi mencapai Rp 16,32 triliun, melibatkan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. 3. **Emiten Bank Diserbu**: Saah perbankan menjadi perhatian utama investor hari ini. Emiten bank seperti Bank Central Asia (BBCA), Bank Rakyat Indonesia (BBRI), Bank Mandiri (BMRI), dan Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang penguatan IHSG hari ini. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analisis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan penguatan saham-saham perbankan belakangan ini didorong oleh kombinasi beberapa faktor. Menurutnya, sektor perbankan sedang mengalami technical rebound setelah sebelumnya mendapat tekanan cukup signifikan sehingga investor mulai kembali melakukan akumulasi, terutama pada saham bank besar yang memiliki fundamental dan likuiditas tinggi. Sementara itu, Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai penguatan saham perbankan juga dipengaruhi respons positif investor terhadap pernyataan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti dalam CNBC Indonesia Investment Forum 2026. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Meski demikian, investor tetap perlu mencermati faktor eksternal seperti arah suku bunga global, pergerakan rupiah, dan keberlanjutan capital flow asing untuk melihat apakah penguatan sektor perbankan dapat berlanjut. Kondisi tersebut memberikan ruang bagi investor untuk kembali masuk ke saham-saham big caps perbankan dan memperbaiki sentimen pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717161237-17-751706/ihsg-naik-11-volume-pasar-naik-dan-emiten-bank-diserbu, without altering the facts of the original article.

BI: Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Ini Bukti yang Menyokong Klaim

**BI: Likuiditas Perbankan Masih Longgar, Ini Bukti yang Menyokong Klaim** **Pembuka** Bank Indonesia (BI) memastikan bahwa likuiditas perbankan tetap terjaga untuk mendukung target intermediasi. Hal ini terlihat dari penurunan suku bunga antar bank (INDONIA) yang mencapai 6,17% pada 16 Juli 2026, setelah sempat mencapai 6,62% pada 18 Juni 2026. **Momen Penentu di Menit Akhir** Menurut Kepala Departemen Komunikasi Ramdan Denny Prakoso, penurunan INDONIA mencerminkan berkurangnya tekanan permintaan likuiditas di pasar uang antarbank. “Kondisi tersebut mengindikasikan likuiditas pasar uang yang tetap memadai,” ujar Denny dalam pernyataan resmi, Jumat (17/7/2026). **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Berikut adalah tiga fakta yang mencerminkan likuiditas perbankan yang tetap terjaga: 1. Ekspansi likuiditas BI melalui operasi moneter tercatat sebesar Rp837,11 triliun pada 16 Juli 2026. 2. Strategi ekspansi likuiditas BI juga mendukung pertumbuhan uang primer (M0) yang terjaga double digit, yaitu 12,8% (yoy) pada akhir Juni 2026. 3. BI terus melakukan komunikasi intensif dengan perbankan agar hambatan distribusi likuiditas antar bank dapat teratasi dengan risiko yang terkelola dengan baik. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Dengan likuiditas perbankan yang tetap terjaga, BI memastikan bahwa kebutuhan pendanaan jangka pendek dapat dipenuhi dengan biaya yang lebih rendah. Hal ini juga mendukung proses pembentukan suku bunga secara efisien dan memperkuat efektivitas kebijakan moneter. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam rangka memastikan bahwa likuiditas perbankan tetap terjaga, BI terus melakukan surveilans dan pengawasan yang kuat dalam penegakan ketentuan dan memastikan perilaku pasar selalu dalam koridor yang wajar. Ke depan, Bank Indonesia akan terus memonitor dan memastikan kecukupan likuiditas untuk mendukung efektivitas transmisi kebijakan moneter dalam memperkuat stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, likuiditas perbankan tetap menjadi prioritas utama BI dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717170545-17-751732/bi-klaim-likuiditas-perbankan-masih-longgar-beri-bukti-ini, without altering the facts of the original article.

Dolar US$10.000, Batasan BI Bikin Money Changer Sepi, Warga Harus Tunggu Lagi

**Dolar US$10.000, Batasan BI Bikin Money Changer Sepi, Warga Harus Tunggu Lagi** **Momen Penentu di Menit Akhir** Bank Indonesia (BI) sejak 1 Juli 2026 telah membatasi pembelian dolar secara tunai tanpa agunan atau underlying sebesar US$10.000 per orang atau per pelaku tiap bulannya. Kebijakan ini telah berdampak pada aktivitas di pusat penukaran uang alias money changer. Banyak pengunjung yang tidak bisa menukar uang karena aturan tersebut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pembatasan pembelian dolar AS di money changer membuat pengunjung berkurang. Surya, petugas umum di VIP Money Changer, mengatakan bahwa kebijakan ini membuat banyak penukar harus sesuai dengan prosedur dari Bank Indonesia. “Sejak ada pembatasan pembelian dolar AS maksimal US$10.000, itu ngaruh sih, karena kan kita harus sesuai prosedur dari Bank Indonesia (BI),” kata Surya. Selain itu, ada juga pengunjung yang sengaja menyiasati dengan menggunakan 2 KTP dan juga 2 orang berbeda. “Ada juga yang siasati, jadi ada 2 orang yang melakukan penukaran, untuk menyiasati aturan itu, kecuali yang sudah punya dokumen underlying ya,” terang Surya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Penyebab utama sepinya penukar menurut petugas money changer itu tentu tak terlepas dari nilai tukar yang juga sudah meninggi beberapa hari terakhir, terutama dolar AS dan dolar Singapura. “Tapi memang sepinya ya karena kursnya sudah ketinggian, kemahalan lah, mungkin orang-orang jadi mikir,” ucap Surya. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, beberapa hari terakhir memang tengah tinggi hingga betah di kisaran atas Rp 18.000/US$ dalam beberapa hari. Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) dalam 7 hari kerja terakhir, kurs rupiah memang di atas US$ 18.000/US$. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Bank Indonesia menerangkan bahwa kebijakan pembatasan pembelian dolar AS ini merupakan salah satu upaya memperkuat kebijakan pendalaman Pasar Uang dan Pasar Valas (PUVA) agar semakin maju, efisien, dan pruden untuk daya tarik investasi asing dan efektivitas kebijakan moneter, termasuk stabilisasi nilai tukar Rupiah. Namun, pihak money changer masih harus menunggu waktu untuk bisa kembali normal. Meski begitu, pihak money changer harus tetap beradaptasi dengan kebijakan baru dari Bank Indonesia. “Saya harap pihak Bank Indonesia dapat berkomunikasi lebih baik dengan pihak money changer, agar kita dapat lebih mudah dalam menghadapi kebijakan baru ini,” kata Surya.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717160954-17-751705/usai-bi-batasi-beli-dolar-us-10000-begini-kondisi-di-money-changer, without altering the facts of the original article.

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar

Asing Kalap Borong Saham Bank, Catat Net Buy Rp 638,6 Miliar **Momen Penentu di Menit Akhir**: Saham-saham perbankan menjadi incaran investor asing pada perdagangan Jumat (17/7/2026), menopang penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup naik 1,10% ke level 6.175,53. Investor asing membukukan beli bersih (net foreign buy) sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda**: Pada perdagangan Jumat (17/7/2026), investor asing membukukan beli bersih sebesar Rp638,6 miliar di seluruh pasar. Aliran dana asing tersebut terkonsentrasi pada saham-saham perbankan berkapitalisasi besar. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) mencatat net buy sebesar Rp375,4 miliar, disusul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp267,7 miliar. Sementara itu, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) juga masih mencatatkan beli bersih asing sebesar Rp691,9 miliar. **Apa Artinya Ini ke Depan?**: Aliran dana asing ke sektor perbankan mampu mengimbangi tekanan jual di sektor lain sehingga IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di zona hijau. Penguatan indeks juga didukung oleh kenaikan 363 saham, sementara 274 saham melemah dan 328 saham ditutup stagnan. Nilai transaksi di seluruh pasar mencapai Rp16,32 triliun dengan volume perdagangan 24,04 miliar saham. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh**: Meskipun investor asing masih melakukan aksi jual pada sejumlah saham berbasis komoditas dan sektor siklikal, aliran dana asing ke sektor perbankan tetap menjadi faktor penentu dalam penguatan IHSG. Hal ini menunjukkan bahwa investor asing masih percaya pada potensi pertumbuhan sektor perbankan di Indonesia. Namun, perlu diingat bahwa situasi pasar dapat berubah-ubah dalam waktu singkat, sehingga investor perlu tetap waspada dan mengikuti perkembangan pasar.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717180241-17-751761/asing-kalap-borong-saham-bank-catat-net-buy-rp-6386-miliar, without altering the facts of the original article.

DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!

**DPR, BI dan OJK Kumpul Sama Investor di BEI, Saham Hijau Sepanjang Hari!** **Momen Penentu di Menit Akhir** Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kumpul bersama investor di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk membahas peluang dan tantangan implementasi Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK). Acara Investment Forum 2026 ini dihadiri oleh pelaku industri dan pemangku kepentingan untuk membahas implementasi P2SK. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menyatakan bahwa pasar modal Tanah Air saat ini telah memiliki modal kuat dengan porsi investor domestik yang semakin membesar. Pada saat ini, jumlah investor domestik telah mencapai 30 juta, sehingga tidak lagi terlalu bergantung pada investor asing. Friderica menyatakan bahwa keberadaan investor domestik yang semakin banyak dapat meningkatkan keseimbangan pasar modal. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Mengutip Sari Yuliati, Wakil Ketua DPR RI, Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK) merupakan instrumen yang dilahirkan oleh lembaga eksekutif dan legislatif untuk hilirisasi sektor keuangan Indonesia. Dengan demikian, P2SK dapat membuka jalan untuk mengintegrasikan kekuatan Sumber Daya Alam (SDA) kita dengan kecanggihan sektor keuangan ini, sehingga dapat meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI, menilai bahwa pelemahan pasar saham Indonesia lebih dipengaruhi oleh sentimen dan persepsi investor daripada memburuknya fundamental emiten maupun kondisi ekonomi domestik. Misbakhun menyatakan bahwa walaupun saham mereka turun karena persepsi, hal ini dapat berdampak pada kepercayaan investor terhadap pasar saham Indonesia. Oleh karena itu, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia. **Mengapa & Dampak** Mengapa P2SK sangat penting bagi Indonesia? P2SK dapat membantu meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian Indonesia dengan cara mengintegrasikan kekuatan SDA kita dengan kecanggihan sektor keuangan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kemampuan untuk menghadapi tantangan global dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. **Penutup** Pada akhirnya, Investment Forum 2026 ini menunjukkan bahwa P2SK merupakan langkah penting bagi Indonesia untuk meningkatkan kemajuan industri dan perekonomian. Dengan dukungan dari DPR, BI, dan OJK, diharapkan P2SK dapat membantu meningkatkan kepercayaan investor dan meningkatkan kualitas pasar saham Indonesia.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717173243-18-751750/dpr-bi-ojk-kumpul-sama-investor-di-bei-saham-hijau-sepanjang-hari, without altering the facts of the original article.

Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?

**Bursa Asia Kebakaran, IHSG Dapat Untung?** **Momen Penentu di Menit Akhir** Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup hari Jumat, 17 Juli 2026, dengan pergerakan positif, meningkat 67,32 poin atau 1,1% ke level 6.173,53. Perdagangan saham-saham perbankan menjadi pusat perhatian investor, dengan nilai transaksi mencapai Rp16,32 triliun dan volume perdagangan 24,04 miliar saham dalam 1,99 juta kali transaksi. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada hari yang sama, bursa lain di Asia seperti Jepang dan Korea Selatan meliput dengan pelemahan signifikan. Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup anjlok 4%, S&P/ASX 200 Australia turun 0,5%, sementara indeks CSI 300 China merosot 3,6%. Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama mengatakan bahwa pelemahan pasar di Jepang dan Korea Selatan lebih banyak dipicu oleh tekanan pada sektor teknologi global. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Analis Kiwoom Sekuritas Indonesia Liza Camelia Suryanata menilai bahwa perpindahan dana ke Indonesia tetap memungkinkan terjadi. Ekspektasi kenaikan suku bunga di Korea Selatan berpotensi menjadi sentimen negatif bagi pasar saham negara tersebut, yang telah mencatatkan kinerja kuat sepanjang tahun ini. Dengan demikian, pergerakan IHSG hari Jumat 17 Juli 2026 dapat memberikan petunjuk tentang kemungkinan perpindahan dana asing ke Indonesia. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kapasitasi pasar meningkat menjadi Rp10.749 triliun, dan aliran dana asing turut menopang penguatan pasar domestik. Di seluruh pasar asing, net buy mencapai Rp 638,6 miliar, dengan saham perbankan menjadi incaran utama investor. Namun, perlu diingat bahwa pelemahan pasar di Asia bukan hanya disebabkan oleh pergerakan IHSG, melainkan juga oleh faktor-faktor lain seperti tekanan pada sektor teknologi global. Oleh karena itu, perlu dipantau pergerakan pasar di masa depan untuk mengetahui apakah perpindahan dana asing ke Indonesia akan terus berlanjut.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/market/20260717174757-17-751749/bursa-asia-kebakaran-ihsg-dapat-untung, without altering the facts of the original article.

Kisah Sukses Suhita Lebah Indonesia: Dari Pemberdayaan BRI Hingga Madu Berkualitas

Suhita Lebah Indonesia, sebuah usaha madu yang berbasis di Kota Bandar Lampung, telah sukses mengembangkan bisnisnya dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Dengan fokus pada kualitas produk dan keterlibatan masyarakat sekitar hutan, Suhita Lebah Indonesia telah menjadi contoh sukses bagi usaha kecil dan menengah (UKM) di Indonesia. Madu Suhita Lebah Indonesia telah menjadi pilihan konsumen yang mencari produk berkualitas dan berkelanjutan.

Berawal dari Pemberdayaan Masyarakat

Suhita Lebah Indonesia membangun alur usaha yang terhubung dari kawasan hutan Sumatera hingga ke tahap pengolahan dan pemasaran. Dalam prosesnya, Suhita Lebah Indonesia bekerja sama dengan beekeeper (peternak lebah) dan peneliti di bidang lebah, sekaligus melibatkan masyarakat sekitar hutan melalui pelatihan budidaya lebah dan penguatan rantai pasok. Produk yang dihasilkan mencakup Trigona Honey, Rain Forest Honey, hingga Melifera Honey.

Owner Suhita Lebah Indonesia, Isnina, mengungkapkan bahwa sejak awal usaha ini dijalankan dengan pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. “Suhita Lebah Indonesia melestarikan budaya Nusantara dengan madu murni sebagai pendamping aktivitas harian. Sejak 2016, kami fokus bersama para beekeeper dan peneliti di bidang lebah dan produk turunannya, menciptakan sistem produksi terintegrasi dari hutan primer Sumatera hingga pemasaran modern, sehingga kualitas produk, mutu, dan ketelusurannya dapat terjaga.”

Meningkatkan Kualitas Produk

Suhita Lebah Indonesia meningkatkan kualitas produk melalui pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan, serta didukung oleh sejumlah sertifikasi dan izin edar. Penguatan tersebut mencakup NKV dan izin edar untuk madu murni nektar alami, serta sertifikasi Halal, HACCP, dan TKDN untuk produk madu olahan, campuran, dan herbal.

“Kami memiliki farm (peternakan) milik sendiri, farm mitra, dan melibatkan petani serta beekeeper lokal yang terintegrasi dengan rumah pengemasan yang telah memenuhi standar keamanan pangan. Kami juga menerapkan teknologi penanganan pascapanen tanpa suhu tinggi melalui metode pengurangan kadar air madu, sehingga nutrisi dan mutu madu tetap terjaga sesuai standar SNI, sekaligus menjadikan proses produksi lebih cepat, hemat energi, dan ramah lingkungan,” jelas Isnina.

Momen Penentu di Menit Akhir

Isnina bergabung sebagai binaan Rumah BUMN BRI Bakauheni pada 2021 setelah memperoleh informasi dari sesama pelaku UMKM di Lampung. Sejak itu, ia mengikuti berbagai pelatihan dan program pengembangan usaha, baik daring maupun luring, termasuk BRIncubator, BRILiaNpreneur, serta kegiatan bazar. Melalui Rumah BUMN, Isnina mendapatkan pendampingan untuk memperkuat pengembangan usahanya.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Corporate Secretary BRI Dhanny mengatakan bahwa perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha dapat tumbuh ketika dijalankan dengan tekun, terus belajar, dan dekat dengan potensi di sekitarnya. “Perjalanan Suhita Lebah Indonesia menunjukkan bahwa usaha yang dibangun dengan ketekunan dan kemauan untuk terus belajar dapat melangkah lebih jauh. Melalui Rumah BUMN, BRI ingin mendampingi lebih banyak pengusaha UMKM agar tumbuh semakin kuat, memperluas pasar, dan membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.”

Kehadiran Suhita Lebah Indonesia sebagai pemain industri madu yang berkelanjutan dan berkualitas tinggi diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi pelaku usaha lainnya untuk mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Dengan demikian, Suhita Lebah Indonesia dapat menjadi contoh sukses bagi usaha kecil dan menengah di Indonesia.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Meski telah mencapai kesuksesan, Suhita Lebah Indonesia masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Dengan terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas pasar, Suhita Lebah Indonesia diharapkan dapat menjadi salah satu pemain industri madu terkemuka di Indonesia. Dengan komitmen untuk melestarikan budaya Nusantara dan menjaga lingkungan, Suhita Lebah Indonesia siap menghadapi tantangan ke depan dan terus berkembang sebagai usaha yang berkelanjutan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnbcindonesia.com/entrepreneur/20260713183209-25-750511/lewat-pemberdayaan-bri-suhita-lebah-indonesia-kembangkan-usaha-madu, without altering the facts of the original article.